Sabtu, 26 Juni 2021

 Sebenernya,
Dari awal masuk ICU ah engga, dari awal di IGD, dokter memang sudah memberikan informasi tentang kemungkinan ayah gak ada.

Tapi ketika ayah masuk ICU lagi terakhir,
Rasanya semuanya jadi lebih nyata.

Mungkin juga karena gak sedikit orang orang yang nunggu pasien di ICU yang akhirnya jadi saling ngobrol. Saling sharing penyakit yang diderita, siapa sakit apa, nungguin siapa, berapa lama, apa tindakannya.

Di malam ayah masuk ICU lagi, bahkan kita ketemu ibu ibu yang lagi cari darah untuk suaminya. Sekitar jam 23.30 malam.

Malam itu, ditengah kondisi ayah baru dipasang ventilator, kita bersyukur bahwa ayah gak perlu dicarikan darah.

Selama ayah sakit dan dengan segala kondisinya serta usaha seluruh keluarga besar,
Gue berfikir,

"muslim memang sehebat ibu. Diberikan ujian dia bersabar, diberikan nikmat dia bersyukur."

Ternyata, bahkan ditengah ujian pun selalu ada hal yang membuat bersyukur yang kadang ngebuat mikir, salah gak ya bersyukurnya? Hahaha.

Karena memang, apapun kondisinya, gue sama ibu sering banget ngobrol," alhamdulillah ya bu, aku bisa ngekos jadi gak perlu bolak balik ke rumah" "alhamdulillah ya bu, kita nunggu ayah dapet bed ICU gak sampe berhari hari." "alhamdulillah ya bu lagi PJJ jadi kita bisa nemenin ayah walaupun gak di samping langsung."

Segala hal yang bahkan, ketika ayah gak ada, kita juga bersyukur karena semua serba dimudahkan. Alhamdulillah.

Bahkan sampai ketika ayah baru sampe rumah, jemaah masjid An Nur tempat ayah biasa sholat jamaah udah menekankan banget kalo ayah harus disholatkan disana. Mereka minta, dengan tegas.

Alhamdulillah ya Allah.
Ditengah kesedihan yang mendalam, sesungguhnya hikmah dibalik ini semua amaaaaat banyak.

Terlebih lagi, semua orang yang peduli dengan ayah melalui ibu, gue, kakak kakak ataupun adek. Semuanya. Doa doanya.

Ma syaa Allah, makasi banyakkkk atas doa doanya.
Pokoknya apapun yang penting doanya untuk ayah semoga bahagianya lengkap sampai surga 💕

Rabu, 23 Juni 2021

 Random thoughts.

Waktu itu lagi mikirin ayah, apalagi ya kan yang bisa dilakukan selain doa, minta sama Allah agar ayah selalu dalam kondisi terbaik, dijauhkan dari siksa kubur, dimudahkan segala urusannya, diberikan cahaya, diberikan kenikmatan sampai hari kebangkitan.
Segala bentuk doa, ganti ganti, diucapkan.

Sampai, ada satu waktu, yang akhirnya kepikiran juga.

Nanti kan gue bakalan nyusul ayah juga ya, terus yang doain gue siapa? Kalo punya anak, dan anaknya sholeh sholehah tentu ini akan jadi amal jariyah. Tapi kalo anaknya meninggal juga, terus yang doain gue siapa? Yang doain ayah gue siapa?

Ah iya, gue aja jarang doain kakek nenek dan mbah  mbah gue.
Lah, terus yang doain orangtuanya kakek nenek dan mbah mbah gue siapa?
Terus yang doain orangtua orangtuanya orangtuanya lagi siapa?

Yaampun.
Seketika gue bingung harus doa seperti apa, akhirnya terlisankanlah, ya Allah ampuni kakek nenek, mbah, buyut buyut saya semuanya (kalo ada yang tau doanya sesuai hadits boleh info). Juga doanya nabi Ibrahim, yang di surat al furqon tentang agar anak keturunannya menjadi orang yang mendirikan sholat.


