Rabu, 02 Mei 2018

Kalau bukan dia memang kenapa?

Kedekatan kalian selama ini, canda tawa yang diam diam kalian lakukan, sapaan sapaan singkat hanya untuk sekedar melepas rasa penasaran atas dia-sedang-apa atau bagaimana-hidupnya, tidak lantas membuat kalian diharuskan untuk bersama.

Kalian hanya menyukai waktu ketika kalian sedang berbicara. Waktu kalian saling bertukar pikiran. Waktu kalian saling bercanda canda tidak penting. Kalian hanya menyukai waktunya. Kalian menyukai momen tersebut. Belum tentu orangnya.

Memang, tidak semua hal bisa dilakukan dengan semua orang. Dan kamu telah menemukan bahwa semua hal bisa dilakukan dengannya. Hal itu kemudian membuat kamu nyaman. Lalu memutuskan untuk menetap. Menetap pada setiap kenyamanan kenyamanan semu. Padahal kamu hanya belum melihat orang lain juga bisa kamu ajak melakukan semua hal bersama.

Kamu menutup diri dan menjadikannya satu satunya. Padahal, kamu juga tau bahwa dia belum tentu orangnya. Yang akan menemanimu sampai nanti waktunya berakhir bagimu di dunia. Tapi kamu dengan yakinnya menjadikan dia satu-satunya.

Karena kamu nyaman kemudian kamu mengabaikan hal hal yang nenjadi batasan. Mungkin memang kamu tidak menyampaikan perasaan mu kepadanya. Kamu menyembunyikannya dengan rapi sempurna. Lalu menyampaikan lewat doa doa agar suatu hari nanti dia cukup peka untuk menyadarinya dan semua berakhir sesuai rencana. Rencanamu tentu saja.

Tapi ini belum waktunya.
Dia belum tentu orangnya.
Dan kalian belum tentu bersama selamanya.

Sebelum terlalu jauh lagi, sebelum hatimu benar-benar kau tutup untuk yang lain, sebelum kamu benar-benar terlena pada khayalanmu sendiri. Aku beri tau sesuatu.

"kamu boleh saja dekat dengannya, saling bercerita, memberi semangat, menguatkan atau sekedar bercanda canda receh. Boleh saja. Tapi ada batasnya. Tidak semua hal harus kamu lakukan dengannya. Dan tidak semua hal harus berhubungan dengannya. Tidak usah menghubung-hubungkan sesuatu, itu bukan kebetulan, hanya Allah mengaturnya begitu. Tidak ada tanda tanda yang bermaksud membuat bapermu itu semakin dalam. Tidak usah berharap banyak, dan tidak usah berharap sama sekali. Kalian belum tentu bersama. Jangan jadikan dia sebagai pelabuhan terakhir karena dia tidak memberikan apapun sebagai kepastian. Tidak juga menunjukkan tanda tanda bahwa kalian memiliki perasaan yang sama. Itu hanya imajinasimu. Maka, sudahi sekarang. Jadi teman secukupnya, bicara seperlunya, akhiri yang tidak perlu sesegeranya. Jangan tunggu nanti sebelum lukamu semakin dalam."

Kataku pada hati.

Selasa, 01 Mei 2018

Tentang sejarah

Kemarin di Singasari, sambil mengenang kehidupan Ken Arok dan Ken Dedes, saya juga kembali ke sebuah masa yang akhirnya menyadarkan bahwa saya bukan lagi pelajar biasa. Status saya (waktu itu) bukan sekedar siswa, tapi mahasiswa. Hal ini berarti apa yang saya lakukan, perkataan yang saya tuliskan, harus jelas sumbernya, berdasarkan fakta dan bukan asumsi belaka.

Menjadi mahasiswa sejarah di kampus negeri ibu kota bukan termasuk dalam cita-cita saya. Pun juga tak pernah sekalipun saya bayangkan. Semua berlalu begitu saja tapi saya bertekad untuk bertanggung jawab karena telah menerima keputusanNya. Bentuk tanggung jawab saya adalah dengan jadi mahasiswa yang baik dalam perkuliahan, salah satunya.

Ditahun pertama, ketika kebebasan mau belajar atau tidak telah ada di tangan saya, salah satu mata kuliah terbaik membuat saya sadar bahwa saya harus belajar. Mata kuliah tersebut adalah Sejarah Indonesia Masa Klasik. Memang judulnya adalah masa klasik, tapi dipertemuan awal kami membahas tentang bagaimana bumi dan dunia terbentuk, teori apa yang paling kuat, sampai masa masa prasejarah dunia. Mengenali makhluk - makhluk yang mereka katakan sebagai manusia jenis pertama. (padahal sampai saat ini saya tidak mau mengakui bahwa saya adalah versi terusan dari pitecantropus erectus. Kita berbeda tentu saja.)

