Melepas Hijab?
Bismillahirrohmanirrohim…
Hidup itu perjuangan, penuh rintangan dan tuntutan. Tapi bagi orang orang yang menyadari, hidup itu sendiri sudah memiliki tuntunan. Masalah yang datang silih berganti membuat kita seakan akan terombang ambing, tersesat, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Itulah hidup bagi orang yang tidak menyadari bahwa kita sudah memiliki tuntunan.
Tapi ada sebagian orang lainnya yang dengan datangnya masalah bertubi tubi itu malah membuat mereka semakin dekat dengan tuntunannya. Bahkan hidupnya menjadi jauuuh lebih baik setelah masalah bertubi tubi itu datang.
Pegy Melati S., Dewi Sandra, Yulia Rochman, dll beberapa artis yang setelah datangnya masalah bertubi tubi itu malah menjadi semakin dekat dengan tuntunannya.
Allah memberikan hidayah ke hambaNya yang Ia kehendaki…
Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam
Sholawat dan salam kepada junjungan Rasulullah Saw
Aurat menurut KBBI yang saya download melalui playstore artinya adalah bagian badan yang tidak boleh kelihatan (menurut hokum islam);kemaluan;organ untuk mengadakan perkembangbiakan.
Aurat juga disinggung dalam al quran di surat an nur ayat 31 “dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya). Kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menurupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakan auratnya…”
Kesimpulan yang dapat saya ambil aurat adalah sesuatu yang tidak boleh ditampakan ke orang orang yang bukan mahrom, adapun aurat itu untuk perempuan seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan dan untuk laki laki dari pusat sampai dengkul.
Kalo dilihat dari buku tuntunan saya, Al Quran, menutup aurat itu hukumnya wajib karena Allah sudah menerangkan di surat Al Ahzab ayat 59 “wahai Nabi! Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu, dan istri istri orang mukin Hendaklah mereka menurutpkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidk diganggu, dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
Banyak orang yang terkesan memilih milih amalan, contohnya orang sholat tapi tidak berhijab. Sholat tapi tidak mau zakat, zakat tapi tidak mau sholat. Ngakunya islam tapi perintah Allah ia pilih pilih.
Sambil terus mengoreksi diri sendiri dan saling mengingatkan kepada seluruh umat di dunia, Allah Maha Mengetahui, bisa jadi apa yang kamu suka tidak baik bagimu dan apa yang kamu tidak suka baik bagimu. *lupa ayat/surat apa*
Fenomena hijab saat ini luar biasaaa.
Yang berhijab syari makin banyak, Alhamdulillah.
Dan yang berhijab stylish tak kalah banyak ._.v
Tapi yang melepas hijab pun ada (
Sedih rasanya melihat/mengetahui saudara sesama muslimah yang melepas hijabnya (
Sebelum memutuskan untuk melepas hijab, kenapa tidak kembali menengok tujuan awal kita mengenakan hijab?
Bukan, bukan menasehati. Bukan pula mengecam, hanya saja sangat menyayangkan saat kewajiban dari Allah yang telah kita jalani beberapa lama tiba tiba kita lepaskan karena masalah yang bertubi tubi.Subhanallah (
Sesungguhnya, saat Allah memberikan ujian yang bertubi tubi itu karena Allah sayang kepada kita. Allah ingin sekali mendengar hambaNya memohon, menangis hanya padaNya, kembali padaNya.
Ya Allah
Engkau Maha Mengetahui apa yang gaib dan yang nyata.
Hanya Engkau yang mengetahui apa yang ada dibalik alasan muslimah yang melepas hijabnya.
Berikanlah hidayah kepada mereka,
Berikanlah ampunan kepada mereka,
Semoga mereka kembali ke jalan Mu ya Rabb…
Sebenernya saya juga agak bingung arah tullisan ini mau kemana.
Saya bukan orang yang pandai menasehati, saya pun bukan orang yang suka mendebat.
Tapi fenomena melepas hijab ini membuat saya sebagai seorang muslimah sedih.
Sambil terus memperbaiki diri, memohon ampun kepada Allah, saya juga ingin saudara saudara seiman bersama kembali pada Allah dalam keadaan bersih, tanpa dosa, in syaa Allah.
Sejujurnya, saya ingin mengomentari alasan alasan dibalik lepasnya hijab tersebut.
Cukup dengan An nur 31 dan al ahzab 59.
Itu bukan saya yang mengatakan, tapi Allah.
Allah yang menciptakan kita.
Allah yang menghidupkan kita
Allah yang memberikan nikmat kepada kita
Allah yang hanya kepadaNya kita hidup dan hanya kepadaNya kita kembali.
Seharusnya, jika sudah Allah yang berfirman,
otak harus berhenti mencari alasan,
mulut berhenti membicarakan kebohongan,
diri ini kembali kepada kebenaran.
Wallahu a’lam
sometimes, you just need to share, and sometimes you need to keep it in your memory
Minggu, 10 Agustus 2014
Senin, 04 Agustus 2014
Asmaul Husna?
Alhamdulillah, setelah sekian lama gak ke gramedia, eh gak lama lama banget deng, Cuma pas ke gramed gak bener bener keliling, jadi ada banyak yang saya gak update tentangnya ~
Pas kemaren ke gramed sama temen kelas #tekaje28, dan naik ke lantai 2 *kalo gak salah* ada semacem kafe, nah ini mengingatkan saya ke sebuah buku berjudul Bookends, buku yang bercerita tentang seorang wanita yang memutuskan untuk berhenti bekerja dan membangun mimpinya memiliki toko buku yang dilengkapi dengan kafe bersama temannya. Pada saat wanita itu resign, bosnya langsung menahan dengan iming iming gaji yang sungguh besar, well, mimpi itu everything. Mau sampe kapan kerja sama orang terus?
Ini juga terus memotivasi saya supaya bisa mencapai cita cita saya, punya TK. Aamiin…
Lanjut lagi ke cerita ke dua, tiba tiba dateng ke tempat Islamic book. Dan pas lagi jalan, mata saya melihat nama saya bejejer di cover book. Yaampun, buku gue!