Terus maksudnya apa na mikirin ginian?
😂

Kematian itu deket sekali, apalagi corona gini, jadi mempersiapkan kematian itu harus banget. Terlebih lagi buat di alam kubur nanti. Kan belum tentu ya setelah di kubur besok kiamat jadi gak perlu lama lama dikuburannya. Cuma kan kita gatau kapan kiamatnya. Dan gak tau apa yang akan terjadi di alam sana.

Penting banget berdoa dijauhkan dari siksa kubur tuh. Dan mempersiapkan apa apa yang ada di dalamnya, apa yang nanti mau "dibawa" kesana.

Kan gak ada lain selain amal jariyah kan? Ada hadits nya nih.

Nah makanya, gue mau sharing sharing, pentingnya ziswaf 😁

Apapun yang pahalanya mengalir terus walaupun kita udah gak hidup di dunia.

Gue sering nemu di Instagram tentang wakaf sumur, bangun masjid, wakaf pesantren bahkan dompet dhuafa ada wakaf surat berharga kalo gak salah.

Gimana caranya wakaf wakaf gitu?

Gampang banget asli, tinggal transfer aja. Macem top up ovo. Sambil doa semoga Allah terima amal kita. Dan doa juga semoga itu jadi amal jariyah kita.

Gak harus sejuta lagi, 50rb bisa. Ada juga wakaf qur'an 100rb. Ya Allah mudah banget sekarang tu buat ibadah.

Bahkan bisa wakaf atas nama orang lain, kaya mau nama orang tua atau siapapun.

Ini sebenernya buat kita kita juga ya, just remember that we're going to go back to Allah. Jadi sebaiknya persiapkan sambil doa yang banyak semoga Allah sayang sama kita dan menempatkan kita jauh dari siksa dan azabnya. Aamiin. 

Rabu, 14 April 2021

 Kalau bisa memilih, menjadi selain manusia, kira kira makhluk Allah yang mana yang akan jadi pilihan?

Pertanyaan seperti itu, banyak sekali muncul di drama drama. Keyakinan tentang reinkarnasi terutama. Juga hal hal yang membuat tokoh didrama itu sadar bahwa ternyata hidup tidak mudah.

Memang agak lucu, berandai andai tidak jadi manusia seperti jadi hiburan singkat.

Kalo gue mau jadi apa ya?

Disalah satu drama, ada yang mengatakan bahwa ia ingin jadi pohon, di rumah kekasihnya. Agar dia tidak perlu kehilangan orang yang dia sayang. Dan dia tau dimana harus menunggu kedatangan kekasihnya tersebut.

Wah ~
Mau dibilang romantis tapi otak gue gak nyampe 😂

Memang jadi manusia itu sulit ya.
Pilihan untuk berbuat baik atau menuruti hawa nafsu itu yang susah. Yaaa kalo ujian ujian mah dateng aja, tapi pasti bisa kehandle. Sejauh ini belom ada si manusia yang punya masalah sampe akhirnya mengakhiri hidupnya karena masalah itu. 

Ada sih.

Tapi balik lagi, itu pilihan gak sih?
Barangkali karena kita punya pilihan makanya kita lebih mulia daripada malaikat yang diciptakan hanya untuk beribadah.

Karena kita punya pilihan mau taat atau khianat.
Mau ibadah atau menuruti hawa nafsu. 
Dan orang orang yang beruntung adalah mereka yang memilih Allah dan RasulNya.

Jadi kira kira kalo ada pilihan gak jadi manusia, akan memilih jadi apa?

Orang orang kafir - kata Al Qur'an - berandai andai saat do neraka, kalo aja mereka tidak dilahirkan sebagai manusia.

Karena ternyata pilihan yang telah Allah berikan di dunia justru mengantarkannya pada neraka. Pada ketidakpercayaan pada yang Esa. Ini nih yang menyeramkan.

Sayangnya,
Kita gak punya pilihan selain menjalani hidup sebagai manusia. Melanjutkan apa yang sudah Allah berikan. Susah si emang, banget. 

Cuma ya gitu ya,
Sesusah susahnya, kita punya panduan, punya orang yang akan saling mengingatkan, punya Allah yang menjaga hati asalkan kita minta penguatan hanya dariNya.

