Rabu, 09 September 2020

Tentang Sujud

Tentang Sujud,

Pertanyaannya: 

adakah kau merasa sedang menyembah sesuatu ketika kepalamu kau sentuhkan ke sajadah?

Adakah perasaan kecil dihatimu ketika sujud dan merasakan sesuatu Yang Maha Besar diluar dirimu?

Adakah perasaan takut? Terhina? Berdosa? Merasa bukan siapa siapa saat kau tundukkan kepalamu?

Ataukah,

Sujudmu sekedar menyentuhkan bkepala tanpa makna. Itu hanya bagian dari sholat, tak apa jika tak bermaka. Yang penting sholat.

Padahal,

Sujudmu adalah bentuk penghambaan. Pengakuan akan kebesaranNya dan kehinaanmu. Pengakuan bahwa dirimu hanyalah serpihan dibandingkan Dia Yang Maha Kuasa atas segalanya.

Padahal,
Sujudmu adalah posisi terdekatmu denganNya. Dan sujudmu adalah istirahat terbaik, pelepas beban terbaikh.

Tapi adakah sujud menjadi sebuah gerakan yang mendekatkanmu padaNya ataukah sekedar penggugur kewajiban? 

Sabtu, 22 Agustus 2020

Kok, aku baik baik aja?

Ada yang aneh dipagi buta tadi, mataku terbuka, otak ku tersadar, tapi hatiku tak merasa ada luka. Padahal, kali terakhir ku merasa, sebuah lubang baru saja tercipta. Tidak besar memang, tapi berbekas.

Pasca berdoa atas luka, seketika ada yang sirna. 

Pagi tadi setelah matahari agak lama bersinar, ku cari kembali, "dimana luka kemarin?"

Kenapa secepat itu sebuah luka bisa pergi padahal sebelumnya butuh hitungan bulan untuk kembali baik-baik saja.

Siang tadi, di tengah terik matahari, kembali ku cari, "dimana luka itu berada?"

Ku korek, ku cari, ku panggil kembali semua memori yang berujung luka. Nihil, dia sirna.

Malam tadi, ku sampaikan bahwa luka ku hilang. Tak percaya juga, ku ceritakan pada malam tentang luka yang telah hilang, tentang memori yang berujung luka. Tentang kenangan yang pernah indah namun berujung air mata.

Tapi dalam setiap kisah, kenapa aku merasa lega? Ada dimana semua luka?

Bahkan sampai saat ku tulis, aku kembali bertanya, kenapa aku baik-baik saja? Kemana perginya setiap luka?

Ah barangkali aku terlalu mengenal cara kerja ciptaanNya sampai hilang semua kecewa mendalam pun tak lagi ku rasa bahagia utuh. 

Aku terlalu percaya tentang ketidakabadian sampai luka dan bahagia rasanya sama. Bedanya, luka meninggalkan kesedihan, bahagia meninggalkan senyuman. Keesokan harinya semua tinggal memori dan paling aku sudah lupa rasanya hehe. 

Rabu, 19 Agustus 2020

i choose to be happy!

Time flies, everyone cries, another happy, some of them just let past go. 

Tertawa, sedih, bahagia, nangis, udah pasti ada di kehidupan setiap manusia. Masa lalu yang bahagia harus dilewatkan, masa lalu yang sedih juga mesti dilewatkan. 

Semuanya berlalu silih berganti. Jadi, gak ada yang abadi. 

Bahkan memori, kadang ada hanya untuk sekedar dilupakan. Mereka jadi sisa sisa kehidupan yang kita gak tau apakah besok lusa masih bisa dikenang atau tertimbun memori baru. 

Hari ini bisa jadi begitu bahagia, besok sore bisa jadi makin bahagia atau malah hancur berantakan. Ya, semua bisa aja terjadi. Karena hidup gak ada satupun yang bisa prediksi. 

Bahkan fisika bisa salah, matematika bisa salah hitung, ledakan chernobyl bisa aja terjadi. 

Terus hati kita patah, hancur, luka mendalam. Sedih gak ada akhir, sampe lupa kebahagiaan kebahagiaan kecil sesederhana bisa nafas tanpa alat bantu. 

Begitu manusia, dan manusia akan terus begitu. Sampai nanti, sampai mati, sampai kaki menapak surgawi. 

Tak ada yang abadi, apalagi kebahagian. 
Tak ada yang abadi, juga termasuk kesengsaraan. 

Bahagia abadi ada di surga, 
Sengsara abadi, ada di neraka. 
Selangkah masuk surga, sengsara neraka seketika sirna. 

So I chose to be happy for myself, 
I'm happy being a moslem, 

I'm just crazy happy to know that in the end, heaven is patiently waiting me. 

So, right now I'm preparing myself to be heaven's citizen as soon as I can 🤓

Sabtu, 08 Agustus 2020

selalu tentang nasihat kematian

Pada setiap nafas terakhir,
Ada yang berfikir, ada yang menangis, ada pula yang menyesal. 

Hidup tak lagi bisa dilanjutkan, kata mereka yang menyesal. Akhir sudah tiba, maka tak ada lagi yang bisa dilanjutkan. 

