Rabu, 04 November 2015

Be Part of YISC AL AZHAR

It's Time To Make A Move!

Bismillahirahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh

Sabda Nabi : “Aku wasiat-amanatkan kepadamu terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka. Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat halus. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira, dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokong aku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku." Lalu Rasulullah membaca ayat Allah Azza wa Jalla yang berbunyi: “Maka sudah terlalu lama waktu (hidup) yang mereka lewati, sehingga hati mereka menjadi beku dan kasar”.

Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar mempersembahkan :
“Program Penerimaan Anggota Baru (PPAB) YISC Al Azhar” untuk Angkatan Januari 2016
"Muslim Action"

Periode pendaftaran :
1 November s.d 1 Desember 2015

Persyaratan :
● Beragama islam
● Laki-laki dan perempuan usia17-35 tahun
● Pendididkan Minimal SMA atau sederajat
● Menyerahkan photocopy KTP
● Menyerahkan pas photo 3x4 (2 lembar)

Cara pendaftaran :
1. Online melalui website http://ppab.yisc-alazhar.or.id
2. Datang langsung ke stand pendaftaran di : Sekretariat YISC Al Azhar Kompleks Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110

Investasi semester awal :
● Early bird : Rp 400.000,- (untuk 200 pendaftar pertama yang lunas)
(Disc 20% madu Al Azhar dan 1 buah buku Jejak Taman Surga)

● Normal : Rp 450.000,- (bisa dibayar 2 kali dengan pembayaran pertama : Rp. 200.000,-)

● Pembayaran bisa dilakukan di stand pendaftaran atau transfer ke rekening :
Bank Muamalat 301.015.1595 a/n YISC Al Azhar

Pendaftaran via website harap mengunggah bukti transfer, dan melakukan konfirmasi Transfer via SMS/WA ke 087780598879 (Kartini Mustika Peni)

Maperaba (Masa Perkenalan Anggota Baru) dilaksanakan pada Ahad, 10 Januari 2016

Apa saja kegiatan YISC?
● BSQ (Bimbingan Study Quran)
● SII (Study Islam Intensif)
● Tafaqquh Fiddin
● TEAM (Training for Empowerment And Motivation)
● D'lisya (Dialog Lepas Isya)
● Supercamp
● YISC Social Committee (Badan amil amanah YISC)
● Kabuki (Kajian Buku Islam)
● PAYISC (Pembinaan Adik Asuh YISC)

Mikat (minat dan bakat)/Ekskul:
● Tari Saman
● Teater
● Photography
● YISC Creative
● Futsal
● Badminton
● ASBD (Al Azhar Seni Bela Diri)
● HIPA (Himpunan Pecinta Alam)
● Archery (olahraga panahan)

Quota terbatas untuk 400 anggota baru.

Ayo buruan daftar sebelum quota penuh. Ajak juga adik, kakak, teman atau tetanggamu.

Mari menjadi seorang muslim yang mampu bergerak dan menghasilkan karya yang bermanfaat sesuai syariat Islam.

More Info:
Twitter : @ppabyiscalazhar
Facebook : Ppab YISC Al Azhar
Fanspage : PPAB YISC Al Azhar
Instagram : @ppabyiscalazhar

Contact Person :
1. Hidayah : 085780109026
2. Tigris : 085717604125
3. Putri : 081314413591

Jazakumullahi khairan wa barakallahu fiikum

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh

HUMAS YISC Al Azhar
======================
Sekretariat YISC Al Azhar
Kompleks Masjid Agung Al Azhar
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Pin BB : 25B965AC
LINE : YISC Al Azhar
Path : YISC Al Azhar
Twitter & Instagram : @yisc_alazhar
Google+ : YISC Al Azhar
Website : www.yisc-alazhar.or.id

Sabtu, 31 Oktober 2015

Membumikan Al-Qur’an, melangitkan Manusia.

