15.
Ini adik adik lucu (korban) pengalaman saya pertama kali ngisi kelas di SD.
Suatu ketika ada tawaran dari temen buat jadi mentor sanlat di SD. Sempet ragu buat ngikut si, tapi demi pengalaman alhasil saya ikutan. Setelah dibuat grup, dikasi tau ini itu, tibalah hari pertama ngisi. Kelas 2B.
Hai adik adik~~~
Saya beneran gatau harus gimana, dari awal masuk kelas sampe jam istirahat semua suara bercampur baur. Suara saya malah tenggelem dengan suara mereka.
Tapi, luar biasanya, mereka semangat kalo udah disuruh baca quran. Berebut. Saling mau maju. Ah adik adik kuh~
Sesi berikutnya, saat harus menjelaskan tentang makhorijul huruf, apalah daya, saya diajak main tebak tebakan. Ada juga yang minta nyanyi nyanyian~
Saya bilang, "nanti ya sayang." dan mereka itu beneran nagih. Beneran minta. Alhasil karena udah bilang entar, saya pun kasih ke mereka sesi tebak2an sesaat setelah sholat dhuha.
Yooo bayangin, 2 SD saat harusnya hanya praktek wudhu malah minta praktek. Yang kece lagi, mereka pada sholat berkali kali, dan berebut jadi imam.
Semoga kalian jadi ladang pahala buat orang tua orang tua kalian ya sayang~
Sangking aktifnya, saat jam pulang mereka sampe lemes. Ada yang tidur, ada yang gambar, ada yang males malesan. Ada juga yang nangis.
Ah, adik satu ini bikin saya mikir.
Ketika air matanya mengalir deras, dia malah sibuk mengkhawatirkan puasanya yang nanti batal karena menangis.
Saya bilang ke si adek, puasa mu gak batal kok. Etapi pada gapercaya. Berasa gagal gitu jadi mentor.
Terus saya jelasin deh makna puasa, hukum2 dalam islam, apa yang membatalkan puasa. Dan mudah2an mereka paham kalo nangis itu gak membatalkan puasaaa~~~
Gak lama saat mereka pulang, saya mikir banyak. Hari ini, susah nemuin anak yang mau banyak nanya, kritis si katanya. Dan mereka semua pertanyaannya berisi loh.
Ahh jadi mau punya anak~
sometimes, you just need to share, and sometimes you need to keep it in your memory
Selasa, 21 Juni 2016
Senin, 20 Juni 2016
14. empat belas
Hadist qudsi : Allah gak berkehendak terjadi, maka ga terjadi.
"Wahai hambaKu, kalian semua bingung dan tersesat kecuali siapa yang aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk itu padaKu maka akan Aku beri petunjuk...
Wahai hambaKu...
Kalian semua kelaparan, kecuali siapa yang Aku beri dia makan...
Maka mintalah makan padaKu, maka akan Aku berikan dia makan
Wahai hambaKu...kalian semua telanjang kecuali siapa yang Aku beri dia pakaian...
Maka minta lah padaKu, maka akan Aku beri dia pakaian..
Wahai hambaKu...
Sesungguhnya kalian suka sekali berlaku salah dimalam dan siang hari sedangkan Aku adalah Yang Maha Pengampun yang mengampuni dosa kalian...
Maka mintalah ampun padaKu..
Maka akan Aku ampuni..
Wahai hambaKu...
Sesungguhnya kalian semua tidak akan sampai kepada kemudharatan atau keburukan dari yang kalian pikirkan dan rasakan dan cemaskan
Kecuali kalian yakin Aku akan memberikan kemudharatan kepada kalian.
Maka pikirkanlah Aku dari hal hal yang baik...
Yakinlah dengan kemahaanNya
Khusyu dengan menghadirkan Allah tiap detik...
Fokus hatinya ke Allah...
Ikhlas dengan menerima segala sesuatu sebagai bukti cintaNya
Mau adzab, atau ujian, keduanya karena cintaNya...
Pasrah itu menitipkan ke Allah
Titik tingginya lupa.
#materiPPA#
"Wahai hambaKu, kalian semua bingung dan tersesat kecuali siapa yang aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk itu padaKu maka akan Aku beri petunjuk...
Wahai hambaKu...
Kalian semua kelaparan, kecuali siapa yang Aku beri dia makan...
Maka mintalah makan padaKu, maka akan Aku berikan dia makan
Wahai hambaKu...kalian semua telanjang kecuali siapa yang Aku beri dia pakaian...