Air mata pun tak akan berarti apa apa. 
Sambil bertanya, mengapa saya?

Entah itu,

Mengapa saya yang pergi
Atau
Mengapa saya yang ditinggal.

Mengapa kita tak bisa pergi bersama?

Padahal pada setiap jiwa yang pergi, mereka akan meminta satu kali lagi kesempatan. Jika boleh. 

Dengan rengekan air mata ia meminta pada Sang Maha. 

Tak usah sehari, sedetik pun cukup. 

Berikan sekali lagi waktu tambahan untuk beribadah kepadaMu. 

Sebanyak apapun, selalu terasa kurang. Selalu terasa tak cukup. 

Besok, mereka yang bertanya mengapa mereka ditinggal, pada saatnya mereka akan berbalik bertanya, "mengapa saya yang pergi?"

Karena waktu tak pernah menunggu siap.
Ia akan selalu tiba, tepat pada waktunya. 

Selasa, 12 Mei 2020

Wahai Yang Maha Penguasa,
Apalagi yang kita perlu lakukan jika dimata manusia kita dianggap terlalu baik tanpa cela sedang kenyataannya kita manusia hina banyak dosa?
Apakah melanjutkan pura pura baik adalah jawaban atau menjelaskan panjang lebar bahwa kita sebenarnya banyak dosa?

Wahai Sang Maha Pencipta, 
Yang mana yang harus kita lakukan?
Tetap berusaha terlihat baik atau diam saja agar tak makin banyak dosa karena prasangka manusia yang melihat kita begitu sempurna?

Wahai Yang Maha Mengetahui apa yang dinyatakan dan disembunyikan,
Apakah menutup aib adalah pahala jika malah membuat manusia lain mengira kita akan masuk surga paling awal?
Apakah harus menolak segala bentuk peluang menunjukkan kebaikan atau diam dengan menyembunyikan aib sambil berharap kita benar masuk surga paling awal. 

Wahai Yang Memiliki surga, neraka, langit, bumi serta apa yang ada diantara keduanya
Apa kebaikan adalah segala sesuatu yang hanya terlihat, sedang yang tersembunyi adalah pahala kecil. Atau dosa besar adalah dosa yang disembunyikan sedang dosa kecil adalah menutup aib? 

Bagaimana kami menjawab ini ketika dosa banyak, aib tak tau lagi sampai kapan bisa tertutup sedangkan orang lain terus mengira kita baik? 

Apakah membuat orang lain berprasangka bahwa kita adalah orang baik adalah kebaikan pula? Atau justru dosa karena sebenarnya muncul lagi sifat jahil berikutnya yaitu munafik. 

Wahai Yang Memiliki Jiwa setiap makhluk, 
Kami butuh ilmu Mu yang maha luas, setetes aja, agar kami paham pesan cintaMu

Sabtu, 02 Mei 2020

kita gaboleh mati kecuali dalam keadaan muslim!

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ÙŠٰۤـاَÙŠُّÙ‡َا الَّذِÙŠْÙ†َ اٰÙ…َÙ†ُÙˆْا اتَّÙ‚ُوا اللّٰÙ‡َ Ø­َÙ‚َّ تُÙ‚ٰتِÙ‡ٖ ÙˆَÙ„َا تَÙ…ُÙˆْتُÙ†َّ اِÙ„َّا Ùˆَاَ Ù†ْـتُÙ…ْ Ù…ُّسْÙ„ِÙ…ُÙˆْÙ†َ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Allah menyampaikan bahwa kita gak boleh mati kecuali dalam keadaan muslim. muslim dalam artian berserah diri kepada Allah, berserah diri pada Allah berarti hanya percaya pada Allah dan hanya meniggal ketika ketentuan Allah telah tiba.

setan itu benci banget sama manusia, apalagi kalo manusianya beriman. godaannya makin kuat, makin besar. setan semakin berusaha sekuat tenaga menggoda manusia beriman agar lalai dari Allah. gak kaya orang-orang yang udah lalai, ya biarin aja mereka lalai orang dari awal udah males ibadah gausah digoda juga emang mereka udah males.

bahkan dikatakan, sampe ajal menjelang pun setan terus berusaha untuk menggoda kita, hambaNya Allah. kan katanya dicabut nyawanya sakit banget tuh, terus ketika kita kesakitan, setan engga lelah menggoda kita. biar kita gak kesakitan katanya. orang-orang yang gak  kuat imannya bisa aja jadi kafir, tapi kita berdoa terus semoga Allah mematikan kita dalam keadaan muslim.

aamiin.

waktu SMP pernah diceritain sama guru ngaji dari sekolah, katanya Firaun itu ketika nyawanya udah ditenggorokan berikrar kalo dia percaya sama Tuhannya Musa. tapi ketika itu pintu taubat untuk Firaun udah ditutup. sedangkan dimasa Rasulullah, Allah akan mengampuni hambaNya sampai nyawa ditenggorokan.

ma syaa Allah, keutamaan yang penting banget ya ini menjadi umat Rasulullah Saw.