Sampai akhirnya di pertemuan ke tiga atau ke empat, dosen terbaik pun datang dan benar-benar membawakan masa klasik Indonesia ke kami mahasiswanya. Kami dibawa ke masa kerajaan Kutai sampai Majapahit. Pertemuan pertama langsung dijelaskan tentang bagaimana perkuliahan kita kedepannya : kami membuat kelompok, mempresentasikan satu masalah yang paling menarik dari kerajaan yang kami dapatkan dari hasil kocokan, menyampaikan argumen dan pendapat serta buku sumber yang dijadikan rujukan minimal lima buku. Buku buku tersebut harus lulus sensor dosen tentu saja. Tidak bisa sembarang buku sejarah yang tidak kredibel penulisnya dijadikan rujukan. Dan semuanya disampaikan dalam bentuk power point (saja).

Sederhana memang kelihatannya, tapi bagi saya yang waktu itu baru menjadi mahasiswa tentu saja itu tidak mudah. Entah buku seperti apa yang bisa lulus sensor dosen. Dan rupanya, setelah buku buku tersebut ditemukan, saya yang mendapatkan Kerajaan Melayu, semakin asyik dibawanya.

Satu persatu kata saya baca, berbagai buku saya lahap sampai akhirnya saya berhenti pada satu kesimpulan : setiap kisah kerajaan bergantung pada yang menulis. Interpretasi setiap penulis pada satu fakta yang sama sangat mungkin memiliki perbedaan. Ini sangat menarik karena bagi saya, sejarah klasik Indonesia adalah hal yang sangat sulit untuk dipercayai. Sekalipun semua ahli sejarah mengatakan bahwa sejarah itu berdasarkan fakta.

Satu persatu kerajaan kami bahas, tanya jawab kami lakukan. Ilmu baru lagi, pertanyaan yang diajukan harus memiliki sumber rujukan dan alasan kenapa kamu bisa bertanya seperti itu. Tidak bisa lagi bertanya seenak jidat. Selanjutnya, pertanyaan tidak lagi bisa tentang mana yang benar antara pendapat A atau pendapat B. Ini menarik, karena saya jadi menilai, pada sejarah kebenaran bisa jadi relatif.

Pun juga dengan Ken Arok yang (katanya) kerajaannya terletak ditempat yang saya pijaki waktu itu. Ada tokoh yang mengatakan bahwa Ken Arok adalah anak dewa. Ada yang bilang dia anak manusia. Ada yang bilang dia titisan dari dewa A. Terlalu banyak versi hanya untuk menentukan "Ken Arok anak siapa". Tapi memang itu tugas sejarah, kebenaran yang ada perlu dikritisi. Mana mungkin Ken Arok adalah anak manusia biasa tapi memiliki kemampuan untuk mendirikan kerajaan Singasari. Dia pasti dibantu sesuatu. Tapi apa benar dia anak dewa? Apa hubungannya dengan Poseidon? Ah, mereka beda dunia. Dewa nya tentu tidak sama.

Juga tentang dari sekian banyak wanita, kenapa Ken Dedes yang diperebutkan? Ada banyak versi jawaban dari pertanyaan tersebut.

Menarik bukan?

Bahwa ketidakpastian lah yang akhirnya membuat saya jatuh cinta pada sejarah. Tertarik pada setiap kejadiannya, dan sibuk membuat cerita versi diri saya sendiri tentang sejarah tersebut. Semuanya menyenangkan untuk dipelajari.

Ya kan?

Mau belajar sejarah dengan ku?
Atau
Mau mengukir sejarah dengan ku?

Senin, 30 April 2018

Memang begitu, kamu sesekali harus pura-pura tidak melihat, pura-pura tidak mendengar, pura-pura acuh. Biar apa? Biar dirimu tidak terpengaruh. Seringnya omongan orang tentang dirimu membuatmu galau, berkecil hati, kemudian mundur teratur. Padahal, apa yang mereka lihat, apa yang mereka katakan tidak pernah benar-benar menggambarkan dirimu seutuhnya. Mereka hanya menebak, lalu kamu mengiyakan. Akibatnya? Kamu semakin memandang negatif pada dirimu.

Aku juga pernah berada diposisi seperti kamu. Bedanya, aku memilih seperti burung ini. Tutup mata, tutup telinga, pura-pura tidak melihat kemudian aku terbang. Semakin tinggi. Menuju langit. Menjemput mimpi mimpi yang selama ini aku semogakan. Mengabaikan orang orang yang mengatakan, "padahal gue pengennya dia nyerah." kemudian aku tertawa, seolah itu lucu, padahal aku hanya menghibur diri. Berpura-pura bahagia sampai benar-benar bahagia.

Sini ku ajari caranya, mau?

Sabtu, 28 April 2018

Catatan dari Pasuruan

Ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini. Ada orang yang harus ketemu orang orang baru dia enjoy, ada orang yang sendirian jauh lebih nyaman, ada yang butuh menyendiri, ada yang fleksibel dimana aja oke.