Awalnya mikir gitu, tapi ternyata bukan, hehehe
Emang bercita cita supaya suatu hari nanti bisa nerbitin buku sendiri, aamiin doakan ya!
Nah jadi buku apa sih itu?
Perkenalkan nama saya LOBELIA ASMAUL HUSNA.
Bisa dilihat dari nama saya itu, ada dua kata yang sangat indah… ASMAUL HUSNA
Seakan akan kembali tersadar bahwa sejak lahir Asmaul Husna sudah menjadi identitas saya, dan ada orang yang menanyakan, “gak keberatan nama?” ternyata mitos keberatan nama pun masih ada sampe sekarang. Kenyataannya saya sehat sehat aja dan bahkan Asmaul Husna membawa begitu banyak berkah buat saya.
Dulu, dari pas lahir sampe SD, setiap ngaji dan denger ada Asmaul Husna atau Husna disebutkan, pasti selalu nyaut “iya…” seakan akan merasa sedang dipanggil.
Nah, balik lagi ke buku di gramedia ini, buku buku yang bertuliskan Asmaul Husna dicovernya itu menuliskan betapa hebat, indah dan dahsyatnya Asmaul Husna. Betapa nama nama Allah Yang Mahaindah itu memiliki khasiatnya masing masing.
“Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka mohonlah kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna it, dan tinggalkanlah orang orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama namaNya…” (QS Al A’raaf ; 180)
Ada banyak buku yang menuliskan sejuta khasiat Asmaul Husna, tapi saya tertarik dengan sebuah buku karangan Ahfa Waid, karena buku ini dicetak penuh dengan gambar gambar dan gak membosankan. Bahasa yang digunakan juga cenderung santai dan anak muda banget. Penulis menggunakan kata ganti Loe dan Gue dibuku itu. Well, menurut saya itu sedikit berbeda dari kebanyakan buku Islamic.
Penasaran dengan penulisnya, saya pun meluncur ke halaman belakang. Siapa sih yang nulis?
Oke….semua cukup memukul batin saya.
Penulisnya bernama Ahfa Waid, lahir tanggal 24 September 1994.
Jelas ini begitu memukul batin.
Saya yang sejak lahir hidup bersama Asmaul Husna gak pernah kepikiran nulis tentang nama yang indah itu.
Tapi dia yang umurnya gak beda jauh dari saya, Cuma beda hampir lima bulan dan gak bernama Asmaul Husna bisa menulis tentang Asmaul Husna. Whats?
Dan hal yang paling memukul lagi bagi saya adalah, saya belom hafal Asmaul Husna.
Ya Allah, ampuni saya…
Kembali tersadar saya bernama Lobelia Asmaul Husna, dan ayah telah berfikir keras mencari nama terbaik untuk anaknya yang luar biasa ini, saya setidaknya harus hafal Asmaul Husna dan khasiat dari setiap nama namanya.
Ya Allah, mudahkan hambaMu ini untuk menghafal, aamiin…
Terimakasih ayah atas nama yang indahnya, Lobelia Asmaul Husna.
Pas kemaren ke gramed sama temen kelas #tekaje28, dan naik ke lantai 2 *kalo gak salah* ada semacem kafe, nah ini mengingatkan saya ke sebuah buku berjudul Bookends, buku yang bercerita tentang seorang wanita yang memutuskan untuk berhenti bekerja dan membangun mimpinya memiliki toko buku yang dilengkapi dengan kafe bersama temannya. Pada saat wanita itu resign, bosnya langsung menahan dengan iming iming gaji yang sungguh besar, well, mimpi itu everything. Mau sampe kapan kerja sama orang terus?
Ini juga terus memotivasi saya supaya bisa mencapai cita cita saya, punya TK. Aamiin…
Lanjut lagi ke cerita ke dua, tiba tiba dateng ke tempat Islamic book. Dan pas lagi jalan, mata saya melihat nama saya bejejer di cover book. Yaampun, buku gue!
Awalnya mikir gitu, tapi ternyata bukan, hehehe
Emang bercita cita supaya suatu hari nanti bisa nerbitin buku sendiri, aamiin doakan ya!
Nah jadi buku apa sih itu?
Perkenalkan nama saya LOBELIA ASMAUL HUSNA.
Bisa dilihat dari nama saya itu, ada dua kata yang sangat indah… ASMAUL HUSNA
Seakan akan kembali tersadar bahwa sejak lahir Asmaul Husna sudah menjadi identitas saya, dan ada orang yang menanyakan, “gak keberatan nama?” ternyata mitos keberatan nama pun masih ada sampe sekarang. Kenyataannya saya sehat sehat aja dan bahkan Asmaul Husna membawa begitu banyak berkah buat saya.
Dulu, dari pas lahir sampe SD, setiap ngaji dan denger ada Asmaul Husna atau Husna disebutkan, pasti selalu nyaut “iya…” seakan akan merasa sedang dipanggil.
Nah, balik lagi ke buku di gramedia ini, buku buku yang bertuliskan Asmaul Husna dicovernya itu menuliskan betapa hebat, indah dan dahsyatnya Asmaul Husna. Betapa nama nama Allah Yang Mahaindah itu memiliki khasiatnya masing masing.
“Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka mohonlah kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna it, dan tinggalkanlah orang orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama namaNya…” (QS Al A’raaf ; 180)
Ada banyak buku yang menuliskan sejuta khasiat Asmaul Husna, tapi saya tertarik dengan sebuah buku karangan Ahfa Waid, karena buku ini dicetak penuh dengan gambar gambar dan gak membosankan. Bahasa yang digunakan juga cenderung santai dan anak muda banget. Penulis menggunakan kata ganti Loe dan Gue dibuku itu. Well, menurut saya itu sedikit berbeda dari kebanyakan buku Islamic.
Penasaran dengan penulisnya, saya pun meluncur ke halaman belakang. Siapa sih yang nulis?
