Kamis, 25 November 2010

karakter orang berdasarkan golongan darah

http://www.biologycorner.com/resources/bloodtype_chart.gif 

golongan darah gue B, kayanya bener deh sama sifat guee...
tapi sebenernyaa karakter orang itu beda beda. setiap kita baca kaya ginian, kita yang berusaha nyamain karakter kita sama bacaan ini. soalnya gue begitu, hehe
tapi bacanya ajaa, siapa tau emang bener sama karakter lu, haha

Golongan darah A
  1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
  2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
  3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
  4. Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
  5. Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
  6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
  7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
Golongan darah B
  1. Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
  2. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
  3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
  4. Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
  5. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
  6. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
Golongan darah O
  1. Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
  2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
  3. Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
  4. Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
  5. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
  6. Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
  7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.
Golongan darah AB


  • Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.




  • Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.




  • Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.




  • Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.




  • Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.




  • Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.




  • Sumber: http://wong168.wordpress.com/2009/09/02/character-based-on-blood-type/

    Rabu, 17 November 2010

    Asiyah, Wanita yang Ditampakkan Surga Untuknya

    Penulis: Ummu Uwais Herlani Clara Sidi Pratiwi Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar


    Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya.  Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.

    Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

    Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya.

    Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?” Mereka menyanjungnya.Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka,“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku.” Berkatalah mereka kepadanya,“Bunuhlah dia!”
     Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.

    Dimulailah siksaan itu, Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Subhanallah…saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.

    Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya.
    Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

    Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an,
    “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)

    Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya, maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya.
    Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang tak berperikemanusiaan.
    Saudariku..tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan.

    Saudariku..tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak malu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala, surga dan kenikmatannya.

    Saudariku…jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan.
    Maraaji’: 14 Wanita Mulia dalam sejarah Islam (terjemahan dari Nisa’ Lahunna Mawaqif) karya Azhari Ahmad Mahmud
    ***
    Artikel muslimah.or.id

    Selasa, 16 November 2010

    jadilah seperti pohon bambu


    Alkisah di suatu desa yang begitu sejuk dinaungi pepohonan rindang, tumbuhlah sebatang pohon mahoni yang begitu besar, menjulang tinggi seolah-olah ingin memberitahukan dunia betapa kuatnya dia. Tampak dia begitu memancarkan pesona wibawa bagi siapapun yang melihatnya.

    Tak jauh dari tempat pohon mahoni itu berada, tumbuhlah serumpun kecil bambu. Dilihat kasat mata, sungguh suatu pemandangan yang begitu kontras, bagaikan langit dan bumi. Pohon mahoni yang begitu gagah dengan ranting-ranting besar, dan bambu yang begitu ramping, dengan dahan yang melengkung ke bawah.

    Walaupun berbeda, mereka selalu hidup berdampingan. Sang bambu yang rendah hati selalu menyapa pohon mahoni setiap hari, hampir setiap waktu mereka berbincang dan berbincang.

    Pohon mahoni selalu menyombongkan diri, betapa besar dan hebatnya dia, namun sang bambu tidak pernah jenuh mendengarkan kesombongan si pohon mahoni sambil tersenyum. Dia selalu mengomentari segala ucapan mahoni dengan pujian, dengan tulus hati.

    Suatu malam, hujan deras menguyur desa tersebut disertai angin yang berhembus kencang. Suara gemuruh guntur turut menambah suasana semakin mencekam. Banyak pohon bertumbangan karena tidak kuat menghadapi hembusan angin kencang. Si pohon mahoni dan bambu pun turut terkena terpaan angin kencang, mereka mencoba bertahan dan berusaha untuk tidak tumbang.

    Sang pohon mahoni yang panik, berusaha menahan angin kencang tersebut dengan badan nya yang besar. Namun badannya tidak cukup besar untuk menahan laju angin yang begitu kencang, dan akhirnya tumbanglah pohon mahoni tersebut.

    Sang bambu yang berada disampingnya, tak terelakkan juga harus menghadapi tiupan angin kencang. Berbeda dengan mahoni yang mencoba menahan deruan angin kencang dengan dahannya yang kokoh, bambu hanya mengikuti kemana pun arah tiupan anginnya. Dengan fleksibelnya dia bergemulai dengan hembusan angin.

    Angin kencang pun berlalu, sang bambu tetap berdiri di atas tanah, di samping pohon mahoni yang tumbang akibat terpaan angin kencang.

    Dalam pencapaian sukses, manusia selalu dihadapi oleh realitas masalah yang selalu datang silih berganti. Untuk mencapai sukses, kita harus mampu menghadapinya dengan cara yang paling fleksibel. Kita harus mengetahui sumber permasalahan dan mencari jalan keluar terbaik.

