Hey, it’s October again.
Jika ada satu bulan yang bisa aku hilangkan, it must be October. Terlalu banyak kenangan yang mengganggu pikiran berasal dari bulan October. Terlebih lagi kenangan ku dan dia.
Tapi, apa dia masih ingat?
Pertama kali ia mengantarku pulang.
Pertama kali ia menemaniku membeli buku walaupun dia tidak suka membaca.
Pertama kali ia tersenyum padaku.
Pertama kali ia membuat ku begitu menyukai hujan.
Selalu ada yang pertama kali dalam semua kisah dan pertama kali kisah ku dan dia dimulai ada di bulan October.
It’s October again, and it’s 2013.
Aku masih mengingat jelas setiap detail kenangan ku dan dia, aku hanya mengabaikannya selama ini. Jika ada yang menanyakan beberapa hal tentang ku dan dia, dengan mudahnya aku bilang, “ah lupa, gak inget.” Tapi jauh dilubuk hati aku berusaha keras agar tidak memikirkan dan mengingat hal itu lagi.
Aku berbohong kalau aku bilang aku tidak ingat. Tapi berbohong terasa lebih menyenangkan dibandingkan harus menceritakan setiap detail kenangan yang hanya akan membuat luka luka di hati yang sudah sembuh tergores lagi.
Sudah 2013. Itu berarti sudah lebih dari lima tahun yang lalu, tapi October masih begitu menakutkan untukku.
Entah bagaimana, aku melihat setiap tanggal yang ada di bulan October sebagai tanggal keramat. Terlebih lagi jika aku teringat kembali apa yang terjadi ditanggal 20. Rasanya ingin mati jika teringat kenangan yang seharusnya sudah kau lupakan sejak bertahun tahun silam.
Aku ingat setiap detailnya.
Aku ingat apa yang terjadi, waktunya, tempatnya, dengan siapa, bagaimana cara kami bertemu, bagaimana kami pulang, apa yang kami lakukan, bahkan aku ingat apa yang dia kenakan.
It’s already 2013, and the memories won’t go.
It’s already 2013.
Kenangan lima tahun silam tidak akan dengan mudahnya terhapus begitu saja. Bahkan jika ada penghapus pikiran, mungkin bagian otak ku yang menyimpan kenangan ini akan dengan mudah mengelabui penghapus itu.
Kenangan ini terlalu indah untuk dihapus, juga terlalu menyakitkan.
Saat orang orang mulai memutuskan untuk mencari tempat berlabuh yang baru, tempat berteduh yang baru, tempat beristirahat yang baru, aku masih saja disini duduk melihat hujan dan kembali mengingat semua hal yang terjadi di bulan October.
Sudah tahun 2013.
Dari sekian juta makhluk yang bernama laki laki, tidak ada yang benar benar bisa menggeser posisinya. Bahkan walaupun aku tau posisi ku dihatinya sudah berulang kali ditempati oleh orang lain.
Ada apa dengan ku?
Kadang aku bingung, kenapa aku terus saja disini duduk memandangi hujan dan mengingat kembali semua hal yang seharusnya sudah aku lupakan bertahun tahun lalu.
Aku bingung, kenapa mengingatnya adalah hal yang paling mudah untuk ku lakukan.
Aku juga bingung, kenapa aku masih terus mengingatnya.
Apa dia juga begitu?
Menyakitkan memang memikirkan hanya aku yang mengingat semua kenangan itu. Memang sangat menyakitkan. Tapi begini lebih baik, daripada aku harus memaksa diriku melupakan semua tentangnya.
Aku tau, waktu ku akan datang nanti.
Entah waktu untuk benar benar melupakan segala hal tentangnya atau waktu untuk dia benar benar datang kembali pada ku.
Aku tau, waktunya akan datang nanti.
Hemm, it’s October, it’s 2013 and it’s rain again.
sometimes, you just need to share, and sometimes you need to keep it in your memory
Senin, 30 September 2013
s t a l k e r
Hampir
setiap malam Kinar melakukan hal yang sama, duduk di depan laptop dan
menjelajahi dunia maya. Menurut Kinar ini adalah cara yang paling tepat untuk
mengisi waktu luag, tapi terkadang ia termenung ketika menemukan sesuatu di
dunia maya itu yang berhasil membuatnya terbang dan bermain bersama
imajinasinya sendiri.
Kinar
berusaha untuk membuang semua perasaan perasaan negatiif saat ia menemukan
sesuatu itu, tapi ternyata daya imajinasinya sudah terlanjur berjalan jauh,
mengabaikan semua usahanya untuk tetap berfikir positif.
Social
network, ya di social network itu Kinar mulai merasakan hal hal yang seharusnya
tidak ia rasakan. Menjadi seorang penguntit, memata matai kehidupan orang lain
dan berfikir bahwa tidak ada seorang pun yang melakukan hal itu kepadanya,
padahal banyak sekali orang yang melakukan hal itu kepadanya. Stalking someone
and being stalked by someone, sudah bukan hal yang aneh lagi. Para stalker itu
tidak pernah sadar bahwa mereka saling men-stalk.