Bicara tentang ini, maka kita akan bertemu pada tiga kepribadian yaitu ekstrovert, introvert dan ambivert. Sebenernya test test psikologi kaya gini cukup unik buat saya. Kenapa unik? Karena saya pernah ikutan test ini di beberapa waktu yang berbeda, dan hasilnya beda semua 😂

Lucu memang, awalnya ekstrovert banget, kemudian ambivert dan sekarang introvert. Saya coba diberbagai web dan hasilnya tetep introvert. Awalnya gak percaya, pun dengan orang orang yang saya ceritakan juga gak percaya kalo saya introvert banget 😅

Tapi... Ternyata bener. Dibandingkan komunikasi dengan manusia lainnya, mungkin saya lebih nyaman buat nulis. Menyampaikan perasaan lewat tulisan dan jadi lebih ahli dalam mendengarkan - sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang akhirnya membuat saya mampu lebih dekat dengan orang-orang baru.

Sampai disini, saya jadi lebih suka menikmati waktu sendirian sambil ngeliatin orang orang, seperti sekarang. 2040 muslimah akan memecah rekor muri dengan cara memainkan rebana sambil memakai bakiak di kaki mereka.

Jangan mikir bakiak yang aneh aneh, cuma bakiak yang biasa ada di tempat wudhu itu loh 😅

Awalnya saya mikirnya udah bakiak yang biasa dipake buat lomba 17an yang bertiga tiga itu, tapi ternyata saya mikirnya kejauhan hahahaha.

Beberapa hari yang lalu sampe di Pasuruan langsung nyari bisa pergi kemana ya buat eksplor kota ini. Tapi gugel pun kurang menjawab. Pasuruan kurang memiliki tempat yang bisa saya jangkau. Kebanyakan di wilayah Kabupaten yang banyak taman atau tempat tempat yang jaraknya satu jam ditempuh pake motor. Gabisa pake gojek 😂

Alhasil hari pertama disini, saya main ke carrefour dan nonton the avengers. Diperjalanan  pulang ba'da nonton, saya ngeliat ada baliho acara rebana 2040 muslimah berbakiak dalam rangka memecahkan rekor muri. Yaudah, gugling dan besoknya memutuskan buat kesini. Berangkat ba'da maghrib menjelang isya.

Sendirian, as always.
Sebelumnya berangkat saya udah mikir, kira kira hari ini Allah kasih ketemu siapa lagi yaa, dan pembelajaran apa lagi ya yang saya dapetin.

Dalam perjalanan kali ini saya berusaha untuk lebih peka terhadap hal hal kecil, berusaha melihat dengan sebaik baiknya, merasakan dengan sepeka pekanya agar ada yang bisa saya ambil dan tulis. Tidak selalu untuk dibagikan, namun untuk saya kenang sendirian.

Baru beberapa langkah keluar rumah, abang gojek sudah menanti depan pager. Baru beberapa roda putaran, Allah jadikan abang gojek ini sebagai "partner" pulang pergi. Abangnya nawarin buat ditungguin, saya bilang gausah aja kan karena memang ditunggu itu gaenak, gak bebas, saya jadi merasa terbebani karena ada yang nungguin._.

Tapi abang gojeknya keukeuh mau nungguin. Bahkan bilang mau ngajak saya muter muter sambil bilang kalo rumah dia sama rumah saya itu searah.

"Ya Allah, apalagi ini? Niat jalan sendirian kok ya langsung dapet temen muter muter."

Jadilah saya pasrah dan mengiyakan sambil bilang, "saya gatau ya pak pulang jam berapa, nanti saya kabari lagi aja."

Ketika dijalan akhirnya abangnya curhat kalo disini ternyata sulit dapet orderan. Bahkan dalam sehari bisa aja gak dapet penumpang. Kemudian saya paham kenapa akhirnya abang gojek ini mau nungguin saya pulang.

Sepanjang perjalanan, bapak ini berusaha menjadi guide yang baik gitu. Ngajak ngobrol, ngasih tau tempat oleh oleh, ngasih tau makam nya kiai a, kiai b, dan berusaha terus buat ngajak ngobrol, makasih ya pak, semoga Allah mudahkan rejekinyaaaa.

Sebelumnya beberapa minggu lalu saya juga pernah naik gojek disini. Pertama kali naik gojek disini eh langsung diajak ngobrol sama abangnya. Setelah hasil ngobrol panjang lebar, akhirnya diketahui bahwa kita seumuran dan berujung pada dimintanya nomer hape saya. Katanya, "buat temen ngobrol aja mba." biar gak lama, akhirnya saya kasih aja si haha, cuma pas dia chat gak saya bales._.

Hal kaya gini ternyata gak terjadi sekali dua kali ke saya. Setiap pergi kemana mana, bahkan ketika memutuskan untuk sendirian, akhirnya selalu Allah berikan "partner" perjalanan dalam bentuk apapun.

Seminggu yang lalu juga sama persis. Ketika saya di Surabaya, Allah pertemukan saya dengan orang lain lagi yang akhirnya berujung pada tukeran nomer hp dan Instagram 😂

Unik memang, malah akhirnya ketika saya keluar sendirian, saya langsung memikirkan kira kira hari ini bakalan ketemu siapa lagi dan dengan cerita yang gimana lagi ya 😂

Saya suka banget sama hal hal yang unpredicted. Semakin bikin kagum sama skenario Allah.

