Tampilkan postingan dengan label my story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

more space.

I need more space for another movie!!!!!!!
have you ever felt something like this before? when the computer ask 'do you really want to delete this file?" and your answer must be no, but all you have to do is click yes. oh my god, this is what i feel now.
i need more space so i can have another movie :""""
okay, here we go, i'll tell another movies that i've watched :)

Rabu, 27 November 2013

Dari Ku yang Merindukan Matahari

Hai,

kau benar, kini aku merindukan matahari
bukan, bukan karenamu yang selalu merasakan kehangatannya disaat ia benar benar menyengat kulit, tapi karena aku benar benar merindukannya.
belakangan ini hujan turun hampir setiap saat. pagi, siang, sore dan malam. kau tau, tentu saja aku bingung bagaimana cara mengeringkan pakaian ku yang ada dijemuran itu. jika aku biarkan ia sebentar saja tergantung diluar sambil berharap angin sepoi sepoi membisikan barisan barisan puisi yang akan membuat baju itu kering, hanya hujan badai tetesan air mata dari awan yang jatuh.

setelah hujan terus menerus ini, aku jadi semakin sering memikirkan dirimu. kau pasti akan mengatakan, "mana matahariku?" dengan suara yang penuh dengan gambaran kehilangan. lalu kau menatap ke langit dan saat tetesan hujan membasahi wajahmu, kau akan bertingkah seperti orang yang sedang menangis. setelah membiarkan tetesan hujan itu membasahi dirimu, kau akan menarik tanganku berlari di bawah hujan terlebih dahulu lalu mengajak ku berteduh. lalu sebelum aku sempat bertanya kenapa kita tidak berteduh ditempat yang lebih dekat itu kau akan menjawab, "aku sangat menikmati berlari di bawah hujan sambil menggandeng tanganmu. kau tau? itu satu satunya hal yang paling aku suka dari hujan. karena kau suka hujan, kau pasti suka berdiri di bawahnya dan membiarkan badanmu basah kuyup karena semua tetesannya."

iya, aku memang suka hujan. tapi aku tidak terlalu menikmati berdiri dibawahnya dan membiarkan badanku basah kuyup karena tetesannya. setelah mendengar statement ku itu kau mengatakan, "kalau begitu aku perlu berhati hati dengan semua kata katamu." lagi lagi, sebelum aku sempat bertanya kau akan menjelaskan, "kau menyukai sesuatu bukan berarti kau benar benar menyukainya. kau suka hujan, suka melihat tetesannya. tapi kau menggunakan payung saat berjalan dibawahnya. mungkin seharusnya aku takut saat kau mengatakan kau mencintaiku, karena kau akan menggunakan sesuatu untuk menutupi dirimu dariku."

kalimatmu yang membingungkan itu benar benar aneh. bagaimana bisa kau berfilosofi seperti itu hanya karena aku suka hujan tapi aku tidak suka hujan hujanan? kau aneh.

tidak, aku tidak akan memberitaumu kalau aku merindukan matahari, tidak akan pernah. aku akan membiarkan kau berfikir bahwa aku menikmati setiap tetesan hujan yang jatuh itu. padahal aku benar benar membutuhkan matahari untuk baju baju ku itu. Ah, bagaimana bisa aku merindukan matahari hanya karena butuh sinarnya untuk mengeringkan baju? bodoh sekali.

baik, akan kuberi tau satu hal kepada kalian yang bukan dirinya, ku harap jangan pernah kalian memberi tau dirinya kalau aku merindukan matahari karena aku merindukan dirinya. ah tidak, aku merindukan matahari karena sinarnya untuk mengeringkan baju. ah tidak, aku merindukan matahari karena aku tidak bisa berjemur lagi. tidak tidak, aku tidak merindukan matahari.
sudahlah, cukup.

bagaimana menurut kalian jika aku benar benar merindukan matahari karena dia menyukai matahari? bagaimana menurut kaliain jika dia mengetahui aku merindukan matahari karena dia?
lalu apa yang akan terjadi berikutnya?
aku yang selalu merindukan hujan, menikmati pemandangan tetesannya yang jatuh kini dengan tiba tiba aku merindukan matahari? ini pasti aneh sekali. dia pasti sudah memasukan sesuatu ke dalam makanan ku siang tadi. pasti.

lalu bagaimana ini?

dari ku yang merindukan matahari
untuk matahari.

saat tulisan ku benar benar menjadi tidak terarah seperti ini, mungkin ini benar benar yang namanya rindu. matahari tolong datang selamatkan rinduku!

#LEMON 'Lets Move On'

There are so muuuch stories that I want to share and I want to keep it on my mind forever. But for now, let me share my favorite one. #LEMON.

What is #LEMON?

LEMON is an event for all Indonesian Muslimah. Let’s Move On. @hijabalila yang ngadain acara ini. Bintang tamunya luar biasa keren sekali, ada ustadz @FelixSiaw, mbak peggy, mbak @benefiko sama ustad asep fakhri. Mbak mbak dan ustad ustad itu menceritakan bagaimana mereka ‘move on.’
Mulai dari ustad Felix Siaw yang berjuang mati matian mencari tahu darimana kita berasal. Ustad Felix yang awalnya non muslim, bertanya tanya sendiri darimana kita berasal. Bertanya ke orang orang, jawabannya gak ada yang bener, gak ketemu. dia bertanya ke pastor, orang tua, guru dan berbagai profesi lainnya tapi gak ada yang bener jawabannya. Sampai akhirnya dia pernah memutuskan untuk atheis. Tapi karena dia belajar biologi dia jadi yakin kalo Tuhan itu ada. Ustad Felix mencari jawaban lagi, bertanya kesana kemari tapi gak menemukan jawabannya. Sampai akhirnya di semester 3 nya di IPB, dia diajak temennya buat ketemu Ustad yang akan menjelaskan darimana kita berasal. Karena Ustad Felix pernah punya kenangan buruk dengan orang Islam karena wajahnya yang sipit, dia menolak tanpa pikir panjang, tapi akhirnya setelah dibujuk sama temennya, Ustad Felix pun nerima tawaran itu. Disaat Ustad menjelaskan tentang surat Al Baqoroh ayat 2,

 “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

awalnya Ustad Felix mau memperdebatkan ayat itu, tapi sebelum dia sempet mengeluarkan argument, Ustad itu melanjutkan dengan ayat 23

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah  satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Kemudian Ustad Felix gabisa ngomong apa apa lagi, lalu dia memutuskan untuk masuk ke dalam Islam. Jawabannya ketemu.

Abis Ustad Felix cerita tentang move on nya, Awan Voice ngisi acara, duhh saya gapernah nonton X Factor jadi gakenal mereka ._. tapi setelah kemaren denger lagu lagunya yaaa mereka bagus kok J)
Abis itu istirahat dan dilanjutkan dengan cerita move on nya mbak peggy melati sukma harum sepanjang hari, iya yang itu, yang pusiiiiinnggg.

Mbak Peggy menceritakan tentang kehidupannya yang menurut orang orang emang sukses. Artis terkenal, aktivis social, aktif diberbagai kegiatan dalam dan luar negri, hidupnya keren deh. Lalu pada suatu hari dia dapet ujian dari Allah. Mbak Peggy agak sombong karena dia yakin bisa nyelesain masalah itu sendiri sesuai dengan caranya, tapi ternyata selama dua tahun lebih masalah itu dateng terus dan tambah banyak sampai dia hampir kena kanker otak. Akhirnya dia menemukan titik terlemahnya dan menyerahkan semuanya ke Allah. “ya Allah, selesaikan dengan cara-Mu” kata Mbak Peggy, semua masalahnya selesai pelan pelan walaupun caranya menyakitkan, itulah caranya Allah.

Lalu dilanjutkan dengan move on nya mbak @benefiko. Dia yang bikin visualisasi dibukunya Ustad Felix. Mbak Bene cerita katanya dia dulu suka pake hot pans, baju pendek, hobinya hang out jalan sama temen temen. Dan saat dia berkerudung, kerudungnya gambar tengkorak. Lalu dia dapet ilham lagi dari Allah, akhirnya dia bener bener move on dan meninggalkan dunianya yang kelam #eh. Kata Mbak Bene, kalo kamu gabisa berubah karena lingkungan itu, berarti kamu yang harus berubah lingkungan. Yaa kira kira begitulah intinya.

Laluuuu, break Ashar dan kemudian launching produk barunya alila. Duuhh, gamis gamis itu, khimar, berry, oh my God. Can I have all of that things?

Laluuu, setelah melihat lihat baju baju itu, Ustad Fakhri pun melanjutkan dengan cerita move on dan Muhasabahnya. Ustad Fakhri cerita tentang gimana dia move on dari yang awalnya minta uang terus sama orang tua sampe jadi berhasil tapi kuliahnya ngaret. Jadi gini, ustad Fakhri memutuskan untuk gak minta uang sama orang tuanya, lalu dia usaha kerja sana sini tapi uangnya gak cukup cukup juga, masih aja kurang. Terus dia baca sebuah hadits yang isinya,
“kalau kamu laki laki dan miskin, menikahlah, maka Allah akan menambah Rizkimu.”
 Kira kira begitu hadistnya. Lalu seperti mendapatkan cahaya terang, ustad Fakhri memutuskan untuk melamar perempuan, lalu ia….ditolak. ustad Fakhri cerita ke ustadnya lagi, kata ustadnya itu,
“kalo cinta ditolak…..naiklah ke pohon kelapa, lalu liat masih banyak yang lain.” #eaaaaa.
 Kemudia ustaf Fakhri menemukan seorang perempuan yang paling cantik dan beruntung menurut dia. Yaitu istrinya sekarang. Mereka menikah saat ustad Fakhri semester 7. Dan bener banget. Pelan pelan bisnis ustad Fakhri sukses. Lalu dia lupa dengan kuliahnya sampai ayahnya bilang kalo beliau pengen liat ustad Fakhri lulus dan wisuda. Tapi ustad Fakhri bilang, “ijazah itu gak penting pak. Nih buktinya Fakhri udah bisa ngapa ngapain tanpa ijazah.” Tapi bapaknya bilang kalo ustad Fakhri itu satu satunya keluarganya yang kuliah. Lalu ustad Fakhri bilang, “kok gak ngomong dari kemaren maren sih pakk…” kemudian Ustad Fakhri ngerjain skripsinya selama sebulan lalu tiga bulan kemudia dia wisuda. Semudah itu. Katanya dia, kalo kita ngelakuin sesuatu itu harus ada dorongannya, harus jelas kenapa dia yang jadi dorongannya, sebab akibat, dan kalo kita lagi males, kita harus nginget itu supaya semangat lagi.
Tapi beberapa saat sebelum Ustad Fakhri wisuda, ayahnya meninggal. That was really something. We never knew what will happen next, never. Lalu saat Ustad Fakhri wisuda tepat di 40 hari kematian ayahnya :” it was so sad.
Dari situlah muhasabah itu dimulai……

Setelah serangkaian acara selesai, apa yang selanjutnya terjadi? Coba tebak., hehehehe
Iya bener, belanja.
Diskon produk barunya Alila yang sampe 100ribu itu bener bener sesuatu banget :3
Rasanya mau beli semua tapi…….biar udah diskon tetep mahal :’) akhirnya Cuma bisa beli beberapa produknya aja. Antriannya panjaaaaaaaaaaang banget.