Kinar
pun begitu, ia merasa dirinya stalker yang cukup professional karena tidak
pernah meninggalkan jejak apapun saat stalking. Banyak stalker yang
meninggalkan jejak saat dia stalking, entah karena tidak sengaja mengklik
unfollow, block, favorite, or retweet. Yaa, walaupun sudah berusaha ditutupi,
hal yang dilakukan stalker itu sudah dikirimkan oleh server ke email kita.
Jadi, percuma menutupi ketidak profesionalan dalam hal stalk. Hal ini benar
benar membuat Kinar memikirkan betapa bodohnya dan tidak profesionalnya stalker
itu.
Malam
ini Kinar membuka accountnya, online dan ‘melihat lihat’ yah, go to his page
adalah hal rutin yang tidak pernah Kinar lewatkan. Memperhatikan setiap update-an
yang dia buat, memikirkan untuk siapa update-an itu dibuat, dengan siapa ia
berinteraksi dan segala hal lainnya. Kinar melakukan hal ini bukan karena
perasaan ‘insecure’nya. Ia hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan, dan
masuk ke profil orang itu adalah hal yang paling tidak pernah ia tinggalkan.
Selesai
masuk ke account orang yang special itu, ia akan menjelajahi account account
lainnya. Hanya iseng awalnya, kemudian perasaan penasaran itu muncul, dan belum
puas jika belum menemukan jawaban yang tidak punya pertanyaan itu.
Bosan,
Kinar pun duduk diam dan memandangi timeline dan melihat setiap update-an orang
yang dia follow. Mulai dari yang penting sampai yang tidak penting, semuanya di
update. Hemm, Kinar juga dulu seperti itu. Dulu sebelum perasaannya hancur
karena jejaring social itu.
Berbagai
username bergantian mengisi baris pertama timeline, Kinar hanya duduk
memandangi, membaca, tersenyum saat merasa lucu, berfikir saat merasa bingung,
dan tidak berekspresi jika membaca update-an tidak penting. Tiba tiba, username
itu muncul. Kinar mengklik profilnya dan mulai stalking. Profil dia dan semua
update-annya, ingin sekali Kinar hancurkan, ia delete, ia edit, atau di
deactivate sekalian. Kinar tidak suka sekali melihat update-annya. Ia merasa ‘tersindir’.
Yah begitulah dunia maya, yang mengupdate satu orang yang tersindir semua
orang.
Kinar
stalker professional, ia akan bersikap biasa saja walaupun sebenarnya ingin
teriak habis habisan. Itulah duka seorang stalker. Kesal terhadap sesuatu, tapi
apa daya, tertuntut profesionalitas dan sepertinya harga dirinya juga tinggi
sekali. Jadi berpura pura baik baik saja itu lebih baik bagi seorang stalker.
Kamis, 05 September 2013
Keajaiban Dunia Bagiku
jeng jeng jeng.
Alhamdulillah, setelah sekian lama menulis dan mengirimkan beberapa cerpen ke kegiatan lomba nulis, akhirnya ada juga yang diterbitin :" *terharu*
a : dari kapan si nulis?
b : dari semenjak bisa nulis.
a : dari kapan suka bikin cerita?
b : semenjak disuruh ngarang cerita.
a : dari kapan suka ikut kompetisi nulis?
b : semenjak memutuskan untuk ikut kompetisi nulis.
a : ada berapa tulisan yang dikirim?
b : banyak.
a : udah berapa yang diterbitin?
b : baru satu.
hahahaha, iya, dari sekian banyak tulisan yang saya kirim, baru satu yang diterbitin. entah mau ngeliat dari sisi mana. yang jelas saya bersyukur banget, tulisan saya ada yang nerbitin :D walaupun dalam bentuk kumcerpen (kumpulan cerita pendek).
lagian menurut saya, cerita saya yang belom diterbitin itu bukan berarti gak bagus, mungkin cerita yang lain lebih bagus atau mungkin format yang saya pake kurang bener.
yaah gimana ya, semenjak saya memutuskan untuk ikut kompetisi nulis, saya jadi rajin nyari kompetisi kompetisi gitu. tujuannya ya biar tulisan saya sedikit lebih bertujuan gitu loh. abis selama ini kalo nulis ya karena emang pengen nulis. bukan karena pengen menang atau pengen dapet duit atau pengen hadiah. tapi ya karena mau nulis sama satu lagi, pengen punya buku sendiri. kapan ya?
oiya, balik ke buku yang diterbitin.
buku ini berisi tentang cerita yang menggugah hati banget deh. kadang kita lupa bersyukur karena terlalu sering ngeliat ke atas. coba deh, liat ke bawah, atau gak ke kiri kanan, masih banyak orang yang kurang ini itu. jangan cuma ngeliat ke atas, karena di atas langit masih ada langit.
