sometimes, you just need to share, and sometimes you need to keep it in your memory
Minggu, 19 Desember 2021
Minggu, 12 Desember 2021
Minggu, 05 Desember 2021
Sekali lagi,
Bagian terbaik yang bisa Allah berikan adalah berjuang. Untuk apapun, untuk segala hal yang telah Allah berikan kesempatannya.
Memang tapi tak berarti akhirnya berjuang adalah satu satunya karunia yang Allah beri dalam kehidupan. Karena ikhtiar seringkali disalahgunakan. Ia bisa menjadi tolak ukur keberhasilan yang akhirnya berujung kesedihan.
Menyedihkan bila ikhtiar terbaik dilakukan, namun akhirnya justru tak dapat didapatkan. Lalu dalam diri berkata, Allah tidak sayang kepada ku.
Lalu, sangat rugi seseorang yang berhasil, kemudian ia berkata, Allah sedang sayang pada ku. Atau yang lain lagi berkata, ini karena usaha usahaku belajar keras.
Bukankah segala sesuatunya berasal dari Allah?
Bukankan segala rahasia, yang Allah nyatakan atau sembunyikan, yang ia tampak jelas maupun tidak, semuanya benar-benar hanya dari Allah?
Bukankah keberhasilan akan menjadi sebuah kegagalan tanpa kesehatan? Lalu ditengah keberhasilan yang terpampang jelas, kemudian muncul rasa sombong dan tinggi hati, akhirnya Allah berikan sakit yang besar sehingga ia tidak mampu melanjutkan perjuangan lagi.
Semuanya mungkin, kan?
Khawatir sekali, takut sekali, bahkan hina sekali, apabila telah diberikan kesempatan lalu bersombong diri bahwa segalanya datang dari dirinya karena ikhtiar terbesar, ibadah terbanyak ataupun karena Allah sedang sayang.
Allah tetapkan segala sesuatu, karena itu baik untuk kita. Dan itu cukup. Karena Allah lebih tau. Kalaupun akhirnya takdirnya bergeser dari tidak menjadi ya, maka itu pula adalah kehendak Allah. Sesempurna dan seterbaik skenario Allah tanpa perlu kita minta.
Bahwa Allah tau, sedang kita tidak.
Maka lanjutkan berjuang, dengan hanya mengharap ridho Allah. Dengan hanya berdoa agar Allah hanya berikan yang terbaik. Dengan hanya berdoa agar apapun kehendakNya, semoga Allah ridho kepada kita dan kita pun ridho kepada Allah.
In syaa Allah...
Sabtu, 04 Desember 2021
Kalo dipikir pikir,
Hidup itu selalu penuh dengan ujian.
Ujian tulis, ujian lisan, biasanya si itu. Dan gak jarang, setiap ujian itu akan mengantarkan pada bentuk kehidupan yang bisa jadi 100% berubah. Atau bahkan mengantarkan pada lokasi tempat kita berkontribusi sampai nanti Allah bilang cukup.
Saya percaya si bahwa Allah selalu akan mengantarkan pada kebaikan. Memberikan yang baik bahkan yang lebih baik lagi. Memang kitanya aja yang banyak mau. Ini itu pengen. Udah dapet yang dipengen, eh ada lagi yang dipengen. Atau udah dapet yang dipengen, eh abis itu ngeluh sama tempatnya wkwk.
Namanya juga manusia, Allah maklum, in syaa Allah.
Atau, kalo udah usaha, ini itu ikhtiar, eh ternyata gak didapet tu apa yang diinginkan, abis itu rasanya kaya dunia mau berakhir. Padahal sebenernya mah engga.
Gitu kan ya.
Kalo lagi waras, sebenernya bisa aja mikir begini. Kalo lagi waras, kalo lagi sadar kita ini cuma hamba. Kalo lagi menyadari gak bisa mengubah takdir selain dengan cara merayu Allah.
Ya kan.
Kalo muncul error nya,
Bye deh.
Bubar.
Sedih, patah hati, dll.
Sesedih itu.
Tapi Allah maklum, Allah sendiri kok yang bilang kalo manusia tempatnya berkeluh kesah.
