Rabu, 03 Februari 2016

Menu Bersyukur : Cane Isi Spagheti

Beberapa orang tau bahwa saya kurang suka main ke dapur. Tapi karena satu dan lain hal, saya "terpaksa" belajar masak. Beberapa kali memang saya pernah main ke dapur, iseng masak. Ada yang berhasil, gak jarang ada yang abstrak hasilnya. Tapi makasi buat yang tetep mau makan no matter what~

Azhar, adek kesayangan yang paling ganteng, selalu "bernyanyi ria" setiap kali masak, sesekali bikin geregetan, sesekali bikin ketawa karena celetukan anehnya. Heuheu.

Bersyukur hari ini dibantu kakak, akhirnya saya berhasil menyelesaikan kue cane isi spageti ini :3

Bahan bahannya
1kg tepung terigu
2butir telor
100ml minyak
300ml air hangat
Gula halus sesuai selera
Sama garem secukupnya

Minyak, air, sama telor dikocok rata. Abis itu masukin terigu, gula, garem. Diaduk sampe dia gak lengket lagi dan mudah dibentuk.

Setelah itu dibentuk kaya kue cane pada umumnya. Abis itu masak spageti deh. Spageti instan aja biar cepet hehehe.

Daaan taraaa~

Jadilah cane isi spageti :3

Bener kata orang orang, semua akan bisa masak pada waktunya. Yang penting jangan lupa bersyukur, jangan lupa belajar masak terus walaupun rasanya belom enak enak banget :3

Alhamdulillah..


Senin, 01 Februari 2016

Tekaje28 Eksplor Goa Pindul

Destinasi hari kedua di Jogja, membawa kita ke Goa Pindul. And we have a nice trip! Enjoy all the moment together~

Memang penuh perjuangan perjalanan kesana, belok belok, naik turun, alhasil kepala dan perut terkocok kocok. Hampir satu setengah jam perjalanan dari homestay yang terletak di Giwangan *kalo gak salah nama.*

Keramahan pelayanan langsung menyapa kami. Tapi sebelum kami eksplor goa Pindul nya, kita ambil foto di beberapa tempat dulu, heuheu. Ada banyak spot yang bisa dijadiin buat foto dan semuanya menunjukan kalo kita lagi di goa Pindul ~

Selepas puas foto foto, kami diarahkan untuk nitipin semua barang, pake pelampung dan gunakan alas kaki yang bisa ngapung. Setelah itu,foto foto lagi hehehe. Petugasnya si yang nawarin foto, ya mau gimana lagi, permintaan itu sulit ditolak.

Kurang dari setengah jam, kami telah siap dengan keadaan yang paling safety untuk eksplor goa. Lengkap dengan ban, kami pun sampai dipinggir kali. Sebelum turun, kami dikenalin sama guidenya yaitu mas edward dan mas toni *semoga gak salah nama* dan disitu kita banyak tertawa. Ramah banget dan bersahabat.

Selesai berdoa, kami turun. Tertakdir turun paling duluan menempatkan saya dibagian paling depan.haft. terus jejer sampai akhirnya 16 orang baris semua. Kami duduk di ban dan saling pegangan ban satu sama lain supaya gak keputus. Pegangan ban ya,bukan pegangan tangan~

Mas Toni berada di depan, narik ban saya dan Mas Edward di tengah. Saat memasuki goa, mulailah penjelasan ini itu yang kerens~

Ada tiga zona yang kita lewatin,pertama zona terang, terus zona remang dan zona gelap abadi. Di zona zona tersebut kita dikasih liat stalaktit dengan berbagai bentuk dan mitosnya. Keindahan keindahan stalaktit tersebut murni ciptaan Sang Maha. Tapi kalo mitos yaa, who knows hehe.

Goa Pindul ini erat banget sama kisah kesultanan mataram yang hobi semedi disini. Bahkan kita pun dikasih liat spot semedinya gitu. Gelap. Gak kebayang gimana dulu semedi disitu saat ratusan tahun yang lalu.