Jadi, lepas dari semua drama drama,
Kita memang manusia, makhluk yang paling mulia, yang nanti ketika di surga kita lebih indah daripada Bidadari Nya 😊

Selasa, 13 April 2021

Hari Pertama, tahun kedua.

 
Day #1 Ramadhan
Ini hari pertama, ramadhan kedua, di tengah tahun kedua pandemi.
Banyak sekali yang terjadi, seperti era new normal yang semakin akrab, berkumpul tidak lagi takut takut, tempat wisata, jalan jalan, mall mall, sudah dibuka dengan harapan ekonomi kembali membaik dan kita bisa hidup berdampingan bersama corona.
Tujuannya seperti itu.
Vaksin sedang digalakan, orang yang bepergian jauh wajib tes lebih dulu. Segala ikhtiar dilakukan sebagai usaha pencegahan menyebarluasnya virus ini.
Sudah memasuki tahun kedua kita lebih banyak di rumah. Bagi yang pekerjaannya memungkinkan untuk bekerja dari rumah.
Sudah memasuki tahun kedua juga, orang orang struggle dengan pekerjaannya.
Sudah memasuki tahun kedua, para tenaga kesehatan lebih lama di rumah sakit daripada di rumah.
Sudah memasuki tahun kedua dan kita masih hidup sampai saat ini, setidaknya ketika saya menulis ini dan ketika kalian membacanya.
Mari berefleksi, apakah kesempatan yang Allah berikan telah kita manfaatkan dengan baik?
Apakah kemudian kita lebih banyak mengembangkan diri daripada menjadikannya sebagai kesempatan untuk beristirahat panjang tanpa akhir?
Maka benarlah, setiap kalimat pembuka para mc/moderator / pembawa acara. Bahwa nikmat sehat adalah nikmat yang mahal. Yang selalu perlu disyukuri terus menerus.
Begitu kira kira.
Dihari pertama ramadhan ini,
Mari kita berniat agar kita mendapatkan ampunan yang banyak dari Allah.
Agar kita menjadi hambaNya yang menang, yang mendapatkan ridho berbonus surgaNya.
Aamiin aamiin, in syaa Allah.

Selasa, 06 April 2021

Handle with Care - Jodi Picoult


Buku ini...

Lebih break my heart,
Gue pernah belajar tentang empathy, dan sebenernya merasa lebih baik ketika kita merasa lebih baik daripada orang lain memiliki istilah sendiri - silakan baca tesis gue._.

Buku ini, dengan jahatnya membuat gue bersyukur bahwa gue lahir dalam keadaan normal, baik baik saja dan bersyukur dengan seluruh lingkungan, keluarga, teman-teman bahkan sekedar orang yang gue liat, dalam kondisi yang serba baik. Walaupun mungkin dalam diri masing masing kita hancur.

Tapi, setidaknya, walaupun tidak ada yang baik-baik saja, kita cukup beruntung dan harusnya pandai bersyukur ketika kita dilahirkan dengan fisik yang lengkap.

Ini tentang willow, yang lahir dengan osteogenesis imperfecta. 

Apa itu? Sesuatu yang bahkan tidak pernah kita bayangkan untuk mendengar istilahnya, tapi penyakit ini ada dan langka. Sebuah penyakit bawaan yang tidak bisa dilakukan apapun tentangnya.

OI, singkatannya terdiri dari beberapa jenis. Yang paling ringan, menyebabkan kau akan mematahkan ratusan tulang dalam rentang waktu singkat. Yang paling parah kematian.

Pertanyaannya, ketika, kau hamil, atau istrimu, kakakmu, adikmu, tetanggamu, temanmu atau hanya seseorang yang kau kenal, ketika melakukan usg terhadap bayinya, kemudian terlihat bahwa bayinya mengidap OI, pertanyaannya, akankah kau mempertahankan bayi itu? Atau opsi berikutnya, menggugurkannya?

Semua pilihan yang sulit.
Bahkan ketika akhirnya bayi itu lahir, dia mampu bertahan hidup, tidak ada asuransi apapun yang memenuhi semua kebutuhan si bayi.