Nah, itulah yang terjadi di tanggal 23 November kemaren. I’m so happy. I got a hundred inspiration and I just can’t wait for another event from @hijabalila.


ada sebuah moment dimana Ustad Felix bener bener bikin envy. saat dia baru naik ke panggung, dia bilang "tadinya istri saya gabisa dateng nemenin. dia mau nemenin anak saya di rumah. tapi saya bilang, ayo mi ikut aja nanti abi gimana. duh, saya gabisa ngebayangin banget kalo saya dateng kesini gak sama istri saya."
seketika semua peserta yang hadir langsung bilang, iiiiihhhhhh
iya itu envy namanya. gimana enggak seneng digituin di depan banyak perempuan. duh kapan yak digituin :'D #eh

Selasa, 12 November 2013

What? Macet? Euh...!

Maceettt, waah. Jakarta, kenapa dirimu macet sekali? Sekarang Bekasi juga ikut ikutan macet, dan beberapa daerah di Indonesia pun ikutan macet. Duh, gimana ya?
Semua orang di dunia dapet jatah waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan.  Tapi kalo kaya gini caranya….banyak waktu yang akan terbuang sia sia di jalan. Sia sia atau enggaknya tetep tergantung gimana kita menyiasati waktu kita selama ada di jalan sih.

Jadi gini, saya biasa ngabisin waktu buat berangkat pagi ke kantor satu setengah jam, kalo pulang kantor bisa satu setengah sampe dua jam. Jadi itungannya saya menghabiskan waktu tiga jam perhari di jalan. Aktivitas saya diluar rumah yang makan waktu sampe tiga jam itu dari hari senin sampe sabtu. Jadi dalam waktu satu minggu saya menghabiskan 18 jam di jalan dan itu berarti 72 jam sebulan. Berarti dalam waktu satu bulan atau tiga puluh hari berarti tiga hari saya habiskan waktu di jalam. Keren!

Sedih rasanya ngeliat kota kota yang semakin hari semakin macet, waktu yang makin terbuang sia sia, kerugian kerugian yang diakibatin dari macet. Semua macet, dan Indonesia pun jadi terkenal dengan jam karetnya. Kadang suka bingung sama pemikiran orang orang yang berusaha mendapatkan kenyamanan untuk dirinya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Well, menurut saya itu gak salah, siapa sih yang gak pengen nyaman? Apalagi kalo emang dia orang yang tergolong kelas menengah atas. Tapi sekarang, karena semua orang berusaha meraih kenyamanan, mereka yang punya duit pada beli mobil dan kemana mana naik mobil. Seenggaknya walaupun mereka kena macet, mereka tetep nyaman.

Tapi saya…………..saya gak suka banget ngeliat orang orang yang naik mobil sendirian atau Cuma berdua sama supir. Rasanya pengen nyiptain suatu alat yang bisa bikin mobil itu ngilang -_-
Banyak kok orang orang yang desek desekan di bus, nunggu busway lama, memanfaatkan kendaraan umum yang emang gak senyaman kendaraan pribadi. 

Pengen banget gitu ngasih ilham ke pemerintah buat naikin harga tol semahal mungkin, naikin biaya parker semahal mungkin, dan nurunin harga kendaraan umum semurah mungkin. Bbm kalo bisa jadi mahaal sejadinya. Biarin aja orang orang yang suka naik kendaraan pribadi itu mikir dan beralih ke kendaraan umum. Lagian saya juga penasaran gimana rasanya ngeliat orang orang yang bermobil itu demo gara gara harga tol naik. Buat rakyat rakyat kecil, mahasiswa, dll jangan demo, biarin aja orang orang kaya itu yang pada demo. Karena saat kalian demo menyampaikan suara masyarakat, mereka keenakan ongkang ongkang kaki menikmati hasil dari usaha kalian semua. Toh padahal mereka semua yang bikin Jakarta macet. Karena mereka gak mau keluar dan naik kendaraan umum!


Back then, sabar ya. Realize aja kalo Jakarta emang macet, nikmatin aja jalannya. Bawa buku atau bawa headset, mudah mudahan waktu dijalannya jadi lebih bermanfaat. Akan ada saatnya semua teknologi akan hilang dan kita akan kemana mana dengan berjalan kaki lagi.

Senin, 11 November 2013

@nebengers

Nebengers.

'Apa yang pertama kali muncul dipikiran kalian saat mendengar kata nebengers?' pertanyaan ini paling sering ditanyain oleh admin @nebengers yang lebih sering dipanggil bengbeng. Nebengers itu sebuah komunitas tebeng menebeng yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Disini kita bisa sharing taxi, share tol + bensil, share sarapan, makan siang, susu ultra, es krim, bread talk, atau apapun sesuai kesepakatan si pemberi tebengan dan pencari tebengan.

Nebengers sendiri udah berdiri lumayan lama dan semakin hari orang orang yang ikutan tebeng menebeng pun makin banyak.

Kok berani sih?

Nah ini, pertanyaan yang paling sering muncul di orang orang yang baru kenal nebengers. Beberapa bulan yang lalu, saat saya gak tau dan gak kenal nebengers, tapi disisi lain saya penasaran gimana rasanya nebeng orang yang sama sekali gak dikenal.
Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian, saya pun mention @nebengers, nanya nanya dan waktu itu langsung di reply sama bengbeng dan juga salah satu anggota nebengers dari #TeamBekasi. Orangnya ramah banget, dia cerita ini itu tentang nebengers dan akhirnya dia ngajak saya buat ikutan kopdar (kopi darat)nya mereka. penasaran pun semakin jadi, akhirnya saya bilang, 'ayo kak, saya ikutan ya. Nebeng kakak juga, hehehehe'

Hari sabtu pun tiba, saya janjian sama orang itu di pondok gede dan dia ngajak saya ke tempat kopdarnya #TeamBekasi. Kita ngumpul di sanggar kabasa, kegiatan yang dilakuin sama anggota #TeamBekasi luar biasa keren! Di sanggar kabasa itu yang ahli di bidangnya dipersilakan untuk ngajar, jadi setiap sabtu di kabasa dibuka kelas ngajar. Ada yang ngajar bahasa jerman, bahasa inggris, matematika. Keren!
Setelah ngumpul di sanggar kabasa, biasanya pada nongkrong di angkringan. Ngobrol, ketawa tawa, sharing, ngomongin ini itu. Saya pernah beberapa kali ikutan tapi karena satu dan lain hal saya jadi gapernah ikut kopdar lagi -.-

Apa lagi ya?

Pengalaman tebeng menebeng saya? Wah, keren!
Saya pernah nebeng sama dosen binus :3 setiap pagi janjian di tol jatibening, nebeng dia sampe depan kantor, waktu itu dia bilang share tol aja, jadilan setiap nebeng saya yang bayar tol.
Saya juga pernah nebeng sama orang yang mau berangkat kerja. Waktu itu tujuan saya ke rawamangundan orang itu mau ke pulogadung, akhirnya saya nebeng dia sampe pulogadung dan meneruskan sampe ke rawamangun sendirian. Waktu itu free Cuma dia bilang bawa helm sendiri aja. Saya share cerita sama dia. Sepanjang perjalanan ngobrol gak ada abisnya. Dia cerita tentang anaknya, suaminya, jam kerjanya, dia nanya tentang saya, keluarga saya, kerjaan, sekolah, dan semuanya.
Terus saya juga pernah nebeng sama orang sekaligus ujan ujanan. Kita naik motor sambil ujan ujanan Cuma seru banget, gak ada sekalipun kehabisan bahan omongan. Seru lah!
Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan dari sang pemberi tebengan adalah 'kok berani sih nebeng sama orang yang gak dikenal? Gimana bisa percaya?' saya Cuma bilang, 'percaya aja.'
Percaya itu sederhana, dia muncul dari dalem hati dan semuanya sudah mengalami sinkronisisasi dengan otak (?)

Acara di nebengers.

Sering banget ada acara kopdar seluruh anggota nebengers. Biasanya anggota nebengers ini berkumpul sesuai district tempat tinggal masing masing. karena saya tinggal di bekasi, saya join sama #TeamBekasi. Dan biasanya disetiap district kita punya lurah. Entah bu lurah atau pak lurah.
Waktu itu saya pernah ikutan obsatnya nebengers. Dari sekitas 100 orang yang hadir, 75 persennya nebeng._.
Pas acara itu didatengin sama mentri apa gitu saya lupa, pendiri nebengers, dan orang orang yang udah berkontribusi di nebengers. Keren!
Saya juga pernah ikutan #AmazongRace.
Acara ini pos to pos di taman mini, keliling, mecahin sandi, foto sama orang, minta tolong ini itu, dan lain lainnya. Waahh, sesuatu banget deh.
Gak Cuma sekali dua kali nebengers ngadain acara, sering banget. Sering sering main ke timeline nya @nebengers dan masuk ke www.nebengers.com seru deh. Tapi gak lupa ketujuan awal @nebengers. Kita bisa share biaya ongkos, bensin, tol, dan lain lain sesuai kesepakatan aja.

#BeriTebengan/#CariTebengan | rute jalan | tanggal + jam | berapa seat | share apa |
Jangan lupa transaksi tebeng menebengnya mention ke @nebengers juga supaya aman. Sejauh ini sih belum pernah ada kecelakaan, tapi biar aman dan tetep terpantau. Jangan lupa di mention ya nebengersnya.

Apa lagi ya?