Oke….semua cukup memukul batin saya.
Penulisnya bernama Ahfa Waid, lahir tanggal 24 September 1994.
Jelas ini begitu memukul batin.
Saya yang sejak lahir hidup bersama Asmaul Husna gak pernah kepikiran nulis tentang nama yang indah itu.
Tapi dia yang umurnya gak beda jauh dari saya, Cuma beda hampir lima bulan dan gak bernama Asmaul Husna bisa menulis tentang Asmaul Husna. Whats?
Dan hal yang paling memukul lagi bagi saya adalah, saya belom hafal Asmaul Husna.
Ya Allah, ampuni saya…
Kembali tersadar saya bernama Lobelia Asmaul Husna, dan ayah telah berfikir keras mencari nama terbaik untuk anaknya yang luar biasa ini, saya setidaknya harus hafal Asmaul Husna dan khasiat dari setiap nama namanya.
Ya Allah, mudahkan hambaMu ini untuk menghafal, aamiin…
Terimakasih ayah atas nama yang indahnya, Lobelia Asmaul Husna.
Kamis, 31 Juli 2014
Pengumuman SBMPTN
Assalamualaikum wr.wb
Bismillahirrohmanirrohim…
Alhamdulillah…segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam baiknya selalu kita ucapkan kepada junjungan kita Rasulullah Saw.
Dikesempatan kali ini saya akan menulis tentang sebuah kejadian luar biasa. *openingnya udah kaya pidato*
Jadi hari ini tanggal 16 juli 2014 merupakan hari bersejarah untuk saya, kenapa? Karena hari ini pengumuman SBMPTN dan luar biasanya saya lulus.
Kenapa luar biasa? Karena kalo kalian tau hidup saya, ampun dah…keren amat bisa lulus
Semua bermula ketika lulus SMP, sayang banget waktu itu masuk SMA favorit harus pake tes tes segala, saya males banget ikut tes, tapi saya nemenin temen temen daftar tes XD
Abis itu, saya kegoda sama temen kakak saya. Dia ngebujuk rayu supaya saya masuk SMK 26. Akhirnya saya ikutan tes masuk sana dan diterima -.-
Saya selalu merasa diri saya beruntung, karena Allah benar benar mempercayakan hal hal yang luar biasa ke hidup saya.
Mullai dari lulus SD, saya bisa masuk SMP 109, lalu lulus dari 109 saya bisa masuk SMK 26. Semua saya jalanin dengan yaudah jalanin aja. Biarin aja dia ngalir. Dengan sesantai santainya. Dan emang selalu saya serahin semua ke Allah…
Masuk SMK 26, lalu sekolah selama 4 tahun disana. Tahun pertama hidup saya bener bener berubah, yang biasanya sekolah jalan kaki, sekarang naik angkot 3x. yang biasanya jam set7 baru keluar rumah, padahal masuk sekolah jam set7. Jadi keluar jam setengah6 aja panic. Semua luar biasa berubah. Masya Allah…
Udah gitu hidup saya disana bener bener kaya orang lagi main, tanpa beban banget. Saat orang sibuk belajar, saya ngurus ekskul. Saat orang sibuk ngerjain PR saya sibuk ngurus junior. Bahkan saat orang orang udah mulai persiapan UN, saya baru ngeh kalo saya gak ngerti apa apa -.-
Yaudah, dengan segala kesantaian saya, hidup saya di 26 gak terlalu mengukir prestasi, tapi saya bahagia. Pernah suatu ketika saya ada di peringkat 13. Itu keren sekali. Tapi disemester berikutnya Alhamdulillah bisa naik lagi nilainya, hehehe
Iya, begitulah hidup saya. Kadang terlalu santai, let it flow banget.
Tapi kalo saya udah mau A, yaudah A aja. Gabisa yang lain. Saat ada kemauan, saya akan berjuang supaya bisa ngedapetinnya. That’s me.
Lalu tiga tahun saya habisin di sekolah, tahun ke 4 saya PKL.
Yah, seru seru engga. Karena saya udah ngebayangin hal yang luar biasa tapi kenyataannya gak terjadi. Jadi pasrah aja deh, ikhlasin aja. Akhirnya ditempat PKL pun gak maksimal.
Tapi yang hebat adalah saat nilai ujian saya cukup tinggi. Apalagi nilai skill networking saya jauh lebih tinggi daripada yang lain. Tau gak kenapa? Karena saya berani ambil resiko. Saya memutuskan buat ngambil materi yang susah. Bahkan bisa dibilang materinya…..bikin orang orang berdecak, hahaha.
Abis gimana dong, pas saya konsul, saya konsulnya sama orang yang mau ujian CCIE. Jadilah dia bilang, “eh gue lagi belajar Cisco Unified Mobility, coba deh lu ambil itu aja.”
“apa tuh?” serius gak ngerti, waktu itu baru belajar voice dua hari dan otak udah ngos ngosan.
“supaya lu bisa nelfon dari luar kantor ke nomer client misalnya seakan akan lu pake telfon kantor…”
“hoooo….”abis itu yaudah saya iyain.
Dan tau gak, saya itu memutuskan ambil materi itu hampir 7 bulan sebelum ujian. Dan baru saya pelajarin serius dua bulan menuju ujian.
Jadi dua bulan menuju ujian saya baru pinjem alat. Terus tu alat alat sempet dicuekin tiga minggu.
Abisnya bingung juga mau belajar, orang gak ngerti sama sekali, pembimbing juga entah kemana. Terus sempet ditegor sama yang waktu itu nyuruh gue ngambil CUM. Akhirnya saya memutuskan buat belajar dikit. Terus manager nanya, “kalian mau ujian kapan?”
Ketawa dah dalam hati, ngerti aja kagak, gimana mau ujian. Haft.
Akhirnya ketemulah tanggal 20 maret.
Sebelum ujian, kita latihan dulu. H-5 ujian, kita latihan presentasi.