Maka minta lah padaKu, maka akan Aku beri dia pakaian..
Wahai hambaKu...
Sesungguhnya kalian suka sekali berlaku salah dimalam dan siang hari sedangkan Aku adalah Yang Maha Pengampun yang mengampuni dosa kalian...
Maka mintalah ampun padaKu..
Maka akan Aku ampuni..
Wahai hambaKu...
Sesungguhnya kalian semua tidak akan sampai kepada kemudharatan atau keburukan dari yang kalian pikirkan dan rasakan dan cemaskan
Kecuali kalian yakin Aku akan memberikan kemudharatan kepada kalian.
Maka pikirkanlah Aku dari hal hal yang baik...
Yakinlah dengan kemahaanNya
Khusyu dengan menghadirkan Allah tiap detik...
Fokus hatinya ke Allah...
Ikhlas dengan menerima segala sesuatu sebagai bukti cintaNya
Mau adzab, atau ujian, keduanya karena cintaNya...
Pasrah itu menitipkan ke Allah
Titik tingginya lupa.
#materiPPA#
Sabtu, 18 Juni 2016
13. tiga belas
Kejadian sama yang berulang.
Aku tidak tau, tapi itu rute ku pulang. Lewat gedungmu yang berwarna putih besar dengan banyak pohon rindang disekitarnya. Memang, sesekali aku berharap bahwa angin akan membawa kita bertemu. Disebuah papasan tidak sengaja. Entah itu kamu yang melihatku, atau aku yang melihatmu lalu kita saling sapa.
Aku jujur, benar benar tidak memata mataimu lalu pura pura menciptakan papasan tidak disengaja. Aku benar memang ingin pulang, bertemu ayah ibu di rumah. Tapi jika diperjalanan pulang bertemu kamu, ku rasa itu bonus besar.
Aku suka caramu memanggilku. Caramu menyebut namaku membuat duniaku teralihkan. Lalu panggilanmu itu membuat mata kita bertemu. Ah kamu, seketika tak ada yang lain selain dirimu dan tatapan tajammu itu. Duniaku seolah berhenti lalu hanya ada aku dan kamu di bumi. Yang lain, bukan mengontrak, tapi mendadak pindah ke planet sebelah. Bumi benar benar hanya ada aku dan kamu, sekalipun saat itu kamu duduk dengan seseorang atau berjalan dengan yang lain.
Tau tidak, dari sejumlah pertemuan kita itu, yang paling kusukai adalah pertemuan yang tidak disengaja. Seperti pertemuan pertama kita kan, bagaimana kita bertemu, kenal dan akhirnya saling sapa adalah bukti salah satu kehebatan skenarioNya.
Lalu ketika pertemuan-pertemuan tak disengaja itu tercipta, skenarioNya tak bisa ditebak lagi. Aku sibuk mencari makna : apa maksud pertemuan ini? Papasan tak disengaja yang menyembuhkan sedikit rasa rindu. Rindu yang diam diam disembunyikan dan menggunung tanpa mampu ku cegah.
Lalu melihatmu, mendengarmu menyebut namaku, bahkan sampai akhirnya menatap matamu. Ah kamu, miniatur duniaku. Sempurna. Selain Dia, rasanya keberadaanmu sudah cukup. Seperti Adam dan Hawa yang dibuang ke bumi. Hanya ada aku dan kamu disini. Entah manusia lain dimana dan dalam bentuk apa.
Akhirnya aku benar benar tau, bahwa makna dunia seperti milik berdua itu benar adanya. Bedanya, orang-orang bukan kontraktor. Mereka hanya terlihat seperti dedaunan gugur, atau angin kencang, atau malah menghilang ke planet lain.
Ah kamu.
Perpapasan ini hanya beberapa detik, tapi kenapa rasanya begitu bahagia?
Aku tidak tau, tapi itu rute ku pulang. Lewat gedungmu yang berwarna putih besar dengan banyak pohon rindang disekitarnya. Memang, sesekali aku berharap bahwa angin akan membawa kita bertemu. Disebuah papasan tidak sengaja. Entah itu kamu yang melihatku, atau aku yang melihatmu lalu kita saling sapa.
Aku jujur, benar benar tidak memata mataimu lalu pura pura menciptakan papasan tidak disengaja. Aku benar memang ingin pulang, bertemu ayah ibu di rumah. Tapi jika diperjalanan pulang bertemu kamu, ku rasa itu bonus besar.