Jumat, 27 April 2018

Ngebolang Bareng

Yes, setiap kita punya perjalanan hidupnya masing-masing. Dan dalam beberapa hal, mungkin tujuan bukan yang utama, tapi prosesnya. Perjalanan panjang yang menempuh tujuan itu yang seringkali kita ingat dan kenang. Gak melulu yang seneng seneng, tapi bisa juga yang nano nano, penuh drama dan gak karuan bentuknya.

Kaya perjalanan yang satu ini.

Buat saya, jalan sendirian itu menyenangkan dan bisa jalan sendirian itu selalu menghasilkan kenangan. Bahkan dalam beberapa hal, saya lebih suka memilih untuk jalan sendirin walaupun sebenernya ada banyak orang yang bisa diajak jalan.

Kenapa?

Karena menurut saya, mencari partner perjalanan yang pas dan klik itu gak mudah. Daripada sisa perjalanan saya bete dan lebih kaya "ngemong" anak orang, it's better to go by myself. Yes, walaupun mungkin gak terlalu terlihat saya bete, tapi ketika saya gabisa menikmati perjalanan yang sedang saya lakukan, saya bisa merasakan kekecewaan dan bilang, "kenapa tadi gak pergi sendirian aja ya gue."

Tapi gak selalu, jalan rame rame pun menyenangkan, yang penting tujuan awal dan proses perjalanan itu berhasil memberikan pembelajaran yang banyak buat saya. Dan sebenernya jalan rame rame ini berhasil membuat saya banyak belajar, terutama latihan sabar dan memaafkan.

Ketika jalan sendirian mungkin i can blame no one but myself. Tapi ketika ada orang lain, mungkin saya bisa aja seenaknya nyalahin orang lain walaupun ya hanya dalam hati hahaha.

Dan, ada sebuah perjalanan yang buat saya cukup berkesan. Sebuah perjalanan yang saya terlalu takut untuk jalan sendirian dan membuat saya memutuskan untuk memilih partner perjalanan secara acak. Yes, dan saya gak kecewa telah memilih partner yang ini.

Malem itu, kita lagi nonton drama korea di kamarnya. Sebenernya film korea yang diadaptasi dari dramanya. Entah judulnya apa.

Sambil baper baper nonton film, saya iseng ngajak dia jalan.

"do you have any schedule tomorrow?"
"no, why?"
"emm... I'm going to visit my uncle's house, but I'm not quite sure where exactly is it."
"sooo?"
"the only thing I know is his house at Manu'an village, and my uncle's name is pakde taufik. People know him as the teacher pension. His house near the gudang garam factory. If you want to company to look for his house, it will be nice."
"emmm... Let's go there then."
"really?"
"yes."
"but we're going to get lost, i told you from the first time, we're going to get lost."
"its ok, me and my friend usually get lost in jogja, but i will get angry whenever we get lost. So you have to be patient."
"yeay, ok."

Sesimpel itu.

Sampe jam setengah 12 dramanya selesai, baru saya balik ke kamar dan tidur. Gabisa ngebayangin akan ngebolang di kediri, dengan orang yang juga gatau jalan. Hahaha.

Keesokan paginya seperti biasa nyuci, makan dan siap siap. Kita janjian berangkat jam 9, tapi masih leyeh leyeh sampe jam setengah 9.

Gak lama kemudian, kita makan dan langsung gas ke tempat penyewaan motor. Jalan kaki yang lumayan jauh sebenernya 10 menit di tengah panas matahari pagi dan kita baru aja makan. Dengan jalan pelan pelan kita menuju ke tempat nyewa motor langganan. Sebelumnya kita pernah nyewa motor juga disana buat ke blitar, kapan kapan saya tulis ceritanya.

Terus ketika dijalan, kita sama sama nengok kanan dan ngeliat tulisan gamis diskon. Oh my god. Kenapa ya perempuan itu selalu kalap liat diskon. Akhirnya kita tengok tengokan dan memutuskan buat visit ke toko itu. Kemudian kita liat liat gamis, dan yampun kenapa gamisnya bagus bagus-_-

"na tapi aku gabawa uang. Aku belom ngambil uang di atm."
"me either. Kalo aku bayar gamis ini, aku gabisa bayar nyewa motor hahaha. Tapi aku mau beli yang ini, lucu banget."
"yang mana?"
"pink. Ini berapa mba?"
"oh itu 90."
"wah murah banget! Mba saya mau beli yang ini, tapi saya gapunya uang sekarang, saya belom ngambil uang. Kalo saya beli ini, saya gajadi bisa nyewa motor hehehe."
"yaudah disimpen dulu aja mba."
"eh bisa?"
"iya bisa."
"yeay,yaudah abis ini saya kesini lagi ya mba buat ngambil gamisnya. Jangan dijual ke yang lain."
"iya mba."