Saya Cuma nampillin single number reach, bukan cisco unified mobility. Terus pengujinya bilang, “gue sih ngarepnya lu ngambil cisco unified mobility, kalo SNR kan gampang, tinggal klik klik jadi. Kalo CUM lebih ada challenge nya. Tapi gapapa si, besok sabtu minggu libur. Kalo lu bisa kejar tiga hari juga cukup.”
Saya ngangguk ngangguk. Pembimbing yang udah lama gak ada kabarnya pun dating juga dan ngomong persis sama yang penguji omongin.
Disitu jadi beban bangeeettt.
Tiga hari harus bisa buat itu semua komunikasi, haafttt.
Hari sabtu minggu saya pasrah.
Hari senin selasa rabu saya gempur abis abisan.
Yang biasanya jam 5 pulang, ini jadi jam set7 baru pulang.
Ngerepotin banyak orang, yah lumayan.
Dalam waktu tiga hari, saya berhasil.
Terimakasih :’)
Nah, kira kira gitu.
Betapa santainya dan saya itu termasuk ke tipe orang yang otaknya jalan kalo udah kepepet.
Akhirnya, tanggal 11 april, saya selesai PKL. Terimakasih atas kesempatan magang 11 bulan disana. Saya belajar banyak hal :’)
Dan….hidup sebagai pengacara pun dimulai. Iya, pengangguran banyak acara.
Bayangin aja, dalam bulan april tiga kali malem minggu saya gak di rumah.
Malem minggu pertama, finalisasi AD ART ODOJ.
Malem minggu kedua, TF YISC Al Azhar
Malem minggu ke tiga, persiapan GL ODOJ.
Keren gak?
Buat orang kaya saya yang keluar malem aja gaboleh itu udah suatu prestasi yang keren banget.
Abis itu every weekend waktu saya bener bener buat ODOJ sama YISC.
Keren lah, saat orang weekend istirahat, saya malah gerilya kemana mana.
Cari kerja?
Niatnya sih gitu, tapi saya nunggu pengumuman SNMPTN. Niatnya kalo lulus SNMPTN berarti kan gausah ngapa ngapain ya XD
Tapi kenyataannya gak lulus, hehehe.
Saat itu saya galau.
Kuliah.
Kuliah kerja?
Kuliah apa?
Kerja dimana?
Abis itu saya chat hampir semua orang yang memiliki background berbeda.
Ada yang kuliah kerja, ada yang kerja aja, ada yang kuliah aja, ada yang pengacara.
Semuanya ngasih pendapat bagus.
Lalu saya mikir, udahlah kuliah kerja aja. Tapi gausah lanjutin TKJ, gakuat sama itung itungan.
Saya sampein unek unek ini ke ibu.
“bu, aku kuliah kerja aja ya?”
“iya gapapa, tapi ikut SBMPTN dulu ya.”
“belajar dong?”
“ya gapapa, siapa tau aja lulus.”
Yasudah.
Akhirnya saya iyain.
Pas pendaftaran saya Cuma ikut ikut aja, disuruh pilih A saya yaudahin, yang penting gak disuruh ngitung aja –‘
Akhirnya saya pilih PGSD, pend.bahasa inggris, pend.sejarah.
Tiga pilihan itu gak ada yang bener bener klik dihati. Karena sejujurnya saya itu pengennya jadi guru TK.
Tapi yaudah, saya Cuma mau orang tua saya bahagia. Eaaaa
Dua minggu sebelum ujian, saya pun daftar.
Seminggu awal saya belajar, tapi gak ngerti ngerti.
Akhirnya matematika sama ekonomi saya pelajarin sedikit doang.
Seminggu sebelum ujian, saya ngerasa gak guna belajar terus. Toh gak ngerti ngerti.
Akhirnya saya mikir. Muhasabah.
Saya punya Allah, apapun yang saya lakuin, kalo saya gak ‘cari muka’ sama Allah, Allah gamungkin ngasih.
Jadilah selama seminggu itu saya gerilya, belajar, ngaji, puasa, sholat malam, dhuha, hajat, minta ampun, malah kalo dibilang saya lebih dikit belajarnya diminggu kedua itu. Abis gak ngerti ngerti XD
Lalu Alhamdulillah, selama gerilya itu saya khatam sekali :’)
Sambil terus berusaha carimuka sama Allah. Akhirnya semua selesai juga.
Pas sebelum ujian saya gak belajar, Cuma ngaji. Deketin diri sama Allah. Pasrah karena gak ngerti sama soal soalnya T.T
Dag dig dug karena semua orang pada belajar.
Yaudah ikhlas lah.
Saya berkali kali pengen nyari kerja, pengen interview, pengen nyari duit, tapi gak jadi jadi karena nungguin hasil SBM.
Dan akhirnya, setelah bulan puasa, gerilya saya makin jadi. Selain karena pahala lagi banyak banyaknya, doa juga lagi gampang dikabulin nih. Ibadah banyakin, minta sama Allah supaya bisa ngebahagiain orang tua, dan orang tua saya bahagia kalo saya kuliah di UNJ XD
Hari ini pengumuman,
Pas mau buka webnya, bener bener diem diem aja. Gamau cerita ke ibu/ayah/ade.
Web nya lemot -.-
Minta tolong aris liatin hasil punya saya. Katanya lulus pendidikan sejarah UNJ XD
Alhamdulillah….
Setelah bisa liat sendiri langsung kasih liat ke ibu.
Ibu baca sendiri tulisannya, ibu langsung meluk saya, nangis terharu :”
Ayah yang lagi ngaji langsung berenti nanya kenapa, pas ibu bilang husna lulus langsung naro al quran terus meluk dan cipika cipiki ke anaknya yang cantik ini :”
Kabarin sanak saudara handaitaulan semuanya, lalu terlintas pikiran….saya gamau ospek.
Saya gamau seangkatan sama yang lebih muda, saya gamau diospek sama yang seumuran apalagi sama yang lebih muda…
Boleh gak sih gak ospek?
Bismillahirrohmanirrohim…
Alhamdulillah…segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam baiknya selalu kita ucapkan kepada junjungan kita Rasulullah Saw.
