Tampilkan postingan dengan label read it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label read it. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Oktober 2014

Membangun Generasi Islam yang Berkarakter

24 Oktober 2014

Membangun Generasi Islam yang Berkarakter
Ustadz Nizam Zulfikar

Ada tiga orang yang pertama kali masuk neraka, yaitu mujahid, ulama dan dermawan. Karena dalam hati mereka hanya ingin dipuji atas amalan mereka.

3 cara agar bisa menjadi generasi muslim yang berkarakter :

1. Luruskan niat
Karakter muslim yang berkarakter adalah melakukan amalan amalan karena Allah semata

2. usaha
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalo kaum itu tidak mau merubah nasibnya sendiri.
Nabi Muhammad Saw awalnya miskin, lahir dari keluarga yang tidak terlalu kaya, namun usaha hingga akhirnya menjadi kaya.
Rasulullah mulai berdagang di usia 12 tahun. Saat musim panas menuju syam (sekarang adalah suriah, palestina dan lebanon) dan saat musim dingin menuju yaman.
Rasulullah memberikan mas kawin untuk Siti Khadijah berupa 20 ekor unta ditambah 12 ons emas.
Walaupun demikian, Rasulullah tetap zuhud.

3. Istiqomah
Iman itu kadang naik kadang turun.
Naik karena taat, turun karena maksiat. Saat futur, jangan mengurung diri tapi teruslah beraktivitas. Karena aktivitas ketaqwaan bisa mendongkrar iman.

Bagaimana caranya agar kita bisa istiqomah?
Orang yang paling cerdas adalah orang yang menyiapkan kematian.
Selalu ingat kematian, maka amalan amalan akan dijalani sepenuh hati.

Bagaimana caranya agar kita bisa mengecek adanya niat yang tidak lurus?
Kalo kita kecewa, itu berarti ada yang salah pada niat kita.
Tukang parker walaupun mobilnya banyak ia tidak kecewa saat mobilnya diambil, karena tukang parkir sadar bahwa mobil itu hanya titpan.

@tabligh akbar
BSO Al Iqtishodi FE


Rabu, 27 November 2013

#LEMON 'Lets Move On'

There are so muuuch stories that I want to share and I want to keep it on my mind forever. But for now, let me share my favorite one. #LEMON.

What is #LEMON?

LEMON is an event for all Indonesian Muslimah. Let’s Move On. @hijabalila yang ngadain acara ini. Bintang tamunya luar biasa keren sekali, ada ustadz @FelixSiaw, mbak peggy, mbak @benefiko sama ustad asep fakhri. Mbak mbak dan ustad ustad itu menceritakan bagaimana mereka ‘move on.’
Mulai dari ustad Felix Siaw yang berjuang mati matian mencari tahu darimana kita berasal. Ustad Felix yang awalnya non muslim, bertanya tanya sendiri darimana kita berasal. Bertanya ke orang orang, jawabannya gak ada yang bener, gak ketemu. dia bertanya ke pastor, orang tua, guru dan berbagai profesi lainnya tapi gak ada yang bener jawabannya. Sampai akhirnya dia pernah memutuskan untuk atheis. Tapi karena dia belajar biologi dia jadi yakin kalo Tuhan itu ada. Ustad Felix mencari jawaban lagi, bertanya kesana kemari tapi gak menemukan jawabannya. Sampai akhirnya di semester 3 nya di IPB, dia diajak temennya buat ketemu Ustad yang akan menjelaskan darimana kita berasal. Karena Ustad Felix pernah punya kenangan buruk dengan orang Islam karena wajahnya yang sipit, dia menolak tanpa pikir panjang, tapi akhirnya setelah dibujuk sama temennya, Ustad Felix pun nerima tawaran itu. Disaat Ustad menjelaskan tentang surat Al Baqoroh ayat 2,

 “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

awalnya Ustad Felix mau memperdebatkan ayat itu, tapi sebelum dia sempet mengeluarkan argument, Ustad itu melanjutkan dengan ayat 23

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah  satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Kemudian Ustad Felix gabisa ngomong apa apa lagi, lalu dia memutuskan untuk masuk ke dalam Islam. Jawabannya ketemu.

Abis Ustad Felix cerita tentang move on nya, Awan Voice ngisi acara, duhh saya gapernah nonton X Factor jadi gakenal mereka ._. tapi setelah kemaren denger lagu lagunya yaaa mereka bagus kok J)
Abis itu istirahat dan dilanjutkan dengan cerita move on nya mbak peggy melati sukma harum sepanjang hari, iya yang itu, yang pusiiiiinnggg.

Mbak Peggy menceritakan tentang kehidupannya yang menurut orang orang emang sukses. Artis terkenal, aktivis social, aktif diberbagai kegiatan dalam dan luar negri, hidupnya keren deh. Lalu pada suatu hari dia dapet ujian dari Allah. Mbak Peggy agak sombong karena dia yakin bisa nyelesain masalah itu sendiri sesuai dengan caranya, tapi ternyata selama dua tahun lebih masalah itu dateng terus dan tambah banyak sampai dia hampir kena kanker otak. Akhirnya dia menemukan titik terlemahnya dan menyerahkan semuanya ke Allah. “ya Allah, selesaikan dengan cara-Mu” kata Mbak Peggy, semua masalahnya selesai pelan pelan walaupun caranya menyakitkan, itulah caranya Allah.

Lalu dilanjutkan dengan move on nya mbak @benefiko. Dia yang bikin visualisasi dibukunya Ustad Felix. Mbak Bene cerita katanya dia dulu suka pake hot pans, baju pendek, hobinya hang out jalan sama temen temen. Dan saat dia berkerudung, kerudungnya gambar tengkorak. Lalu dia dapet ilham lagi dari Allah, akhirnya dia bener bener move on dan meninggalkan dunianya yang kelam #eh. Kata Mbak Bene, kalo kamu gabisa berubah karena lingkungan itu, berarti kamu yang harus berubah lingkungan. Yaa kira kira begitulah intinya.

Laluuuu, break Ashar dan kemudian launching produk barunya alila. Duuhh, gamis gamis itu, khimar, berry, oh my God. Can I have all of that things?

Laluuu, setelah melihat lihat baju baju itu, Ustad Fakhri pun melanjutkan dengan cerita move on dan Muhasabahnya. Ustad Fakhri cerita tentang gimana dia move on dari yang awalnya minta uang terus sama orang tua sampe jadi berhasil tapi kuliahnya ngaret. Jadi gini, ustad Fakhri memutuskan untuk gak minta uang sama orang tuanya, lalu dia usaha kerja sana sini tapi uangnya gak cukup cukup juga, masih aja kurang. Terus dia baca sebuah hadits yang isinya,
“kalau kamu laki laki dan miskin, menikahlah, maka Allah akan menambah Rizkimu.”
 Kira kira begitu hadistnya. Lalu seperti mendapatkan cahaya terang, ustad Fakhri memutuskan untuk melamar perempuan, lalu ia….ditolak. ustad Fakhri cerita ke ustadnya lagi, kata ustadnya itu,
“kalo cinta ditolak…..naiklah ke pohon kelapa, lalu liat masih banyak yang lain.” #eaaaaa.
 Kemudia ustaf Fakhri menemukan seorang perempuan yang paling cantik dan beruntung menurut dia. Yaitu istrinya sekarang. Mereka menikah saat ustad Fakhri semester 7. Dan bener banget. Pelan pelan bisnis ustad Fakhri sukses. Lalu dia lupa dengan kuliahnya sampai ayahnya bilang kalo beliau pengen liat ustad Fakhri lulus dan wisuda. Tapi ustad Fakhri bilang, “ijazah itu gak penting pak. Nih buktinya Fakhri udah bisa ngapa ngapain tanpa ijazah.” Tapi bapaknya bilang kalo ustad Fakhri itu satu satunya keluarganya yang kuliah. Lalu ustad Fakhri bilang, “kok gak ngomong dari kemaren maren sih pakk…” kemudian Ustad Fakhri ngerjain skripsinya selama sebulan lalu tiga bulan kemudia dia wisuda. Semudah itu. Katanya dia, kalo kita ngelakuin sesuatu itu harus ada dorongannya, harus jelas kenapa dia yang jadi dorongannya, sebab akibat, dan kalo kita lagi males, kita harus nginget itu supaya semangat lagi.
Tapi beberapa saat sebelum Ustad Fakhri wisuda, ayahnya meninggal. That was really something. We never knew what will happen next, never. Lalu saat Ustad Fakhri wisuda tepat di 40 hari kematian ayahnya :” it was so sad.
Dari situlah muhasabah itu dimulai……

Setelah serangkaian acara selesai, apa yang selanjutnya terjadi? Coba tebak., hehehehe
Iya bener, belanja.
Diskon produk barunya Alila yang sampe 100ribu itu bener bener sesuatu banget :3
Rasanya mau beli semua tapi…….biar udah diskon tetep mahal :’) akhirnya Cuma bisa beli beberapa produknya aja. Antriannya panjaaaaaaaaaaang banget.

Nah, itulah yang terjadi di tanggal 23 November kemaren. I’m so happy. I got a hundred inspiration and I just can’t wait for another event from @hijabalila.


ada sebuah moment dimana Ustad Felix bener bener bikin envy. saat dia baru naik ke panggung, dia bilang "tadinya istri saya gabisa dateng nemenin. dia mau nemenin anak saya di rumah. tapi saya bilang, ayo mi ikut aja nanti abi gimana. duh, saya gabisa ngebayangin banget kalo saya dateng kesini gak sama istri saya."
seketika semua peserta yang hadir langsung bilang, iiiiihhhhhh
iya itu envy namanya. gimana enggak seneng digituin di depan banyak perempuan. duh kapan yak digituin :'D #eh

Selasa, 12 November 2013

What? Macet? Euh...!