Aku suka caramu memanggilku. Caramu menyebut namaku membuat duniaku teralihkan. Lalu panggilanmu itu membuat mata kita bertemu. Ah kamu, seketika tak ada yang lain selain dirimu dan tatapan tajammu itu. Duniaku seolah berhenti lalu hanya ada aku dan kamu di bumi. Yang lain, bukan mengontrak, tapi mendadak pindah ke planet sebelah. Bumi benar benar hanya ada aku dan kamu, sekalipun saat itu kamu duduk dengan seseorang atau berjalan dengan yang lain.
Tau tidak, dari sejumlah pertemuan kita itu, yang paling kusukai adalah pertemuan yang tidak disengaja. Seperti pertemuan pertama kita kan, bagaimana kita bertemu, kenal dan akhirnya saling sapa adalah bukti salah satu kehebatan skenarioNya.
Lalu ketika pertemuan-pertemuan tak disengaja itu tercipta, skenarioNya tak bisa ditebak lagi. Aku sibuk mencari makna : apa maksud pertemuan ini? Papasan tak disengaja yang menyembuhkan sedikit rasa rindu. Rindu yang diam diam disembunyikan dan menggunung tanpa mampu ku cegah.
Lalu melihatmu, mendengarmu menyebut namaku, bahkan sampai akhirnya menatap matamu. Ah kamu, miniatur duniaku. Sempurna. Selain Dia, rasanya keberadaanmu sudah cukup. Seperti Adam dan Hawa yang dibuang ke bumi. Hanya ada aku dan kamu disini. Entah manusia lain dimana dan dalam bentuk apa.
Akhirnya aku benar benar tau, bahwa makna dunia seperti milik berdua itu benar adanya. Bedanya, orang-orang bukan kontraktor. Mereka hanya terlihat seperti dedaunan gugur, atau angin kencang, atau malah menghilang ke planet lain.
Ah kamu.
Perpapasan ini hanya beberapa detik, tapi kenapa rasanya begitu bahagia?
12. dua belas
12.
Hari ini, ketika maghrib di jalan, saya masih tenang. In syaa Allah bisa dapet maghrib.
Ketika minta jemput dan no respon, saya juga mikir yaudah ngangkot aja. Etapi gak lama ibu bales sms nanya mau dijemput dimana.
Turun dari bus set7an, nungguin adek jemput gataunya sampe hampir jam 7.
Posisinya disitu, saya belom sholat.
Gak lama adek dateng terus saya minta dia cepetan, saya belom maghrib.
Selepas sholat, saya mikir.
Kenapa gak bisa sholat awal waktu ya?
Bukan, bukan karena jalan macet.
Bukan juga karena adek saya jemputnya lama. Tapiiii..
Jangan jangan Allah gamau buru buru ketemu saya. Allah gak ngizinin saya sholat awal waktu.
:(
Hari ini, ketika maghrib di jalan, saya masih tenang. In syaa Allah bisa dapet maghrib.
Ketika minta jemput dan no respon, saya juga mikir yaudah ngangkot aja. Etapi gak lama ibu bales sms nanya mau dijemput dimana.
Turun dari bus set7an, nungguin adek jemput gataunya sampe hampir jam 7.
Posisinya disitu, saya belom sholat.
Gak lama adek dateng terus saya minta dia cepetan, saya belom maghrib.
Selepas sholat, saya mikir.
Kenapa gak bisa sholat awal waktu ya?
Bukan, bukan karena jalan macet.
Bukan juga karena adek saya jemputnya lama. Tapiiii..
Jangan jangan Allah gamau buru buru ketemu saya. Allah gak ngizinin saya sholat awal waktu.
:(
Jumat, 17 Juni 2016
11. sebelas
11.
Ketika yang kita butuh segera ada, maka itu cukup.
Hari ini, UAS kwn Alhamdulillah dengan pulpen yang tintanya sudah di ujung tanduk. Sambil minta ke Sang Pemilik Pulpen, "Ya Allah, ilmu Mu sangat luas. Bahkan lautan kau jadikan tinta pun maka itu tak cukup menuliskannya. Ya Allah, hamba mau nulis sedikiiit aja dari ilmuMu. Sedikit yang gak ada apa apanya dibanding ilmuMu yang maha luas. Tolong dibantu ya Allah, tinta pulpennya sedikit lagi habis."