Sampai, akhirnya ibunya willow memutuskan untuk mengajukan gugatan pada sahabatnya yang sekaligus adalah dokter kandungannya.

Malpraktik kelahiran.
Istilah apalagi ini?

Novel ini benar-benar penuh emosi. Tidak ada satupun yang tidak menguras emosi. Bahkan buku lebih dari 600 halaman ini, pada suatu malam, mengantarkan gue pada willow. Bayi pengida OI yang sebenarnya sudah berusia enam tahun namun terlihat seperti ukuran anak 3 tahun.

Tentang langkahnya perlahan yang takut takut melangkah ke tangga. Tentang dia yang berharap agar ibunya tidak membuangnya. Willow sangat raput, bahkan bergeser ditempat tidurnya bisa membuat tulangnya hancur.

Ini sulit sekali. Bahkan untuk membacanya saja sangat sangat sulit. Apalagi untuk tidak terlibat secara emosional.

Bagaimana, jika, si ibu harus berpura-pura tidak menginginkan willow ketika mengajukan gugatan ke dokter sekaligus sahabatnya itu?
Bagaimana perasaan willow?

Bagaimana lagi, perasaan suaminya ketika dia akhirnya merasa istrinya sudah gila karena tidak menginginkan anaknya.

Atau, anak perempuannya yang satu lagi, yang membenci segala kondisi sampai mengidap bulimia, menyayat tangannya dan berubah menjadi klepto. Mengambil barang orang yang tidak bermanfaat.

Novel ini terlalu emosional, dan Jodi Picoult menulis ini dengan baik - untuk menghindari kata sempurna.

Gue rasa ini review teremosional.
Dan buku ini terlalu bagus untuk buku murah yang dibeli di gramedia hampir tiga tahun lalu. Mohon maaf baru sekarang bisa terbaca.

Buku ini mengantarkan pada pemahaman tentang kehidupan keluarga yang tidak mudah, tentang saling bertahan walaupun situasi sulit. Tentang menjadi dewasa ketika usiamu bahkan masih lima tahun? Atau 12 tahun untuk Amalia.

Tentang sahabatmu yang tiba-tiba menggugat? Tentang suami yang tiba-tiba tidak lagi mengenali istrinya?

Tapi ini, tentu saja tentang ibu yang ingin segalanya baik-baik saja dan lebih baik lagi kedepannya untuk putrinya sendiri. Ini tentang itu, dan...

Terkadang kau harus jadi manusia yang buruk demi menjadi ibu yang baik. 


 

Rabu, 17 Maret 2021

Agar Bidadari Cemburu Padamu - Salim A Fillah

 

Buku ini bekas, dibeli tahun 2019 waktu ada senior di sejarah UI jual jualin bukunya. Katanya, daripada dipendem di lemari mending dijualin dan hasil jualannya akan disumbangkan kemana ya...lupa.


Pas banget, pengen baca buku ini, tapi belum ada yang minjemin. Akhirnya kebelilah beberapa buku dengan harga yang sangat minimal, lupa berapa. 


Buku ini terbit lama, kayanya pas masih SD. Tapi baru dibaca beberapa minggu lalu. Karena baru meluangkan waktu aja buat ngebacanya.


Ustadz Salim, selalu gitu ya, tulisannya. Penuh hikmah dari shiroh. Bahasanya sastra, untaian katanya tidak terduga, pengibaratannya luar biasa tak pernah disangka. Indah.


Buku ini, layak, sangat layak, dibaca oleh setiap perempuan. Siswi, mahasiswi, istri, mami mami atau yang masih sendiri.


Banyak sekali, pengingat, bahwa Islam datang dengan syariat yang memuliakan perempuan. Sayang, hari ini banyak sekali yang justru memandang Islam mengecilkan peran perempuan. 


Padahal, ada sangat banyak sekali hal hal yang pada masa romawi, Yunani, arab jahiliyah, mesir kuno, bahkan sampai masa dark ages juga renaissance Eropa, mereka sangat tidak memuliakan perempuan.