Semaklum-maklumnya Allah, jangan sampe kita jadi keliatan kaya gak punya Tuhan. Coba deh, betapa jahatnya kita kalo merasa Allah baik jika hanya kita diberikan yang kita mau aja oleh Allah. Kalo Allah berikan sesuatu yang lain, yang lebih luar biasa diluar keinginan kita, kita merasa bahwa Allah gak sayang sama kita.
Padahal tadi, Allah selalu berikan yang terbaik.
Jadi, mari tetep berusaha, mari tetep berdoa, mari tetep berikhtiar, agar apapun yang Allah berikan, maka itu yang terbaik. Dan agar Allah ridho terhadap kita, Kita pun ridho terhadap Allah.
In syaa Allah, itu aja yang kita butuhkan di dunia ini. Hanya Allah, yang lainnya itu hanya fasilitas menuju Allah. Jadi, Allah hanya akan mendekatkan pada sesuatu yang mendekatkan kita pada Allah.
In syaa Allah
Kamis, 02 Desember 2021
Yang selalu saya simpan dalam hati dan hanya diketahui oleh orang orang yang Allah antarkan kepada blog ini, bahwa hari ini, akhirnya, setelah sekian lama menolak, mengusahakan, juga dikuatkan, didoakan, dan lain sebagainya.
Selasa, 30 November 2021
Kadang, setelah dipikir pikir, Allah memberikan yang terbaik bahkan dari cara Allah mengambil ayah kembali.
Ada, tidak sedikit orang yang kehilangan keluarga atau orang penting lainnya dengan cara yang tiba-tiba. Tapi Allah tau, bahwa ada pula, yang tidak sanggup melaluinya. Maka ujiannya adalah persiapan menuju kesana.
Tidak mudah memang, mendampingi yang sedang sakit. Tapi selama prosesnya, ada hati yang pelan pelan Allah kuatkan. Allah persiapkan agar nanti, ketika kehilangan salah satu ciptaanNya, tetap dapat bergantung sepenuhnya hanya kepadaNya.
Agar tetap, dalam hati, bahwa apapun keputusanNya, pasti baik. Agar segala bentuk kesedihan, mampu dikalahkan dengan segala bentuk ketaqwaan dan kekuatan. Karena Allah.
Bahwa kehilangan secara tiba-tiba, pasti sulit. Berat. Dan tidak menutup kemungkinan akhirnya hilang arah.
Satu lagi, akhirnya,.
Entah apakah salah bersyukur karena Allah berikan "yang termudah" agar saya mampu melaluinya.
Bukankah Allah Maha Baik?
Bahkan, dipikir pikir, selalu.
Ketika kaki gemetar membuka pintu ruang ICU, Allah berikan pertanda naik turunnya perut ayah. Allah tunjukan, bahwa ayah "masih ada" walaupun tak lagi "ada."
Lalu, hanya selang beberapa jam, setelah semuanya selesai, hadir, Allah panggil diwaktu terbaik.
Bukankah Allah Maha Baik?
Allah tidak ambil ayah ketika anaknya ini sendirian di rumah sakit. Tapi Allah ambil ayah, tepat ketika anak anak, istri, kakak dan keponakan ayah sudah ada di rumah sakit.
Juga, Allah Maha Baik.
Betapa banyak hal yang perlu diurus bahkan di rumah sakit saja, tapi Allah hadirkan sepupu dan sodara sodara lainnya yang juga siap membantu mengurus kepulangan ayah ke rumah, juga ke tempat ayah terakhir.
Kalau dipikir pikir, banyak sekali kemudahan bersamanya.
Yah, gimana kondisinya?
Yah, doain ya,
Yah, aku mau ujian.
Yah, aku mau berangkat, anterin dong.
Yah, anterin aku ke tol dong.
Yah, udah makan?
Ayah ngapain si.
Ayah lagi ngapain?
Ih ayah bawa apaaaa.
Yah, kupasin buah dong.
Yah, aku belom makan.
Yah, martabak enak kali ya.
Yah cobain masakan aku 😂
Gausah yah, aku sendiri aja.
Yah, aku gabisaaa, bikinin ini yaah
Ih ayah ih
Lah ayah 😂
Yaampun ayaaaah
I miss you a lot.
Semoga kita bisa ketemu di surga Allah nanti ya Yah, 💕