    Seperti sebatang bambu yang mengikuti terpaan angin, kita juga harus menyikapi masalah secara fleksibel, terbuka, tidak terpaku pada satu macam penyelesaian. Karena bila kita bersikap kaku, menggangap diri kita paling hebat dan kuat, tidak peduli dengan orang lain, niscaya kita akan tumbang seperti pohon mahoni yang besar.

    *just copas 
    ;)

    Minggu, 17 Oktober 2010

    spesial untukmu ukhti


    jnkanlah saya berbagi dalam goresan tulisan ini...

    jika menurut teman-teman, baik...maka ambillah...

    dan jika menurut teman-teman, buruk...maka tinggalkanlah....





    saudariku...muslimah...



    wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan





    wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan…

    wanita muslimah yang sholehah….bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….

    Begitu indah…

    begitu berkilau...

    begitu menentramkan...



    teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…

    Namun tentunya....tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya….



    sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”



    (QS. Al-Furqoon:74)





    hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah...yang dapat memetiknya...

    yang dapat meraih pesonanya...

    dengan harga mahal yang teramat suci…

    sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…

    karena itu…sebelum saatmu tiba….sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya…

    janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya…

    jangan kau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya…

    jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu…

    jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam…dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya….

    Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta...







    Ya…atas nama cinta…



    Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta

    Kau tau saudariku…??

    Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya…dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….

    Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….

    Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…

    Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…

    Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…



    Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…



    Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….



    Ya saudariku….ukhty fillah…



    Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…





    Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…

    Tanam rumput beracun disekelilingnya…

    Pasang semak berduri di muara-muaranya

    Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau…

    Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…

    Tanam rumput beracun disekelilingnya…



    Berlarilah menjauhinya…menjauhi orang yang kau cintai….

    Buat jarak yang demikian lebar padanya….



    jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu...



    Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…

    Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…

    biarlah sakit ini untuk sementara waktu...

    biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan...



    Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…

    Kalian sendiri…







    Saudariku…. tentunya sudah mengerti dan paham...

    bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta...

    jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu...

    jika ia dekat...kita merasa sakit...karena takut kehilangan....



    padahal...ia belum halal untukmu...dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal...



    karena itu...jauhilah ia...

    jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu....dan kemudian mengusik hatimu...

    jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta...





    maka...bayangkanlah keadaan ini...tentang suamimu kelak...



    maka...bayangkanlah keadaan ini...tentang suamimu kelak.

    sahabatku...

    sukakah engkau..??

    apabila saat ini ternyata suamimu (kelak) sedang memikirkan wanita yang itu bukan engkau..???



    sukakah engkau..??

    bila ternyata suamimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab...tertawa riang...becanda...

    saling menatap...

    saling menggoda...

    saling mencubit...

    saling memandang dengan sangat...

    saling menyentuh...???

    dan bahkan lebih dari itu...??



    sukakah engkau saudariku...??



    sukakah engkau bila ternyata saat ini suamimu (kelak) sedang jalan bersama gadis lain yang itu bukan engkau...??

    sukakah engkau...??

    bila saat ini suamimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya...??

    tengah disibukkan oleh rencana-rencana...apa saja yang akan ia lakukan bersama gadis itu...??



    tidak cemburukah engkau temanku..??

    bila saat ini suamimu (kelak) sedang makan bareng bersama gadis lain...atau bahkan segerombolan gadis lain..?

    suamimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh gadis-gadis..

    suamimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra...

    suamimu (kelak) saat ini sedang dicurhatin gadis-gadis... yang berkata..."aku tak bisa jika sehari tak mengobrol dengamu..."



    tidak cemburukah...?? tidak cemburukah...?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh......???





    tidak terasa bagaimanakah..

    jika suamimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan...

    bercengkrama..

    bercerita tentang masa depannya...

    dengan gadis lain yang bukan engkau...???



    sukakah engkau kiranya suamimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan gadis tersebut...??

    menangis untuk gadis tersebut...??

    dan berkata dengan hati hancur..."aku sangat mencintamu...aku sangat mencintaimu...???"

    tidak patah hatikah engkau...???

    sukakakah engkau bila suamimu (kelak ) berkata pada gadis lain.."tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau...??"

    menyebut gadis tersebut dalam doanya...

    memohon pada Allah supaya gadis tersebut menjadi istrinya...



    dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi istrinya...dan bukan gadis tersebut...??





    jika engkau tidak suka akan hal itu...

    jika engkau merasa cemburu....

    maka demikian halnya dengan suamimu (kelak)...



    dan...Allah jauh lebih cemburu daripada suamimu....