Dikesempatan kali ini saya akan menulis tentang sebuah kejadian luar biasa. *openingnya udah kaya pidato*
Jadi hari ini tanggal 16 juli 2014 merupakan hari bersejarah untuk saya, kenapa? Karena hari ini pengumuman SBMPTN dan luar biasanya saya lulus.
Kenapa luar biasa? Karena kalo kalian tau hidup saya, ampun dah…keren amat bisa lulus
Semua bermula ketika lulus SMP, sayang banget waktu itu masuk SMA favorit harus pake tes tes segala, saya males banget ikut tes, tapi saya nemenin temen temen daftar tes XD
Abis itu, saya kegoda sama temen kakak saya. Dia ngebujuk rayu supaya saya masuk SMK 26. Akhirnya saya ikutan tes masuk sana dan diterima -.-
Saya selalu merasa diri saya beruntung, karena Allah benar benar mempercayakan hal hal yang luar biasa ke hidup saya.
Mullai dari lulus SD, saya bisa masuk SMP 109, lalu lulus dari 109 saya bisa masuk SMK 26. Semua saya jalanin dengan yaudah jalanin aja. Biarin aja dia ngalir. Dengan sesantai santainya. Dan emang selalu saya serahin semua ke Allah…
Masuk SMK 26, lalu sekolah selama 4 tahun disana. Tahun pertama hidup saya bener bener berubah, yang biasanya sekolah jalan kaki, sekarang naik angkot 3x. yang biasanya jam set7 baru keluar rumah, padahal masuk sekolah jam set7. Jadi keluar jam setengah6 aja panic. Semua luar biasa berubah. Masya Allah…
Udah gitu hidup saya disana bener bener kaya orang lagi main, tanpa beban banget. Saat orang sibuk belajar, saya ngurus ekskul. Saat orang sibuk ngerjain PR saya sibuk ngurus junior. Bahkan saat orang orang udah mulai persiapan UN, saya baru ngeh kalo saya gak ngerti apa apa -.-
Yaudah, dengan segala kesantaian saya, hidup saya di 26 gak terlalu mengukir prestasi, tapi saya bahagia. Pernah suatu ketika saya ada di peringkat 13. Itu keren sekali. Tapi disemester berikutnya Alhamdulillah bisa naik lagi nilainya, hehehe
Iya, begitulah hidup saya. Kadang terlalu santai, let it flow banget.
Tapi kalo saya udah mau A, yaudah A aja. Gabisa yang lain. Saat ada kemauan, saya akan berjuang supaya bisa ngedapetinnya. That’s me.
Lalu tiga tahun saya habisin di sekolah, tahun ke 4 saya PKL.
Yah, seru seru engga. Karena saya udah ngebayangin hal yang luar biasa tapi kenyataannya gak terjadi. Jadi pasrah aja deh, ikhlasin aja. Akhirnya ditempat PKL pun gak maksimal.
Tapi yang hebat adalah saat nilai ujian saya cukup tinggi. Apalagi nilai skill networking saya jauh lebih tinggi daripada yang lain. Tau gak kenapa? Karena saya berani ambil resiko. Saya memutuskan buat ngambil materi yang susah. Bahkan bisa dibilang materinya…..bikin orang orang berdecak, hahaha.
Abis gimana dong, pas saya konsul, saya konsulnya sama orang yang mau ujian CCIE. Jadilah dia bilang, “eh gue lagi belajar Cisco Unified Mobility, coba deh lu ambil itu aja.”
“apa tuh?” serius gak ngerti, waktu itu baru belajar voice dua hari dan otak udah ngos ngosan.
“supaya lu bisa nelfon dari luar kantor ke nomer client misalnya seakan akan lu pake telfon kantor…”
“hoooo….”abis itu yaudah saya iyain.
Dan tau gak, saya itu memutuskan ambil materi itu hampir 7 bulan sebelum ujian. Dan baru saya pelajarin serius dua bulan menuju ujian.
Jadi dua bulan menuju ujian saya baru pinjem alat. Terus tu alat alat sempet dicuekin tiga minggu.
Abisnya bingung juga mau belajar, orang gak ngerti sama sekali, pembimbing juga entah kemana. Terus sempet ditegor sama yang waktu itu nyuruh gue ngambil CUM. Akhirnya saya memutuskan buat belajar dikit. Terus manager nanya, “kalian mau ujian kapan?”
Ketawa dah dalam hati, ngerti aja kagak, gimana mau ujian. Haft.
Akhirnya ketemulah tanggal 20 maret.
Sebelum ujian, kita latihan dulu. H-5 ujian, kita latihan presentasi.
Saya Cuma nampillin single number reach, bukan cisco unified mobility. Terus pengujinya bilang, “gue sih ngarepnya lu ngambil cisco unified mobility, kalo SNR kan gampang, tinggal klik klik jadi. Kalo CUM lebih ada challenge nya. Tapi gapapa si, besok sabtu minggu libur. Kalo lu bisa kejar tiga hari juga cukup.”
Saya ngangguk ngangguk. Pembimbing yang udah lama gak ada kabarnya pun dating juga dan ngomong persis sama yang penguji omongin.
Disitu jadi beban bangeeettt.
Tiga hari harus bisa buat itu semua komunikasi, haafttt.
Hari sabtu minggu saya pasrah.
Hari senin selasa rabu saya gempur abis abisan.
Yang biasanya jam 5 pulang, ini jadi jam set7 baru pulang.
Ngerepotin banyak orang, yah lumayan.
Dalam waktu tiga hari, saya berhasil.
Terimakasih :’)
Nah, kira kira gitu.
Betapa santainya dan saya itu termasuk ke tipe orang yang otaknya jalan kalo udah kepepet.
Akhirnya, tanggal 11 april, saya selesai PKL. Terimakasih atas kesempatan magang 11 bulan disana. Saya belajar banyak hal :’)
Dan….hidup sebagai pengacara pun dimulai. Iya, pengangguran banyak acara.