Berita dari odojers Taiwan

http://www.kabarumat.com/2015/10/4248/senandung-al-quran-di-taman-taichung/

KABARUMAT.com - “Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, niscaya mereka tersungkur atas muka sambil bersujud.” (QS. Al Isra’: 107)

Dari ayat di atas, bisa kita pahami bahwa semua kitab Allah yang telah diturunkan kepada hamba-Nya merupakan pengajaran bagi mereka yang tujuannya untuk memimpin dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Karena itu, wajib bagi para hamba Allah untum membaca dengan benar dan berulang-ulang. Berusaha memahami petunjuk Allah di dalamnya.

Petunjuk dari Al-Qur’an sudah begitu nyata dan jelas. Lalu, apakah kita sebagai umat Muslim masih enggan untuk membacanya?

Terkadang, dengan segudang alasan untuk absen dan tidak meliriknya pun banyak kita jumpai. Apa yang membuat kita malas sedangkan banyak petunjuk yang bakal kita dapatkan?

Sering kita mendengar alasan; aku repot, kerjaan banyak, nggak ada waktu baca, dan masih ada yang lain. Ngelus dada sambil beristigfar, Yaa Sholihat.

Di saat sebagian orang yang mempunyai banyak waktu luang untuk membaca. Namun dengan mudah mereka berkelit dengan alasan sibuk. Para pekerja Migran Indonesia di Taiwan dengan gigih berusaha mencari cara untuk tetap melafaskan Al-Qur’an. Entah mencuri waktu ketika si nenek-kakek nya terlelap tidur. Karena mereka sadar yang akan memberi syafaat kelak di yaumul Qiyamah adalah ayat-ayat yang pernah mereka lafadzkan.

Bermodal gadget kami menyatukan cinta ukhuwah. Di Taiwan, tak semua TKW mempunyai hak istimewa untuk libur. Namun, dengan kecanggihan teknologi kami bisa menjalin ukhuwah dan tetap menebar kebaikan.

Minggu, tanggal 25 Oktober 2015 kemarin di taman Taichung, Odojer Taiwan mengadakan acara Kopi Darat (Kopdar) ke-dua. Semangat kami membumikan Al-Qur’an tak ‘kan surut walaupun terhalang berbagai macam kendala. Acara berjalan dengan lancar dan sukses. Tilawah satu Juz sebagai simbul acara resmi dari Odoj, Asmaul husna, shalawatan, dan berakhir dengan silaturahmi antar Odojer yang sebelumnya hanya bersua lewat maya.

Itulah indah cinta dari langit. Kami merasa sebagai saudara. Do’a bersama untuk saudara kita di Indonesia yang mengalami bencana asap pun tak lupa kami senandungkan.
Taman Taichung, menjadi saksi bersejarah lantunan Ayat suci yang Kami persembahkan atas rasa persahabatan.

Marilah Sholihat, kita manfaatkan waktu sebisa mungkin. Sesibuk apapun kita luangkan waktu untuk bertilawah karena itu wujud syukur kita pada Allah.

Semangatlah Sholihat, satukan barisan, eratkan genggaman, raih cinta langit dalam dekapan ukhuwah. Bersama hingga menuju jannah.

Semangat Membumikan Al-Qur’an, melangitkan Manusia.

Taiwan, 27 Oktober 2015.

Dzakirah T.A (Komunitas ODOJ )

Jumat, 30 Oktober 2015

Muslimah Rahim Peradaban

Muslimah Quality Time
30/10/2015
Gedung Sertifikasi Guru - Lantai 8
@Universitas Negeri Jakarta

Judul : Muslimah Rahim Peradaban
Pemateri : Ustadzah Suci Susanti

Anak muda yang datang ke majelis ilmu adalah anak muda pilihan.

Seharusnya kita bersyukur lahir sebagai perempuan muslim. Sebagai muslim kita sudah diatur dari awal sampai akhir.
Tapi sayang yang terjadi saat ini, orangtua bisa durhaka terhadap anak. Lebih dari 40juta anak mengalami kekerasan (KPAI 2007). Peningkatan laporan seksual terhadap anak, hampir terjadi setiap hari.