setelah Allah atur begini, maka penting banget buat kita terus berdoa untuk mati dalam keadaan muslim. karena Rasulullah langsung minta jaminan kepada Allah agar umatnya masuk surga. agar setiap muslim masuk ke dalam surga.

ketika Rasulullah sakaratul maut pun Rasulullah bertanya sama Jibril apa yang ditinggalkan untuk umatnya, Rasulullah gak juga tenang sampai akhirnya Jibril menyampaikan bahwa semua umat Rasulullah masuk surga.

sebuah cinta yang luar biasa. bahkan ketika meninggal pun yang diinget adalah umatnya. rasulullah sadar betul ujian akhir zaman sehingga memikirkan umatnya dengan sangat. belum lagi ayat Allah yang menyampaikan bahwa kita gaboleh meninggal kecuali dalam keadaan beriman pada Allah.

tapi kita gapernah tau hidup kita akan seperti apa ke depan. ujian dan cobaan apa yang akan melanda kita pun, kita gatau. jadi perlu banget untuk terus berdoa agar Allah matikan kita dalam keadaan muslim. agar menjadi salah satu penghuni surga walaupun akhirnya harus dibersihkan dulu dari dosa-dosa di neraka.

syukur syukur kalo bisa ketemu rasulullah di surga dan ketemu Allah.

bumi ini bukan tempat kita. dari awal kita ditakdirkan untuk di surga. jadi, semoga kita selalu terjaga dalam iman dan menjadi sebaik-baik hambaNya Allah sampe kita bisa ketemu Allah.

ketemu sama Tuhan kita Yang Mahabesar, Yang Mahakuasa, sama Allah.

ya Allah, semoga kita selalu terjaga dan semoga Allah ampuni dosa-dosa kita.

aamiin. 

Jumat, 01 Mei 2020

gue, setiap nonton drama, film, apapun, selalu bingung

"kok bisa si orang bikin terus kuenya gaenak dan pait?"

gue pribadi, dari sekian banyak masakan di dapur, yang paling sering gue masak ya gak jauh dari kue kuehan. sepengalaman gue bikin kue pun gak ada yang gosong, pait, gaenak, pokoknya semua masuk kategori bisa dimakan.

gue pede aja dong akhirnya dengan kue buatan gue. sampe kemaren, akhirnya, gue bikin kue pas puasa. gue kira semua akan baik-baik aja. gue takut diabetes akhirnya ngasih gula 5 sendok makan. kalo buat bikin teh asli itu udah manis banget.

adonannya wangi banget pas gue puasa, harum, enak, menggodalah pokoknya.

sampe, akhirnya buka, adek gue yang pertama kali nyoba. digigitan pertama, dia bilang "kok pait?"

gue yang gak percaya dan khawatir juga akhirnya nyobain segigitan kecil. eh bener pait T.T

akhirnya gue paham sekarang kue bisa pait, beneran pait sampe ngilangin nafsu makan. ya bener aja abis itu gue cuma makan kurma sebiji sama minum air segelas. langsung buka cookpad dan nyari resep ngolah kue gagal.

jadi awalnya mau bikin bola bola kukus isi keju, dan itu pait banget. akhirnya nemu resep, abis maghrib langsung gue praktekin sampe beres.

alhamdulillah, berhasil hahahaha.
kuenya bisa dimakan, enak, tapi kejunya hilang entah kemana wkkw.

dari bola kukus isi keju jadi makanan tak bernama wkwk.

cuma itu emang bola kukusnya gue ancurin, gue kasih susu kental manis yang banyak sampe rasanya enak terus gue bungkus pake dark coklat. rasanya terselamatkan, apalagi dimasukin kulkas dan dimakan ketika masih agak keras dan dingin, lebih greget.

tapi dari situ gue paham, oh ya wajar kue bisa pait. dia gak nyobain dan gak ngasih gula yang banyak kali ya.

sama kaya sayur bisa gosong, masakan bisa keasinan, sesuatu yang berlebihan atau kekurangan itu engga baik.

gue pun ketika main ke dapur selalu bilang sama ibu, "bu aku nanti jadi wanita karir kaya ibu ya."

gue sehari sebelumnya bikin kroket, itu dari abis ashar sampe maghrib. pas udah jadi, ngobrol dong sama ibu, "kalo beli, paling 20rb dapet lumayan ya bu, gak pake lama, langsung kenyang, rasa juga kejamin."

hahaha. beda emang orang orang yang hobi ke dapur sama gue yang jarang ke dapur.

tapi jangan dibiasain engga ke dapur.
membuat makanan adalah fitrah yang sebaiknya dimiliki perempuan. gabisa masak gapapa, semua akan bisa masak pada waktunya. tenang aja.

anaknya kakak gue pun pernah bilang lebih enak masakan bapaknya daripada masakan mamanya, tapi gak masalah. kakak gue gak sakit hati dan dia tetep masak. its ok, ketika udah masuk perut semua makanan sama bentuk dan fungsinya. harga dan rasa gak keliatan ketika udah di perut heee.

semangat ya girls yang pada belom bisa masak. w juga, semangat. tetep ke dapur, kapan kapan.