Kayanya itu aja untuk sekarang, sekian dan terima tebengan^^

Jumat, 08 November 2013

Another Twenty

                Saat matahari muncul dari ufuk timur di hari Minggu pagi. Disa kira perasaan itu telah hilang seutuhnya. Perasaan yang telah lama ia buang jauh jauh, perasaannya untuk Dika. Perasaan yang semakin dibuang akan terus semakin lekat dihatinya. Ternyata kenyataan berbicara lain. Hari itu tanggal 20, seharusnya hubungannya dengan Dika memasuki usia ke tiga tahun, tapi pada kenyataannya hubungan mereka telah lama kandas, bahkan sebelum memasuki tahun ke dua.
                Disa kembali bangun ditengah malam, tapi kini ia tidak kebingungan karena saat pertama kali ia membuka matanya yang ada dipikirannya adalah sekarang tanggal 20. Hari dimana ia dan Dika memutuskan untuk bersama. Apa yang harus ia lakukan? Semenjak Disa memutuskan untuk melupakan Dika, semua kenangan tentang Dika telah dihapuskan. Benar benar telah dihapus. Bahkan folder yang berisi semua kenangannya dengan Dika pun telah dihapuskan. Kertas kertas yang bertuliskan nama Dika juga sudah dibuang. Semua barang tentang Dika sudah Disa buang, tapi ada beberapa barang yang akan terus tersimpan di dalam kardus, sampai suatu saat nanti Disa benar benar yakin akan membuangnya. Entah kapan waktu itu akan datang.
Malam itu jarum detik terdengar lebih keras. Tik…tok…tik….tok… suara suara yang membuat Disa gelisah karena ia menyadari waktu yang terus berjalan walaupun dia tidak melakukan apapun. Ada sesuatu yang harus dia lakukan, tapi apa? Apa Disa harus mengulang kembali rutinitasnya disetiap tanggal 20? Apa Disa harus kembali mengingat semua tentang Dika dan kembali merasakan ada sesuatu yang hilang? Apa Disa harus kembali membaca semua pesan dari Dika? Apa harus selalu Dika yang ada dipikiran Disa jika tanggal 20 datang?
Disa benci sekali perasaannya itu, perasaan dimana ia bingung harus melakukan apa. Perasaan yang selalu saja membuatnya tak tau harus bagaimana. Akhirnya Disa memutuskan untuk bangun, ia mencari gelasnya yang belakangan ini sudah tidak ia isi air, lalu mencaci maki dirinya sendiri karena tidak pernah mengisi air lagi di gelas itu. Disa memang aneh, kadang dia bisa begitu membenci dirinya karena hal yang tidak ia lakukan. Bahkan ia lebih sering membenci dirinya karena hal hal yang tidak dia lakukan dibandingkan dengan hal hal yang telah ia lakukan.
Dengan malas, Disa berjalan ke dapur. Segelas air dingin akan membantunya menenangkan pikirannya atau mungkin saja akan membuat Disa jatuh tertidur seketika dan melupakan semua hal tentang Dika.
Suara jarum detik itu masih terdengar begitu kencang, ruangan yang gelap membuat Disa harus berhati hati menuruni tangga rumahnya. Tidak lucu sekali jika ia jatuh dari tangga lalu sebuah drama tentang seorang gadis yang kecelakaan di hari jadinya dengan sang mantan muncul di headline news. Disa meraih pintu kulkas dan bersyukur sekali ketika melihat ice cream yang telah ia siapkan jika ia merasa bingung melakukan apa. Segera diraihnya tempat ice cream itu dan Disa kembali tidak mengisi gelas yang tadi ia bawa turun.
Ice cream.
Perasaan senang dan tenang datang kembali ke pikiran dan hatinya. Sedetik…. Dua detik… pikirannya kembali. Ada sesuatu di ice cream ini yang membuatnya kembali mengingat… Dika. Selalu Dika, bahkan dari sekotak ice cream saja dia harus kembali mengingat Dika. Entah sehebat apa makhluk yang bernama Dika itu sehingga membuat semua hal yang Disa lakukan terhubung dengannya. Atau mungkin Disa yang terlalu menghubung hubungkan semua hal dengan Dika? Ah, tidak tau. Yang jelas kini Disa kembali membenci dirinya sendiri.
Apa yang harus ia lakukan? Ia kembali duduk termenung. Memandangi ice cream yang tidak berdosa itu dengan pandangan kasian sekaligus benci. Bagaimana bisa sekotak ice cream yang tidak bersalah bisa membuatnya menjadi begitu kesal. Andai saja waktu itu Dika tidak datang dengan ice cream, pasti tidak akan seperti ini jadinya. Kenapa statement ice cream yang bisa membuat mood kembali kini berubah menjadi ice cream yang membuat mood hilang. Kenapa?
Sudah jelas, kini hanya air putih yang paling netral. Disa meminta maaf ke gelas itu yang telah ia abaikan karena sekotak ice cream. Segera ia mengisi gelas itu dengan air dingin. Ia pandangi aliran air yang tertuang dari dalam botol. Ia pandangi air yang berada disisi botol yang membuat tangannya basah. Tetesan airnya membuat Disa menjadi semakin haus dan ia menjadi bingung sendiri karena kini ia merasa waktu yang ia gunakan untuk menuang air ke dalam gelas menjadi begitu lama. Ini terlalu lama. Baru setengah gelas itu terisi, Disa memutuskan untuk berhenti menuang dan segera meminum air dingin itu.
Segaarr….
Sedetik…
Dua detik….
Tiga detik…..
Glek…
Air putih itu telah memasuki kerongkongan dan kini sedang bermuara di lambung. Disa bernafas lega sekali karena tidak ada satu hal pun yang membuatnya mengingat Dika. Ia kembali meminum air putih itu dan merasakan kesegaran yang luar biasa.
Teng… jam di rumahnya berbunyi sekali, itu berarti ia baru saja melewati satu jam pertama ditanggal 20 dengan mengingat beberapa kenangan tentangnya dengan Dika. Disa menaruh botol yang tadi ia ambil ke dalam kulkas. Lalu berjalan ke arah tangga, ia berniat untuk kembali ke kamarnya. Pelan…pelan… ia berjalan seperti ada sesuatu yang tertinggal. Tapi apa?
Disa mengabaikan perasaannya itu lalu berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di depan pintu ia memandangi pintunya itu dengan seksama. Setiap ujung sisinya ia pandangi, dari atas sampai bawah, semua hal yang ada di pintu itu ia pandangi. Lalu ia tersenyum. Banyak hal yang berubah setelah Dika pergi, bahkan pintu kamarnya pun terlihat berbeda. Sudah tidak ada lagi tempelan yang ada Dikanya.
Disa membuka pintu kamarnya. Masih gelap, ia belum menyalakan lampunya. Biasanya ia bisa melihat tulisan besar namanya dan Dika di dinding kamarnya yang menyala dalam gelap, tapi kini tulisan itu sudah tidak ada. Disa kembali tersenyum. Ia menyalakan lampu kamarnya lalu kembali tersenyum saat melihat semua foto foto, tulisan, tempelan, poster dan semua hal tentang Dika yang sudah tidak ada lagi di dinding kamarnya. Ia merasa begitu senang dan lega. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Hal itu aneh karena Disa bisa merasa begitu bebas dari perasaan takutnya jika Dika akan menanyakan apakah Disa masih menyimpan semua kenangan tentang mereka. Harusnya Disa melakukan hal itu jauh jauh hari sebelumnya. Tapi ada sesuatu yang membuat kamar Disa terlihat aneh. Bekas bekas tempelan foto, poster dan semua tentang Dika masih terlihat dengan jelas di dinding kamarnya. Ada sebuah pelajaran yang Disa terima, seberapa keras pun usahanya untuk membuang tempelan tempelan tentang Dika, walaupun barang barang itu sudah jelas terbuang, tapi bekasnya tidak. Bekas itu akan terus menempel, setidaknya sampai Disa memutuskan untuk mengecat ulang kamarnya.
Segelas air putih pasti akan membantu. Ah iya, gelasnya tertinggal di dapur, pantas saja Disa merasakan ada sesuatu yang tertinggal. Kini Disa bisa melangkah dengan riang ke dapurnya, jarum detik juga sudah tidak terdengar lagi suaranya. Bahkan Disa sudah bisa menunggu dengan sabar saat ia menuang air ke gelasnya.
Ada banyak yang tidak bisa kita ubah dan ada banyak hal yang harus kita terima. Kenangan. Bahkan jika kita memohon, berdoa, dan melakukan sejuta hal lainnya, kenangan tidak akan berubah sedikit pun. Kita hanya akan membuat kenangan yang baru, kenangan tentang kita yang berusaha merubah kenangan itu.
Ada satu hal yang tidak kita sadari. Saat kita berusaha menerima kenangan, saat itulah kenangan juga berusaha hanya menjadi kenangan. Karena saat kita berusaha melupakannya membuangnya, melepasnya, saat itu juga kenangan berusaha keras untuk tetap tinggal di memori kita, tetap membuat kita kembali mengingat hal hal yang tidak bisa kita terima.
Disa sadar, apapun yang ia lakukan untuk membuang Dika dari otak dan hatinya, semua usaha keras itu akan sia sia. Tidak akan ada yang terjadi kecuali Disa yang kembali mengingat semua kenangan tentang Dika. Hanya ada satu hal yang harus Disa lakukan, menerima Dika dan semua kenangan tentang Dika. Mengikhlaskan Dika dan menyadari seberapapun keras usahanya, Dika akan terus berada di hatinya. Karena akan selalu ada sebuah tempat untuk semua orang yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh orang lain. Walaupun kini kita bersama orang lain  yang lebih kita cintai dari orang sebelumnya, orang sebelumnya yang berada di hati kita tetap memiliki posisi itu, ia tidak akan tergantikan. Karena orang yang kini kita cintai, ia sedang membangun sebuah tempat di hati kita. Begitu juga semua orang. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi orang lain yang ada di hati, tidak akan ada, sekalipun ia berlutut dan memohon.

Dika adalah sesuatu yang harus Disa terima, kemarin, sekarang, besok ataupun lusa, Dika akan terus menjadi Dika. Dika yang pernah ada dihati Disa. Di tanggal 20 berikutnya, mungkin Disa akan lebih bisa mengontrol hatinya. 