cerita yang saya tulis di buku itu cuma cerita yang umum dan menurut saya gak terlalu istimewa, tapi cerita ini diangkat dari kejadian yang saya alami *salah satu syarat terbit adalah bukan cerita fiksi*
saya juga penasaran sama cerita cerita lain yang bersanding dibuku itu :))
oiya, buku itu ada tiga, bianglala cinta, pelangi asa sama oase keindahan kasih-Nya
murah kok bukunya. jadi dibeli yaaaa :D
Selasa, 03 September 2013
Conversation Exchange
Belakangan ini, saya pribadi suka ngobrol ngobrol, chat, sharing sama orang dari berbagai penjuru dunia sekalian belajar bahasa inggris.
setelah googling English free chat, ketemulah berbagai jenis web yang membuka layanan chat dengan orang asing. nah, iseng iseng saya juga daftar. karena username nya pada aneh aneh, saya ikutan aneh deh._.
buat yang mau belajar bahasa Inggris, silahkan googling tentang chat ini.
nah, beberapa bulan terakhir ini, saya chat sama orang Taiwan namanya Christine. saya ketemu dia di conversationexchange.com di web itu bisa milih mau chat biasa, mau yang bisa ngobrol aja, atau mau video call, dan bisa juga janjian ketemu kalo satu negara.
tapi gak semua orang yang kita chat akan bales chat kita.
waktu itu saya pernah chat beberapa orang luar yang tinggal di Jakarta dan mengalami kendala bahasa indonesia. saya bilang ke dia, saya bisa ajarin bahasa indonesia tapi dia harus ajarin saya bahasa inggris. setelah chat beberapa saat, eh tiba tiba dia ilang, cuma sama Christine aja seringnya.
terus ada lagi, saya pernah di chat sama orang Egypt, tapi semenjak terjadi beberapa hal yang terjadi di negeri itu, dia ngilang total. tapi pas saya liat facebook nya dia, Alhamdulillah dia baik baik aja.
emmm, yang paling penting kalo lagi chat sama orang orang gitu, harus hati hati. kadang mereka sensitif apalagi kalo bahasa inggris kita kurang bagus, bisa bisa salah paham. yaa agak ribet sih. jadi pas baru mulai chat, saya biasain bilang "I would like to talk to you, but my English is not good enough. so i'm sorry if i used wrong sentence."
kalo udah gitu jadi enak, saya yang ngechat sesuka hati, dia bakalan ngebenerin kalimat saya terus dia bales chatnya. yaa dia kerja dua kali sih, tapi believe it, seru!
pesen lagi buat para perempuan, hati hati, entar dilamar terus diajak nikah, abis itu dimintain alamat. kalo udah ngerasa insecure, remove aja! orang orang yang di chat gitu gak semuanya bener. harus pinter pinter milih.
selamat mencoba. rasakan sensasinya ^^
setelah googling English free chat, ketemulah berbagai jenis web yang membuka layanan chat dengan orang asing. nah, iseng iseng saya juga daftar. karena username nya pada aneh aneh, saya ikutan aneh deh._.
buat yang mau belajar bahasa Inggris, silahkan googling tentang chat ini.
nah, beberapa bulan terakhir ini, saya chat sama orang Taiwan namanya Christine. saya ketemu dia di conversationexchange.com di web itu bisa milih mau chat biasa, mau yang bisa ngobrol aja, atau mau video call, dan bisa juga janjian ketemu kalo satu negara.
tapi gak semua orang yang kita chat akan bales chat kita.
waktu itu saya pernah chat beberapa orang luar yang tinggal di Jakarta dan mengalami kendala bahasa indonesia. saya bilang ke dia, saya bisa ajarin bahasa indonesia tapi dia harus ajarin saya bahasa inggris. setelah chat beberapa saat, eh tiba tiba dia ilang, cuma sama Christine aja seringnya.
terus ada lagi, saya pernah di chat sama orang Egypt, tapi semenjak terjadi beberapa hal yang terjadi di negeri itu, dia ngilang total. tapi pas saya liat facebook nya dia, Alhamdulillah dia baik baik aja.
emmm, yang paling penting kalo lagi chat sama orang orang gitu, harus hati hati. kadang mereka sensitif apalagi kalo bahasa inggris kita kurang bagus, bisa bisa salah paham. yaa agak ribet sih. jadi pas baru mulai chat, saya biasain bilang "I would like to talk to you, but my English is not good enough. so i'm sorry if i used wrong sentence."
kalo udah gitu jadi enak, saya yang ngechat sesuka hati, dia bakalan ngebenerin kalimat saya terus dia bales chatnya. yaa dia kerja dua kali sih, tapi believe it, seru!
pesen lagi buat para perempuan, hati hati, entar dilamar terus diajak nikah, abis itu dimintain alamat. kalo udah ngerasa insecure, remove aja! orang orang yang di chat gitu gak semuanya bener. harus pinter pinter milih.
selamat mencoba. rasakan sensasinya ^^
Minggu, 01 September 2013
How Jodoh Works
Bukankah jodoh tidak akan tertukar?