Dan temen gue itu pun melakukan hal yang sama. Padahal hari sebelumnya, orderan kita dari bandung baru aja nyampe. Saya baru beli 2 gamis dengan harga sama yang gak kalah bagus. Bahkan hari itu saya udah pake gamis baru tersebut yang niatnya sampe malem, tapi ternyata..... Nanti agak akhir akan saya ceritakan.

Ima juga baru beli baju lebaran warna putih, pas di toko itu saya liat gamis putih bersih disitu dan dia menyesal sekali gak ketemu gamis itu lebih awal hahaha. Saya jadi inget gamis putih saya yang cuma dipake ketika lebaran itu 😅

Abis itu kita jalan ke tempat nyewa motor dan realized hape saya ketinggalan, masih di cas. Saya agak pelupa dan teledor gitu si. Ceroboh lah bahasa mudah nya. Akhirnya setelah nyewa motor, kita balik lagi ke camp buat ngambil barang. Ketika ketemu ibu camp, dijelasin lah arah arahnya segala macem. Dan saya iya iya aja sampe ima nanya pas dijalan,
"na kamu ngerti ibunya ngejelasin apa?"
"engga sama sekali."
"jadi kamu iya iya aja?"
"iya hahahahaha."
"dasar si husna."

Sebenernya saya udah bilang ke ayah sama ibu buat gak pergi ke rumah pakde. Terlalu beresiko ke sebuah tempat yang gak ke detect Google maps. Tapi kalo buat pabrik gudang garam nya si ada aja di google. Akhirnya ayah saya bilang ditelfon, "yaudah kalo kamu gatau gapapa gak kesana."

seketika saya merasa peka sendiri gitu. Saya tau ada kekecewaan tersembunyi dibalik kata kata gapapa ayah saya. Terus saya nekat berangkat sambil berharap semua orang yang saya tanya nantinya, tau kampung manu'an itu dimana.

Dan, Allah itu gak tidur guys. Kalo niatnya silaturahim dan membahagiakan orangtua, pasti ada aja jalannya.

Sesampainya di gumul, kita tau kalo kediri udah deket. Well actually kota kediri. Mulailah pake gmaps sampe ke pabrik gudang garem. Kita yakin kita berada dijalan yang bener ketika bau rokok menyeruak kemana mana. Yes it is, sepanjang jalan baunya rokok semua.

Kami asal jalan aja sampe nemu ibu ibu dan bermodal bismillah, ima turun nanya ke ibu ibu. Beruntung bukan saya yang nanya, karena ketika nanya arah dan terlalu banyak arah jawaban yang dikasih, saya bisa pusing dan lupa jalan sendiri.

Terus kata ima, "lurus aja na, ini ikutin jalan terus belok kanan."

Oke siap.

Motor pun berpacu dengan santai. Kanan kiri depan belakang truk besar. Mungkin mereka distribusiin rokok. Yah saya gabisa ngebayangin sebanyak apa perokok di Indonesia. Ketika ternyata pabrik gudang garam nya itu sangat sangat luaaaas. Truknya sangat banyak dan itu baru satu pabrik rokok.

Kalo aja semua orang sadar bahaya rokok, dan mau sayang sama diri mereka sendiri. Atau sayang sama orang lain ya, mungkin mereka gak akan ngerokok. Saya selalu bilang ke orang terdekat saya yang ngerokok, "kalo rokok ada khasiat nya buat tubuh, ada manfaatnya buat masa depan, saya akan jadi manusia pertama yang merokok dan ngajak semua orang ngerokok." tapi rokok gada manfaatnya guys. Sama sekali gak ada.

Can you stop smoking, please? Buat dirimu, atau mungkin buat orang yang gamau kehilangan kamu.

Haaa, lanjut lagi ke cerita perjalanan berikutnya.

Tips yang gatau bener apa engga si sebenernya, saya selalu bilang ke ima buat nanya ke orang tua. Karena orang tua biasanya tau aja. Gak kaya anak muda. Well kaya saya gitu. Tetangga samping rumah aja gatau namanya. Taunya nama anaknya hahaah.

Jadi inget dulu pas SD pernah ditanyain orang tau rumahnya pak toto engga. Karena saya gatau pak toto itu siapa, terus saya bilang wah kurang tau juga pak. Terus temen saya nanya, "yang anaknya namanya ferdi ferdi itu ya pak?" bapaknya ngeiyain. Dan ditunjukkan lah rumahnya ferdi. Kalo ferdi saya tau, kalo bapaknya saya gatau.

Kesimpulan saya kenapa temen saya bisa tau rumah pak toto adalah karena mungkin dia sering main kata kataan nama orang tua sama si ferdi. Gatau ya bener apa engga hehe.

Semua orang yang kita tanyain kurang lebih empat kali kita nanya dimana kampung manu'an, tau lokasi kampung tersebut. Saya semakin optimis aja bisa nyampe kesana. Sampe akhirnya pemberhentian kita ada di tukang lumpia Semarang yang ngebawa kita sampai ke tujuan.