Minggu, 03 November 2013

Karena Kita Gak Bisa Sama Sama Di Atas

Setelah sekian lama gak nulis, ada beberapa hal yang bener bener mengganggu pikiran gue belakangan ini. Entah tentang kehidupan, masa depan, kerjaan (cieeee), sekolah, kehidupan social dan beberapa berita di tv. Sebenernya ada sejuta hal yang mengganggu pikiran gue, tapi sekarang yang mau gue share adalah tentang biarkan semuanya tetap pada tempatnya karena kita tidak bisa bersama sama di atas.

Hal ini bener bener ganggu pikiran gue. Belakangan gue mulai merhatiin satpam, ob dan beberapa kerjaan lainnya. Pernah kepikiran gak kenapa jam kerja satpam sama manager beda jauh? Dan kerjaannya lebih berat kerjaan satpam. Pertama kali gue kepikiran hal ini adalah saat gue lagi di parkiran kantor dan nungguin temen gue ngambil motor. Gue perhatiin satpam itu dan dia ngajak gue ngobrol, kebetulan satpan itu ramah, beberapa satpam di kantor gue jutek dan kadang bikin bête, ckck.

Terus temen gue dateng, dan gue pun pulang, “pulang dulu ya pak.” Tiba tiba terbersit sebuah pikiran, kenapa rasanya ada yang aneh ya? Atau mungkin gak adil? Tapi bener deh, gue waktu itu mikir gak adil karena emang jam kerja, kerjaan yang dilakuin, dan pendapatan yang di dapat beda jauuuuuhh banget dari pada manager atau orang orang yang jabatannya tinggi. Mereka masuk jam berapa aja, kalo gak ada kerjaan bisa main main, mereka gak panas panasan, gak ngapa ngapain dan duit yang masuk ke rekening mereka jauh lebih besar dibanding satpam. mungkin ada beberapa kerjaan mereka yang gak gue tau, tapi percaya deh, jadi manager sama satpam lebih gampang jadi manager dan jauh lebih enak jadi manager

Hemm, emang kaya gak adil, tapi sebenernya itulah keadilan yang tersembunyi. Kenapa? Karena kita gabisa sama sama di atas. Allah udah nempatin orang yang mana yang akan nempatin posisi di atas, di bawah, dan ditengah. Tau kan roda? Pernah denger kan istilah kehidupan yang kaya roda? Nah, kita anggep aja kalo orang orang yang sekarang berada di bawah itu mereka pernah di atas. Dan orang orang yang di atas itu pernah ngerasain di bawah.

Mereka yang sekarang di bawah duluan berarti sisa hidupnya nanti akan merasakan di atas, dan yang sekarang di atas duluan, sisa hidupnya akan dihabiskan dengan terus berada di bawah. Manager, CEO, atasan atasan gue, mereka semua susah payah belajar, kejar ilmu, ngelakuin ini itu supaya bisa dapet posisi tinggi disisa hidupnya. Dan mereka yang sekarang jadi satpam, ob, pengamen or something like that, dihidup mereka yang kemaren kemaren, mereka seneng seneng, main sama temen, gamau belajar, main ini itu, ngejalanin hidup sesuka hati tanpa memikirkan masa depan.

Nah, nangkep kan sekarang? *lebih ke diri sendiri sih ngomongnya*
Kita gabisa sama sama di atas, karena kalo kita semua jadi CEO yang akan jadi satpam siapa? Kalo kita semua sama sama berpenghasilan tinggi, bisa ngelakuin ini itu, yang akan dikasih duit nanti siapa? Hemm. Think again.

Tapi gak jarang ada orang orang yang terus ngerasa kalo mereka berada di bawah seumur hidupnya. Yang ini gimana nih? Jelas yang ini salah dia. If you born poor it’s not your fault, but if you die poor it’s totally your fault. Kata siapa hayooo?

Pernah baca bukunya Chairil Tanjung? Pernah tau cerita tentang kakeknya Paris Hilton? Tau Jokowi kan? Coba deh, cari tau tentang masa lalu mereka. kita gak akan selamanya di bawah kalo kita terus berusaha.
Well, back then. This is life in the world. But akherat, who knows?

Apapun posisi kita di dunia, berapapun penghasilan kita di dunia, dunia ya dunia. Kehidupan asli itu ya yang di akhirat. Buat apa bahagia dunia kalo diakhirat sengsara? *lebih ngomong ke diri sendiri lagi*

Mari sama sama ngingetin, mari kita raih kehidupan yang baik dunia akhirat. Yuk, kita kumpul di surganya Allah J

Kamis, 24 Oktober 2013

Mbak Mbak Jaket Merah MU

so, i want to share something about people that i don't know at all but she makes me feel like 'oh my God, how can there's such a beautiful girl like her.'
kemaren pas jam pulang, tiba tiba hujan turun. pelan pelan.... tes tes tes... lama lama deres, lalu deres banget, lalu hujan deres beserta angin. even i was using umbrella, it's still unuseful. agak lamaan nunggu di  bawah jembatan penyebrangan, tetep aja basah karena emang ujannya deres dan anginnya kenceng. dengan menggunakan payung, nenteng tas berat, ditambah satu tas tenteng lagi emang agak 'ribet' banget, tapi mau gimana lagi, anggep aja lagi di tes kekuatan, hehehe
nah terus busnya dateng. agak lari lari gitu soalnya busnya lumayan jauh, jadi kaya lagi shooting film korea, ngejar ngejar bus di bawah hujan, ah sayangnya gak ada yang ngeliatin dari jauh. itu pasti keren banget kalo ada yang diem diem jadi secret admire *salah fokus*
nah terus, begitu naik bus langsungdeh mengucapkan sejuta syukur, waahh basah semua. dan minta maap sama orang orang yang kena tetesan air dari payung ogut. maap yak ._.v
sesaat setelah selesai repot ngelipet payung, kenek pun narikin duit, untung banget udah nyiapin duit di kantong, gak perlu ribet lagi ngebongkar tas, nyari dompet, ngeluarin duit, nutup dompet, naro tas, ngerapiin posisinya, nutup tas lagi, yah pokoknya itu ribetlah.
jadi payungnya itu dimasukin ke tas, terus bayar ongkos. kemudian keneknya bilang, "geser mbak." kemudian saya pun bergeser ke deket pintu, dan tiba tiba mbak mbak jaket merah MU itu bilang, "sini mbak tasnya." dia bilang itu sambil mengisyaratkan kalo dia mau mangkuin tasnya. waaaahhhh, bagaikan ngeliat bidadari dari surga, dengan sejuta senyuman saya pun jawab "makasih ya mbak." pokoknya bahagia banget deh, saya tau banget rasanya nenteng tas yang berat itu selama satu jam lebih, keren deh itu keren banget. beban sebuah tas yang berat itu berpindah tangan ke mbaknya. kemudian mbaknya bilang, "berat banget mbak tasnya." saya cuma bisa bilang, "iya, hehe."
sebenernya pengen banget bisa ngobrol sama mbak mbak itu, tapi gatau, saya gak ngerti caranya ngomong sama stranger._. ajarin dong ajarinnn

betapa kerennya mbak mbak itu. sebenernya beberapa kali saya berniat buat kaya mbak mbak itu, tapi karena satu dan lain hal, saya jadi agak susah berinteraksi sama orang. alhasil niat saya itu hanya menjadi sebuah niat.
kemudian setelah saya liat mbak mbak itu dan saya rasakan bagaimana rasanya ditolong kaya gitu, rasanya tuh pengen buru buru kaya gitu juga. ya....itu juga kalo dapet tempat duduk di bus ~~~~

Senin, 21 Oktober 2013

Aku Bukan Aurora yang Itu

kisah ini tentang Aurora yang berharap bisa tertidur selamanya.

hari kelahirannya tiba, semua peri memberikan doa doa keajaiban untuk keturunan pertama dari keluarga kerajaan tapi tiba tiba seorang peri yang jahat datang dan mengatakan bahwa Aurora akan tertidur selamanya saat dirinya tertusuk jarum. semua orang yang mendengar perkataan tersebut mulai panik tapi untung saja masih ada seorang peri yang belum menyampaikan doa keajaibannya untuk Aurora. peri itu berfikir agak lama dan akhirnya mengatakan "Aurora hanya akan tertidur selama 100 tahun, setelah tahun ke 100, seorang pangeran tampan akan membangunkannya."

awalan yang sama seperti kisah putri tidur, tapi ini kisah yang berbeda.
ini bukan tentang Aurora si Sleeping Beauty, ini tentang Aurora yang berharap bisa tertidur selamanya.

fairy tales don't always have a happy ending, do they?

nama ku memang Aurora, aku memang anak satu satunya, kehadiran ku memang dinanti nantikan. tapi sekali lagi ku ingatkan ini kisah tentang Aurora yang berharap bisa tidur selamanya.

sore itu matahari sedang berusaha keras untuk tenggelam, sebenarnya ia masih ingin terus bersinar, ia masih ingin mengajariku banyak hal. matahari berjanji untuk mengajari ku bagaimana caranya agar tetap menjadi perempuan hebat, perempuan yang kehadirannya menyinari bumi tapi tidak ada satu orang pun yang sanggup menatapnya, menjadi perempuan yang berkilau.
masih tentang matahari. ada banyak orang yang tidak terlalu menyukai sinarnya, sengatannya, panasnya. sebagian besar orang menyukai sinar bulan tetapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa sinar bulan berasal dari sinar matahari yang dipantulkan. tapi matahari tetap sabar dengan semuanya, ia menerima semuanya dengan ikhlas.

kau mungkin bertanya kenapa aku berharap ingin tertidur selamanya.
tepat di hari ulang tahun ku yang ke lima belas aku bertemu dengan seseorang yang kehadirannya merubah hari hari ku menjadi sesuatu yang aneh.
saat aku hidup dengan sejuta rasa aman, dia hadir dan membuat ku bertanya tanya kehidupan seperti apa yang dia miliki.
ia bermain sepanjang hari, ia melakukan apa yang dia inginkan, ia menari, bernyanyi, berlari, melompat bahkan ia bermain dilumpur. semua hal ia lakukan, ia melakukan hal yang bisa dan tidak bisa ia lakukan.
aku terus memandanginya dengan sejuta rasa penasaran.

aku tidak ingin menceritakan bagaimana hari hari ku bisa aku lalui dengan penuh keajaiban bersamanya.
aku tidak akan menceritakannya.
yang aku ingin ceritakan adalah bagaimana dia bisa membuatku ingin tidur selamanya.