Maceettt, waah. Jakarta, kenapa dirimu macet sekali? Sekarang Bekasi juga ikut ikutan macet, dan beberapa daerah di Indonesia pun ikutan macet. Duh, gimana ya?
Semua orang di dunia dapet jatah waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan.  Tapi kalo kaya gini caranya….banyak waktu yang akan terbuang sia sia di jalan. Sia sia atau enggaknya tetep tergantung gimana kita menyiasati waktu kita selama ada di jalan sih.

Jadi gini, saya biasa ngabisin waktu buat berangkat pagi ke kantor satu setengah jam, kalo pulang kantor bisa satu setengah sampe dua jam. Jadi itungannya saya menghabiskan waktu tiga jam perhari di jalan. Aktivitas saya diluar rumah yang makan waktu sampe tiga jam itu dari hari senin sampe sabtu. Jadi dalam waktu satu minggu saya menghabiskan 18 jam di jalan dan itu berarti 72 jam sebulan. Berarti dalam waktu satu bulan atau tiga puluh hari berarti tiga hari saya habiskan waktu di jalam. Keren!

Sedih rasanya ngeliat kota kota yang semakin hari semakin macet, waktu yang makin terbuang sia sia, kerugian kerugian yang diakibatin dari macet. Semua macet, dan Indonesia pun jadi terkenal dengan jam karetnya. Kadang suka bingung sama pemikiran orang orang yang berusaha mendapatkan kenyamanan untuk dirinya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Well, menurut saya itu gak salah, siapa sih yang gak pengen nyaman? Apalagi kalo emang dia orang yang tergolong kelas menengah atas. Tapi sekarang, karena semua orang berusaha meraih kenyamanan, mereka yang punya duit pada beli mobil dan kemana mana naik mobil. Seenggaknya walaupun mereka kena macet, mereka tetep nyaman.

Tapi saya…………..saya gak suka banget ngeliat orang orang yang naik mobil sendirian atau Cuma berdua sama supir. Rasanya pengen nyiptain suatu alat yang bisa bikin mobil itu ngilang -_-
Banyak kok orang orang yang desek desekan di bus, nunggu busway lama, memanfaatkan kendaraan umum yang emang gak senyaman kendaraan pribadi. 

Pengen banget gitu ngasih ilham ke pemerintah buat naikin harga tol semahal mungkin, naikin biaya parker semahal mungkin, dan nurunin harga kendaraan umum semurah mungkin. Bbm kalo bisa jadi mahaal sejadinya. Biarin aja orang orang yang suka naik kendaraan pribadi itu mikir dan beralih ke kendaraan umum. Lagian saya juga penasaran gimana rasanya ngeliat orang orang yang bermobil itu demo gara gara harga tol naik. Buat rakyat rakyat kecil, mahasiswa, dll jangan demo, biarin aja orang orang kaya itu yang pada demo. Karena saat kalian demo menyampaikan suara masyarakat, mereka keenakan ongkang ongkang kaki menikmati hasil dari usaha kalian semua. Toh padahal mereka semua yang bikin Jakarta macet. Karena mereka gak mau keluar dan naik kendaraan umum!


Back then, sabar ya. Realize aja kalo Jakarta emang macet, nikmatin aja jalannya. Bawa buku atau bawa headset, mudah mudahan waktu dijalannya jadi lebih bermanfaat. Akan ada saatnya semua teknologi akan hilang dan kita akan kemana mana dengan berjalan kaki lagi.

Senin, 11 November 2013

@nebengers

Nebengers.

'Apa yang pertama kali muncul dipikiran kalian saat mendengar kata nebengers?' pertanyaan ini paling sering ditanyain oleh admin @nebengers yang lebih sering dipanggil bengbeng. Nebengers itu sebuah komunitas tebeng menebeng yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Disini kita bisa sharing taxi, share tol + bensil, share sarapan, makan siang, susu ultra, es krim, bread talk, atau apapun sesuai kesepakatan si pemberi tebengan dan pencari tebengan.

Nebengers sendiri udah berdiri lumayan lama dan semakin hari orang orang yang ikutan tebeng menebeng pun makin banyak.

Kok berani sih?

Nah ini, pertanyaan yang paling sering muncul di orang orang yang baru kenal nebengers. Beberapa bulan yang lalu, saat saya gak tau dan gak kenal nebengers, tapi disisi lain saya penasaran gimana rasanya nebeng orang yang sama sekali gak dikenal.
Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian, saya pun mention @nebengers, nanya nanya dan waktu itu langsung di reply sama bengbeng dan juga salah satu anggota nebengers dari #TeamBekasi. Orangnya ramah banget, dia cerita ini itu tentang nebengers dan akhirnya dia ngajak saya buat ikutan kopdar (kopi darat)nya mereka. penasaran pun semakin jadi, akhirnya saya bilang, 'ayo kak, saya ikutan ya. Nebeng kakak juga, hehehehe'

Hari sabtu pun tiba, saya janjian sama orang itu di pondok gede dan dia ngajak saya ke tempat kopdarnya #TeamBekasi. Kita ngumpul di sanggar kabasa, kegiatan yang dilakuin sama anggota #TeamBekasi luar biasa keren! Di sanggar kabasa itu yang ahli di bidangnya dipersilakan untuk ngajar, jadi setiap sabtu di kabasa dibuka kelas ngajar. Ada yang ngajar bahasa jerman, bahasa inggris, matematika. Keren!
Setelah ngumpul di sanggar kabasa, biasanya pada nongkrong di angkringan. Ngobrol, ketawa tawa, sharing, ngomongin ini itu. Saya pernah beberapa kali ikutan tapi karena satu dan lain hal saya jadi gapernah ikut kopdar lagi -.-

Apa lagi ya?

Pengalaman tebeng menebeng saya? Wah, keren!
Saya pernah nebeng sama dosen binus :3 setiap pagi janjian di tol jatibening, nebeng dia sampe depan kantor, waktu itu dia bilang share tol aja, jadilan setiap nebeng saya yang bayar tol.
Saya juga pernah nebeng sama orang yang mau berangkat kerja. Waktu itu tujuan saya ke rawamangundan orang itu mau ke pulogadung, akhirnya saya nebeng dia sampe pulogadung dan meneruskan sampe ke rawamangun sendirian. Waktu itu free Cuma dia bilang bawa helm sendiri aja. Saya share cerita sama dia. Sepanjang perjalanan ngobrol gak ada abisnya. Dia cerita tentang anaknya, suaminya, jam kerjanya, dia nanya tentang saya, keluarga saya, kerjaan, sekolah, dan semuanya.
Terus saya juga pernah nebeng sama orang sekaligus ujan ujanan. Kita naik motor sambil ujan ujanan Cuma seru banget, gak ada sekalipun kehabisan bahan omongan. Seru lah!
Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan dari sang pemberi tebengan adalah 'kok berani sih nebeng sama orang yang gak dikenal? Gimana bisa percaya?' saya Cuma bilang, 'percaya aja.'
Percaya itu sederhana, dia muncul dari dalem hati dan semuanya sudah mengalami sinkronisisasi dengan otak (?)

Acara di nebengers.

Sering banget ada acara kopdar seluruh anggota nebengers. Biasanya anggota nebengers ini berkumpul sesuai district tempat tinggal masing masing. karena saya tinggal di bekasi, saya join sama #TeamBekasi. Dan biasanya disetiap district kita punya lurah. Entah bu lurah atau pak lurah.
Waktu itu saya pernah ikutan obsatnya nebengers. Dari sekitas 100 orang yang hadir, 75 persennya nebeng._.
Pas acara itu didatengin sama mentri apa gitu saya lupa, pendiri nebengers, dan orang orang yang udah berkontribusi di nebengers. Keren!
Saya juga pernah ikutan #AmazongRace.
Acara ini pos to pos di taman mini, keliling, mecahin sandi, foto sama orang, minta tolong ini itu, dan lain lainnya. Waahh, sesuatu banget deh.
Gak Cuma sekali dua kali nebengers ngadain acara, sering banget. Sering sering main ke timeline nya @nebengers dan masuk ke www.nebengers.com seru deh. Tapi gak lupa ketujuan awal @nebengers. Kita bisa share biaya ongkos, bensin, tol, dan lain lain sesuai kesepakatan aja.

#BeriTebengan/#CariTebengan | rute jalan | tanggal + jam | berapa seat | share apa |
Jangan lupa transaksi tebeng menebengnya mention ke @nebengers juga supaya aman. Sejauh ini sih belum pernah ada kecelakaan, tapi biar aman dan tetep terpantau. Jangan lupa di mention ya nebengersnya.

Apa lagi ya?