Maksud ku, kita hidup di dunia ini dengan 7 milyar manusia lainnya. Dari tujuh
milyar itu mungkin hanya 50 orang yang kita temui sehari hari, 20 orang lagi
kita temui diperjalanan berangkat, 50 orang lagi kita temui dijalan pulang. 15
orang kita temui saat makan, 24 orang kita temui saat diperjalanan makan, 45
orang kita temui diperjalanan pulang makan. Bahkan jika kita membagi bagikan
lagi, belum sampai 7 milyar manusia didunia ini yang kita temui.
Yang ingin ku sampaikan. Saat ini
entah kenapa manusia yang belum memiliki pasangan terlalu memasalahkan tentang
ini. Bukankah Allah telah menciptakan manusia dan telah menciptakan
pasangannya? Tenang saja. Dari 7milyar manusia di dunia ini, bagaimana mungkin
kita tidak memiliki pasangan? Bukankah scenario Tuhan itu indah? Bukankah ada
banyak orang yang menemukan jodohnya dibelahan dunia lain?
Tenang saja, aku percaya sampai
saat ini, love will find a way. Jika dia jodohmu, mau kamu berlari sejauh
apapun untuk menghindarinya, jodohmu itu akan menemukan cara untuk menemukanmu,
dan kamu walaupun sekarang berlari menghindari, kau akan kembali lagi ke
jodohmu itu. Dan satu lagi, bukankah kalau dia bukan jodohmu mau sekuat apapun
kau menahannya, dia akan pergi juga, iya kan? Semuanya itu sudah scenario
Tuhan.
Jika dia diciptakan untukmu, dia
akan kembali pada mu. Jika dia diciptakan bukan untukmu, kau tidak akan
menemukan cara untuk bersamanya.
Senin, 19 Agustus 2013
Alone - Thai Horror Movie
beberapa hari yang lalu baru aja nonton film Alone, dan yaa bisa dibilang filmnya lumayan serem sekaligus ngagetin. ada beberapa bagian yang kita gak tau kalo hantunya mau nongol.
film ini mengambil lokasi di dua negara, Korea Selatan sama di Thailand. bahasa yang digunakan juga bahasa Korea sama Thailand, tapi kalo pake subtitle semuanya jadi satu bahasa ~
lanjut ke film, cerita ini tentang anak kembar siam yang salah seorangnya memutuskan untuk memisahkan diri setelah hidup kurang lebih 15 tahun bareng dan dempet. tapi pemisahan mereka itu gagal, jadi salah satunya meninggal. anak kembar itu namanya Ploy sama Pim, yang meninggal itu si Ploy, setelah ploy meninggal, Pim memutuskan untuk pindah ke Korea sama Vee - orang yang dia sukain.
Pim tinggal di Korea sama Vee dan ninggalin ibunya.
setelah beberapa tahun tinggal di Korea, Pim ditelfon sama rumah sakit, katanya ibunya kena stroke jadi dia harus segera kembali ke Thailand. dengan berat hati Pim pun balik ke Thailand, tapi hidupnya sama sekali gak tenang disana. Ploy selalu menghantui dari segala sisi. it's so scary.
berbagai kejadian muncul hingga suatu hari Vee nengokin Ibunya Pim di kamarnya, sendirian. Pim lagi ketakutan sendiri di rumah soalnya arwah Ploy menghantui dimana mana.
setelah beberapa kejadian aneh, dan Vee selesai ketemu sama ibunya Pim. kebenaran pun terungkap.
Vee menghampiri Pim yang sedang ketakutan sendirian di kamar. Saat melihat Vee datang, Pim merasa begitu bahagia, ketakutannya sedikit sirna, tapi ada yang aneh. tatapan Vee seperti tatapan orang jijik. saat itu juga Vee menyuruh Pim untuk mengaku, siapa dia sebenarnya.
jeng jeng...
Vee shock mendengar kebenaran yang baru saja terungkap dari mulut ibu Pim dan Ploy. segera Vee berlari menuju ke sebuah makam besar yang bertuliskan sebuah nama di nisannya. "Pim."
jadi selama ini yang tinggal bersamanya adalah Ploy? bukan Pim? Vee merasa amat sangat dibohongi, dia kecewa sejadinya. ingin rasanya segera menghabisi nyawa Ploy yang dengan beraninya mengaku ngaku sebagai Pim. mereka kembar secara fisik bukan berarti mereka sama. itulah yang ada dipikiran Vee.