Lalu Rasulullah hadir dengan Al Quran dan pemuliaannya pada perempuan. Pembatasan poligami hanya 4, sebelumnya tidak diatur. Hukum waris yang sepersekian, sebelumnya perempuan malah tidak dapat warisan.


Bukan bukan, kita perlu memahami sesuai konteks zamannya. Dan sampai hari ini Islam masih relevan. Bahkan sampai kiamat. Akan selalu ada hikmah dibalik alasan persaksian perempuan harus dua orang untuk menggantikan satu orang laki-laki. Ada hikmahnya pasti kenapa Allah mengizinkan memiliki istri empat walaupun pasti berat bagi setiap hati.


Kita hanya perlu banyak banyak belajar untuk memahami jika belum mampu taat seperti para sahabat. Orang orang yang ketika datang syariat langsung mengerjakan tanpa bertanya kenapa 😊


Ah ya, 

Perempuan sholihah, tentu jauh lebih menarik - di surga - dibandingkan bidadari yang banyak itu. Jadi, jangan khawatir kalo nanti laki-laki dapat banyak bidadari. Kita, in syaa Allah, akan selalu lebih indah. 


Ya belom tau juga si, tapi nanti di surga kita cerita cerita ya 🤭


Semoga,

Kita semua jadi orang orang yang dirindukan surga dan membuat bidadari cemburu 😊

Sabtu, 13 Maret 2021

Nafsu

 Sejatinya, kita semua paham betul bahwa yang baik adalah baik dan yang salah adalah salah. Hati kita, entah bagaimana, dapat mengetahui apakah yang kita lakukan baik atau tidak. Dan memang, fitrah Allah, hati kita diciptakan dalam keadaan baik.

Pun juga, pada salah satu dialognya dibuku Sang Pangeran dan janissary terakhir , Pangeran Diponegoro menyampaikan bahwa dosa adalah apa apa yang hati kita gelisah dalam melakukannya. Barangkali ia boleh dilakukan, namun hati kita merasa resah ketika kita melakukannya.

Dan nafsu, tentulah tidak semuanya salah dan tidak semuanya bernilai tanpa manfaat. Namun, hati kita paham bahwa nafsu yang dituruti ini bernilai baik atau tidak ada nilai apapun. Berkat fitrah Allah bahwa hati diciptakan dalam bentuk baik, akhirnya apa apa yang bernilai tidak manfaat maka hati menjadi resah jika terlalu lama dilakukan. 

Akibatnya, hati tidak lagi peka. Tanda tanda fitrah yang Allah berikan pada hati menjadi hilang kepekaannya. Ia, tak lagi merasa bersalah pada nafsu nafsu tak bermanfaat yang kita turuti. Dan itu adalah titik terburuk dari banyaknya nafsu yang dituruti.

Bukan berarti tidak boleh, beberapa hal, ada kalanya tidak dilakukan terlalu sering. Misalnya, saat berpuasa tentu saja kita tidak boleh minum. Padahal saat tidak berpuasa kita pasti minum sepuas yang kita mau. Dan minum adalah halal, namun saat puasa ia tidak boleh kita lakukan. Syariat Allah.

Begitu juga dengan kegiatan kegiatan yang tidak bernilai manfaat. Ia tidak dilarang, namun sebaiknya tidak dilakukan. Sesekali mungkin tidak mengapa asal jangan kecanduan. Namun, untuk hal hal yang telah kita ketahui posisinya adalah dosa, berusahalah semaksimal mungkin untuk tidak melakukannya.

Berat memang, sangat.
Sangat berat sekali.

Iya, setan, jin, iblis dan bangsanya tentu saja berusaha keras menjerumuskan pada lubang kehinaan agar kita tidak berpulang pada tempat asal kita, surga.

Maka, bersyukurlah ketika hati masih merasakan keresahan. Karena ia masih Allah jaga fitrahnya. Dan barangkali itu adalah cara Allah berkomunikasi dengan kita hambaNya.

Mohon doanya semoga kita sama sama dapat melawan keresahan ini dengan terus beramal sholeh.

Barakallahu fiik 💕