Bayangin aja, dalam bulan april tiga kali malem minggu saya gak di rumah.
Malem minggu pertama, finalisasi AD ART ODOJ.
Malem minggu kedua, TF YISC Al Azhar
Malem minggu ke tiga, persiapan GL ODOJ.
Keren gak?
Buat orang kaya saya yang keluar malem aja gaboleh itu udah suatu prestasi yang keren banget.
Abis itu every weekend waktu saya bener bener buat ODOJ sama YISC.
Keren lah, saat orang weekend istirahat, saya malah gerilya kemana mana.
Cari kerja?
Niatnya sih gitu, tapi saya nunggu pengumuman SNMPTN. Niatnya kalo lulus SNMPTN berarti kan gausah ngapa ngapain ya XD
Tapi kenyataannya gak lulus, hehehe.
Saat itu saya galau.
Kuliah.
Kuliah kerja?
Kuliah apa?
Kerja dimana?
Abis itu saya chat hampir semua orang yang memiliki background berbeda.
Ada yang kuliah kerja, ada yang kerja aja, ada yang kuliah aja, ada yang pengacara.
Semuanya ngasih pendapat bagus.
Lalu saya mikir, udahlah kuliah kerja aja. Tapi gausah lanjutin TKJ, gakuat sama itung itungan.
Saya sampein unek unek ini ke ibu.
“bu, aku kuliah kerja aja ya?”
“iya gapapa, tapi ikut SBMPTN dulu ya.”
“belajar dong?”
“ya gapapa, siapa tau aja lulus.”
Yasudah.
Akhirnya saya iyain.
Pas pendaftaran saya Cuma ikut ikut aja, disuruh pilih A saya yaudahin, yang penting gak disuruh ngitung aja –‘
Akhirnya saya pilih PGSD, pend.bahasa inggris, pend.sejarah.
Tiga pilihan itu gak ada yang bener bener klik dihati. Karena sejujurnya saya itu pengennya jadi guru TK.
Tapi yaudah, saya Cuma mau orang tua saya bahagia. Eaaaa
Dua minggu sebelum ujian, saya pun daftar.
Seminggu awal saya belajar, tapi gak ngerti ngerti.
Akhirnya matematika sama ekonomi saya pelajarin sedikit doang.
Seminggu sebelum ujian, saya ngerasa gak guna belajar terus. Toh gak ngerti ngerti.
Akhirnya saya mikir. Muhasabah.
Saya punya Allah, apapun yang saya lakuin, kalo saya gak ‘cari muka’ sama Allah, Allah gamungkin ngasih.
Jadilah selama seminggu itu saya gerilya, belajar, ngaji, puasa, sholat malam, dhuha, hajat, minta ampun, malah kalo dibilang saya lebih dikit belajarnya diminggu kedua itu. Abis gak ngerti ngerti XD
Lalu Alhamdulillah, selama gerilya itu saya khatam sekali :’)
Sambil terus berusaha carimuka sama Allah. Akhirnya semua selesai juga.
Pas sebelum ujian saya gak belajar, Cuma ngaji. Deketin diri sama Allah. Pasrah karena gak ngerti sama soal soalnya T.T
Dag dig dug karena semua orang pada belajar.
Yaudah ikhlas lah.
Saya berkali kali pengen nyari kerja, pengen interview, pengen nyari duit, tapi gak jadi jadi karena nungguin hasil SBM.
Dan akhirnya, setelah bulan puasa, gerilya saya makin jadi. Selain karena pahala lagi banyak banyaknya, doa juga lagi gampang dikabulin nih. Ibadah banyakin, minta sama Allah supaya bisa ngebahagiain orang tua, dan orang tua saya bahagia kalo saya kuliah di UNJ XD
Hari ini pengumuman,
Pas mau buka webnya, bener bener diem diem aja. Gamau cerita ke ibu/ayah/ade.
Web nya lemot -.-
Minta tolong aris liatin hasil punya saya. Katanya lulus pendidikan sejarah UNJ XD
Alhamdulillah….
Setelah bisa liat sendiri langsung kasih liat ke ibu.
Ibu baca sendiri tulisannya, ibu langsung meluk saya, nangis terharu :”
Ayah yang lagi ngaji langsung berenti nanya kenapa, pas ibu bilang husna lulus langsung naro al quran terus meluk dan cipika cipiki ke anaknya yang cantik ini :”
Kabarin sanak saudara handaitaulan semuanya, lalu terlintas pikiran….saya gamau ospek.
Saya gamau seangkatan sama yang lebih muda, saya gamau diospek sama yang seumuran apalagi sama yang lebih muda…
Boleh gak sih gak ospek?
Rabu, 21 Mei 2014
renungan - just copas
PERTOLONGAN AL QURAN DI ALAM QUBUR
Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda : “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini.
Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran.
Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela.
Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.
Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.
Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT.
-copas dari whatsapp, entah sumber darimana-
Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda : “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini.
Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran.
Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela.
Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.
Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.
Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT.
-copas dari whatsapp, entah sumber darimana-
Selasa, 15 April 2014
hebatnya skenario Allah
Hidup itu
kadang bisa jadi random.
Hidup itu
kadang bisa juga rapiiii banget kaya semut lagi baris.
Hidup juga
kadang bisa warna warni kaya pelangi.
Indah dan
berwarna tanpa cela.
Well, tapi
hidup juga bisa kaya badai, bergemuruh, gelap, dan membuat diri ragu akan
cahaya matahari.
Itulah
hidup.
Random,
rapi, warna warni, juga berbadai.
Its up to
you, mau nilai kehidupan kaya apa, tapi satu hal yang sama sama harus kita
yakini, semua itu scenario Allah Swt.
Eits,
ngomong ngomong tentang scenario Allah, sekarang saya sedang iseng isengnya
sambil ngeyakinin diri saya kalo Allah itu tau apa yang saya pikirin,
ehehehehe.
Jadi gini,
belakangan ini setelah fenomena One Day One Juz (ODOJ) beredaran dimana mana,
ngeliat orang orang baca Al Quran dimana mana itu bukan hal yang aneh lagi.