Ploy yang merasa takut, berusaha membunuh Vee, iya mengikat Vee di kursi dan menyiram rumahnya dengan minyak tanah. tapi rupanya Vee cukup lincah, ia pun bisa melarikan diri, bersembunyi di dalam rumah. Ploy dengan mata elangnya mencari cari Vee hingga pada akhirnya dia mengeluarkan pemantik dan berkata "Vee, keluar, atau akan ku bakar rumah ini!" Vee pun keluar dan berusaha mengambil pemantik itu. tapi....pemantiknya jatuh, dan rumah pun terbakar.
sekian.
belom deng.
Vee berusaha kabur, tapi Ploy gak ngebiarin Vee kabur.
akhirnya, setelah beberapa adegan seru, film pun berakhir.
kalo mau tau akhirnya nonton aja filmnyaaa :p
film ini mengambil lokasi di dua negara, Korea Selatan sama di Thailand. bahasa yang digunakan juga bahasa Korea sama Thailand, tapi kalo pake subtitle semuanya jadi satu bahasa ~
lanjut ke film, cerita ini tentang anak kembar siam yang salah seorangnya memutuskan untuk memisahkan diri setelah hidup kurang lebih 15 tahun bareng dan dempet. tapi pemisahan mereka itu gagal, jadi salah satunya meninggal. anak kembar itu namanya Ploy sama Pim, yang meninggal itu si Ploy, setelah ploy meninggal, Pim memutuskan untuk pindah ke Korea sama Vee - orang yang dia sukain.
Pim tinggal di Korea sama Vee dan ninggalin ibunya.
setelah beberapa tahun tinggal di Korea, Pim ditelfon sama rumah sakit, katanya ibunya kena stroke jadi dia harus segera kembali ke Thailand. dengan berat hati Pim pun balik ke Thailand, tapi hidupnya sama sekali gak tenang disana. Ploy selalu menghantui dari segala sisi. it's so scary.
berbagai kejadian muncul hingga suatu hari Vee nengokin Ibunya Pim di kamarnya, sendirian. Pim lagi ketakutan sendiri di rumah soalnya arwah Ploy menghantui dimana mana.
setelah beberapa kejadian aneh, dan Vee selesai ketemu sama ibunya Pim. kebenaran pun terungkap.
Vee menghampiri Pim yang sedang ketakutan sendirian di kamar. Saat melihat Vee datang, Pim merasa begitu bahagia, ketakutannya sedikit sirna, tapi ada yang aneh. tatapan Vee seperti tatapan orang jijik. saat itu juga Vee menyuruh Pim untuk mengaku, siapa dia sebenarnya.
jeng jeng...
Vee shock mendengar kebenaran yang baru saja terungkap dari mulut ibu Pim dan Ploy. segera Vee berlari menuju ke sebuah makam besar yang bertuliskan sebuah nama di nisannya. "Pim."
jadi selama ini yang tinggal bersamanya adalah Ploy? bukan Pim? Vee merasa amat sangat dibohongi, dia kecewa sejadinya. ingin rasanya segera menghabisi nyawa Ploy yang dengan beraninya mengaku ngaku sebagai Pim. mereka kembar secara fisik bukan berarti mereka sama. itulah yang ada dipikiran Vee.
Ploy yang merasa takut, berusaha membunuh Vee, iya mengikat Vee di kursi dan menyiram rumahnya dengan minyak tanah. tapi rupanya Vee cukup lincah, ia pun bisa melarikan diri, bersembunyi di dalam rumah. Ploy dengan mata elangnya mencari cari Vee hingga pada akhirnya dia mengeluarkan pemantik dan berkata "Vee, keluar, atau akan ku bakar rumah ini!" Vee pun keluar dan berusaha mengambil pemantik itu. tapi....pemantiknya jatuh, dan rumah pun terbakar.
sekian.
belom deng.
Vee berusaha kabur, tapi Ploy gak ngebiarin Vee kabur.
akhirnya, setelah beberapa adegan seru, film pun berakhir.
kalo mau tau akhirnya nonton aja filmnyaaa :p
Kamis, 08 Agustus 2013
Ini Kisah Ku!
Ini kisah ku, bagaimana pun caranya, ini adalah kisah ku.
menjadi orang yang tiba tiba masuk ke dalam kehidupan orang lain memang tidak mudah, terlebih lagi jika kau harus menjadi orang ketiga untuk sementara waktu. iya, untuk sementara waktu. karena ini kisah ku, maka aku akan menjadi peran utama perempuan, bukan menjadi orang ketiga.
kisah ini berawal disaat semuanya mulai hancur berantakan. saat cinta sudah tidak bisa berkata kata, saat semua perkataan maaf hanya bisa diterima dengan percuma, tak ada gunanya.
matahari masih terbit dari timur, dia masih bersinar cerah. tapi....hari ku mendung.
aku berjalan memikirkan semua masalah ini, kehidupan ku yang mulai berantakan. sebagai seorang pelajar, bukan kah tugas mu belajar? bukan bekerja kan? tapi...ahh, orang tua ku terlilit hutang dengan rentenir itu. apa yang harus ku lakukan?