Sambil beli lumpia, kita istirahat dan dikasih tau arah jalannya. Beruntung banget kita berenti disitu karena ternyata kita keterusan dikit. Bener bener cuma dikit. Tinggal belok terus menggunakan ingatan dua tahun lalu akhirnya nyampe deh~

Rumahnya masih sama persis sama dua tahun lalu saya kesini. Dan saya inget banget karena pernah nginep disini, akhirnya saya gapernah suka lagi tidur sendirian di kamar dengan lampu mati dan pintu tertutup. Kalo kalian tau sleep paralysis, malemnya ketika tidur di rumah pakde, saya sleep paralysed dan ketika sadar mulut saya masih baca ayat kursi. Didn't it horror right? And it happened again the next day and the the day after tomorrow.

Kalo kata orang si itu ketindihan, tapi apapun itu saya gak suka tiba-tiba gabisa bergerak waktu tidur dan menyadari hal itu. Terlebih lagi kebangun sambil mulut masih baca ayat ayat huhu.

Di tempat pakde, kita diceritain banyak hal. Ternyata pakde ini kelahiran tahun 43 dan juga cerita sedikit tentang hidupnya masa awal kemerdekaan. Serta hidup mbah saya juga yang seorang pejuang melawan belanda. Heee akhirnya saya tau kenapa saya gapernah ketemu mbah dari ayah, karena memang sudah tua dan meninggal sekitar tahun 80an. Mbah saya orang hebat, i knew that.

Pakde saya seorang guru dan keluarga saya memang keluarga guru. Guru itu walaupun gajinya gak seberapa, tapi manfaatnya luar biasa. Guru itu amal jariyahnya banyak, in syaa Allah.

Terus pakde juga cerita betapa keuangan nya itu sulit. Akhirnya ketika bangun rumah, pakde bangun rumah sendiri sambil ngumpulin uang. Nyangkul sendiri, nyemen sendiri, ngecat sendiri bahkan di sekolah juga ikutan ngecat demi dapet uang tambahan.

Pakde seumur umur mentok jadi wakil kepala sekolah, sekretaris, dan bendahara. Ketika mau diangkat jadi kepala sekolah, pakde nolak. Mungkin kecintaan terhadap profesi yang membuat pakde tetap milih jadi guru.

I'm proud of you.

Pakde juga cerita tentang penyakit diabetes dan obat yang dikirim dari medan, usut punya usut, obatnya itu dibuat oleh farmasi USU dan dijual oleh fakultas ekonomi nya. Keren! Obatnya pait tapi worth it.

Jaga kesehatan ya, jangan kebanyakan makan minum manis, banyakin air putih. Ok?

Selesai itu, kita izin balik padahal kita lanjut ke mcd. Pengen makan eskrim mcd. Kita muter muter dan nyasar tapi akhirnya nyampe kesana juga. Sampe jam 4 disana terus kita memutuskan untuk pulang karena malemnya saya masih ada acara lagi.

Keluar dari mall kediri, langitnya udah mendung, bahka gerimis. Tapi ima bilang ayo na gas aja. Ngebuka maps dan jalan yang ditunjukkan itu bukan jalan biasanya. Tapi kita ikutin aja sampe...... Hujan deras pun datang. Konyol banget sebenernya karena kita awalnya nekat jalan. Tapi karena terlalu deras, kita pun neduh.

Disana saya udah takut telat, takut gajadi bisa ngumpul sama yang lain dan ketakutan hal lainnya. Ditambah lagi rasanya mau pipis banget. Tapi yaudah tahan aja. Kita lumayan lama neduh disana. Ujannya deres banget tapi ima ngajak jalan, terobos aja ujannya. Toh ternyata baju yang kita pake juga udah basah. Baju yang niatnya saya pake buat ketemu temen temen sampe malem juga udah basah, gak mungkin make baju itu lagi.

Saya bilang ke ima buat nunggu sampe jam 5. 10 menit, 5 menit,saya gak henti henti doa supaya hujannya reda atau kita selamat sampe tujuan.

Dan alhamdulillah Allah kabulkan doa kedua. Jam 5 kita nekat ujan ujanan, dingin, ima bawa motor pelan pelan, kita diklakson orang, diciprat orang dan akhirnya paham, ternyata orang jawa kalo ujan tetep ngegas ya bawa motornya :')

Kita basah semua, yang pertama karena kecipratan, yang kedua karena hujannya deres :')

Kita balik ke jalan awal, seenggaknya kita harus lewat kota, gak boleh lewat kampung biar gak makin nyasar. Ya Allah jangan banjir, jangan sampe motornya mati.

Ima deg degan, saya deg degan,
"husnaaa, aku takuttt, takuttt."
"tenang tenang, ada Allah. Bismillah bismillah."
Saya ngeliatin jalanan, terus bilang, "gas terus ma gas terus jangan berenti. Gas terus."
Ima terus bilang ketakutan, saya terus terus doa sambil deg degan sampe kita ngeliat jalanan yang agak ke atas. Disitu kita nafas bentar sebelum memutuskan untuk lanjut lurus lagi biar balik ke mall.