Kayanya itu aja untuk sekarang, sekian dan terima tebengan^^

Jumat, 08 November 2013

Another Twenty

                Saat matahari muncul dari ufuk timur di hari Minggu pagi. Disa kira perasaan itu telah hilang seutuhnya. Perasaan yang telah lama ia buang jauh jauh, perasaannya untuk Dika. Perasaan yang semakin dibuang akan terus semakin lekat dihatinya. Ternyata kenyataan berbicara lain. Hari itu tanggal 20, seharusnya hubungannya dengan Dika memasuki usia ke tiga tahun, tapi pada kenyataannya hubungan mereka telah lama kandas, bahkan sebelum memasuki tahun ke dua.
                Disa kembali bangun ditengah malam, tapi kini ia tidak kebingungan karena saat pertama kali ia membuka matanya yang ada dipikirannya adalah sekarang tanggal 20. Hari dimana ia dan Dika memutuskan untuk bersama. Apa yang harus ia lakukan? Semenjak Disa memutuskan untuk melupakan Dika, semua kenangan tentang Dika telah dihapuskan. Benar benar telah dihapus. Bahkan folder yang berisi semua kenangannya dengan Dika pun telah dihapuskan. Kertas kertas yang bertuliskan nama Dika juga sudah dibuang. Semua barang tentang Dika sudah Disa buang, tapi ada beberapa barang yang akan terus tersimpan di dalam kardus, sampai suatu saat nanti Disa benar benar yakin akan membuangnya. Entah kapan waktu itu akan datang.
Malam itu jarum detik terdengar lebih keras. Tik…tok…tik….tok… suara suara yang membuat Disa gelisah karena ia menyadari waktu yang terus berjalan walaupun dia tidak melakukan apapun. Ada sesuatu yang harus dia lakukan, tapi apa? Apa Disa harus mengulang kembali rutinitasnya disetiap tanggal 20? Apa Disa harus kembali mengingat semua tentang Dika dan kembali merasakan ada sesuatu yang hilang? Apa Disa harus kembali membaca semua pesan dari Dika? Apa harus selalu Dika yang ada dipikiran Disa jika tanggal 20 datang?
Disa benci sekali perasaannya itu, perasaan dimana ia bingung harus melakukan apa. Perasaan yang selalu saja membuatnya tak tau harus bagaimana. Akhirnya Disa memutuskan untuk bangun, ia mencari gelasnya yang belakangan ini sudah tidak ia isi air, lalu mencaci maki dirinya sendiri karena tidak pernah mengisi air lagi di gelas itu. Disa memang aneh, kadang dia bisa begitu membenci dirinya karena hal yang tidak ia lakukan. Bahkan ia lebih sering membenci dirinya karena hal hal yang tidak dia lakukan dibandingkan dengan hal hal yang telah ia lakukan.
Dengan malas, Disa berjalan ke dapur. Segelas air dingin akan membantunya menenangkan pikirannya atau mungkin saja akan membuat Disa jatuh tertidur seketika dan melupakan semua hal tentang Dika.
Suara jarum detik itu masih terdengar begitu kencang, ruangan yang gelap membuat Disa harus berhati hati menuruni tangga rumahnya. Tidak lucu sekali jika ia jatuh dari tangga lalu sebuah drama tentang seorang gadis yang kecelakaan di hari jadinya dengan sang mantan muncul di headline news. Disa meraih pintu kulkas dan bersyukur sekali ketika melihat ice cream yang telah ia siapkan jika ia merasa bingung melakukan apa. Segera diraihnya tempat ice cream itu dan Disa kembali tidak mengisi gelas yang tadi ia bawa turun.
Ice cream.
Perasaan senang dan tenang datang kembali ke pikiran dan hatinya. Sedetik…. Dua detik… pikirannya kembali. Ada sesuatu di ice cream ini yang membuatnya kembali mengingat… Dika. Selalu Dika, bahkan dari sekotak ice cream saja dia harus kembali mengingat Dika. Entah sehebat apa makhluk yang bernama Dika itu sehingga membuat semua hal yang Disa lakukan terhubung dengannya. Atau mungkin Disa yang terlalu menghubung hubungkan semua hal dengan Dika? Ah, tidak tau. Yang jelas kini Disa kembali membenci dirinya sendiri.
Apa yang harus ia lakukan? Ia kembali duduk termenung. Memandangi ice cream yang tidak berdosa itu dengan pandangan kasian sekaligus benci. Bagaimana bisa sekotak ice cream yang tidak bersalah bisa membuatnya menjadi begitu kesal. Andai saja waktu itu Dika tidak datang dengan ice cream, pasti tidak akan seperti ini jadinya. Kenapa statement ice cream yang bisa membuat mood kembali kini berubah menjadi ice cream yang membuat mood hilang. Kenapa?
Sudah jelas, kini hanya air putih yang paling netral. Disa meminta maaf ke gelas itu yang telah ia abaikan karena sekotak ice cream. Segera ia mengisi gelas itu dengan air dingin. Ia pandangi aliran air yang tertuang dari dalam botol. Ia pandangi air yang berada disisi botol yang membuat tangannya basah. Tetesan airnya membuat Disa menjadi semakin haus dan ia menjadi bingung sendiri karena kini ia merasa waktu yang ia gunakan untuk menuang air ke dalam gelas menjadi begitu lama. Ini terlalu lama. Baru setengah gelas itu terisi, Disa memutuskan untuk berhenti menuang dan segera meminum air dingin itu.
Segaarr….
Sedetik…
Dua detik….
Tiga detik…..
Glek…
Air putih itu telah memasuki kerongkongan dan kini sedang bermuara di lambung. Disa bernafas lega sekali karena tidak ada satu hal pun yang membuatnya mengingat Dika. Ia kembali meminum air putih itu dan merasakan kesegaran yang luar biasa.
Teng… jam di rumahnya berbunyi sekali, itu berarti ia baru saja melewati satu jam pertama ditanggal 20 dengan mengingat beberapa kenangan tentangnya dengan Dika. Disa menaruh botol yang tadi ia ambil ke dalam kulkas. Lalu berjalan ke arah tangga, ia berniat untuk kembali ke kamarnya. Pelan…pelan… ia berjalan seperti ada sesuatu yang tertinggal. Tapi apa?
Disa mengabaikan perasaannya itu lalu berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di depan pintu ia memandangi pintunya itu dengan seksama. Setiap ujung sisinya ia pandangi, dari atas sampai bawah, semua hal yang ada di pintu itu ia pandangi. Lalu ia tersenyum. Banyak hal yang berubah setelah Dika pergi, bahkan pintu kamarnya pun terlihat berbeda. Sudah tidak ada lagi tempelan yang ada Dikanya.
Disa membuka pintu kamarnya. Masih gelap, ia belum menyalakan lampunya. Biasanya ia bisa melihat tulisan besar namanya dan Dika di dinding kamarnya yang menyala dalam gelap, tapi kini tulisan itu sudah tidak ada. Disa kembali tersenyum. Ia menyalakan lampu kamarnya lalu kembali tersenyum saat melihat semua foto foto, tulisan, tempelan, poster dan semua hal tentang Dika yang sudah tidak ada lagi di dinding kamarnya. Ia merasa begitu senang dan lega. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Hal itu aneh karena Disa bisa merasa begitu bebas dari perasaan takutnya jika Dika akan menanyakan apakah Disa masih menyimpan semua kenangan tentang mereka. Harusnya Disa melakukan hal itu jauh jauh hari sebelumnya. Tapi ada sesuatu yang membuat kamar Disa terlihat aneh. Bekas bekas tempelan foto, poster dan semua tentang Dika masih terlihat dengan jelas di dinding kamarnya. Ada sebuah pelajaran yang Disa terima, seberapa keras pun usahanya untuk membuang tempelan tempelan tentang Dika, walaupun barang barang itu sudah jelas terbuang, tapi bekasnya tidak. Bekas itu akan terus menempel, setidaknya sampai Disa memutuskan untuk mengecat ulang kamarnya.
Segelas air putih pasti akan membantu. Ah iya, gelasnya tertinggal di dapur, pantas saja Disa merasakan ada sesuatu yang tertinggal. Kini Disa bisa melangkah dengan riang ke dapurnya, jarum detik juga sudah tidak terdengar lagi suaranya. Bahkan Disa sudah bisa menunggu dengan sabar saat ia menuang air ke gelasnya.
Ada banyak yang tidak bisa kita ubah dan ada banyak hal yang harus kita terima. Kenangan. Bahkan jika kita memohon, berdoa, dan melakukan sejuta hal lainnya, kenangan tidak akan berubah sedikit pun. Kita hanya akan membuat kenangan yang baru, kenangan tentang kita yang berusaha merubah kenangan itu.
Ada satu hal yang tidak kita sadari. Saat kita berusaha menerima kenangan, saat itulah kenangan juga berusaha hanya menjadi kenangan. Karena saat kita berusaha melupakannya membuangnya, melepasnya, saat itu juga kenangan berusaha keras untuk tetap tinggal di memori kita, tetap membuat kita kembali mengingat hal hal yang tidak bisa kita terima.
Disa sadar, apapun yang ia lakukan untuk membuang Dika dari otak dan hatinya, semua usaha keras itu akan sia sia. Tidak akan ada yang terjadi kecuali Disa yang kembali mengingat semua kenangan tentang Dika. Hanya ada satu hal yang harus Disa lakukan, menerima Dika dan semua kenangan tentang Dika. Mengikhlaskan Dika dan menyadari seberapapun keras usahanya, Dika akan terus berada di hatinya. Karena akan selalu ada sebuah tempat untuk semua orang yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh orang lain. Walaupun kini kita bersama orang lain  yang lebih kita cintai dari orang sebelumnya, orang sebelumnya yang berada di hati kita tetap memiliki posisi itu, ia tidak akan tergantikan. Karena orang yang kini kita cintai, ia sedang membangun sebuah tempat di hati kita. Begitu juga semua orang. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi orang lain yang ada di hati, tidak akan ada, sekalipun ia berlutut dan memohon.

Dika adalah sesuatu yang harus Disa terima, kemarin, sekarang, besok ataupun lusa, Dika akan terus menjadi Dika. Dika yang pernah ada dihati Disa. Di tanggal 20 berikutnya, mungkin Disa akan lebih bisa mengontrol hatinya. 