hari ini rasanya aku malas sekali berangkat ke sekolah. pura pura sakit dan berbaring di rumah mungkin akan menjadi obat yang paling manjur untuk ku.
ibu, dengan mudahnya mengizinkan aku untuk tidak masuk hari ini, tapi...kenapa? tumben. sudahlah, manfaatkan saja.
sejam dua jam aku berleha leha di atas kasur, datanglah orang itu. orang orang yang membuat hidup ku berubah 180 derajat. mereka berpakaian amat sangat rapi, mengenakan kemeja, jas, sepatu, dan kaca mata yang sama. aku yakin mereka bukan boy band. lalu mereka siapa?
aku mengintip ke arah ruang tamu dari lubang kunci yang ada di pintu. siapa mereka? ibu ku melayani mereka dengan penuh rasa hormaat. apa mereka rentenir yang menagih utang? tapi kenapa sopan sekali?
rasa penasaran ku terus muncul, lubang kunci ini terlalu kecil untuk orang yang penuh rasa penasaran seperti ku. aku pun membuka pintu ku sedikit. ia mengulurkan sebuah cincin, dan aku bisa mendengar kata kata 'putri mahkota' ada apa ini? otak ku semakin bingung, sebisa mungkin aku merangkai cerita, tapi yang ada hanya kisah kisah cinderella, snow white dan cerita tidak masuk akal lainnya.
aku terus berfikir sampai tiba tiba ibu menegur ku dari balik pintu.
'ngintipin apa kamu?'
'ah, enggak. tadi siapa?'
'kamu beneran mau tau?'
'em.'
aku melihat ibu menarik nafas panjang, dan berusaha berbicara setenang mungkin.
dan rentetan cerita ibu membuat ku tertawa terbahak bahak, maksud ku, di era seperti ini, apakah masih ada perjodohan antara orang biasa dengan seorang keluarga kerajaan? aku pikir cerita itu hanya dongeng.
tapi ibu mengeluarkan cincin.
'pakai ini besok, kau akan pergi ke istana.'
kata kata ibu simple, tapi begitu membuat ku bingung.
keesokan harinya, benar saja, aku dijemput oleh orang yang datang kemarin. mereka memperlakukan ku dengan sangat baik.
aku berangkat ke istana dan menemui satu satu orang orang yang akan memberikan pendidikan menjadi putri mahkota. kau mungkin bertanya, apakah ini benar benar kisah ku?
setelah puas diwawancarai dan mewawancarai orang orang di istana, tibalah saat ku bertemu dengan calon suami ku, calon putra mahkota. apa ini benar nyata?
inilah puncaknya.
'kenapa kau mau dinikahkan dengan ku? kau kan punya pacar, maksud ku kau...'
'rupanya putri mahkota kita harus mendapat banyak pelajaran etika.'
'apa maksudmu? aku hanya bertanya.'
'bukan urusan mu. persiapkan barang bawaan mu, dan kau akan segera tinggal disini. ah tidak usah, barang barang di istana jauh lebih baik daripada barang barang mu.'
ingin sekali rasanya ku pukul kepalanya.
'apa peduli mu? aku tidak akan datang, dan aku tidak akan pernah menikahi orang yang kasar sepertimu!'
ia menatap ku tajam, sorot mata mengejek dan penuh pandangan merendahkan. dia pikir dia siapa bisa melihat ku seperti itu.
'ada apa dengan wajah mu?'
'kau? tidak mau menikah dengan ku? aku tidak peduli, bicara saja dengan para tetua.'
menyebalkan sekali.
'kau kenapa tidak melawan? aku tau kenapa kau diam saja dan menuruti pernikahan ini. kau sedang bertengkar dengan pacarmu kan? dan kau ingin melupakannya makanya kau bersama ku. iya kan?'
tatapannya kini berubah sangat dingin. ia akan memakan ku.
setelah kejadian itu aku tidak ingat apa apa lagi, yang aku tau aku terbaring lemah di atas kasur rumah.
ah, itu berlebihan, aku berbohong.
ia tidak memakan ku, tapi ia mengancam akan membunuhku jika aku berani mengganggu kehidupannya. lihat saja nanti, ia atau aku yang akan mati duluan.
itulah awal cerita bagaimana aku 'si orang ke tiga' bisa menjadi pemeran utama perempuan, atau yang pernah ku bilang, pendamping peran utama.
aku kira kisah ku tidak akan pernah ada hubungannya dengan dua makhluk yang sedang jatuh cinta itu, tapi ternyata kisah Tuhan sangat indah, dan kisah mereka tiba tiba saja berubah menjadi sebuah kenangan. *ku harap semua orang melupakan kisah itu.*
hari hari ku di istana berat, ditambah lagi perdebatan sengit dan berbagai ancaman yang datang dari putra mahkota, suami ku sendiri.
tapi lambat laun semuanya berubah...