Saya juga kadang suka gitu. wherever whenever kalo kira kira memungkinkan saya
akan membaca Al Quran.
Nah, saya
juga salah satu orang yang ingin ikut andil di dalam membumikan Al Quran, jadi
saya sering baca Al Quran di bus pas berangkat ke kantor, biar bisa kholas pagi
:D
Kalo ada
pasukan kholas shubuh, saya pengen jadi pasukan kholas bada shubuh sebelum
dhuha B)
Doakan yaa
o:)
Balik lagi
ke keisengan saya tentang scenario Allah, saya itu suka deg degan kalo hampir
waktu turun dari bus dan masih ada beberapa lembar/halaman yang belom kebaca.
saya itu orangnya rada peka, jadi selama masih jauh saya asik asik aja baca
Quran nya, Cuma setelah ngelewatin semanggi, terus nengok halaman yang ada di
Al Quran masih halaman 279 (misalnya) saya tuh deg degan. Kantor saya itu kan
di Slipi Kemanggisan, dan dari Semanggi ke Slipi Kemanggisan itu kalo lewat tol
lancer jayaaaa.
Mulai deh
deg degan, sempet gak ya sempet gak yaaaa~~~~
Kalo udah
kaya gini mulai deh isengnya. Pikiran saya main, Allah Maha Mengetahui kalo
saya pengen kholas sebelum turun dari bus, kalo Allah ngizinin ya pasti akan
kholas sebelum turun dari bus. Dan jeng jeng jeng jeng, setan yang sudah
menjadi musuh besar umat islam datang menghampiri mengganggu khusyuk nya say abaca
Quran, haft.
Cuma balik
lagi, kalo Allah ngizinin pasti saya akan kholas sebelum turun dari bus. Dan
akhirnya gak sampe lima menit bisa mengkholaskan selembar, hehehehehe.
Dan yak,
saya bisa kholas sebelum turun dari bus.
Kadang
waktunya itu beragam, bisa sejam, 45 menit, setengah jam. Yah, sekitaran
segitu.
Dan lagi,
ada beberapa waktu dimana saya suka ba baca satu ayat Arabnya langsung ditambah
arti yang bahasa Indonesia. Kalo udah gitu pasti butuh waktu yang lebih lama,
dan ini juga lebih sering saya lakuin di bus. Dan ini juga sering terjadi saat
saya hampir turun dari bus Cuma masih banyak yang harus dibaca. Ini sangat
bikin panic.
Tapi betapa
hebatnya scenario Allah dan Allah Maha Mengetahui apa yang ada dipikiran
hamba-Nya (sampaikanlah atau kamu pendamlah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui), sepenggalan ayat Al Quran yang sering banget kita temui. Allah
mudahkan saya untuk kholas ODOJ di bus hampir setiap pagi.
Tapi….karena
sekarang sudah tidak naik bus lagi, karena sudah saatnya saya mencari jalan
hidup yang lain, saya harus mengatur ulang jadwal nih….. saatnya saya bergabung
dengan pasukan kholas shubuh.
Dirimu kapan
mau gabung nih?
Walau raga
tak jumpa dibumi, izinkan kita saling menyapa di surga kelak :*
Lalu,
Nikmat-Nya yang mana lagi yang akan kau dustakan?
Jumat, 28 Maret 2014
Mati Saja atau Menikah dengan Makhluk Lain!
kembali tersesat dalam perasaan yang menggalaukan.
tidak, ini hanya perasaan main main si gadis kecil yang belajar mengenai dunia.
betapa kasihannya ia karena baru mengenal lawan jenis. entah di dunia mana selama ini dia berada.
tapi lagi lagi ada yang berbeda.
melihat pun tak pernah, berbicara juga tak pernah, mendengar suaranya juga tak pernah.
hanya mengetahui dari dunia maya.
maya yang kadang tak bisa menjelaskan apa itu nyata atau tidak.
lalu?
kembali tersesat di dalam perasaan yang menggalaukan di dunia maya.
gadis kecil itu memang baru mengenal dunia, khususnya dunia maya.
menyedihkan sekali. seperti membeli kucing dalam karung.
harusnya dia berdoa "mati saja kau, atau menikah dengan makhluk lain. menyedihkan memendam perasaan seperti ini. menunjukkan saja tidak bisa."
bagaimana bisa ini terjadi?
menurutmu bagaimana?
perasaannya aneh.
melihat namanya, penasaran, terlibat diskusi singkat, lalu tiba tiba terpaut.
gadis itu benar benar menyedihkan.
haruskah kita mengasihaninya?
pasti harus.
bayangkan saja betapa beraninya dia memiliki perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
ya, menyukai seseorang yang hanya dikenalnya lewat dunia maya.
lalu kemudian apa yang akan terjadi?
menyebut namanya dalam doa saja gadis itu tidak berani.
akhirnya?
mati.
atau menikah dengan orang lain.
setidaknya ada salah satu diantara dua pilihan itu yang akan terjadi.
apa yang harus kita lakukan?
tunggu saja, sambil terus mengasihani gadis itu.
tidak, ini hanya perasaan main main si gadis kecil yang belajar mengenai dunia.
betapa kasihannya ia karena baru mengenal lawan jenis. entah di dunia mana selama ini dia berada.
tapi lagi lagi ada yang berbeda.
melihat pun tak pernah, berbicara juga tak pernah, mendengar suaranya juga tak pernah.
hanya mengetahui dari dunia maya.
maya yang kadang tak bisa menjelaskan apa itu nyata atau tidak.
lalu?
kembali tersesat di dalam perasaan yang menggalaukan di dunia maya.
gadis kecil itu memang baru mengenal dunia, khususnya dunia maya.
menyedihkan sekali. seperti membeli kucing dalam karung.
harusnya dia berdoa "mati saja kau, atau menikah dengan makhluk lain. menyedihkan memendam perasaan seperti ini. menunjukkan saja tidak bisa."
bagaimana bisa ini terjadi?
menurutmu bagaimana?
perasaannya aneh.
melihat namanya, penasaran, terlibat diskusi singkat, lalu tiba tiba terpaut.
gadis itu benar benar menyedihkan.
haruskah kita mengasihaninya?
pasti harus.
bayangkan saja betapa beraninya dia memiliki perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
ya, menyukai seseorang yang hanya dikenalnya lewat dunia maya.
lalu kemudian apa yang akan terjadi?
menyebut namanya dalam doa saja gadis itu tidak berani.
akhirnya?
mati.
atau menikah dengan orang lain.
setidaknya ada salah satu diantara dua pilihan itu yang akan terjadi.
apa yang harus kita lakukan?
tunggu saja, sambil terus mengasihani gadis itu.