    Allah lebih cemburu...saudariku...

    melihat engkau sendirian...namun pikirannmu enggan berpindah dari laki-laki yang telah mengusik hatimu tersebut....





    saudariku....kalian percaya takdir bukan..?

    saudariku....kalian percaya takdir bukan..?



    apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...

    maka...

    sejauh apapun mereka...

    sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...

    sebesar apapun beda diantara mereka...

    sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya...



    meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...

    meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...

    meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa...



    PASTI tetap saja mereka akan bersatu....

    seakan ada magnet yang menarik mereka...

    akan ada hal yang datang...untuk menyatukan mereka berdua....

    akan ada suatu kejadian...yang membuat mereka saling mendekat...dan akhirnya bersatu...





    namun...

    apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...

    maka...

    sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat...

    sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya...

    sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua...

    sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...

    sedekat apapun...



    PASTI...akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh...

    ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok...

    ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik....

    ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu...



    bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan...





    namun...yang perlu dicatat disini adalah...

    yakinlah...bahwa yang diberikan oleh Allah...

    yakinlah...bahwa yang digariskan oleh Allah...

    yakinlah...bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..

    adalah...yang terbaik untuk kita....

    adalah....yang paling sesuai untuk kita...

    adalah...yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,



    karena Dialah...yang paling mengerti kita...lebih dari kita sendiri...

    Dialah...yang paling menyayangi kita...

    Dialah...yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita...

    sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya...dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita...



    dan....yang perlu kita catat juga adalah...

    JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN...ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA....NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA...KITA PANTAS...KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT...

    KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK...SAUDARIKU....

    LEBIH BAIK....

    meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...

    meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...

    meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....



    Tidak...jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....

    karena kelak...engkau akan menyadarinya...

    engkau akan menyadarinya perlahan...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu....





    karena itu...saudariku...

    jangan mubazirkan perasaanmu...air matamu...

    jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan...

    jangan kau umbar semua kekuranganmu...jangan kau ceritakan semuanya...

    jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya...jika engkau mencintainya...

    karena belum tentu dia adalah jodohmu...

    pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok...

    karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian...



    maka...memohonlah padaNya...

    mintalah padanya diberikan petunjuk...dan dijauhkan dari segala godaan yang ada...

    karena...cinta sebelum pernikahan...pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat...





    apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???



    kemudian saudariku….

    apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???

    Apakah kalian merasa khawatir…???

    Apakah kalian sering merasa iri melihat gadis-gadis lain yang banyak yang mencintai…banyak yang melamar…banyak yang menginginkannya…??

    Pernahkan terlintas rasa iri tersebut pada kalian…???

    Atau sekedar ungkapan…”hmm…enak ya..kamu…punya banyak temen laki-laki….”

    “hmm..kamu sih enak…banyak yang mau…tinggal milih…?”

    Saudariku…ketahuilah….

    Kelak…kita hanya akan memiliki satu orang suami…

    Hanya satu saudariku…atau kadang lebih…jika cerai dan menikah lagi…namun saat yang bersamaan…kita hanya akan punya satu suami bukan,,,,???

    Jadi seberapa banyak pun laki-laki yang menyukai kita..

    Seberapa banyak teman laki-laki kita…

    Seberapa banyak kenalan kita….

    Pada akhirnya kita hanya akan menikah dengan satu orang laki-laki…

    Pada akhirnya kita hanya akan jadi milik satu orang laki-laki…



    Dan…percayalah…semua itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman laki-laki



    sama sekali tidak...

    karena jika wanita yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya...

    karena wanita yang terjaga adalah wanita yang banyak didamba oleh seorang ikhwan sejati...

    jadi...jagalah dirimu...hatimu...kehormatanmu...sebelum saatnya tiba...



    perbanyak bekalmu...dan doamu...

    yakinlah...bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu...

    amien...







    *Ya Allah...karuniakanlah kami seorang suami yang sholeh...

    yang menjaga dirinya...

    yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya...

    yang senantiasa memperbaiki dirinya...

    yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah...

    yang baik akhlaknya...

    yang menerima kami apa adanya...

    yang membimbing kami dengan lemah lembut...

    yang akan membawa kami menuju JannahMu Ya Rabb...



    kabulkan ya Allah...

    amien...

    dan segerakanlah...karena hati kami teramat lemah...dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat...







    al wakrah,

    di copas dari notes seorang teman