Kamis, 24 Oktober 2013

Mbak Mbak Jaket Merah MU

so, i want to share something about people that i don't know at all but she makes me feel like 'oh my God, how can there's such a beautiful girl like her.'
kemaren pas jam pulang, tiba tiba hujan turun. pelan pelan.... tes tes tes... lama lama deres, lalu deres banget, lalu hujan deres beserta angin. even i was using umbrella, it's still unuseful. agak lamaan nunggu di  bawah jembatan penyebrangan, tetep aja basah karena emang ujannya deres dan anginnya kenceng. dengan menggunakan payung, nenteng tas berat, ditambah satu tas tenteng lagi emang agak 'ribet' banget, tapi mau gimana lagi, anggep aja lagi di tes kekuatan, hehehe
nah terus busnya dateng. agak lari lari gitu soalnya busnya lumayan jauh, jadi kaya lagi shooting film korea, ngejar ngejar bus di bawah hujan, ah sayangnya gak ada yang ngeliatin dari jauh. itu pasti keren banget kalo ada yang diem diem jadi secret admire *salah fokus*
nah terus, begitu naik bus langsungdeh mengucapkan sejuta syukur, waahh basah semua. dan minta maap sama orang orang yang kena tetesan air dari payung ogut. maap yak ._.v
sesaat setelah selesai repot ngelipet payung, kenek pun narikin duit, untung banget udah nyiapin duit di kantong, gak perlu ribet lagi ngebongkar tas, nyari dompet, ngeluarin duit, nutup dompet, naro tas, ngerapiin posisinya, nutup tas lagi, yah pokoknya itu ribetlah.
jadi payungnya itu dimasukin ke tas, terus bayar ongkos. kemudian keneknya bilang, "geser mbak." kemudian saya pun bergeser ke deket pintu, dan tiba tiba mbak mbak jaket merah MU itu bilang, "sini mbak tasnya." dia bilang itu sambil mengisyaratkan kalo dia mau mangkuin tasnya. waaaahhhh, bagaikan ngeliat bidadari dari surga, dengan sejuta senyuman saya pun jawab "makasih ya mbak." pokoknya bahagia banget deh, saya tau banget rasanya nenteng tas yang berat itu selama satu jam lebih, keren deh itu keren banget. beban sebuah tas yang berat itu berpindah tangan ke mbaknya. kemudian mbaknya bilang, "berat banget mbak tasnya." saya cuma bisa bilang, "iya, hehe."
sebenernya pengen banget bisa ngobrol sama mbak mbak itu, tapi gatau, saya gak ngerti caranya ngomong sama stranger._. ajarin dong ajarinnn

betapa kerennya mbak mbak itu. sebenernya beberapa kali saya berniat buat kaya mbak mbak itu, tapi karena satu dan lain hal, saya jadi agak susah berinteraksi sama orang. alhasil niat saya itu hanya menjadi sebuah niat.
kemudian setelah saya liat mbak mbak itu dan saya rasakan bagaimana rasanya ditolong kaya gitu, rasanya tuh pengen buru buru kaya gitu juga. ya....itu juga kalo dapet tempat duduk di bus ~~~~

Senin, 21 Oktober 2013

Aku Bukan Aurora yang Itu

kisah ini tentang Aurora yang berharap bisa tertidur selamanya.

hari kelahirannya tiba, semua peri memberikan doa doa keajaiban untuk keturunan pertama dari keluarga kerajaan tapi tiba tiba seorang peri yang jahat datang dan mengatakan bahwa Aurora akan tertidur selamanya saat dirinya tertusuk jarum. semua orang yang mendengar perkataan tersebut mulai panik tapi untung saja masih ada seorang peri yang belum menyampaikan doa keajaibannya untuk Aurora. peri itu berfikir agak lama dan akhirnya mengatakan "Aurora hanya akan tertidur selama 100 tahun, setelah tahun ke 100, seorang pangeran tampan akan membangunkannya."

awalan yang sama seperti kisah putri tidur, tapi ini kisah yang berbeda.
ini bukan tentang Aurora si Sleeping Beauty, ini tentang Aurora yang berharap bisa tertidur selamanya.

fairy tales don't always have a happy ending, do they?

nama ku memang Aurora, aku memang anak satu satunya, kehadiran ku memang dinanti nantikan. tapi sekali lagi ku ingatkan ini kisah tentang Aurora yang berharap bisa tidur selamanya.

sore itu matahari sedang berusaha keras untuk tenggelam, sebenarnya ia masih ingin terus bersinar, ia masih ingin mengajariku banyak hal. matahari berjanji untuk mengajari ku bagaimana caranya agar tetap menjadi perempuan hebat, perempuan yang kehadirannya menyinari bumi tapi tidak ada satu orang pun yang sanggup menatapnya, menjadi perempuan yang berkilau.
masih tentang matahari. ada banyak orang yang tidak terlalu menyukai sinarnya, sengatannya, panasnya. sebagian besar orang menyukai sinar bulan tetapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa sinar bulan berasal dari sinar matahari yang dipantulkan. tapi matahari tetap sabar dengan semuanya, ia menerima semuanya dengan ikhlas.

kau mungkin bertanya kenapa aku berharap ingin tertidur selamanya.
tepat di hari ulang tahun ku yang ke lima belas aku bertemu dengan seseorang yang kehadirannya merubah hari hari ku menjadi sesuatu yang aneh.
saat aku hidup dengan sejuta rasa aman, dia hadir dan membuat ku bertanya tanya kehidupan seperti apa yang dia miliki.
ia bermain sepanjang hari, ia melakukan apa yang dia inginkan, ia menari, bernyanyi, berlari, melompat bahkan ia bermain dilumpur. semua hal ia lakukan, ia melakukan hal yang bisa dan tidak bisa ia lakukan.
aku terus memandanginya dengan sejuta rasa penasaran.

aku tidak ingin menceritakan bagaimana hari hari ku bisa aku lalui dengan penuh keajaiban bersamanya.
aku tidak akan menceritakannya.
yang aku ingin ceritakan adalah bagaimana dia bisa membuatku ingin tidur selamanya.

bintang membisikan kata yang tajam, langit berubah penuh cahaya kegalauan. bulan diam diam sembunyi di balik gelapnya alam, matahari pagi sedikit sedikit menampakan sinar keemasan.
pagi itu, ia menghampiriku, bukan untuk berangkat bersama ke sekolah tapi ia akan menunjukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan seumur hidupnya.
ia mengatakan akan bermain dengan sebuah benda yang bernama jarum. pertanyaan besar muncul dikepalaku, seperti apa jarum itu? karena penasaran aku pun ikut dengannya.
rasa penasaran memang tidak salah, ia datang dan pergi tepat saat semuanya memang harus terjadi.
aku berjalan dan berlari bersamanya ke sebuah tempat dimana aku melihat orang orang yang sedang memegang sesuatu. katanya itu jarum.
"coba tusukan ini ke badanmu, kau akan tau betapa bahagianya tertusuk jarum."
lalu semuanya terjadi begitu saja.

aku kehilangan kesadaran ku beberapa saat, aku begitu bahagia, aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, lalu aku ketagihan...
Aurora bukan seorang putri yang baik, dia telah melakukan sebuah kesalahan besar karena keingin tahuannya.
sesuatu yang jika disembunyikan memang akan seperti itu jadinya. saat semua pertanyaan tak terjawab, aku akan berusaha mencari tau sendiri bagaimana caranya agar bisa mendapatkan jawaban.
beruntung jika aku mendapatkan jawaban dengan cara yang benar, tapi jika semua sudah seperti ini..

rasanya aku ingin tertidur selamanya, selamanya, selamanya. seperti itu saja.

Kamis, 17 Oktober 2013

Benih Benih Pelangi

hai, kau hadir lagi..
seperti sudah hampir lima ratus tahun aku tidak merasakannya lagi,
benih benih yang seharusnya tidak boleh tumbuh di relung hati ini.
tapi rasanya perasaan ini sudah tumbuh besar, bahkan sebelum sinar matahari menyinarinya.

kau pasti bingung apa yang sedang ku rasakan saat ini tapi sepertinya ini yang namanya jatuh cinta.
ah, tapi tidak, aku tidak boleh jatuh cinta, karena semua hal yang jatuh pasti akan hancur.
mungkin ini rasanya suka?
atau ini rasanya sayang?
atau ini rasanya.....
ah, aku tidak tau, yang aku tau jika aku mengingat tentang mu aku akan tersenyum.

bagaimana ini?
bahkan benih yang sudah susah payah aku buang jauh jauh sudah tumbuh berkembang di hati ini.
jika perasaan ini sudah tumbuh, lalu berkembang, apa aku bisa merasa bahagia karena perasaan ini?
apakah perasaan ini akan membuat ku tersenyum selamanya?

Ya Tuhan...
perasaan apa ini?
setelah sekian lama aku mengabaikan orang orang, kini aku harus berusaha keras mengabaikan dia.
setelah sekian lama pesan pesan yang masuk ke handphone ku berhasil ku abaikan, kini aku menantikan pesan darinya.

Ya Tuhan...
perasaan ini, aku kenal sekali perasaan yang pernah tumbuh sebelumnya.
aku tau sekali perasaan ini yang kemudian akan membuat tetesan air mata ini jatuh.
bagaimana ini?

karena saat benih benih cinta ini sudah tumbuh, sehebat dan setajam apapun kapak yang berusaha menebangnya hanya akan membuatnya menjadi kokoh.
ah, perasaan ini sunggu membuatku bingung.
haruskah aku biarkan ia tumbuh tinggi atau harus aku bunuh pelan pelan?

aku tidak bisa membiarkan hati ini tersakiti lagi karena perasaan yang hanya akan indah di awalnya saja,
aku tidak bisa membiarkan mata ini meneteskan air mata karena rasa perih yang tak terkira,
aku tidak bisa membiarkan kepala ini memikirkan satu orang terus menerus,
bahkan aku tidak bisa membiarkan diriku memiliki perasaan ini,
tapi aku juga tidak tau bagaimana caranya membunuh perasaan ini,
bagaimana ini?

Ya Tuhan,
jika perasaan hanya membuat diri ini tersiksa nantinya, bantu hamba-Mu untuk membunuh perasaan ini.
tapi jika benih benih perasaan ini akan menghadirkan pelangi dan membuat hidup hamba-Mu ini berwarna warni nantinya,
biarlah hujan dan badai yang kini aku hadapi.

Ya Tuhan, jika memang ini belum saatnya, aku titipkan perasaan ku pada-Mu.

Jumat, 11 Oktober 2013

Hai, Ada yang Ingin Kusampaikan...

Pagi ini matahari belum terbit, aku sengaja bangun lebih awal karena ada sesuatu yang ingin kuberi tahu kepadamu. Semuanya harus tersampaikan sebelum matahari terbit, karena jika matahari sudah terbit mungkin kenyataan akan segera hadir dan mimpi mimpi ku bersama bulan akan segera sirna.

Apa kabar?

Aku masih sering kali kebingungan kenapa aku harus menanyakan kabar disetiap kalimat pembuka. Padahal aku tau kau baik baik saja, setidaknya dalam pandangan dan penilaian ku kau baik baik saja secara fisik. Semoga hatimu juga baik baik saja.
Matahari belum terbit, kau pasti masih terlelap bersama sejuta mimpimu, tidak apa. Teruslah bermimpi karena mungkin saat kau bangun kau akan melupakan mimpimu itu.