Rabu, 26 Maret 2014
MOVE ON!
That’s what
I called move on.
Hehehe,
hidup saya belakangan ini jadi berubah. Jelasnya setelah saya gak diizinkan
ikut acara kelasan ke Untung Jawa. Sediiiiiihhhh sekali rasanya.
Dulu,
whatsapp saya hanya dipenuhi oleh teman teman sekelas dan teman teman dari
#TeamBekasi @nebengers.
Saat temen
temen saya ke untung jawa dan di wa pada nanya, eh lu dimana? Gue otw nih. Atau
ada lagi, gue bawa ini, ini sama ini ya. Chat yang sejenis gitu keluar masuk
dan akhirnya saya galau.
Saya
memutuskan masuk kamar dan mengasihani diri sendiri. That’s really something.
Saat itu saya bener bener merasa kalo hidup saya gak lebih dari sebuah Barbie.
Kenapa Barbie? Karena ibu saya hobi banget komenin apa apa yang saya lakuin,
mungkin kalo bisa saya jadi Barbie beneran deh -.-
That’s what
I was thinking at that time.
Saya masuk
kamar, mengasihani diri sendiri, lalu nangis sejadinya. Diajak ibu jalan
belanja akhirnya saya bilang gamau, males. Iya, soalnya kalo saya keluar orang
orang akan lihat mata saya yang bengkak. That’s truly what I was thinking about
at that time.
Saya bener
bener mengasihani diri saya dan hidup saya, sian banget sik udah 18 tahun masih
aja hidup terkekang. #nowplaying hidup terkekang – panbers. He..he..he…
Akhirnya
saat acc twitter @hijaballila mengumumkan acaranya #Lemon, lets move on. Saya
izin ke ibu, “bu, husna mau ikut acaranya alila yang ada ustad felixnya.”
Diskusi panjang lebar, jelasin ini itu kemudian keluarlah sebuah kalimat, “nah
kalo itu ibu izinin.” Waahhh, daebak! Rasanya saya seperti menemukan pintu
keluar. Tinggal saya tentuin aja mau kaya gimana saya diluar.
Jadilah saya
dateng ke acara alila. Hemm, emang sih dulu tuh anti sama yang namanya gamis
karena risih juga makenya. Tapi demi gak saltum harus pake gamis.
Jam 7 pagi
berangkat dari rumah dan sampe sana jam 8 langsung regist. Dan…eaa…. Saingan
saya ke surga banyak banget.
Abis regist
dengerin serangkaian acara tentang move on, hijrah, dan berubah. Dikit dikit
saya terketuk…. Akhirnya pelan pelan memutuskan buat hijrah.
Seminggu
dari acara lemonnya alila, ada acara dari @pejuangsubuh. Saya pun dateng lagi.
Temanya juga sama, tentang hijrah. Gimana ceritanya mereka supaya berhijrah.
Usaha yang mereka lakuin dan serangkaian kisah tentang hijrah.
Pelan pelan
saya memutuskan buat hijrah.
Oke, sebelum
itu saya regist dulu terus dapet selebaran tentang YISC. Aaaa, YISC, chua yoo
{}
Yisc itu,
youth Islamic study club. Kalo saya ikut YISC in shaa Allah move on nya makin
gampang.
Jadi deh
pulang ke rumah kasih liat iklan tentang YISC dan ayah bilang, “wah ayah dulu
sama pakde juga YISC tuh.” Okeee, pintu saya bener bener terbuka.
Saya tanya
tanya dikit, abis itu transfer biaya pendaftaran.
Sebelum saya
daftar YISC saya ketemu pintu lain lagi, hehehehe
Apasih?
Pintu ini terbuka dari hobi saya yaitu twitteran. That’s really wasting time,
tapi karena twitteran itu saya jadi nemu info tentang ODOJ. Aaaa ODOJ, nomu
nomu nomu chua yooo. Dari acc @ayotilawah dia iklan tentang ODOJ. Katanya yang
mau daftar ODOJ dm-in dia nomer hape kita aja. Langsung deh kirimin nomer hape.
Eh ternyata gak Cuma saya yang daftar, banyak. Dm saya pun tenggelem -.-
Tapi
akhirnya saya ketemu juga sama acc yang buka pendaftaran ODOJ, akhirnya pintu
saya terbukaaaaa.
Sebelumnya
lagi, hehehehe. Saya liat twitter saya dan menemukan bahwa @ayotilawah
ngefollow saya. Hemm, saya rasa disitu bisa jadi awal mula hijrahnya saya.
Maybe.
Setelah
serangkaian kisah random yang saya buat, sekarang….sekarang…..sekarang…. saya
rasa hidup saya benar benar sesuatu. This is the life that I’ve been searching
for a looong time.
Alhamdulllah,
di ODOJ saya berkembang pesat. Mulai dari jadi member, lalu jadi admin, lalu
ada amanah yang lebih besar lagi.
Terus di
YISC yaa karena masih angkatan dasar nurut nurut dulu sama fasil. Tapi udah dua
minggu gak YISC, kangen sama ILIFAT T.T apa kabar dirimu semua? Mereka abis
foto foto
Kangeeennn,
pokok’e minggu depan saya harus ikut YISC, gaboleh enggak!!!
Langganan:
Postingan (Atom)