bintang membisikan kata yang tajam, langit berubah penuh cahaya kegalauan. bulan diam diam sembunyi di balik gelapnya alam, matahari pagi sedikit sedikit menampakan sinar keemasan.
pagi itu, ia menghampiriku, bukan untuk berangkat bersama ke sekolah tapi ia akan menunjukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan seumur hidupnya.
ia mengatakan akan bermain dengan sebuah benda yang bernama jarum. pertanyaan besar muncul dikepalaku, seperti apa jarum itu? karena penasaran aku pun ikut dengannya.
rasa penasaran memang tidak salah, ia datang dan pergi tepat saat semuanya memang harus terjadi.
aku berjalan dan berlari bersamanya ke sebuah tempat dimana aku melihat orang orang yang sedang memegang sesuatu. katanya itu jarum.
"coba tusukan ini ke badanmu, kau akan tau betapa bahagianya tertusuk jarum."
lalu semuanya terjadi begitu saja.

aku kehilangan kesadaran ku beberapa saat, aku begitu bahagia, aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, lalu aku ketagihan...
Aurora bukan seorang putri yang baik, dia telah melakukan sebuah kesalahan besar karena keingin tahuannya.
sesuatu yang jika disembunyikan memang akan seperti itu jadinya. saat semua pertanyaan tak terjawab, aku akan berusaha mencari tau sendiri bagaimana caranya agar bisa mendapatkan jawaban.
beruntung jika aku mendapatkan jawaban dengan cara yang benar, tapi jika semua sudah seperti ini..

rasanya aku ingin tertidur selamanya, selamanya, selamanya. seperti itu saja.

Rabu, 16 Oktober 2013

Apa? Masa Depan?

bintang bersinar terang, sinar matahari meredup, bulan kehilangan cahayanya
langit bagaikan samudra yang terbentang luas
bintang bak lampu neon yang berkelip bergantian menghiasi samudra luas

malam ini seperti malam malam biasanya, gelap.
aku harus melihat ke atas agar aku bisa melihat cahaya terang,
agar aku bisa mengharapkan sesuatu yang lebih baik lagi,
agar aku bisa menjadi sesuatu yang bersinar seperti bintang.

hari hari berlalu, semuanya berjalan seperti seharusnya.
ya, seperti yang telah dituliskan Tuhan di skenario-Nya.
bagaimana ya skenario Tuhan tentang ku?

aku duduk termenung.
belakangan ini hari hari kembali menjadi kelabu.
masa masa dua belas tahun ku sudah berakhir,
kini aku berhadapan dengan sesuatu yang disebut 'masa depan'
sesuatu yang disebut masa depan itu membuat ku bingung.
hebat sekali orang orang yang sudah tidak memikirkan masa depan itu, hebat sekali.
hebat sekali orang orang yang bisa membiarkan semua mengalir begitu saja.
hebat sekali orang orang yang sudah dengan sigap mempersiapkan masa depannya.
ah, orang orang itu hebat sekali.

kadang aku bingung,
kenapa matahari harus terbit dari timur?
kenapa mata ada dua?
kenapa kita berjalan dengan kaki?
kenapa mulut digunakan untuk berbicara?
atau hal yang tidak penting yang membuat ku bingung,
kenapa hidung dinamakan hidung?
kesepakatan apa yang telah orang orang buat sehingga mereka menamakan hidung menjadi hidung?
ah, kadang hal yang sudah ada membuat ku bertanya tanya sendiri.
hebat sekali orang orang yang sudah dengan seenaknya membuat nama hidung dan disepakati oleh orang orang diseluruh dunia.
hebat sekali

bintang masih berkelap kelip,
bulan masih kehilangan cahayanya,
matahari entah ada dimana, hari sudah malam aku tidak mau repot repot memikirkannya.

sesuatu yang bernama 'masa depan' itu lebih membuat ku bingung,
Tuhan itu hebat sekali,
ah iya, Allah hebat sekali.
skenario-Nya yang penuh misteri itu benar benar membuat hidupku selalu unpredictable.
masa masa dua belas tahun ku sudah dituliskan dengan baik,
bahkan masa masa dua belas tahun kalian semua telah dituliskan dengan baik oleh-Nya
apa yang harus ku katakan? hebat? super?
segala puji memang hanya milik Allah.

hari sudah malam,
sesuatu yang bernama 'masa depan' itu masih membuat ku bingung,
tapi skenario Tuhan sudah ditulis.

Senin, 14 Oktober 2013

it's just teasing me so much

i've told the world that i love dreaming, i love doing unimportant things, i love doing anything, i like to be different, i love do things that i love, and i bet everyone in the world love to do what they love.
and the problem comes when something called feature makes you must realize that you live for something, you can't still only doing what you love but you have to realize, you must realistic.
you must choose thing that you want to do for the rest of my life, i mean you must have something to do maybe it can be called by job.
this teasing me very much.
i must realize that i love something but it can't be easy to get.
and i already have something that i do but i don't love it too much, i just enjoyed it but i don't love it like i love thing that i can't get easily.
that's the problem that teasing me so much since 2013 came.
and this is the answer from my friend when i tell them about it.

"Buatlah perencanaan pribadi, atau kita hanyalah akan menjadi bagian dari rencana orang lain" -daus

"Hidup tanpa rencana nantinya kita akan menghadapi dari 1 masalah ke masalah yang lain" -daus


gue prinsipnya ama orang tua harus 'sejalan' dulu
gue yakin kalo udah 'sejalan' sama orang tua, diaminkan.. lancar deh.. amiiiin -daus

Percaya diri ajaa, kaya orang presentasi ga pernah takut salah, percaya apa yang udah dikatakan~ -daus

oiya inget, ikuti passion na... :
passion --> sesuatu yang lo sukain, karena emang dari dasar hati yang paling dalem...
ga ada rasa paksaan.. dan biasanya gak money oriented, asalkan bahagia -dais

Ya semua yang lu lakuin lu harus siap menerima resiko resiko yang ada bel. -juan Semangat!

Niat lu bagus bel, ya mudah mudahan Allah ngasih jalan yang terbaik buat lu :)) -juan


"mau daus jadi apapun juga profesinya, walau nanti ga jadi pengusaha yang penting doain ya mah, sukses nantinya."
udah.
trs nyokap yang tadinya mukanya >:0
jadi :')
keren deh -daus

Ngikutin minat sih, lebih enak jalaninnya -zara

biasanya yang kita suka itu jadinya enak. ga setengah2 ntar kedepannya.kalo jalan yang udah ada bisa sih kita 100% juga, tergantung orangnya sih -fian

Emang iyaaaa tp ya mending kayak inaas, dia jauh bgt dr ipa ke pariwisata tp yakin passionnya disana -zara




this!
thanks for the answer, maybe it's better to realistic but it so much better to do what you love, right?

Selasa, 08 Oktober 2013

Stop Act Like You Have Top Secret

sedang menjelajah dunia maya lalu menemukan link ini.
karena saya tidak terlalu berminat dengan dunia politik, labil ekonomi, statusisasi indonesia dan lain lainnya. saya hanya baca aja, dan cukup buat pengetahuan saya aja.
yang mau saya sampaikan adalah waktu di kelas dulu, ada seorang teman yang pernah menyinggung tentang link di atas. betapa kayanya Indonesia tapi ada di bank Swiss. nah, saya penasaran. penasaran banget banget banget, saya tanya, tanya tanya dan terus tanya tapi jawabannya adalah "itu rahasia, gak banyak orang yang tau"
"terus gimana caranya lu tau?"
"ya adalah orang yang bilang ke gue."
"siapa?"
"ada orang."
"dia bilangnya gimana?"
"ya begitu, pokoknya ini rahasia."
"ih, tinggal ngasih tau aja susah banget sih."
"ini rahasia bel, gak boleh dikasih tau siapa siapa."
"jadi indonesia sebenernya kaya?"
"iya, cuma uangnya ada di bank swiss."
"kok bisa?"
"ya gitulah ceritanya."
"apa susahnya sih tinggal ngasih tau doang?"

kira kira perdebatan panjang lebar yang bikin saya naik darah, makin penasaran dan kesel sendiri karena betapa susahnya buat dapet informasi dari temen saya itu.
yang ada dipikiran saya waktu itu adalah, emangnya anda siapa? anda cucuknya Soekarno? anda generasi penerus yang dimaksud? atau anda orang yang punya akses ke bank Swiss?
apa susahnya sih tinggal ngasih tau? kenapa saya yang udah nanya panjang lebar cuma dijawab gitu aja?
mungkin buat beberapa orang yang gak penasaran, it's ok. tapi buat saya enggak. walaupun saya cuma pengen tau aja. bukankah sebagai rakyat indonesia saya juga berhak tau?

rasanya sesuatu banget deh kalo udah penasaran tapi gak bisa nemuin jawabannya.
cuma mau bilang ke orang orang yang kadang suka pelit informasi apalagi informasi yang ibaratnya umum banget kaya di atas. coba deh pikir ulang, kalo cuma dipendem buat diri sendiri emang ada untungnya?
lagian ini pengetahuan umum, dengan kita ngasih tau ke orang lain gak akan ngebuat diri kita jadi 'kalah tau' atau gak update.
enggak, gak gitu.
gak ada salahnya kan berbagi informasi?
so, please stop act like you have top secret that you can't tell to anyone.

Senin, 07 Oktober 2013

First Love

Bahkan setelah hampir enam tahun, perasaan ini masih ada.
Cinta pertama memang bisa dibilang sebagai cinta yang tidak akan pernah dilupakan.
Saat memikirkan cinta pertama, hanya ada satu hal yang ada dipikiran setiap orang, dia.
Dia yang pertama kali membuat jantung ini berdebar,
Dia yang pertama kali membuat diri ini berkeringat dingin.
Dia yang pertama kali membuat semuanya jadi begitu berwarna.
Bahkan cinta pertama juga lah yang pertama kali mengajarkan arti dari patah hati dan seperti apa rasanya.

Gadis itu duduk di depan laptopnya, memainkan lagu First Love dari Nikka Costa dan mulai mengingat kembali tentang cinta pertama. Sebuah kisah cinta yang tidak akan pernah dimulai tapi sudah berakhir dengan jelas.