Bagaimana agar tidak menjadi ibu yang durhaka?
Muslimah harus berilmu dan berkarakter.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ   ۚ  وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ  ۙ  وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ    ؕ  وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-Mujadilah: Ayat 11]

Mengapa wahyu pertama adalah kata iqro?
Apa yang kita baca, mempengaruhi pikiran dan perilaku.

Persiapan muslimah sampai menikah :
1. Ilmu
2. Agama
اَلْخَبِيْثٰتُ  لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِ ۚ  وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ  لِلطَّيِّبٰتِ ۚ  اُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَ  ؕ  لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
[QS. An-Nur: Ayat 26]

3. Konsepsional
Calon calon mempelai harus memahami bahwa menikah bukan dongeng. Marriage is not fairytale!

4. Kepribadian dalam Al Quran
- Asiyah (istri firaun teguh dalam mempertahankan aqidah)
- Maryam (menjaga kesucian)
- Hindun (penghasut, tukang fitnah)
- Zulaikha (penggoda)
- Istri Nabi Nuh & Nabi Luth (ingkar kepada suami)

5. Management
Manajemen diri, waktu dan keuangan.

6. Sosial & Komunikasi
Cara bergaul, lihatlah agama seseorang dengan siapa dia berteman.

Karakter muslimah sebelum menikah
1. Berjiwa mandiri tidak bergantung pada orang lain.
2. Maksimal dalam setiap kegiatan.
3. Efektif dan efisien dalam mengatur waktu.
4. Tanggung jawab terhadap amanah.
5. Bermanfaat bagi orang lain

Menikah jangan dijadikan tujuan akhir hidup.

Karakter muslimah setelah menikah
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ   ؕ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ   ؕ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا    ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang TAAT (KEPADA ALLAH) dan MENJAGA DIRI KETIKA (SUAMINYA) TIDAK ADA, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.
[QS. An-Nisa': Ayat 34]

1. Taat kepada Allah
2. Menanamkan Tauhid
3. Mendidik akhlak yang benar
4. Memahami Tarbiyah Jimsiyah
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِيَسْتَـأۡذِنْكُمُ الَّذِيْنَ مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ وَالَّذِيْنَ لَمْ يَـبْلُغُوا الْحُـلُمَ مِنْكُمْ ثَلٰثَ مَرّٰتٍ  ؕ  مِنْ قَبْلِ صَلٰوةِ الْفَجْرِ وَحِيْنَ تَضَعُوْنَ ثِيَابَكُمْ مِّنَ الظَّهِيْرَةِ وَمِنْۢ بَعْدِ صَلٰوةِ الْعِشَآءِ   ؕ   ثَلٰثُ عَوْرٰتٍ لَّـكُمْ   ؕ  لَـيْسَ عَلَيْكُمْ وَ لَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّ    ؕ  طَوّٰفُوْنَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلٰى بَعْضٍ    ؕ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمُ الْاٰيٰتِ    ؕ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah salat isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
[QS. An-Nur: Ayat 58]
5. Professional

Para pahlawan, pejuang, dan orang orang hebat, mereka lahir dari rahim seorang ibu yang taat kepada Tuhannya.

Kamis, 29 Oktober 2015

Memandangimu dari jauh seperti ini sudah cukup menyenangkan...

Dari dulu, aku paling suka duduk di kelas. Makan, belajar, mengobrol, juga sesekali tertidur.
Dari dulu, aku memang tidak terlalu dikenal dan tidak berusaha mengenal orang lain.
Dan dari dulu juga, aku paling suka berdiskusi dengan teman sekelas dan teman satu organisasi.
Jadi, diluar dari mereka tak ada yang berusaha untuk ku kenali.

Namun kali ini berbeda.
Semenjak hari itu, rasanya aku ingin selalu di luar kelas.
Memandangi seluruh sekolah, mengenali semua orang, dan berusaha lebih bersahabat.
Bahkan aku sudah punya tempat duduk favorit.
Disini aku bisa melihat semuanya, terutama kamu. Iya, kamu.

Selepas mengambil jalur memutar agar bisa melihat kamu, aku menaruh tas dan langsung duduk disini. Dari sini semua tampak jelas, apalagi kamu.