Goa itu gelap dan masih ditinggali oleh berbagai jenis kelelawar, entah itu kalong atau kampret ~
Banyak pula bolongan bolongan di atap goa yang ternyata akibat cengkraman kaki kaki kelelawar. Pun ada juga warna warna berbeda yang ternyata hasil air seni hewan hewan itu, hehehe.

Banyak mitos menarik, ada yang tentang kecantikan, kelelakian, dll. Setelah melewati tiga zona tersebut, sampailah kita hampir di ujung goa. Disana ada bolongan alami tempat matahari masuk. Keren. Sinarnya langsung nyentuh ke kulit. Di tempat itu, kita boleh turun dari ban dan berenang. Seru. Tapi saya gak nyebur,hehehe. Setelah nyebur kita bahkan bisa loncat dari pinggiran goa ke dalem air. Wih seruuuu~

Mas Toni sama Mas Edward banyak fotoin kita. Dan setelah puas, kita pun ditarik ke pinggir goa. Seru deh. Foto tiada akhir ~

Selepas keluar dari goa dan harus kembali ke realita. Oops, kembali ke tempat awal untuk bebersih.  Kita dijemput pake mobil bak dan yak norak gitu deh karena emang ini pertama kalinya kita naik mobil bak bareng bareng.

Setelah turun, lepas atribut, kita pun foto lagi hahaha. Disana juga disediain wedang Pindul. Minuman yang katanya wajib diminum kalo udah selesai eksplor goa. Panas si, tapi enak.

Abis itu kita mandi dan makaaaan. Alhamdulillah kamar mandi nya banyak, airnya ngalir jadi mandinya enak. Bebersih nya cepet.

Disana ada tempat makan lesehan kaya saung gitu. Makanannya enak dan suasananya bersahabat.  Abis main di goa dan langsung isi perut, behhh mantep.

Mudah mudahan kita bisa eksplor goa lagi dan kalian disegerakan kesini ya gengs ~~~

Tekaje28 eksplor goa pindul has done!

Sabtu, 30 Januari 2016

Catatan dari Jogja : Tekaje28

Kita seperti dua manusia yang sedang menjalin kasih. Berusaha saling memahami dan bertahan akan kejengkelan satu sama lain. Tak jarang bertengkar, namun tidak pernah benar benar memutuskan untuk berpisah. Bahkan selepas pertengkaran, kita menjadi lebih dekat. Memahami karakter satu sama lain lebih jauh. Kadang kita saling membenci, kadang kita saling merindu, dilain waktu kita saling memikirkan satu sama lain.

Bedanya, jika pasangan hanya terdiri dari satu orang laki laki dan satu orang perempuan, maka kita terdiri dari 19 orang laki laki dan 9 orang perempuan. Jumlah kita 28, kita unik dengan karakter masing masing. Jika saling memahami saja untuk dua orang cukup dirasa sulit, apalagi dengan jumlah 28? Tapi lihat, kita tidak pernah benar benar memutuskan untuk berhenti bersama.

Kita sudah enam tahun bersama, kami tertakdir menjadi perempuan, kadang itu begitu merepotkan kalian. Entah karena kecerewetan kami melihat kesembronoan kalian atau karena geregetannya kalian menunggu kami berdandan. Kami selalu berkuasa atas tempat tinggal, terutama kamar mandi. Peraturan kami, laki laki tidak boleh masuk kamar perempuan, dan.....perempuan boleh sewaktu waktu masuk ke kamar laki laki, hanya untuk sekedar memanggil atau membangunkan. Lalu kemudian munculah kata emansipasi bagi kaum laki laki untuk mendapatkan hal yang sama. Ah kalian, seolah tidak mengerti padahal kalian paling tau kami.