berbagai masalah datang bergantian mengganggu kehidupan di istana. tapi masalah ini membuat ku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi dunia. dan setidaknya ini juga mengubah putra mahkota, ia tidak sekasar dulu. ia sedikit lebih manis.
kami masih sering bertengkar, tapi kini kami berteman juga.
aku kira waktu itu kami benar benar jago akting, menipu semua orang dengan bertingkah sebagai pasangan suami istri padahal dalam hati saling membenci.
sekian lama kami berakting seperti itu,
sekian banyak juga masalah yang datang.
semuanya berubah menjadi begitu berat.
sehingga suatu hari aku sadar, aku tidak bisa menghadapi masalah ini sendirian.
sendiri tanpa putra mahkota yang begitu menyebalkan.
masalah yang datang kali ini sungguh berat. dan harus memisahkan kami, aku dan putra mahkota.
entah apa yang harus ku lakukan, tapi putra mahkota tetap terlihat begitu tenang. wajahnya damai tapi matanya mengisyaratkan kesedihan.
ini tidak bisa dibiarkan.
aku memutuskan untuk memberanikan diri.
"aku tidak bisa menghadapi semua ini sendirian."
"kau bersama para tetua, dan pengurus kerajaan."
"bukan itu maksudku."
ia menatapku tanpa ekspresi.
"aku, tidak bisa menghadapi ini...tanpamu. aku akan tinggal jika kau meminta ku untuk tinggal. tapi jika kau ingin aku pergi..."
dia tetap diam.
"aku akan pergi."
tik...tok....
tik....tok....
tik....tok...
air mata ku seperti tidak terbendung lagi.
"baiklah, aku pergi."
satu...
dua....
tiga...
ia menarik tangan ku.
"jangan pergi."
dua kata itu membuat ku tersenyum, aku tau masalah ini bukanlah sebuah masalah. ia disisi ku sekarang. hanya aku dan dia.
ini kisah ku. bagaimana aku bisa datang dan membuat kisah ku sendiri.
#NowWatching Princess Hours
menjadi orang yang tiba tiba masuk ke dalam kehidupan orang lain memang tidak mudah, terlebih lagi jika kau harus menjadi orang ketiga untuk sementara waktu. iya, untuk sementara waktu. karena ini kisah ku, maka aku akan menjadi peran utama perempuan, bukan menjadi orang ketiga.
kisah ini berawal disaat semuanya mulai hancur berantakan. saat cinta sudah tidak bisa berkata kata, saat semua perkataan maaf hanya bisa diterima dengan percuma, tak ada gunanya.
matahari masih terbit dari timur, dia masih bersinar cerah. tapi....hari ku mendung.
aku berjalan memikirkan semua masalah ini, kehidupan ku yang mulai berantakan. sebagai seorang pelajar, bukan kah tugas mu belajar? bukan bekerja kan? tapi...ahh, orang tua ku terlilit hutang dengan rentenir itu. apa yang harus ku lakukan?
hari ini rasanya aku malas sekali berangkat ke sekolah. pura pura sakit dan berbaring di rumah mungkin akan menjadi obat yang paling manjur untuk ku.
ibu, dengan mudahnya mengizinkan aku untuk tidak masuk hari ini, tapi...kenapa? tumben. sudahlah, manfaatkan saja.
sejam dua jam aku berleha leha di atas kasur, datanglah orang itu. orang orang yang membuat hidup ku berubah 180 derajat. mereka berpakaian amat sangat rapi, mengenakan kemeja, jas, sepatu, dan kaca mata yang sama. aku yakin mereka bukan boy band. lalu mereka siapa?
aku mengintip ke arah ruang tamu dari lubang kunci yang ada di pintu. siapa mereka? ibu ku melayani mereka dengan penuh rasa hormaat. apa mereka rentenir yang menagih utang? tapi kenapa sopan sekali?
rasa penasaran ku terus muncul, lubang kunci ini terlalu kecil untuk orang yang penuh rasa penasaran seperti ku. aku pun membuka pintu ku sedikit. ia mengulurkan sebuah cincin, dan aku bisa mendengar kata kata 'putri mahkota' ada apa ini? otak ku semakin bingung, sebisa mungkin aku merangkai cerita, tapi yang ada hanya kisah kisah cinderella, snow white dan cerita tidak masuk akal lainnya.
aku terus berfikir sampai tiba tiba ibu menegur ku dari balik pintu.
'ngintipin apa kamu?'
'ah, enggak. tadi siapa?'
'kamu beneran mau tau?'
'em.'
aku melihat ibu menarik nafas panjang, dan berusaha berbicara setenang mungkin.
dan rentetan cerita ibu membuat ku tertawa terbahak bahak, maksud ku, di era seperti ini, apakah masih ada perjodohan antara orang biasa dengan seorang keluarga kerajaan? aku pikir cerita itu hanya dongeng.
tapi ibu mengeluarkan cincin.