Aku tidak memandang wajahmu, tidak juga senyummu, apalagi cahaya dimata mu.
Aku adalah pengguna kaca mata. Tanpanya, aku tidak bisa melihat dengan jelas.
Namun inilah bagian yang paling menyenangkan.
Aku bisa dengan mudah mencarimu dengan menghafal bahasa tubuhmu.
Saat aku menemukan kamu, aku segera melepaskan kacamata ku.
Dan permainan mencari kamu lagi pun dimulai.

Tidak ada yang tau kenapa aku suka tersenyum belakangan ini.
Apalagi ditengah musim ujian tengah semester.
Aku benar benar berubah menjadi orang yang paling cuek saat musim ujian tiba.
Tapi semenjak aku tau kamu, semuanya menjadi berbeda.

Terasa lebih menyenangkan belajar diluar kelas, ditemani udara pagi dan sebungkus roti, kadang juga dengan sekotak susu.

Jika waktu istirahat tiba, aku juga jadi lebih suka duduk duduk disini.
Dengan kamu diujung sana.
Berjalan, dengan tangan di dalam kantong celana.
Cara berjalanmu khas.
Aku bisa dengan mudah mengenalinya.
Kamu juga sering terlihat sendiri. Walaupun sesekali bersama teman temanmu bermain bola.

Memandangi mu dari jauh seperti ini sudah cukup menyenangkan.
Namun kamu, sering kali membuat ku harus menggunakan kacamata lagi untuk sekedar memastikan bahwa yang melakukan hal hal luar biasa itu kamu.

Kamu memungut sampah di sekitar tong sampah.
Kamu menyusun sepatu yang berantakan di depan masjid.
Kamu ngobrol santai dengan penjaga sekolah.
Bahkan kamu pernah memandikan anak penjaga sekolah.

Sebenarnya kamu itu siapa?
Dan apa tujuan mu melakukan hal itu?
Mungkin aku terlalu banyak di dalam kelas selama ini.
Sampai sampai aku baru mengetahui bahwa orang seperti kamu itu ada.

Pasti bukan kebetulan kan aku bertemu denganmu?
Dan juga bukan kebetulan kan kalau aku sering mendapat pelajaran berharga darimu?

Aah, aku jadi penasaran.
Sebenarnya skenario seperti apa yang sedang ditulis Sang Pencipta..

29 Oktober 2015
@Universitas Negeri Jakarta

Picture by Sinta

Rabu, 28 Oktober 2015

Tawazun

Rabu, 28/10/15
Mushola ICA FIS

Judul : Tawazun
Pemateri : Nurhayati

Tawazun : seimbang
Dalam hidup, keseimbangan adalah satu hal wajib. Apalagi keseimbangan dunia dan akhirat.
Akhir dari kehidupan adalah kematian. Tapi, apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk kematian?

Tidak ada jaminan kerudung panjang, berkaos kaki, bisa masuk surga. Tapi kita mencoba untuk mencapai ridhoNya.

Tawazun berkaitan dengan menyikapi dua atau lebih hal agar seimbang.
Selain dari sikap seimbang dunia dan akhirat, kita juga harus seimbang dengan kehidupan alam.

Allah menciptakan manusia dengan membawa fitrah.

وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ   ؕ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  ۙ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
[QS. Al-A'raf: Ayat 172]
Fitrah kita sebagai manusia adalah suci. Setiap orang adalah suci.

Allah mengatakan kita harus seimbang antara hubungan dengan Allah dan manusia. Hablumminallah wa hablumminannas.
Siang melakukan kebaikan untuk umat, malamnya diisi dengan kebaikan kebaikan kepada Allah.

Allah melarang kita untuk berlebihan, tapi tidak ada larangan untuk kekurangan. Namun Allah menganjurkan keseimbangan.

Dalam islam tidak boleh hanya sekedar berdoa namun harus juga ikhtiar. Karena itu adalah bentuk dari tawazun.

Kita harus tawazun, harus seimbang. Karena dampaknya adalah nikmat lahir dan batin.