Bayangan enam tahun lalu itu kembali terputar seperti rangkaian film, sebuah kisah cinta anak sekolah, anak baru gede. Sebuah kisah cinta yang berubah menjadi Cinta Monyet. Tapi gadis itu lebih suka menyebut kisah itu sebagai kisah Cinta Pertama.

Koridor sekolah, hujan deras, dan bass merah itu seakan menjadi saksi bisu bagaimana kisah cinta pertama itu dimulai.
Seharusnya hari itu semua murid murid di sekolah sedang loncat loncatan di lapangan menikmati kompetisi band, tapi ternyata hujan deras mengguyur daerah itu. Acara pun dipindah ke sebuah koridor sekolah, di depan Lab IPA lebih tepatnya.
Gadis itu duduk bersama teman teman sekelasnya di koridor tepat di belakang ring basket di depan radio sekolah.
Seragam putih biru itu basah semua walaupun ia sudah berusaha keras agar tidak terciprat air, tapi rupanya duduk di koridor sekolah merupakan pilihan yang salah untuk berlindung dari hujan.
Gadis itu menanyakan ke teman temannya kenapa ia harus melihat penampilan band yang tidak jelas. Kenapa ia harus melihat penampilan band dari kakak kelasnya yang sudah jelas tiap hari ia lihat? Kenapa harus begitu? Tapi salah seorang temannya menyuruh gadis itu agar melihat seseorang yang memainkan bass merah, berkaca mata, dan berjaket hitam.
Entah perasaan apa yang hadir dihati gadis itu, tapi sepertinya ia menyukai kakak kelasnya itu.

Semenjak hari itu, ia mulai mencari informasi tentang kakak kelas itu. Semua hal kecil yang ia temukan tentangnya membuah gadis itu bahagia. Hal itu lah yang ia lakukan selama enam bulan berturut turut.

Menyukai kakak kelas saat itu memang sebuah hal yang wajar, bahkan jika kau tidak menyukai seorangpun itu dianggap tidak wajar.
Tapi saat kakak kelas itu mulai lulus, harusnya ada sebuah kejelasan dari hubungan cinta sepihak itu. Entah berakhir bahagia atau tidak berakhir bahagia.

Sebenarnya, gadis itu juga ingin mencari tau bagaimana akhir dari kisah cinta pertamanya, tapi ternyata ia salah menyukai orang. Saat semua teman temannya menceritakan kakak kelas yang ia sukai dengan bahagia, memberitahukan perkembangan hubungan mereka, memberitahukan bahwa mereka sudah jadi kakak adik, gadis itu hanya bisa memandang iri. Kenapa ia bisa menyukai orang yang jutek, cuek dan menyebalkan?
Saat kakak kelas yang teman temannya sukai itu mulai memberitahukan bahwa cinta sepihak mereka harus diakhiri, gadis itu hanya bisa berharap bisa memberi tahu perasaannya.
Saat teman temannya dengan sedih sekaligus senang membuat keputusan untuk berhenti mengejar cinta sepihak mereka, gadis itu hanya berharap tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Berhenti atau terus bermimpi.

Cinta pertama gadis itu mungkin tidak pernah tau kalau dia adalah cinta pertamanya.
Cinta pertama gadis itu mungkin tidak tau bahwa gadis itu tau lebih banyak tentangnya daripada orang orang disekitarnya.
Cinta pertama gadis itu mungkin tidak pernah tau kalau dia harusnya memberi tau gadis itu untuk berhenti bermimpi.

Bahkan setelah hampir enam tahun, perasaan itu masih ada.
Sebuah buku yang bertuliskan tentang cinta pertamanya itu masih ada.
Sebuah keinginan besar untuk memberitahukan perasaan ke cinta pertamanya itu masih ada.
Setidaknya gadis itu ingin mmeberitahukan bahwa cinta pertamanya itu telah begitu banyak memberikannya pelajaran walaupun ia tidak melakukan apa apa.

Ah, cinta pertama.
Setidaknya ia ingin tau bagaimana rasanya berbicara dengan cinta pertama.
Wish that I could show him what I’m feelin’

‘cause I’m feelin’ my first love.

Karena Skenario Tuhan, Aku Bertemu Dengannya

Kisah ini dimulai setelah Negara api menyerang, setelah Walt Disney menciptakan tokoh Mickey Mouse, setelah Jepang menyerah kepada sekutu. Kisah ini dimulai tepat ketika generasi 90an lahir. Hari itu Jakarta masih sepi, kendaraan masih jarang, dan Soeharto masih bertugas sebagai presiden. Entah ada kejadian besar apa di hari itu, tapi yang aku tau, hari itu seseorang yang akan mewarnai kehidupanku lahir.
Aku percaya, sesulit apapun kehidupan dan seindah apapun ia, semua itu sudah ada yang mengatur, Tuhan. Aku tidak perlu repot repot mengkhawatirkan apa yang akan terjadi nanti, besok, lusa atau bertahun tahun dari sekarang. Aku juga tidak perlu repot repot memikirkan dan menyesali apa yang sudah aku lakukan sebelumnya. Yang perlu aku pikirkan dan persiapkan adalah apa yang aku lakukan sekarang, detik ini, menit ini, jam ini. Scenario Tuhan yang indah seperti apa lagi yang akan aku lakukan.
Hari itu, sama seperti hari hari sebelumnya, aku tidak akan pernah bisa menebak siapa saja orang orang yang akan kutemui, seperti apa bentuknya, siapa namanya, seperti apa masa lalunya atau seperti apa masa depannya. Aku tidak tau. Tapi ternyata karena scenario Tuhan, aku bertemu dengan seseorang yang siap mewarnai kehidupanku.
Hari itu selalu sama seperti hari sebelumnya, bersyukur karena aku masih bisa bangun, bersyukur karena aku masih bisa beraktifitas, bersyukur karena aku masih diizinkan Tuhan untuk bersyukur. Dan jika saja aku tau hal ini akan terjadi, aku akan bersyukur kepada Tuhan karena telah mempertemukan ku dengannya di hari itu. Karena aku bertemu dengannya, hari itu menjadi tidak sama seperti hari hari sebelumnya.
Hari yang tidak sama itu dimulai, entah kenapa kisah ku di hari yang tidak sama itu harus memiliki latar sekolahan yang dipenuhi dengan seragam putih abu abu. Mungkin memang benar, putih abu abu itu memiliki cerita dan kenangan sendiri bagi semua orang, putih abu abu yang akan penuh kenangan.
Aku tidak tau bagaimana ceritanya aku bisa berkenalan dengannya, tapi aku mengenalinya seperti aku mengenali orang orang pada umumnya, hanya sebatas nama dan angkatan. Dia lima tahun lebih tua dariku, tapi beberapa hari yang lalu teman ku baru saja menyebut dirinya berondong.
Entah scenario Tuhan yang terlalu indah atau aku yang terlalu menganggap dunia ku indah, tapi karena scenario Tuhan yang indah itu, perlahan lahan kehadirannya menjadi begitu berarti. Aku mulai mengenalinya lebih dalam.
Aku tau dia lahir diakhir Juli tepat saat generasi 90an dimulai.
Aku tau dia menyukai warna merah.
Aku tau dia yang suka hal hal yang berbau psikologi.
Aku tau dia yang lebih suka menyimpan semuanya sendiri.
Aku tau dia yang lebih suka berpura pura baik baik saja saat semuanya tidak baik baik saja.
Aku tau dia yang cuek.
Aku tau dia yang perhatian.
Aku tau dia yang menyebalkan.
Aku tau dia yang begitu baik.
Aku tau dia yang jahat.
Aku tau dia yang suka diperhatikan.
Aku tau dia yang berbeda.
Aku tau dia yang kadang sering kali membuat ku menyadari ada banyak hal yang membuatku tau bahwa aku tidak mengetahui apa apa tentang dia.
Scenario Tuhan yang indah itu membuat ku menemukan seseorang yang seperti bisa mempermainkan perasaan, setidaknya perasaan ku. Malam itu, setelah kesekian juta kalinya ia mengganggu waktu tidurku, ia menceritakan banyak hal, ia membuatku tertawa karena ceritanya, ia membuatku simpati karena ceritanya, ia membuatku senang karena ceritanya, ia membuatku sedih karena ceritanya, semua itu karena ceritanya.  Saat semua cerita telah diceritakan, ia mulai membicarakan diriku. Dia bilang…
Aku cantik.
Aku manis.
Aku baik.
Aku manja.
Aku seperti anak bayi.
Aku menyenangkan.
Aku membuatnya tersenyum.
Dia bilang semua hal yang terdengar begitu manis, tapi tepat setelah itu, dia bilang dia berbohong.  Hahaha. Itulah dia, setelah dia mengangkat ku setinggi langit, dengan segera ia membuatku terbanting jatuh ke tanah.
Aku tau dia yang setelah memujiku akan segera membuatku jatuh ke tanah.
Setelah hari itu, aku berjanji tidak akan pernah menanggapi pujian dia dengan sepenuh hati, bahkan aku selalu menunggu kalimat apa yang akan ia keluarkan sesaat setelah ia memujiku.
Dia menyebalkan sekali memang. Orang yang awalnya bukan siapa siapa dan bahkan bukan apa apa, telah berubah menjadi seseorang yang dengan mudahnya membuat ku tersenyum, tertawa, bahagia, kesal, marah, sedih, senang dalam waktu yang bersamaan. Aneh mungkin, tapi he did it. Did? Does it mean that that is in the past? Yes, it does.
Dulu, setelah sebuah kejadian besar dalam hidupku terjadi, dia perlahan lahan membuatku melupakan kejadian besar itu. I think if he never came into my life, I would stuck with that thing forever.
Dulu aku tidak peduli padanya, kini aku berusaha untuk tidak peduli padanya.
Dulu aku tidak mengenalinya, kini aku berusaha untuk tidak mengenalinya.
Dulu aku mengabaikannya, kini aku berusaha untuk mengabaikannya.
Dulu aku tidak pernah berfikiran sekalipun untuk menulis tentangnya, tapi kini aku berusaha  keras untuk tidak menulis tentangnya. Bahkan sekarang, aku ingin menghabiskan waktu ku dengan terus menulis tentangnya. Menulis kejadian kejadian aneh dan menyenangkan yang telah kulalui dengannya, menulis semua hal yang telah tersimpan di dalam satu tempat bernama memori.
Percaya atau tidak, saat dia melihat tulisan ku ini, aku yakin dia akan tersenyum atau mungkin tertawa. Tapi aku sedikit tidak percaya saat dia menyuruhku mengganti endingnya. Baru kali ini aku disuruh mengganti ending dari seorang pembaca, dan entah kenapa aku menurutinya.
Ending seperti apa yang seharusnya aku tulis? Ah, aku tau. Aku akan membiarkan tulisan ini menggantung tanpa memiliki ending yang jelas. Karena aku tau scenario Tuhan tentang ku dan dia belum berakhir dan aku akan terus menulis kisah tentang ku dan dia. Setelah tulisan ini, masih akan ada chapter chapter berikutnya. Bukankah Cinderella hidup bahagia selamanya tanpa akhir?