Ada yang ingin kusampaikan kepadamu pagi ini.
Mungkin selama ini kau melihat ku baik baik saja,
Mungkin selama ini kau melihatku selalu tersenyum,
Mungkin selama ini kau melihat aku tenang tenang saja bermain, berbicara, bertemu dan melakukan semuanya bersamamu.

Tapi kau tidak tau satu hal.
Satu hal yang selalu ingin kusimpan sendiri agar semuanya baik baik saja.
Satu hal yang seluruh dunia tidak boleh tau.
Satu hal yang bahkan aku sendiri pun tidak boleh mengetahuinya.
Satu hal yang akan terus kusimpan di dalam hati agar ia bisa tenggelam bersama mimpi.

Pagi ini aku terbangun lebih awal, dan aku mulai kebingungan mana mimpi mana kenyataan. Bahkan aku bingung mana perasaan yang benar benar nyata dan mana yang hanya khayalan. Aku semakin takut menyadari perasaan yang nyata itu akan menjadi khayalan. Aku takut perasaan yang ada di khayalan itu akan menjadi nyata.
Tadi malam aku bermimpi, tidak buruk memang tapi cukup membuatku bergetar. Mungkin sudah kesekian juta kalinya kau hadir di mimpi ku dan aku selalu melupakannya ketika aku bangun, kadang hal ini membuat ku tidak ingin bangun dan berusaha untuk terus tertidur. Kenyataan itu menyakitkan, tidak seindah mimpi.
Aku bermimpi tentang bagaimana perasaan perasaan yang tersembunyi itu mulai mengalir perlahan lahan ke muara. Perasaan yang tertahan oleh tumpukan batu batu besar yang menahannya agar tidak mengalir ke muara itu menang.
Akhirnya ia perlahan lahan sampai ke muara. Akhirnya perasaan perasaan mu yang tesembunyi itu sampai ke muara, tepatnya ke perasaan ku.
Aku bingung bagaimana cara menanggapinya jika perasaanmu yang mengalir itu tidak sesuai jalur, maksud ku perasaan yang mengalir ke muara itu melalui jalur yang lain, bukan jalur yang seharusnya dapat langsung mengalir tepat ke perasaan ku.
Bagaimana aku bisa mengatakan bahwa perasaan mu telah sampai ke muara jika kau saja tidak pernah membiarkan perasaan ku tau tentang perasaan mu.
Benar memang, aku yang mendirikan batu batu besar itu agar tidak ada perasaan yang mengalir ke perasaan ku. Aku yang melarangnya. Aku yang menghindarinya. Ah, kau tidak tau bagaimana sulitnya mendirikan benteng itu.
Setidaknya dengan adanya benteng itu, aku melarang muara hati ku terisi oleh perasaan perasaan lain yang hanya akan membuat kenangan kenangan yang seharusnya segera terlupakan seiring berjalannya waktu. Setidaknya dengan adanya benteng itu aku membuat muara hati ku untuk ku sendiri. Aku tidak bisa membiarkan sembarang perasaan mengalir ke muara itu dan membuatnya tercampur baur menjadi satu. Aku tidak akan pernah bisa membiarkannya.
Tapi setidaknya sekarang, perasaanmu sedikit demi sedikit telah sampai ke muara. Kau sungguh hebat, saat aku menutup jalur utama kau dengan sejuta akal menemukan jalur yang lainnya lagi. Kau hebat sekali.
Tapi untuk sekarang ini aku akan berpura pura tidak tau bahwa perasaan mu telah sampai ke muara, aku akan berpura pura tidak tau. Aku akan tetap berakting seperti biasa agar semuanya tetap baik baik saja.

Hai, bagaimana pagimu?

Aku sudah memberi tahu apa yang ingin ku beritau. Matahari hampir terbit sepertinya, aku akan menemui mu di ujung jalan depan. Kelas pertama akan segera dimulai.


Selamat pagi J

Senin, 07 Oktober 2013

First Love

Bahkan setelah hampir enam tahun, perasaan ini masih ada.
Cinta pertama memang bisa dibilang sebagai cinta yang tidak akan pernah dilupakan.
Saat memikirkan cinta pertama, hanya ada satu hal yang ada dipikiran setiap orang, dia.
Dia yang pertama kali membuat jantung ini berdebar,
Dia yang pertama kali membuat diri ini berkeringat dingin.
Dia yang pertama kali membuat semuanya jadi begitu berwarna.
Bahkan cinta pertama juga lah yang pertama kali mengajarkan arti dari patah hati dan seperti apa rasanya.

Gadis itu duduk di depan laptopnya, memainkan lagu First Love dari Nikka Costa dan mulai mengingat kembali tentang cinta pertama. Sebuah kisah cinta yang tidak akan pernah dimulai tapi sudah berakhir dengan jelas.

Bayangan enam tahun lalu itu kembali terputar seperti rangkaian film, sebuah kisah cinta anak sekolah, anak baru gede. Sebuah kisah cinta yang berubah menjadi Cinta Monyet. Tapi gadis itu lebih suka menyebut kisah itu sebagai kisah Cinta Pertama.

Koridor sekolah, hujan deras, dan bass merah itu seakan menjadi saksi bisu bagaimana kisah cinta pertama itu dimulai.
Seharusnya hari itu semua murid murid di sekolah sedang loncat loncatan di lapangan menikmati kompetisi band, tapi ternyata hujan deras mengguyur daerah itu. Acara pun dipindah ke sebuah koridor sekolah, di depan Lab IPA lebih tepatnya.
Gadis itu duduk bersama teman teman sekelasnya di koridor tepat di belakang ring basket di depan radio sekolah.
Seragam putih biru itu basah semua walaupun ia sudah berusaha keras agar tidak terciprat air, tapi rupanya duduk di koridor sekolah merupakan pilihan yang salah untuk berlindung dari hujan.
Gadis itu menanyakan ke teman temannya kenapa ia harus melihat penampilan band yang tidak jelas. Kenapa ia harus melihat penampilan band dari kakak kelasnya yang sudah jelas tiap hari ia lihat? Kenapa harus begitu? Tapi salah seorang temannya menyuruh gadis itu agar melihat seseorang yang memainkan bass merah, berkaca mata, dan berjaket hitam.
Entah perasaan apa yang hadir dihati gadis itu, tapi sepertinya ia menyukai kakak kelasnya itu.

Semenjak hari itu, ia mulai mencari informasi tentang kakak kelas itu. Semua hal kecil yang ia temukan tentangnya membuah gadis itu bahagia. Hal itu lah yang ia lakukan selama enam bulan berturut turut.

Menyukai kakak kelas saat itu memang sebuah hal yang wajar, bahkan jika kau tidak menyukai seorangpun itu dianggap tidak wajar.
Tapi saat kakak kelas itu mulai lulus, harusnya ada sebuah kejelasan dari hubungan cinta sepihak itu. Entah berakhir bahagia atau tidak berakhir bahagia.

Sebenarnya, gadis itu juga ingin mencari tau bagaimana akhir dari kisah cinta pertamanya, tapi ternyata ia salah menyukai orang. Saat semua teman temannya menceritakan kakak kelas yang ia sukai dengan bahagia, memberitahukan perkembangan hubungan mereka, memberitahukan bahwa mereka sudah jadi kakak adik, gadis itu hanya bisa memandang iri. Kenapa ia bisa menyukai orang yang jutek, cuek dan menyebalkan?
Saat kakak kelas yang teman temannya sukai itu mulai memberitahukan bahwa cinta sepihak mereka harus diakhiri, gadis itu hanya bisa berharap bisa memberi tahu perasaannya.
Saat teman temannya dengan sedih sekaligus senang membuat keputusan untuk berhenti mengejar cinta sepihak mereka, gadis itu hanya berharap tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Berhenti atau terus bermimpi.

Cinta pertama gadis itu mungkin tidak pernah tau kalau dia adalah cinta pertamanya.
Cinta pertama gadis itu mungkin tidak tau bahwa gadis itu tau lebih banyak tentangnya daripada orang orang disekitarnya.
Cinta pertama gadis itu mungkin tidak pernah tau kalau dia harusnya memberi tau gadis itu untuk berhenti bermimpi.

Bahkan setelah hampir enam tahun, perasaan itu masih ada.
Sebuah buku yang bertuliskan tentang cinta pertamanya itu masih ada.
Sebuah keinginan besar untuk memberitahukan perasaan ke cinta pertamanya itu masih ada.
Setidaknya gadis itu ingin mmeberitahukan bahwa cinta pertamanya itu telah begitu banyak memberikannya pelajaran walaupun ia tidak melakukan apa apa.

Ah, cinta pertama.
Setidaknya ia ingin tau bagaimana rasanya berbicara dengan cinta pertama.
Wish that I could show him what I’m feelin’

‘cause I’m feelin’ my first love.

Senin, 30 September 2013

It's October Again

Hey, it’s October again.
Jika ada satu bulan yang bisa aku hilangkan, it must be October. Terlalu banyak kenangan yang mengganggu pikiran berasal dari bulan October. Terlebih lagi kenangan ku dan dia.
Tapi, apa dia masih ingat?
Pertama kali ia mengantarku pulang.
Pertama kali ia menemaniku membeli buku walaupun dia tidak suka membaca.
Pertama kali ia tersenyum padaku.
Pertama kali ia membuat ku begitu menyukai hujan.
Selalu ada yang pertama kali dalam semua kisah dan pertama kali kisah ku dan dia dimulai ada di bulan October.