Alhamdulillah sampe selesai tintanya cukup hehe.
Ketika mau tes lisan, bukan baca materi yang abis kita buat, bukan nanya ke temen apa aja yang ditanya toh orang lain udah nanyain, kita tinggal dengerin hehe.
Minta ke Allah pake doanya Nabi Musa yang mau ngadep firaun. Ingetloh itu doa buat ke firaun yang serba + itu. Kalo doa itu dipake buat ngadep dosen, kecil lah yaa~
Terus apalagi nih ya~
Mau ngerjain tugas terus ngantuk abis itu sengaja tidur, Alhamdulillah adaa yang ngebangunin. #bahagiaitusederhana
Teruuus, mau berangkat kuliah bingung naik apa, Alhamdulillah ada yang siap ditebengin.
Allah Maha Baik, Maha pemenuh kebutuhan. Tergantung kitanya aja masih mau sombong dengan kondisi yang serba minus ini? Tergantung kita yang mau bergantung pada Yang Mahakuasa apa engga.
Rugi lah kalo urusan urusan dunia yang kecil ini gak jadi sempurna pengerjaannya karena sombong gamau libatin Allah. Rugi~
Ketika yang kita butuh segera ada, maka itu cukup.
Hari ini, UAS kwn Alhamdulillah dengan pulpen yang tintanya sudah di ujung tanduk. Sambil minta ke Sang Pemilik Pulpen, "Ya Allah, ilmu Mu sangat luas. Bahkan lautan kau jadikan tinta pun maka itu tak cukup menuliskannya. Ya Allah, hamba mau nulis sedikiiit aja dari ilmuMu. Sedikit yang gak ada apa apanya dibanding ilmuMu yang maha luas. Tolong dibantu ya Allah, tinta pulpennya sedikit lagi habis."
Alhamdulillah sampe selesai tintanya cukup hehe.
Ketika mau tes lisan, bukan baca materi yang abis kita buat, bukan nanya ke temen apa aja yang ditanya toh orang lain udah nanyain, kita tinggal dengerin hehe.
Minta ke Allah pake doanya Nabi Musa yang mau ngadep firaun. Ingetloh itu doa buat ke firaun yang serba + itu. Kalo doa itu dipake buat ngadep dosen, kecil lah yaa~
Terus apalagi nih ya~
Mau ngerjain tugas terus ngantuk abis itu sengaja tidur, Alhamdulillah adaa yang ngebangunin. #bahagiaitusederhana
Teruuus, mau berangkat kuliah bingung naik apa, Alhamdulillah ada yang siap ditebengin.
Allah Maha Baik, Maha pemenuh kebutuhan. Tergantung kitanya aja masih mau sombong dengan kondisi yang serba minus ini? Tergantung kita yang mau bergantung pada Yang Mahakuasa apa engga.
Rugi lah kalo urusan urusan dunia yang kecil ini gak jadi sempurna pengerjaannya karena sombong gamau libatin Allah. Rugi~
Rabu, 15 Juni 2016
10. untuk kamu
Bagaimana jika aku yang membuat jarak kepada semua orang, justru terperangkap bersamamu. Tak bisa keluar membebaskan diri atau menjauh kemudian membuat jarak lagi?
Bagaimana jika akhirnya ketika Langit percayakan kamu untuk menjagaku, tapi ternyata justru kamu yang menghancurkan kepercayaan itu?
Bagaimana jika aku ingin lari menjauh tapi setiap langkah lariku justru membawa ku lebih dekat kepadamu?
Bagaimana jika aku ingin sembunyi disebuah tempat yang tak bisa kamu temukan tapi ternyata diam diam aku berharap justru kamu akan menemukanku?
Bagaimana jika aku diam diam mengharapkan bisa menghilang tapi justru aku ingin menghilang bersamamu?
Bagaimana jika akhirnya setiap yang ku lakukan berlawanan dengan otak sehatku?
Bagaimana jika aku membencimu karena telah membuatku jatuh hati?
Bagaimana jika suatu hari nanti kamu menyerah?
Bagaimana jika kamu tidak siap menghadapi semuanya?
Bagaimana jika ternyata aku yang merusak semuanya?
Bagaimana jika aku yang....
Bagaimana jika kamu yang....
Bagaimana jika akhirnya....
Bagaimana kalau....
Bagaimana....
Bagaimana....
Bagaimana....
Mungkin,
jika saat itu tiba,
Maka....