Senin, 30 September 2013

It's October Again

Hey, it’s October again.
Jika ada satu bulan yang bisa aku hilangkan, it must be October. Terlalu banyak kenangan yang mengganggu pikiran berasal dari bulan October. Terlebih lagi kenangan ku dan dia.
Tapi, apa dia masih ingat?
Pertama kali ia mengantarku pulang.
Pertama kali ia menemaniku membeli buku walaupun dia tidak suka membaca.
Pertama kali ia tersenyum padaku.
Pertama kali ia membuat ku begitu menyukai hujan.
Selalu ada yang pertama kali dalam semua kisah dan pertama kali kisah ku dan dia dimulai ada di bulan October.

It’s October again, and it’s 2013.
Aku masih mengingat jelas setiap detail kenangan ku dan dia, aku hanya mengabaikannya selama ini. Jika ada yang menanyakan beberapa hal tentang ku dan dia, dengan mudahnya aku bilang, “ah lupa, gak inget.” Tapi jauh dilubuk hati aku berusaha keras agar tidak memikirkan dan mengingat hal itu lagi.
Aku berbohong kalau aku bilang aku tidak ingat. Tapi berbohong terasa lebih menyenangkan dibandingkan harus menceritakan setiap detail kenangan yang hanya akan membuat luka luka di hati yang sudah sembuh tergores lagi.
Sudah 2013. Itu berarti sudah lebih dari lima tahun yang lalu, tapi October masih begitu menakutkan untukku.
Entah bagaimana, aku melihat setiap tanggal yang ada di bulan October sebagai tanggal keramat. Terlebih lagi jika aku teringat kembali apa yang terjadi ditanggal 20. Rasanya ingin mati jika teringat kenangan yang seharusnya sudah kau lupakan sejak bertahun tahun silam.
Aku ingat setiap detailnya.
Aku ingat apa yang terjadi, waktunya, tempatnya, dengan siapa, bagaimana cara kami bertemu, bagaimana kami pulang, apa yang kami lakukan, bahkan aku ingat apa yang dia kenakan.
It’s already 2013, and the memories won’t go.

It’s already 2013.
Kenangan lima tahun silam tidak akan dengan mudahnya terhapus begitu saja. Bahkan jika ada penghapus pikiran, mungkin bagian otak ku yang menyimpan kenangan ini akan dengan mudah mengelabui penghapus itu.
Kenangan ini terlalu indah untuk dihapus, juga terlalu menyakitkan.
Saat orang orang mulai memutuskan untuk mencari tempat berlabuh yang baru, tempat berteduh yang baru, tempat beristirahat yang baru, aku masih saja disini duduk melihat  hujan dan kembali mengingat semua hal yang terjadi di bulan October.
Sudah tahun 2013.
Dari sekian juta makhluk yang bernama laki laki, tidak ada yang benar benar bisa menggeser posisinya. Bahkan walaupun aku tau posisi ku dihatinya sudah berulang kali ditempati oleh orang lain.
Ada apa dengan ku?

Kadang aku bingung, kenapa aku terus saja disini duduk memandangi hujan dan mengingat kembali semua hal yang seharusnya sudah aku lupakan bertahun tahun lalu.
Aku bingung, kenapa mengingatnya adalah hal yang paling mudah untuk ku lakukan.
Aku juga bingung, kenapa aku masih terus mengingatnya.
Apa dia juga begitu?

Menyakitkan memang memikirkan hanya aku yang mengingat semua kenangan itu. Memang sangat menyakitkan. Tapi begini lebih baik, daripada aku harus memaksa diriku melupakan semua tentangnya.
Aku tau, waktu ku akan datang nanti.
Entah waktu untuk benar benar melupakan segala hal tentangnya atau waktu untuk dia benar benar datang kembali pada ku.
Aku tau, waktunya akan datang nanti.
Hemm, it’s October, it’s 2013 and it’s rain again.

s t a l k e r

Hampir setiap malam Kinar melakukan hal yang sama, duduk di depan laptop dan menjelajahi dunia maya. Menurut Kinar ini adalah cara yang paling tepat untuk mengisi waktu luag, tapi terkadang ia termenung ketika menemukan sesuatu di dunia maya itu yang berhasil membuatnya terbang dan bermain bersama imajinasinya sendiri.
Kinar berusaha untuk membuang semua perasaan perasaan negatiif saat ia menemukan sesuatu itu, tapi ternyata daya imajinasinya sudah terlanjur berjalan jauh, mengabaikan semua usahanya untuk tetap berfikir positif.
Social network, ya di social network itu Kinar mulai merasakan hal hal yang seharusnya tidak ia rasakan. Menjadi seorang penguntit, memata matai kehidupan orang lain dan berfikir bahwa tidak ada seorang pun yang melakukan hal itu kepadanya, padahal banyak sekali orang yang melakukan hal itu kepadanya. Stalking someone and being stalked by someone, sudah bukan hal yang aneh lagi. Para stalker itu tidak pernah sadar bahwa mereka saling men-stalk.
Kinar pun begitu, ia merasa dirinya stalker yang cukup professional karena tidak pernah meninggalkan jejak apapun saat stalking. Banyak stalker yang meninggalkan jejak saat dia stalking, entah karena tidak sengaja mengklik unfollow, block, favorite, or retweet. Yaa, walaupun sudah berusaha ditutupi, hal yang dilakukan stalker itu sudah dikirimkan oleh server ke email kita. Jadi, percuma menutupi ketidak profesionalan dalam hal stalk. Hal ini benar benar membuat Kinar memikirkan betapa bodohnya dan tidak profesionalnya stalker itu.
Malam ini Kinar membuka accountnya, online dan ‘melihat lihat’ yah, go to his page adalah hal rutin yang tidak pernah Kinar lewatkan. Memperhatikan setiap update-an yang dia buat, memikirkan untuk siapa update-an itu dibuat, dengan siapa ia berinteraksi dan segala hal lainnya. Kinar melakukan hal ini bukan karena perasaan ‘insecure’nya. Ia hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan, dan masuk ke profil orang itu adalah hal yang paling tidak pernah ia tinggalkan.
Selesai masuk ke account orang yang special itu, ia akan menjelajahi account account lainnya. Hanya iseng awalnya, kemudian perasaan penasaran itu muncul, dan belum puas jika belum menemukan jawaban yang tidak punya pertanyaan itu.
Bosan, Kinar pun duduk diam dan memandangi timeline dan melihat setiap update-an orang yang dia follow. Mulai dari yang penting sampai yang tidak penting, semuanya di update. Hemm, Kinar juga dulu seperti itu. Dulu sebelum perasaannya hancur karena jejaring social itu.
Berbagai username bergantian mengisi baris pertama timeline, Kinar hanya duduk memandangi, membaca, tersenyum saat merasa lucu, berfikir saat merasa bingung, dan tidak berekspresi jika membaca update-an tidak penting. Tiba tiba, username itu muncul. Kinar mengklik profilnya dan mulai stalking. Profil dia dan semua update-annya, ingin sekali Kinar hancurkan, ia delete, ia edit, atau di deactivate sekalian. Kinar tidak suka sekali melihat update-annya. Ia merasa ‘tersindir’. Yah begitulah dunia maya, yang mengupdate satu orang yang tersindir semua orang.

Kinar stalker professional, ia akan bersikap biasa saja walaupun sebenarnya ingin teriak habis habisan. Itulah duka seorang stalker. Kesal terhadap sesuatu, tapi apa daya, tertuntut profesionalitas dan sepertinya harga dirinya juga tinggi sekali. Jadi berpura pura baik baik saja itu lebih baik bagi seorang stalker.

Kamis, 05 September 2013

Keajaiban Dunia Bagiku



jeng jeng jeng.
Alhamdulillah, setelah sekian lama menulis dan mengirimkan beberapa cerpen ke kegiatan lomba nulis, akhirnya ada juga yang diterbitin :" *terharu*
a : dari kapan si nulis? 
b : dari semenjak bisa nulis.
a : dari kapan suka bikin cerita?
b : semenjak disuruh ngarang cerita.
a : dari kapan suka ikut kompetisi nulis?
b : semenjak memutuskan untuk ikut kompetisi nulis.
a : ada berapa tulisan yang dikirim?
b : banyak.
a : udah berapa yang diterbitin?
b : baru satu.

hahahaha, iya, dari sekian banyak tulisan yang saya kirim, baru satu yang diterbitin. entah mau ngeliat dari sisi mana. yang jelas saya bersyukur banget, tulisan saya ada yang nerbitin :D walaupun dalam bentuk kumcerpen (kumpulan cerita pendek).
lagian menurut saya, cerita saya yang belom diterbitin itu bukan berarti gak bagus, mungkin cerita yang lain lebih bagus atau mungkin format yang saya pake kurang bener. 
yaah gimana ya, semenjak saya memutuskan untuk ikut kompetisi nulis, saya jadi rajin nyari kompetisi kompetisi gitu. tujuannya ya biar tulisan saya sedikit lebih bertujuan gitu loh. abis selama ini kalo nulis ya karena emang pengen nulis. bukan karena pengen menang atau pengen dapet duit atau pengen hadiah. tapi ya karena mau nulis sama satu lagi, pengen punya buku sendiri. kapan ya?

oiya, balik ke buku yang diterbitin.
buku ini berisi tentang cerita yang menggugah hati banget deh. kadang kita lupa bersyukur karena terlalu sering ngeliat ke atas. coba deh, liat ke bawah, atau gak ke kiri kanan, masih banyak orang yang kurang ini itu. jangan cuma ngeliat ke atas, karena di atas langit masih ada langit.
cerita yang saya tulis di buku itu cuma cerita yang umum dan menurut saya gak terlalu istimewa, tapi cerita ini diangkat dari kejadian yang saya alami *salah satu syarat terbit adalah bukan cerita fiksi*
saya juga penasaran sama cerita cerita lain yang bersanding dibuku itu :))

oiya, buku itu ada tiga, bianglala cinta, pelangi asa sama oase keindahan kasih-Nya
murah kok bukunya. jadi dibeli yaaaa :D