Dan kalian, dengan 19 kepala, kadang membuat kami para perempuan tak habis pikir dengan tingkah kalian. Seolah merdeka saat tak ada disekitar kami. Kumpul untuk "ngebujang" hampir setiap minggu. Kami tau, sesekali kalian membicarakan kami hanya untuk menjadikan bahan hiburan. Tentang kekonyolan sikap kami dan gaya kecerewetan kami masing masing.

Bukankah kisah tadi malam yang kita bicarakan dengan beberapa tetes airmata tak tertahan telah membuktikan bahwa kita "benar benar serius" bersama?
Hanya untuk sekedar membicarakan akan jadi apa kita kedepannya. Pertemuan seperti apa yang akan kita buat nantinya. Dan berapa lama kita akan bersama. Iya kan?

Mungkin nanti, bukan sekedar reoni, atau ngumpul ngebujang atau mungkin curhat bareng. Tapi...gathering, family gathering. Kita dengan "tentengan" masing masing. Mungkin nanti, bukan kita yang sibuk berfoto-foto, tapi nanti anak-anak kita. Mereka yang bermain pasir, bermain petak umpet atau malah bertengkar.

Ah... Selama apa kita akan bersama?
Haruskah kita turunkan jalinan kasih kita ke anak cucu kita nanti?

Juni 2016 ini, kita memasuki usia ke tujuh. Tujuh tahun bersama bukan waktu yang sebentar kan? Bahkan jika hubungan kita adalah usia seorang manusia, maka manusia tersebut sudah boleh masuk ke sekolah dasar.

Kita saling mengenal mulai dari kepala masing masing yang masih botak, badan yang masih kurus, kulit yang belum terurus. Lalu sekarang, kita yang hidup masing masing dengan model perjuangan masing masing. Selama hampir tujuh tahun itu, kita berusaha saling menjaga rasa, walau tak jarang lidah sengaja meledek untuk sekedar menghadirkan tawa.

Aku jadi ingat kejadian beberapa tahun lalu. Lagi lagi left group menjadi pilihan terakhir saat hati dan tangan tak lagi mampu untuk membersamai kalian. Namun beberapa minggu atau hanya dalam hitungan hari, kita pasti kembali bersama. Tapi ternyata, tidak bagi seseorang yang tadi malam kita bicarakan. Sedih sebenarnya saat nama kita adalah Tekaje28, namun jumlah anggota grup tidak benar benar 28.

Hai kamu, kita rindu. Kembalilah. Disaat kita berkumpul seperti ini, selain rasa bahagia, ada rasa yang selalu mengiringi kebahagiaan itu. Rasa kehilangan dan kerinduan yang mendalam.

Hai kamu, tak bisakah kita kembali bersama? Kau maafkan kita, lalu kita kembali bersama. Walaupun kita tau mungkin luka yang kita buat terlalu dalam. Terlalu menusuk. Dan terlalu menyakitkan. Tolong, kamu anggap hal itu sebagai emosi anak baru gede yang tak bisa dihindari. Rasa ingin dipahami yang begitu besar tak bisa hilang dengan instan.

Ah kamu, harus berapa kali kita katakan, kita rindu. Kita membicarakan mu sesekali, lalu rasa kehilangan itu muncul.
Kamu, kembalilah.
Dan kita, tetaplah bersama selamanya.

Jika dalam sebuah hubungan hanya ada dua kepala yang mesti saling memahami, maka hubungan kita adalah hubungan yang terumit karena harus memahami 28 kepala dengan isinya masing masing.

Tapi katanya, perbedaan itulah yang menjadikan indah. Menjadikan berwarna. Menjadikan kita betah berlama-lama bersama.

Umbul ponggok masih agak jauh sepertinya, tapi kita sudah di klaten. Obrolan kita tadi malam yang ditemani beberapa cangkir kopi membuat tidurku berkurang, namun aku tetap bahagia.