Selasa, 27 Oktober 2015

Kamu dan Kecintaan ku padaMu

Salah satu hal yang indah memang bercengkrama denganMu.
Membiarkan kalimat kalimat suciMu mengisi setiap detik di hidup ku.
Walau kadang terasa sulit dan lelah, tapi Kamu masih izinkan aku dekat dengan Mu dan Al Quran.

Bertafakur alam, merefleksi diri dan semakin sadar akan keMahaan Mu.
Pohon, air, batu, tanah, udara, sampai ke langit seakan jadi saksi.
Adakah perlunya bukti lain untuk menunjukan bahwa Kamu itu Ada?
Bahwa Kamu itu Sang Maha.
Bahwa Kamu itu Sang Pemilik Semesta.

Semakin aku membaca kalimatMu, semakin tenang hati ku.
Namun disisi lain, aku resah.
Resah karena masih saja ada yang mengabaikan ayat cinta Mu.
Padahal ayat cinta Mu adalah petunjuk.
Surga atau neraka.
Dunia atau akhirat.
Bahagia di dunia saja atau bahagia dunia akhirat.

Sesekali aku ingin teriak dan mengatakan bahwa kita akan mati.
Dan Quran adalah penyelamat.
Apa kamu masih bisa mengabaikannya?

Namun dilain waktu, aku hanya ingin membacakan ayat cinta Mu di depan mereka dan membuat mereka jatuh cinta.
Membuat mereka merasakan keindahan yang aku rasakan.
Membuat mereka ketakutan seperti yang aku rasakan.
Membuat mereka waspada, bersiap dan berjuang lebih dari yang aku bisa lakukan.

Tapi lagi lagi, yang bisa kulakukan hanyalah menyebarkan, mengajak dan berdoa.
Rasulullah saja tidak bisa membuat pamannya masuk Islam.
Apalagi aku yang bukan apa apa.
Tapi dalam doa, disetiap sujud, disaat selesai membaca kalimat cintaMu,
Aku doakan mereka agar Engkau pilih untuk jatuh cinta padaMu.
Dan agar Kamu izinkan aku jatuh cinta padaMu setiap saat.

Jatibening, 27 Oktober 2015

Sabtu, 24 Oktober 2015

Perpapasan Kita yang Itu Sebenarnya...

Entah ini pertemuan ke berapa diantara kita.
Ah ralat, bukan pertemuan, tapi papasan.
Mungkin sudah puluhan kali sejak terakhir kali aku menghitung perpapasan kita.
Dan yang kali ini, mungkin yang paling berkesan.
Karena berbeda dari biasanya, jantungku ikut memainkan peran.
Ia hampir keluar dan mengambil langkah seribu sangking gugupnya bertemu denganmu.

Ini memang bukan perpapasan kita yang pertama, tapi ini ku anggap sebagai yang pertama.
Karena...
Karena...
Karena, kamu
Dan...
Getaran itu.

Mungkin memang tidak ada yang berbeda.
Kamu tetap memandang ke arah timur, dan aku memandang ke arah barat.
Namun saat aku melihat mu diujung sana, jantungku berdegup.
Mungkin itu alasan kenapa aku bisa merasakan getaran ini saat perpapasan itu terjadi walaupun tanpa memandangmu.

Pengakuan ku berikutnya, haruskah aku mengatakan bahwa perpapasan berikutnya bukanlah hal yang benar benar murni alami?

Kadang aku sengaja memilih jalan memutar agar bisa berpapasan denganmu.
Walaupun tak ada interaksi yang terjadi.
Itu tetap menjadi moodboster ku.

Bukan, bukan karena kamu dan keindahan ragawi yang diberikan Sang Pencipta untukmu.
Tapi karena Sang Pencipta memberikan contoh terbaik lewat kamu.
Walaupun tak sempurna, kamu berasil mendapatkan beberapa keindahan akhlak Rasulullah.

Ssssttttt.
Rahasiakan ini darinya ya.
Aku takut dia menyadari dan 'ngeh' kalau dalam sehari aku dan dia bisa berpapasan sampai tiga kali :'D


24 Oktober 2015

@Sentul Bogor

*pict by sinta