.....
Maka....
.....
....
Bagaimana jika akhirnya ketika Langit percayakan kamu untuk menjagaku, tapi ternyata justru kamu yang menghancurkan kepercayaan itu?
Bagaimana jika aku ingin lari menjauh tapi setiap langkah lariku justru membawa ku lebih dekat kepadamu?
Bagaimana jika aku ingin sembunyi disebuah tempat yang tak bisa kamu temukan tapi ternyata diam diam aku berharap justru kamu akan menemukanku?
Bagaimana jika aku diam diam mengharapkan bisa menghilang tapi justru aku ingin menghilang bersamamu?
Bagaimana jika akhirnya setiap yang ku lakukan berlawanan dengan otak sehatku?
Bagaimana jika aku membencimu karena telah membuatku jatuh hati?
Bagaimana jika suatu hari nanti kamu menyerah?
Bagaimana jika kamu tidak siap menghadapi semuanya?
Bagaimana jika ternyata aku yang merusak semuanya?
Bagaimana jika aku yang....
Bagaimana jika kamu yang....
Bagaimana jika akhirnya....
Bagaimana kalau....
Bagaimana....
Bagaimana....
Bagaimana....
Mungkin,
jika saat itu tiba,
Maka....
.....
Maka....
.....
....
Selasa, 14 Juni 2016
9. sembilan
9.
Setelah sekian lama ayah hanya ngeliatin, ngawasin dan ngebantuin anak ketiganya masak, hari ini keluarlah komentar tak terduga.
"Husna mah masaknya main mainan aja."
Jleb~~~
Menu hari ini, kue kelepon yang dimasak khusus buat adik-adik tersayang. Buatnya dibantuin kakak, dibantuin resep. Gampang kok, asli deh~
Cuma pas lagi ngebulet buletin, eh ayah dateng. Keluar lah komentar itu. Duh yah, jangan jujur jujur banget, hehehe.
Gak lama kemudian, akhirnya kakak saya ikut komen.
"Iya emang yah, kalo masak sama husna pasti ada aja yang gagal."
Terus aku kudu piyeee ~~~
*biar kekinian*
Tapi taraaa~
Jadilah kelepon ala husna.
Coba tanyain ke yang tadi makan, enak apa engga.
Yang penting mah niatnya ngasih makan orang buat buka, biar dikasih pahala sama Allah banyak banyak. Soal rasa, nomor dua gapapa lah ya heuheu.
Jadi gitu.
Kisah hari ini.
Sebenernya curhat.
Jadi yang penting nulis kan, bukan nulis yang penting #plak.
Satu hal yang pasti gengs, in syaa Allah kalo niatnya baik, ada aja yang bakal makan, biar rasa dan bentuknya aneh juga ya hehehe.
#9
#30harimenulis
#husnapunyacerita
#mainmasakmasakan
#bukanbuatkamu
Setelah sekian lama ayah hanya ngeliatin, ngawasin dan ngebantuin anak ketiganya masak, hari ini keluarlah komentar tak terduga.
"Husna mah masaknya main mainan aja."
Jleb~~~
Menu hari ini, kue kelepon yang dimasak khusus buat adik-adik tersayang. Buatnya dibantuin kakak, dibantuin resep. Gampang kok, asli deh~
Cuma pas lagi ngebulet buletin, eh ayah dateng. Keluar lah komentar itu. Duh yah, jangan jujur jujur banget, hehehe.
Gak lama kemudian, akhirnya kakak saya ikut komen.
"Iya emang yah, kalo masak sama husna pasti ada aja yang gagal."
Terus aku kudu piyeee ~~~
*biar kekinian*
Tapi taraaa~
Jadilah kelepon ala husna.
Coba tanyain ke yang tadi makan, enak apa engga.
Yang penting mah niatnya ngasih makan orang buat buka, biar dikasih pahala sama Allah banyak banyak. Soal rasa, nomor dua gapapa lah ya heuheu.
Jadi gitu.
Kisah hari ini.
Sebenernya curhat.
Jadi yang penting nulis kan, bukan nulis yang penting #plak.
Satu hal yang pasti gengs, in syaa Allah kalo niatnya baik, ada aja yang bakal makan, biar rasa dan bentuknya aneh juga ya hehehe.
#9
#30harimenulis
#husnapunyacerita
#mainmasakmasakan
#bukanbuatkamu
Langganan:
Postingan (Atom)