Selasa, 03 September 2013

Conversation Exchange

Belakangan ini, saya pribadi suka ngobrol ngobrol, chat, sharing sama orang dari berbagai penjuru dunia sekalian belajar bahasa inggris.
setelah googling English free chat, ketemulah berbagai jenis web yang membuka layanan chat dengan orang asing. nah, iseng iseng saya juga daftar. karena username nya pada aneh aneh, saya ikutan aneh deh._.
buat yang mau belajar bahasa Inggris, silahkan googling tentang chat ini.
nah, beberapa bulan terakhir ini, saya chat sama orang Taiwan namanya Christine. saya ketemu dia di conversationexchange.com di web itu bisa milih mau chat biasa, mau yang bisa ngobrol aja, atau mau video call, dan bisa juga janjian ketemu kalo satu negara.
tapi gak semua orang yang kita chat akan bales chat kita.
waktu itu saya pernah chat beberapa orang luar yang tinggal di Jakarta dan mengalami kendala bahasa indonesia. saya bilang ke dia, saya bisa ajarin bahasa indonesia tapi dia harus ajarin saya bahasa inggris. setelah chat beberapa saat, eh tiba tiba dia ilang, cuma sama Christine aja seringnya.
terus ada lagi, saya pernah di chat sama orang Egypt, tapi semenjak terjadi beberapa hal yang terjadi di negeri itu, dia ngilang total. tapi pas saya liat facebook nya dia, Alhamdulillah dia baik baik aja.
emmm, yang paling penting kalo lagi chat sama orang orang gitu, harus hati hati. kadang mereka sensitif apalagi kalo bahasa inggris kita kurang bagus, bisa bisa salah paham. yaa agak ribet sih. jadi pas baru mulai chat, saya biasain bilang "I would like to talk to you, but my English is not good enough. so i'm sorry if i used wrong sentence."
kalo udah gitu jadi enak, saya yang ngechat sesuka hati, dia bakalan ngebenerin kalimat saya terus dia bales chatnya. yaa dia kerja dua kali sih, tapi believe it, seru!
pesen lagi buat para perempuan, hati hati, entar dilamar terus diajak nikah, abis itu dimintain alamat. kalo udah ngerasa insecure, remove aja! orang orang yang di chat gitu gak semuanya bener. harus pinter pinter milih.
selamat mencoba. rasakan sensasinya ^^

Kamis, 08 Agustus 2013

Ini Kisah Ku!

Ini kisah ku, bagaimana pun caranya, ini adalah kisah ku.
menjadi orang yang tiba tiba masuk ke dalam kehidupan orang lain memang tidak mudah, terlebih lagi jika kau harus menjadi orang ketiga untuk sementara waktu. iya, untuk sementara waktu. karena ini kisah ku, maka aku akan menjadi peran utama perempuan, bukan menjadi orang ketiga.

kisah ini berawal disaat semuanya mulai hancur berantakan. saat cinta sudah tidak bisa berkata kata, saat semua perkataan  maaf hanya bisa diterima dengan percuma, tak ada gunanya.
matahari masih terbit dari timur, dia masih bersinar cerah. tapi....hari ku mendung.

aku berjalan memikirkan semua masalah ini, kehidupan ku yang mulai berantakan. sebagai seorang pelajar, bukan kah tugas mu belajar? bukan bekerja kan? tapi...ahh, orang tua ku terlilit hutang dengan rentenir itu. apa yang harus ku lakukan?
hari ini rasanya aku malas sekali berangkat ke sekolah. pura pura sakit dan berbaring di rumah mungkin akan menjadi obat yang paling manjur untuk ku.
ibu, dengan mudahnya mengizinkan aku untuk tidak masuk hari ini, tapi...kenapa? tumben. sudahlah, manfaatkan saja.

sejam dua jam aku berleha leha di atas kasur, datanglah orang itu. orang orang yang membuat hidup ku berubah 180 derajat. mereka berpakaian amat sangat rapi, mengenakan kemeja, jas, sepatu, dan kaca mata yang sama. aku yakin mereka bukan boy band. lalu mereka siapa?
aku mengintip ke arah ruang tamu dari lubang kunci yang ada di pintu. siapa mereka? ibu ku melayani mereka dengan penuh rasa hormaat. apa mereka rentenir yang menagih utang? tapi kenapa sopan sekali?

rasa penasaran ku terus muncul, lubang kunci ini terlalu kecil untuk orang yang penuh rasa penasaran seperti ku. aku pun membuka pintu ku sedikit. ia mengulurkan sebuah cincin, dan aku bisa mendengar kata kata 'putri mahkota' ada apa ini? otak ku semakin bingung, sebisa mungkin aku merangkai cerita, tapi yang ada hanya kisah kisah cinderella, snow white dan cerita tidak masuk akal lainnya.
aku terus berfikir sampai tiba tiba ibu menegur ku dari balik pintu.
'ngintipin apa kamu?'
'ah, enggak. tadi siapa?'
'kamu beneran mau tau?'
'em.'
aku melihat ibu menarik nafas panjang, dan berusaha berbicara setenang mungkin.
dan rentetan cerita ibu membuat ku tertawa terbahak bahak, maksud ku, di era seperti ini, apakah masih ada perjodohan antara orang biasa dengan seorang keluarga kerajaan? aku pikir cerita itu hanya dongeng.
tapi ibu mengeluarkan cincin.
'pakai ini besok, kau akan pergi ke istana.'
kata kata ibu simple, tapi begitu membuat ku bingung.

keesokan harinya, benar saja, aku dijemput oleh orang yang datang kemarin. mereka memperlakukan ku dengan sangat baik.
aku berangkat ke istana dan menemui satu satu orang orang yang akan memberikan pendidikan menjadi putri mahkota. kau mungkin bertanya, apakah ini benar benar kisah ku?

setelah puas diwawancarai dan mewawancarai orang orang di istana, tibalah saat ku bertemu dengan calon suami ku, calon putra mahkota. apa ini benar nyata?

inilah puncaknya.

'kenapa kau mau dinikahkan dengan ku? kau kan punya pacar, maksud ku kau...'
'rupanya putri mahkota kita harus mendapat banyak pelajaran etika.'
'apa maksudmu? aku hanya bertanya.'
'bukan urusan mu. persiapkan barang bawaan mu, dan kau akan segera tinggal disini. ah tidak usah, barang barang di istana jauh lebih baik daripada barang barang mu.'
ingin sekali rasanya ku pukul kepalanya.
'apa peduli mu? aku tidak akan datang, dan aku tidak akan pernah menikahi orang yang kasar sepertimu!'
ia menatap ku tajam, sorot mata mengejek dan penuh pandangan merendahkan. dia pikir dia siapa bisa melihat ku seperti itu.
'ada apa dengan wajah mu?'
'kau? tidak mau menikah dengan ku? aku tidak peduli, bicara saja dengan para tetua.'
menyebalkan sekali.
'kau kenapa tidak melawan? aku tau kenapa kau diam saja dan menuruti pernikahan ini. kau sedang bertengkar dengan pacarmu kan? dan kau ingin melupakannya makanya kau bersama ku. iya kan?'
tatapannya kini berubah sangat dingin. ia akan memakan ku.

setelah kejadian itu aku tidak ingat apa apa lagi, yang aku tau aku terbaring lemah di atas kasur rumah.
ah, itu berlebihan, aku berbohong.
ia tidak memakan ku, tapi ia mengancam akan membunuhku jika aku berani mengganggu kehidupannya. lihat saja nanti, ia atau aku yang akan mati duluan.

itulah awal cerita bagaimana aku 'si orang ke tiga' bisa menjadi pemeran utama perempuan, atau yang pernah ku bilang, pendamping peran utama.
aku kira kisah ku tidak akan pernah ada hubungannya dengan dua makhluk yang sedang jatuh cinta itu, tapi ternyata kisah Tuhan sangat indah, dan kisah mereka tiba tiba saja berubah menjadi sebuah kenangan. *ku harap semua orang melupakan kisah itu.*

hari hari ku di istana berat, ditambah lagi perdebatan sengit dan berbagai ancaman yang datang dari putra mahkota, suami ku sendiri.
tapi lambat laun semuanya berubah...
berbagai masalah datang bergantian mengganggu kehidupan di istana. tapi masalah ini membuat ku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi dunia. dan setidaknya ini juga mengubah putra mahkota, ia tidak sekasar dulu. ia sedikit lebih manis.
kami masih sering bertengkar, tapi kini kami berteman juga.
aku kira waktu itu kami benar benar jago akting, menipu semua orang dengan bertingkah sebagai pasangan suami istri padahal dalam hati saling membenci.

sekian lama kami berakting seperti itu,
sekian banyak juga masalah yang datang.
semuanya berubah menjadi begitu berat.
sehingga suatu hari aku sadar, aku tidak bisa menghadapi masalah ini sendirian.
sendiri tanpa putra mahkota yang begitu menyebalkan.

masalah yang datang kali ini sungguh berat. dan harus memisahkan kami, aku dan putra mahkota.
entah apa yang harus ku lakukan, tapi putra mahkota tetap terlihat begitu tenang. wajahnya damai tapi matanya mengisyaratkan kesedihan.
ini tidak bisa dibiarkan.

aku memutuskan untuk memberanikan diri.
"aku tidak bisa menghadapi semua ini sendirian."
"kau bersama para tetua, dan pengurus kerajaan."
"bukan itu maksudku."
ia menatapku tanpa ekspresi.
"aku, tidak bisa menghadapi ini...tanpamu. aku akan tinggal jika kau meminta ku untuk tinggal. tapi jika kau ingin aku pergi..."
dia tetap diam.
"aku akan pergi."

tik...tok....

tik....tok....

tik....tok...

air mata ku seperti tidak terbendung lagi.

"baiklah, aku pergi."

satu...

dua....

tiga...

ia menarik tangan ku.

"jangan pergi."

dua kata itu membuat ku tersenyum, aku tau masalah ini bukanlah sebuah masalah. ia disisi ku sekarang. hanya aku dan dia.

ini kisah ku. bagaimana aku bisa datang dan membuat kisah ku sendiri.

#NowWatching Princess Hours