It’s October again, and it’s 2013.
Aku masih mengingat jelas setiap detail kenangan ku dan dia, aku hanya mengabaikannya selama ini. Jika ada yang menanyakan beberapa hal tentang ku dan dia, dengan mudahnya aku bilang, “ah lupa, gak inget.” Tapi jauh dilubuk hati aku berusaha keras agar tidak memikirkan dan mengingat hal itu lagi.
Aku berbohong kalau aku bilang aku tidak ingat. Tapi berbohong terasa lebih menyenangkan dibandingkan harus menceritakan setiap detail kenangan yang hanya akan membuat luka luka di hati yang sudah sembuh tergores lagi.
Sudah 2013. Itu berarti sudah lebih dari lima tahun yang lalu, tapi October masih begitu menakutkan untukku.
Entah bagaimana, aku melihat setiap tanggal yang ada di bulan October sebagai tanggal keramat. Terlebih lagi jika aku teringat kembali apa yang terjadi ditanggal 20. Rasanya ingin mati jika teringat kenangan yang seharusnya sudah kau lupakan sejak bertahun tahun silam.
Aku ingat setiap detailnya.
Aku ingat apa yang terjadi, waktunya, tempatnya, dengan siapa, bagaimana cara kami bertemu, bagaimana kami pulang, apa yang kami lakukan, bahkan aku ingat apa yang dia kenakan.
It’s already 2013, and the memories won’t go.

It’s already 2013.
Kenangan lima tahun silam tidak akan dengan mudahnya terhapus begitu saja. Bahkan jika ada penghapus pikiran, mungkin bagian otak ku yang menyimpan kenangan ini akan dengan mudah mengelabui penghapus itu.
Kenangan ini terlalu indah untuk dihapus, juga terlalu menyakitkan.
Saat orang orang mulai memutuskan untuk mencari tempat berlabuh yang baru, tempat berteduh yang baru, tempat beristirahat yang baru, aku masih saja disini duduk melihat  hujan dan kembali mengingat semua hal yang terjadi di bulan October.
Sudah tahun 2013.
Dari sekian juta makhluk yang bernama laki laki, tidak ada yang benar benar bisa menggeser posisinya. Bahkan walaupun aku tau posisi ku dihatinya sudah berulang kali ditempati oleh orang lain.
Ada apa dengan ku?

Kadang aku bingung, kenapa aku terus saja disini duduk memandangi hujan dan mengingat kembali semua hal yang seharusnya sudah aku lupakan bertahun tahun lalu.
Aku bingung, kenapa mengingatnya adalah hal yang paling mudah untuk ku lakukan.
Aku juga bingung, kenapa aku masih terus mengingatnya.
Apa dia juga begitu?

Menyakitkan memang memikirkan hanya aku yang mengingat semua kenangan itu. Memang sangat menyakitkan. Tapi begini lebih baik, daripada aku harus memaksa diriku melupakan semua tentangnya.
Aku tau, waktu ku akan datang nanti.
Entah waktu untuk benar benar melupakan segala hal tentangnya atau waktu untuk dia benar benar datang kembali pada ku.
Aku tau, waktunya akan datang nanti.
Hemm, it’s October, it’s 2013 and it’s rain again.

Selasa, 03 September 2013

Conversation Exchange

Belakangan ini, saya pribadi suka ngobrol ngobrol, chat, sharing sama orang dari berbagai penjuru dunia sekalian belajar bahasa inggris.
setelah googling English free chat, ketemulah berbagai jenis web yang membuka layanan chat dengan orang asing. nah, iseng iseng saya juga daftar. karena username nya pada aneh aneh, saya ikutan aneh deh._.
buat yang mau belajar bahasa Inggris, silahkan googling tentang chat ini.
nah, beberapa bulan terakhir ini, saya chat sama orang Taiwan namanya Christine. saya ketemu dia di conversationexchange.com di web itu bisa milih mau chat biasa, mau yang bisa ngobrol aja, atau mau video call, dan bisa juga janjian ketemu kalo satu negara.
tapi gak semua orang yang kita chat akan bales chat kita.
waktu itu saya pernah chat beberapa orang luar yang tinggal di Jakarta dan mengalami kendala bahasa indonesia. saya bilang ke dia, saya bisa ajarin bahasa indonesia tapi dia harus ajarin saya bahasa inggris. setelah chat beberapa saat, eh tiba tiba dia ilang, cuma sama Christine aja seringnya.
terus ada lagi, saya pernah di chat sama orang Egypt, tapi semenjak terjadi beberapa hal yang terjadi di negeri itu, dia ngilang total. tapi pas saya liat facebook nya dia, Alhamdulillah dia baik baik aja.
emmm, yang paling penting kalo lagi chat sama orang orang gitu, harus hati hati. kadang mereka sensitif apalagi kalo bahasa inggris kita kurang bagus, bisa bisa salah paham. yaa agak ribet sih. jadi pas baru mulai chat, saya biasain bilang "I would like to talk to you, but my English is not good enough. so i'm sorry if i used wrong sentence."
kalo udah gitu jadi enak, saya yang ngechat sesuka hati, dia bakalan ngebenerin kalimat saya terus dia bales chatnya. yaa dia kerja dua kali sih, tapi believe it, seru!
pesen lagi buat para perempuan, hati hati, entar dilamar terus diajak nikah, abis itu dimintain alamat. kalo udah ngerasa insecure, remove aja! orang orang yang di chat gitu gak semuanya bener. harus pinter pinter milih.
selamat mencoba. rasakan sensasinya ^^

Minggu, 01 September 2013

How Jodoh Works

Bukankah jodoh tidak akan tertukar? Maksud ku, kita hidup di dunia ini dengan 7 milyar manusia lainnya. Dari tujuh milyar itu mungkin hanya 50 orang yang kita temui sehari hari, 20 orang lagi kita temui diperjalanan berangkat, 50 orang lagi kita temui dijalan pulang. 15 orang kita temui saat makan, 24 orang kita temui saat diperjalanan makan, 45 orang kita temui diperjalanan pulang makan. Bahkan jika kita membagi bagikan lagi, belum sampai 7 milyar manusia didunia ini yang kita temui.
Yang ingin ku sampaikan. Saat ini entah kenapa manusia yang belum memiliki pasangan terlalu memasalahkan tentang ini. Bukankah Allah telah menciptakan manusia dan telah menciptakan pasangannya? Tenang saja. Dari 7milyar manusia di dunia ini, bagaimana mungkin kita tidak memiliki pasangan? Bukankah scenario Tuhan itu indah? Bukankah ada banyak orang yang menemukan jodohnya dibelahan dunia lain?
Tenang saja, aku percaya sampai saat ini, love will find a way. Jika dia jodohmu, mau kamu berlari sejauh apapun untuk menghindarinya, jodohmu itu akan menemukan cara untuk menemukanmu, dan kamu walaupun sekarang berlari menghindari, kau akan kembali lagi ke jodohmu itu. Dan satu lagi, bukankah kalau dia bukan jodohmu mau sekuat apapun kau menahannya, dia akan pergi juga, iya kan? Semuanya itu sudah scenario Tuhan.
Jika dia diciptakan untukmu, dia akan kembali pada mu. Jika dia diciptakan bukan untukmu, kau tidak akan menemukan cara untuk bersamanya.
            

Kamis, 08 Agustus 2013

Ini Kisah Ku!

Ini kisah ku, bagaimana pun caranya, ini adalah kisah ku.
menjadi orang yang tiba tiba masuk ke dalam kehidupan orang lain memang tidak mudah, terlebih lagi jika kau harus menjadi orang ketiga untuk sementara waktu. iya, untuk sementara waktu. karena ini kisah ku, maka aku akan menjadi peran utama perempuan, bukan menjadi orang ketiga.

kisah ini berawal disaat semuanya mulai hancur berantakan. saat cinta sudah tidak bisa berkata kata, saat semua perkataan  maaf hanya bisa diterima dengan percuma, tak ada gunanya.
matahari masih terbit dari timur, dia masih bersinar cerah. tapi....hari ku mendung.

aku berjalan memikirkan semua masalah ini, kehidupan ku yang mulai berantakan. sebagai seorang pelajar, bukan kah tugas mu belajar? bukan bekerja kan? tapi...ahh, orang tua ku terlilit hutang dengan rentenir itu. apa yang harus ku lakukan?
hari ini rasanya aku malas sekali berangkat ke sekolah. pura pura sakit dan berbaring di rumah mungkin akan menjadi obat yang paling manjur untuk ku.
ibu, dengan mudahnya mengizinkan aku untuk tidak masuk hari ini, tapi...kenapa? tumben. sudahlah, manfaatkan saja.

sejam dua jam aku berleha leha di atas kasur, datanglah orang itu. orang orang yang membuat hidup ku berubah 180 derajat. mereka berpakaian amat sangat rapi, mengenakan kemeja, jas, sepatu, dan kaca mata yang sama. aku yakin mereka bukan boy band. lalu mereka siapa?
aku mengintip ke arah ruang tamu dari lubang kunci yang ada di pintu. siapa mereka? ibu ku melayani mereka dengan penuh rasa hormaat. apa mereka rentenir yang menagih utang? tapi kenapa sopan sekali?

rasa penasaran ku terus muncul, lubang kunci ini terlalu kecil untuk orang yang penuh rasa penasaran seperti ku. aku pun membuka pintu ku sedikit. ia mengulurkan sebuah cincin, dan aku bisa mendengar kata kata 'putri mahkota' ada apa ini? otak ku semakin bingung, sebisa mungkin aku merangkai cerita, tapi yang ada hanya kisah kisah cinderella, snow white dan cerita tidak masuk akal lainnya.
aku terus berfikir sampai tiba tiba ibu menegur ku dari balik pintu.
'ngintipin apa kamu?'
'ah, enggak. tadi siapa?'
'kamu beneran mau tau?'
'em.'
aku melihat ibu menarik nafas panjang, dan berusaha berbicara setenang mungkin.
dan rentetan cerita ibu membuat ku tertawa terbahak bahak, maksud ku, di era seperti ini, apakah masih ada perjodohan antara orang biasa dengan seorang keluarga kerajaan? aku pikir cerita itu hanya dongeng.
tapi ibu mengeluarkan cincin.
'pakai ini besok, kau akan pergi ke istana.'
kata kata ibu simple, tapi begitu membuat ku bingung.

keesokan harinya, benar saja, aku dijemput oleh orang yang datang kemarin. mereka memperlakukan ku dengan sangat baik.
aku berangkat ke istana dan menemui satu satu orang orang yang akan memberikan pendidikan menjadi putri mahkota. kau mungkin bertanya, apakah ini benar benar kisah ku?

setelah puas diwawancarai dan mewawancarai orang orang di istana, tibalah saat ku bertemu dengan calon suami ku, calon putra mahkota. apa ini benar nyata?

inilah puncaknya.