Bismillah, lampu ijo kita jalan. Baru beberapa meter, saya ngeliat ada orang yang berenti dan dorong motornya.
"stop ma! Kita gabisa lewat sana, nanti motor kita mati, ini banjir."
Gak lama akhirnya ima berenti, muter balik dan dia terus bilang aku takut naaa. So do i, takut juga hahaha. Seenggaknya jangan sampe motor kita mati. Kalo mati gada yang nolong dan kita gatau gimana caranya pulang hahaha.

Di lampu merah, kita asal belok kiri. Bismillah aja gitu. Dan Allah Maha Baik, kita dibawa ke jalan yang lurus di tengah hujan. Saya banyak banyak doa aja pas dijalan sambil ketawa tawa miris sama ima. Miris banget si. Sedih gitu loh hahaha. Sambil ngetawain kita yang nekat ke mcd padahal udah tau nyasar. Lama lama disana dan yak ampun hahaha.

Emang mungkin ini adalah salah satu keinginan yang Allah kabulkan ya. Karena saya pernah mikirin pengen ujan ujanan disini. Buat saya ujan ujanan itu menyenangkan. Selain basah, kita juga bisa doa banyak banyak dibawah hujan. Seru! Tapi tergantung momennya dan momen yang Allah berikan selalu yang terbaik hehehehe.

Sepanjang jalan kami diliat orang, digodain truk dll. Dan, setelah 2/3 perjalanan, sepertiganya kering kerontang. Disitu saya sama ima makin ketawa ngakak dan miris hahahaha. Sedih banget disana kita basah kuyup dan disini kering kerontang.

Saya udah bikin alesan mau bilang kecebur bak mandi lah biar gak diketawain anak anak secamp hahaha. Tapi alhamdulillah kami sampe camp dengan selamat. Beres beres, nyuci dll.

Akhirnya harus ganti baju buat ngumpul sama temen yang lain lagi. Pake ada acara nyuci baju malem malem pun hahaha.

That was one of the memories that I loved. Kumpul sama temen temen pas malem juga menyenangkan tapi diceritain nya harus beda moment dan nunggu mood nulis bagus dulu hehe.

Trip ke blitar sama anak camp juga belom sempet ditulis. Later, in syaa Allah ❤️

Sabtu, 21 April 2018

Husna Ngebolang

Inget banget dulu kemana mana harus dianter. Pun sampe sekedar ke tukang foto copyan deket rumah, sering banget minta adek nganterin. Bahkan ketika mager naik bus sering minta ayah anterin ke kampus, atau ngegojek dengan harga yang gak murah itu.

Dulu, pulang ke rumah aja nyasar. Lupa sebelah mana gang rumah, sampe diomelin sama temen yang waktu itu nganterin gara gara gatau jalan ke rumah sendiri, hahaha.
Ketika rumah ganti cat pager tanpa ada pemberitahuan, pulang pulang bingung ini bener rumah gue apa engga. Dan semuanya terlalu lebay untuk gue yang kerjaannya rumah-sekolah, rumah - kampus. Jangan kan bisa naik motor, naik sepeda aja pernah jatoh sampe gigi pada lepas.

That's me, dulu.

Mungkin yang minta anterin ke tukang foto copyan sama adek masih kali ya sampe sekarang. Abis kalo gak ngajak dia jalan keluar atau nraktir dia makan, susah kali nemu waktu buat ngobrol bareng.

But then, ketika akhirnya gue bisa naik motor (udah sembilan bulan gue bisa naik motor, I'm proud of myself :'), dan usia terus bertambah, dan lagi gak diperlakukan seperti bocah, akhirnya pelan pelan gue mencoba untuk berani ngeliat Indonesia.

Mungkin gue berproses terlalu terlambat dibandingkan kalian yang udah ngeliat Indonesia bahkan dari kalian masih kecil. Terbiasa ngerantau, menuntut ilmu jauh dari orang tua, atau sampe jadi delegasi kemana mana.

Well, dulu gue terlalu "takut" kemana mana dan terlalu nurut sama orang tua hahaha. Tapi sebenernya sekalipun gue udah cukup ngerasa penurut, masih juga dianggep susah diatur bahkan mungkin diantara empat bersodara, gue yang paling parah bandelnya.

Nah, ketika orang tua gak ngizinin kemana mana yaaaa udah paling mentok nangis terus ngikhlasin.

Bukan, gak diizinin nya bukan karena orang tua gak percaya, tapi lebih kaya, "apa si husna manfaatnya kamu jalan jalan? Main main sama temen temen."

Dulu mungkin ketika jalan hanya sekedar main, foto foto dll, gue mikirnya yaaa masa temen temen main, ngumpul, jalan, terus gue engga. Sekecil itu pemikiran gue, makanya sampe hari itu gue nurut nurut aja ketika gak diizinin kemana mana.