'pakai ini besok, kau akan pergi ke istana.'
kata kata ibu simple, tapi begitu membuat ku bingung.
keesokan harinya, benar saja, aku dijemput oleh orang yang datang kemarin. mereka memperlakukan ku dengan sangat baik.
aku berangkat ke istana dan menemui satu satu orang orang yang akan memberikan pendidikan menjadi putri mahkota. kau mungkin bertanya, apakah ini benar benar kisah ku?
setelah puas diwawancarai dan mewawancarai orang orang di istana, tibalah saat ku bertemu dengan calon suami ku, calon putra mahkota. apa ini benar nyata?
inilah puncaknya.
'kenapa kau mau dinikahkan dengan ku? kau kan punya pacar, maksud ku kau...'
'rupanya putri mahkota kita harus mendapat banyak pelajaran etika.'
'apa maksudmu? aku hanya bertanya.'
'bukan urusan mu. persiapkan barang bawaan mu, dan kau akan segera tinggal disini. ah tidak usah, barang barang di istana jauh lebih baik daripada barang barang mu.'
ingin sekali rasanya ku pukul kepalanya.
'apa peduli mu? aku tidak akan datang, dan aku tidak akan pernah menikahi orang yang kasar sepertimu!'
ia menatap ku tajam, sorot mata mengejek dan penuh pandangan merendahkan. dia pikir dia siapa bisa melihat ku seperti itu.
'ada apa dengan wajah mu?'
'kau? tidak mau menikah dengan ku? aku tidak peduli, bicara saja dengan para tetua.'
menyebalkan sekali.
'kau kenapa tidak melawan? aku tau kenapa kau diam saja dan menuruti pernikahan ini. kau sedang bertengkar dengan pacarmu kan? dan kau ingin melupakannya makanya kau bersama ku. iya kan?'
tatapannya kini berubah sangat dingin. ia akan memakan ku.
setelah kejadian itu aku tidak ingat apa apa lagi, yang aku tau aku terbaring lemah di atas kasur rumah.
ah, itu berlebihan, aku berbohong.
ia tidak memakan ku, tapi ia mengancam akan membunuhku jika aku berani mengganggu kehidupannya. lihat saja nanti, ia atau aku yang akan mati duluan.
itulah awal cerita bagaimana aku 'si orang ke tiga' bisa menjadi pemeran utama perempuan, atau yang pernah ku bilang, pendamping peran utama.
aku kira kisah ku tidak akan pernah ada hubungannya dengan dua makhluk yang sedang jatuh cinta itu, tapi ternyata kisah Tuhan sangat indah, dan kisah mereka tiba tiba saja berubah menjadi sebuah kenangan. *ku harap semua orang melupakan kisah itu.*
hari hari ku di istana berat, ditambah lagi perdebatan sengit dan berbagai ancaman yang datang dari putra mahkota, suami ku sendiri.
tapi lambat laun semuanya berubah...
berbagai masalah datang bergantian mengganggu kehidupan di istana. tapi masalah ini membuat ku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi dunia. dan setidaknya ini juga mengubah putra mahkota, ia tidak sekasar dulu. ia sedikit lebih manis.
kami masih sering bertengkar, tapi kini kami berteman juga.
aku kira waktu itu kami benar benar jago akting, menipu semua orang dengan bertingkah sebagai pasangan suami istri padahal dalam hati saling membenci.
sekian lama kami berakting seperti itu,
sekian banyak juga masalah yang datang.
semuanya berubah menjadi begitu berat.
sehingga suatu hari aku sadar, aku tidak bisa menghadapi masalah ini sendirian.
sendiri tanpa putra mahkota yang begitu menyebalkan.
masalah yang datang kali ini sungguh berat. dan harus memisahkan kami, aku dan putra mahkota.
entah apa yang harus ku lakukan, tapi putra mahkota tetap terlihat begitu tenang. wajahnya damai tapi matanya mengisyaratkan kesedihan.
ini tidak bisa dibiarkan.
aku memutuskan untuk memberanikan diri.
"aku tidak bisa menghadapi semua ini sendirian."
"kau bersama para tetua, dan pengurus kerajaan."
"bukan itu maksudku."
ia menatapku tanpa ekspresi.
"aku, tidak bisa menghadapi ini...tanpamu. aku akan tinggal jika kau meminta ku untuk tinggal. tapi jika kau ingin aku pergi..."
dia tetap diam.
"aku akan pergi."
tik...tok....
tik....tok....
tik....tok...
air mata ku seperti tidak terbendung lagi.
"baiklah, aku pergi."
satu...
dua....
tiga...
ia menarik tangan ku.
"jangan pergi."
dua kata itu membuat ku tersenyum, aku tau masalah ini bukanlah sebuah masalah. ia disisi ku sekarang. hanya aku dan dia.
ini kisah ku. bagaimana aku bisa datang dan membuat kisah ku sendiri.
#NowWatching Princess Hours
Langganan:
Postingan (Atom)