'kenapa kau mau dinikahkan dengan ku? kau kan punya pacar, maksud ku kau...'
'rupanya putri mahkota kita harus mendapat banyak pelajaran etika.'
'apa maksudmu? aku hanya bertanya.'
'bukan urusan mu. persiapkan barang bawaan mu, dan kau akan segera tinggal disini. ah tidak usah, barang barang di istana jauh lebih baik daripada barang barang mu.'
ingin sekali rasanya ku pukul kepalanya.
'apa peduli mu? aku tidak akan datang, dan aku tidak akan pernah menikahi orang yang kasar sepertimu!'
ia menatap ku tajam, sorot mata mengejek dan penuh pandangan merendahkan. dia pikir dia siapa bisa melihat ku seperti itu.
'ada apa dengan wajah mu?'
'kau? tidak mau menikah dengan ku? aku tidak peduli, bicara saja dengan para tetua.'
menyebalkan sekali.
'kau kenapa tidak melawan? aku tau kenapa kau diam saja dan menuruti pernikahan ini. kau sedang bertengkar dengan pacarmu kan? dan kau ingin melupakannya makanya kau bersama ku. iya kan?'
tatapannya kini berubah sangat dingin. ia akan memakan ku.

setelah kejadian itu aku tidak ingat apa apa lagi, yang aku tau aku terbaring lemah di atas kasur rumah.
ah, itu berlebihan, aku berbohong.
ia tidak memakan ku, tapi ia mengancam akan membunuhku jika aku berani mengganggu kehidupannya. lihat saja nanti, ia atau aku yang akan mati duluan.

itulah awal cerita bagaimana aku 'si orang ke tiga' bisa menjadi pemeran utama perempuan, atau yang pernah ku bilang, pendamping peran utama.
aku kira kisah ku tidak akan pernah ada hubungannya dengan dua makhluk yang sedang jatuh cinta itu, tapi ternyata kisah Tuhan sangat indah, dan kisah mereka tiba tiba saja berubah menjadi sebuah kenangan. *ku harap semua orang melupakan kisah itu.*

hari hari ku di istana berat, ditambah lagi perdebatan sengit dan berbagai ancaman yang datang dari putra mahkota, suami ku sendiri.
tapi lambat laun semuanya berubah...
berbagai masalah datang bergantian mengganggu kehidupan di istana. tapi masalah ini membuat ku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi dunia. dan setidaknya ini juga mengubah putra mahkota, ia tidak sekasar dulu. ia sedikit lebih manis.
kami masih sering bertengkar, tapi kini kami berteman juga.
aku kira waktu itu kami benar benar jago akting, menipu semua orang dengan bertingkah sebagai pasangan suami istri padahal dalam hati saling membenci.

sekian lama kami berakting seperti itu,
sekian banyak juga masalah yang datang.
semuanya berubah menjadi begitu berat.
sehingga suatu hari aku sadar, aku tidak bisa menghadapi masalah ini sendirian.
sendiri tanpa putra mahkota yang begitu menyebalkan.

masalah yang datang kali ini sungguh berat. dan harus memisahkan kami, aku dan putra mahkota.
entah apa yang harus ku lakukan, tapi putra mahkota tetap terlihat begitu tenang. wajahnya damai tapi matanya mengisyaratkan kesedihan.
ini tidak bisa dibiarkan.

aku memutuskan untuk memberanikan diri.
"aku tidak bisa menghadapi semua ini sendirian."
"kau bersama para tetua, dan pengurus kerajaan."
"bukan itu maksudku."
ia menatapku tanpa ekspresi.
"aku, tidak bisa menghadapi ini...tanpamu. aku akan tinggal jika kau meminta ku untuk tinggal. tapi jika kau ingin aku pergi..."
dia tetap diam.
"aku akan pergi."

tik...tok....

tik....tok....

tik....tok...

air mata ku seperti tidak terbendung lagi.

"baiklah, aku pergi."

satu...

dua....

tiga...

ia menarik tangan ku.

"jangan pergi."

dua kata itu membuat ku tersenyum, aku tau masalah ini bukanlah sebuah masalah. ia disisi ku sekarang. hanya aku dan dia.

ini kisah ku. bagaimana aku bisa datang dan membuat kisah ku sendiri.

#NowWatching Princess Hours
Allahu Akbar…
Allahu Akbar…
Allahu Akbar…

Suara takbir menggema dimana mana, mengagungkan nama Allah Swt.
Ya Allah, sebulan sudah aku menjalani ibadah puasa
Lapar, dahaga, hawa, nafsu, sudah ku lawan semampu ku
Kini saat aku dengar suara takbir itu, hati ini merasa begitu sedih,
Apa aku sudah memanfaatkan momen Ramadhan ku dengan sangat baik?
Apa aku sudah mempersiapkan bekal ku untuk hidup ku di akhirat nanti?

Ya Allah…
Diri ini lemah dan begitu kecil dihadapan-Mu,
Diri ini terlalu banyak menyakiti-Mu,
Beribu dosa yang ku lakukan, sejuta kesalahan yang aku lakukan,
Dan berbagai kewajiban yang aku tinggalkan baik sengaja atau pun tidak sengaja.

Ampuni aku Ya Allah…
Ampuni aku Ya Allah…
Ampuni aku Ya Allah…

Rahmat-Mu begitu luas,
Hidayah-Mu, Kau berikan kepada hamba-Mu yang Engkau pilih,
Ya Allah, jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang terpilih,
Jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang mendapat rahmat dan hidayah-Mu,

Ya Allah, hidup ini sia sia tanpa-Mu disisi ku…
Hidup ini tidak ada gunanya tanpa rahmat dan hidayah-Mu,
Ya Allah, jangan Engkau jadikan hidupku ini sebagai hidup yang sia sia
Sungguh, amat sangat merugilah hamba-Mu ini jika hidup di dunia tanpa rahmat dan hidayah-Mu.
Ya Allah, Ya Rabb…
Ya Rohman, Ya Rohim…
Ya Aziz, Ya Ghofur…

Aku telah melakukan semua yang aku bisa lakukan,
Aku telah menjalani kewajiban yang Engkau perintahkan sesuai dengan kemampuan ku,
Aku telah melaksanakan hal hal yang bisa ku lakukan agar bisa menjadi orang orang yang terus berada di jalan yang lurus, disisi-Mu…

Ya Allah…
Ampuni aku…
Ampuni aku…
Ampuni aku…



Rabu, 07 Agustus 2013

Gado Gado dan Sushi

Here we go.. jeng jeng jeng
Buku yang baru saya baca “Gado Gado dan Sushi” you can see from the title, it must be about Indonesia and Japan. Tapi buku ini gak ngebahas tentang makanan.
Buku ini saya dapat setelah mengikuti matrikulasi selama sebulan di kantor tempat saya PKL. Ceritanya bagus dan luar biasa menginspirasi.

Buku karangan Yunitha Fairani ini menceritakan tentang kehidupannya di Jepang sambil membesarkan kedua anaknya. Disini banyak diceritakan tentang bagaimana caranya mendidik anak agar anak kita bisa menjadi disiplin dan selalu bekerja keras. Saat saya membaca buku ini, yang ada dipikiran saya adalah Subhanallah, luar biasa! Jika dibandingkan dengan Indonesia, kita benar benar tertinggal jauuuuuhhhh sekali.
Yunitha Fairani tinggal di Jepang karena ikut suaminya yang orang Jepang. Dia bertemu suaminya ketika sedang kuliah di luar negri *I forget where the country is* kisah cinta mereka dimulai ketika kerusuhan 98 terjadi. Saat semua orang orang asing pergi meninggalkan Jakarta, suami Yunitha Fairani malah terbang ke Jakarta dan menemui sang istri. Wanita mana yang gak kagum? Jadilah mereka menikah dan Yunitha pun dibawa ke Jepang.
Kehidupan di Jepang itu jauuhh berbeda dengan di Jakarta. Especially buat perempuan yang punya anak. Di buku ‘Gado Gado dan Sushi’ diceritakan bagaimana Yunitha berjuang menjadi ibu rumah tangga. Padahal kalo dipikir dia kan udah kuliah S2, tapi di Jepang malah jadi ibu rumah tangga. Kasian ya?
Kasian? Enggak. Sama sekali gak kasian. Kenapa? Karena kalian gatau kerjaan ibu rumah tangga itu apa, terutama ibu rumah tangga yang di Jepang. Di Jepang, pendidikan formal dimulai dari TK. Anak anak diajarkan cara nyebrang, cara ngobrol sama temen, cara ngobrol sama orang dewasa, dan yang kerennya mereka diajarin bikin kain lap. Waw! Kain lap! Pernah gak sih mikir buat bikin kain lap? Beli aja di pasar kan bisa ya, murah.
Di buku ini juga diceritakan bagaimana perjuangan Yunitha berjuang belajar budaya Jepang agar bisa diterima sebagaimana orang Jepang menerima orang Jepang lainnya, bukan diterima sebagai orang asing. Dibuku ini dituliskan kalo banyak yang bilang orang Jepang itu kaku sama perbedaan. Jadi kalo kita terlalu berbeda terutama dari segi budaya, bisa bisa kita akan merasa terasingkan secara gak langsung. Bukan mereka yang mengasingkan kita, tapi kita yang bikin diri kita terasing.
Ada sebuah kalimat, “Tersenyum dan menyapa orang lain terlebih dahulu akan membuka pintu kemudahan.” Banyak orang yang lebih milih nunggu disapa, bukan nyapa duluan, itu manusiawi kok. Tapi kalo kita tinggal di negri asing, kita yang harus aktif, karena kita butuh mereka.
What else?
Disini diceritain bagaimana ibu ibu Jepang bener bener mantau perkembangan anaknya di sekolah dan bener bener kenal sama ibu ibu yang lainnya. Ada sebuah system dimana para ibu gentian mengantar jemput anak anak yang sudah dibuatkan kelompok berdasarkan jarak rumah mereka. Metode ini katanya sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga Jepang yang banyak urusan. Terus saat penerimaan siswa baru, ternyata disitu juga ada keharusan para ibu untuk memilih ‘ekskul’ apa yang akan dia jalani selama anaknya sekolah disitu. Keren.
Ada juga cerita dimana sekolah itu mengadakan bazar, para ibu dibagi dalam beberapa kelompok dan membuat parkarya masing masing untuk dijual. Bagi yang mau buat bisa ngebuat, bagi yang mau nyumbangin barangnya buat dijual, bisa juga. Ada seorang ibu yang menjual beberapa set piring, sendok, gelas, garpu, dll dengan alasan ‘saya udah punya di rumah, yang ini dijual aja buat modal ekskul di TK.’ Waahhh, subhanallah banget. Dibuku itu diceritain kalo itu tuh mahaaaalll banget dan baguusss banget.
Coba bandingin sama orang Jakarta. Piring sama gelas aja ditaro di lemari, buat pajangan.
Apa lagi ya?
Ahh iya! Waktu wisudaan anaknya Yunitha yang terakhir, disitu para ibu mempersembahkan sebuah lagu yang luar biasa menginspirasi saya. “Sekai Ni Hitotsu Dake No Hana” artinya “bunga yang hanya ada satu di dunia.”
Liriknya udah pernah saya post, coba cek disini.
Bisa diliatkan kehidupan di Jepang, bagaimana Negara kecil yang memiliki SDA sedikit bisa menjadi Negara yang luar biasa maju. Anak anaknya sudah dididik untuk disiplin dan bekerja keras dari kecil, dari mereka TK.
Di jepang, tradisi kirim surat bener bener masih dipake. Perkembangan computer mereka pake buat ngedesain kartu kartu ucapan dengan bagus dan tetep dikirim lewat pos, waaahhh keren.