Tapi ternyata, setelah ikut berbagai organisasi yang kemudian mempertemukan gue dengan orang dari berbagai belahan dunia dan denger cerita cerita mereka, perasaan untuk pergi ngeliat Indonesia dan dunia itu semakin besar. Tapi niatnya udah berubah. Gak cuma sekedar main atau foto foto. Tapi, justru nilai dari perjalanan itu sendiri.

Ngeliat Indonesia yang begitu beragam kemudian ngeliat dunia yang lebih beragam lagi, akhirnya banyak ngebuat berfikir dan belajar. Terus tau tau akhirnya nemu aja cara biar diizinin orang tua kemana mana dan orang tua tau tau juga ngizinin aja lagi. Beneran ya niat itu berpengaruh besar...

Iya si, kangen ibu, pasti. Kangen masakan ibu, apalagi ayam kecap sama ati dikecapin nya. Tapi ya gimana, ternyata bener kata imam syafii, merantaulah kamu maka Allah akan gantikan dengan keluarga baru.

Akhirnya ketemu orang lebih banyak, dapet jaringan lebih luas, dan lain sebagainya.
Sampe akhirnya saya percaya bahwa setiap orang hadir di kehidupan kita dengan "tugasnya" masing-masing.

Yang pasti dari setiap kedatangan orang orang tersebut, kita mendapatkan pembelajaran. Banyak pembelajaran.

Kali ini, gue disini.
Jauh dari rumah. Cuma ratusan kilometer memang. Tapi gue rasa, kalo ratusan kilometer itu dijadikan kertas untuk menuliskan seberapa bersyukurnya gue bisa disini dan sampai pada titik ini, gak akan cukup karena nikmat yang udah Allah kasih terlalu banyak dan terlalu hebat.

Jadi, kamu kapan nemenin #HusnaNgebolang buat #NgeliatIndonesia dan #NgeliatDunia?

Rabu, 18 April 2018

"Kamu pernah jatuh cinta?"

Katanya pada suatu kesempatan. Aku berfikir, berulang, berfikir lagi lebih keras, bahkan ratusan kali lebih keras. Sampai akhirnya aku berhenti pada dua huruf yang berhasil ku rangkai,

"ya."

"berapa kali?"

Aku kembali berfikir, sekali, dua kali, sepuluh, seratus? Sebanyak mungkin. Aku tidak pernah menghitung seberapa banyak aku jatuh cinta atau hanya sekedar jatuh pada sebuah tatapan mata.

"kau bisa lihat dari tulisan tulisan yang ku terbitkan. Seberapa banyak ia berbicara tentang cinta, maka sebanyak itulah aku jatuh cinta."

"tulisan mu selalu tentang rasa, tentang perasaan, tentang mencinta dan dicinta."

"tentu saja.
Aku jatuh cinta setiap hari. Jika tidak pada orang lain, maka pada diriku sendiri. Jika tidak pada manusia, maka pada pencipta manusia. Sesederhana itu."

"kamu jatuh cinta setiap hari?"

"ya, cinta membuat hidupku berwarna, membuatku bahagia dan membuatku lebih peka. Aku bisa jatuh cinta setiap hari dengan kebaikan kebaikan manusia, aku bisa jatuh cinta pada ketidaksengajaan episode rahasia yang diciptakan pencipta manusia."

"kamu pernah patah hati?"

"pernah. Tentu saja."

"kapan?"

"ketika kebaikan manusia tidak berbalas, ketika setiap cinta tidak terjawab, ketika setiap rasa hanya bisa disembunyikan. Aku bisa benar benar patah hati pada ketidaktahuan."

"lalu kamu menuliskan nya?"

"iya, kadang, tidak selalu. Banyak yang tidak ku terbitkan. Biar aku saja yang merasakan patahnya hati itu, kamu tidak usah."

"kenapa? Mungkin yang kamu rasa sama seperti yang orang lain rasakan. Bukankah bagian terpenting dari sakit hati adalah adanya orang lain yang juga memahami perasaan kita? Mengetahui bahwa tidak hanya kita yang sendirian sakit hati?"

"tidak, tentu saja tidak. Kebahagiaan boleh dibagikan tapi rasa sakit harus disembunyikan baik baik. Justru semakin menyakitkan ketika semua orang tahu kita sedang sakit hati tapi tidak ada satu pun yang mampu menyembuhkan. Lebih baik diam diam saja, pura pura baik, berakting bahagia sampai nanti waktu menyembuhkan nya."

....

Kamu hanya tidak tau a yang tidak terlihat seringkali lebih besar, lebih kuat dan lebih banyak lagi dibandingkan yang terlihat dengan jelas.

Aku bisa menuliskan tentang bahagianya jatuh cinta, tapi kamu tidak tau bahwa perasaan ketika aku jauh cinta itu jauh lebih Bahagia dibandingkan apa yang aku tuliskan.

Dan, tidak usah bicara tentang rasa sakit. Kamu tidak akan paham.