Kalo saya ceritain semua nanti saya disuruh bayar denda lagi >.<

Mending baca bukunya deh, menginspirasi sekali, terutama buat perempuan yang akan menjadi ibu, siapa tau jodohnya orang Jepang XD

Selasa, 06 Agustus 2013

You Belong With Me

Hai, ini bukan kisah ku yang baru saja menonton film the conjuring. Ini bukan kisah persahabatan antara laki laki dan perempuan. Ini juga bukan kisah tentang bagaimana seorang sahabat kecil laki laki dan perempuan terpisahkan. Berdoa saja, semoga kisah ini tidak terinspirasi darimu.
Entah bagaimana, kisah ini bermula pada suatu hari ketika langit sudah gelap. It’s typical Tuesday night, I listen to the kind of music she doesn’t like and she’ll never know your story like I do. Itu petikan lagu You Belong With Me – Taylor Swift. Dan yak, benar. Kisah ini tentang bagaimana seharusnya kau dengan ku, bukan dengan dia.
Langit gelap, bintang berkelip menggoda, bulan sedang ingin tampil purnama, sinarnya sampai ke genting rumah. Bulan itu hanya satu, jadi jika saat ini kau sedang menatapnya, dan aku juga sedang menatapnya, percayalah, bulan itu memantulkan cahaya mu, dan entah bagaimana, aku bisa melihatnya.
Hari ini aku berjalan santai keliling komplek, melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri. Banyak orang yang sedang menyuapi anaknya, olahraga, jalan santai dan juga ada yang sekedar bergosip. Biar ku beri tahu, sebenarnya aku tidak jalan santai, aku memiliki misi rahasia. Stalk. Rasa penasaran ku yang berlebihan ini membuat ku berubah menjadi stalker, tapi tenang saja, aku professional stalker. Setidaknya jika apa yang kulihat tidak terlalu penting, aku tidak akan menuangkannya ke dalam tulisan dan mempublishnya di blog.
Tapi kali ini berbeda.
Rute yang ku ambil sengaja sedikit agak memutar. Dari rumah aku ambil arah kanan, sampai di ujung jalan belok kiri, tepat di plang yang bertuliskan pejalan kaki only. 10 meter dari plang itu lah tempat dimana aku akan menjalankan misi ku sebagai stalker. Jadi aku cukup berdiri di plang ini berpura pura sebagai orang yang sedang menunggu jemputan.
Dan…..sial. jemputan itu benar datang.
Aku mendengar suara klakson dua kali dan melihat kaca mobil terbuka. “heeyy, wanna join with us?” nada suara itu memang mengajak, tapi sekaligus mengejek. Entah, apa yang salah dengan diriku. Tapi sepertinya mereka terlalu merendahkan hobi menulis ku. Mereka tidak tau, diam diam aku membunuh mereka melalui imajinasi ku, hahahaha.
“no, I have so much things to do. Sorry.”
“oh deaarr, wish you could join with us next time.”
Aku berusaha berfikir positif, sepertinya kali ini mereka serius mengajak ku jalan.
“if you still alive of course, ‘cause I want to kill you tomorrow morning. Hahahaha”
Aaahhh, tawa panjang teman temannya mengakhiri perbincangan ku.
Bodoh sekali mengharapkan orang orang famous itu mengajak ku jalan dan menghabiskan malam yang panjang ini.
Sampai mana tadi tugas stalking ku?
Aku memantau apa yang terjadi tepat 10 meter di depan ku. Sebuah mobil berwarna hitam terparkir di depan sebuah rumah dengan cat biru laut. Warnanya bagus tapi terlalu mencolok mata dan ekstrim sekali jika dibandingkan dengan cat cat rumah lainnya.
Ada seorang perempuan keluar dari mobil itu, rambutnya tergerai panjang sebahu, poninya rata, hidungnya mancung, dan sepatunyaa! Oh my god, it’s high heels that I’ve been searching for since i saw it at the detik.com.
Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus bertanya dimana dia beli sepatu itu.
Aku jalan pelan pelan, sambil terus memantau. Dan akhirnya aku liat anak laki laki muda yang seusia ku keluar dari rumah melemparkan sebuah senyuman ke arah perempuan itu. Aku sedang membayangkan arti kata dari ‘melemparkan sebuah senyuman.’ Apakah ini kau tersenyum lalu melemparnya? Atau kau tersenyum lalu melempar muka mu? Atau kau terlempar lalu tersenyum. Ah aku tidak mengerti, yang jelas ia tersenyum ke arah perempuan itu.
“hey, nice shoes. Where did you but it?”
“ooh, thank you. This is the last one, I bought it yesterday when I went to the Black shop last night.”
“are you serious that is the last one?”
“yeah honey, I’m really sorry.”
“oh my god, how can you do that to me? You belong with me!!” yea, I talk to the shoes and at the same time the boy who smiled to that girl come to us.
“do you….lesbian?”
“oh nooo! How can you say that to me? I’m 100% normal. You can’t judge me just by one thing.”
“but you talk to her that she belong with you.”
“I’m not talk to her, I talk to the shoes. It belong with me. I’m the one who should wear it. But…ah nevermind, I’ll looking for another one.”

And that is, you belong with me. It sucks when you see something that you cant have. It belong to you. You should have it. Yes, you should.

Kamis, 04 Juli 2013

men's commitment

kesel adalah saat kalian udah siap siap mau nulis, tapi tiba tiba lupa mau nulis apa, padahal itu ide briliant banget. ya, ide husna emang selalu briliant sih yaa ~

iya, jadi udah duduk depan laptop, duduk cantik, dan tiba tiba ngeliat orang itu....enggak sih, sebenernya biasa aja, cuma suka aja ngeliatnya. sini, dengeri teori baru husna,
"laki laki yang berani membuat keputusan untuk menikah itu, kerennya nambah 1000% karena dia berani untuk berkomitmen, dan itu baru namanya pria!"

iya, jadi semenjak jadi anak magang disini, ada banyak banget pengetahuan yang baru. salah satunya, itu, ngeliat banyak laki laki yang masih muda tapi udah berkomitmen, itu keren :3
beberapa minggu yang lalu baru selesai matrikulasi sama karyawan baru, dan tiba disesi materi develop relationship terus trainernya nanya "disini yang udah nikah siapa" dan...jeng jeng, ada dua orang ngangkat tangan, dan dalem hati gue langsung bilang keren....(kebetulan orangnya emang keren).
dan gue langsung liat jari manisnya, terselip sebuah cincin. ahh,, jadi laki laki yang pake cincin itu udah nikah, catet! dan gue langsung kagum, iya kagum, keren gitu lah.
keren lah.
terus ada lagi, trainer gue, masih muda (menurut gue), materinya itu susaaahhh banget, tapi dia baik banget (menurut gue lagi), seru, cara ngajarnya juga asik, dan saat gue liat jarinya, terselip lagi sebuah cincin.
dan gue langsung bilang, "keren."
keren sih emang, tau gak sih buat nikah itu gak gampang, oke gue googling dulu makna pernikahan secara islam, oke. ._.

Nikah Arti dari Ijab Qobul :
"Aku terima nikah dan kawinnya si dia binti ayah si dia dengan mas kawinnya...."
Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukah makna "perjanjian/ikrar'' tersebut ?

"Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku".

Jika aku GAGAL?
"Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku".
(HR. Muslim)

Duhai para istri,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat olehnya di depan Allah, dengan di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Semoga jadi pengalaman bagi yang sudah menikah ataupun yg belum menikah

http://mutiarahatidancinta.blogspot.com/2012/09/makna-ijab-qabul.html

merinding gak? gue sih merinding banget.
nah, makanya kan, gimana gak keren coba orang orang itu. subhanallah :)
*ini bukan yang sebenernya mau gue tulis, ini gara gara dia lewat aja gue jadi pengen nulis ini--"