Tulisanku, sampai disini dulu ya~
Besok, lusa, atau beberapa minggu lagi, akan kutuliskan kisah tentang kita dengan berjuta rasa yang membuncah dihatiku.

Sekarang, aku akan memandangi langit, lalu tertidur. Kalau nanti sampai umbul ponggok, jangan lupa capture moment dan bagikan dengan semua orang. Tunjukan pada dunia dan semesta bahwa kita sedang menjalin kasih yang tidak sederhana namun membahagiakan.

Selamat pagi sahabat.
Jangan lupa bahagia.
Jangan lupa bersyukur.
Jangan lupa tetap bersama.
I have already missed you again :"

Jumat, 29 Januari 2016

Catatan dari Jogja

Perjalanan dari kosakora menuju malioboro menakdirkan saya dan teman teman untuk sholat maghrib di masjid pinggir jalan. Masjid Al Hilal namanya.

Masjid ini dekat dengan perumahan dan juga dekat dengan anak anak. Terbukti dengan banyaknya anak-anak yang sholat maghrib berjamaah disini. Ah...masjid. Selalu berhasil membuat jatuh cinta.

Memang sedari dulu, sejak masih kecil. Adzan maghrib selalu jadi alarm untuk pulang ke rumah dan bersegera mengambil air wudhu lalu berlari ke masjid dan ngaji. Bersama teman teman lagi. Kalian mengalami ini juga?

Ada yang unik selepas sholat. Seolah sedang lebaran, anak anak berbaris dengan sangat rapi untuk salim ke orang tua - orang tua mereka yang ada satu saf tepat di belakang. Semua mereka salimi satu persatu tanpa terkecuali, termasuk kami para musafir yang hanya numpang lewat di masjid itu.

Selepas sholat dan bersalaman, mereka bersegera mengambil Al Quran lalu membentuk lingkaran. Laki laki disisi yang satu dan perempuan disisi satunya. Dan dengan tanpa komando, mereka serta merta melantunkan ta'awudz, basmalah lalu surat Al Fatihah.

Kalian tau, salah satu suara terindah yang melantunan ayat Al Quran adalah suara anak-anak mengaji dengan lantang dan bersemangat. Suara mereka selalu berhasil menyentuh hati dan membuat bibir menyunggingkan senyuman. Manis.

Maghrib ini di Jogja, saya dibuat jatuh cinta kembali dengan anak anak. Sejujurnya, pendidikan karakter seperti inilah yang dibutuhkan untuk memperbaiki moral bangsa. Catatan terbesarnya dari perbaikan generasi muda adalah dengan memperbaiki para pendidiknya. Pendidik utama mereka adalah orangtua. Maka, salah satu cara untuk memperbaiki generasi muda adalah dengan memperbaiki orangtua-orangtua agar paham karakter bangsa yang bermoral yang ingin dihasilkan oleh Indonesia dan dunia.

Kamis, 28 Januari 2016

Ustadz Salim A. Fillah

Karena saat tau akan ke Jogja, bukan alun alunnya, bukan kampusnya, bukan pula tempat tempat bersejarah lainnya yang ingin saya kunjungi. Tapi ini, masjid yang memasuki setengah abad berdiri. Masjid Jogokariyan.

Kamis sore ini ada kajian Majelis Jejak Nabi, namun tertakdir hanya mampu melaksanakan sholat zuhur disana. Tapi itu tak sekalipun mengurangi rasa bahagia.

Belum doa banyak banyak, Allah izinkan mata saya melihat ustadz muda yang sering mengisi kajian disana. Kajian tentang manusia yang paling sempurna, Rasulullah.

Selepas sholat, tak minta doa banyak banyak. Cukup khusnul khotimah. Tolong di-aamiin-kan ya :'D
Kalo nanti Allah ngasih lebih, alhamdulillah. Semoga saya pantas menerimanya.

Selepas ngobrol sama Allah, gataunya disuruh cepetan, udah mau lanjut ke destinasi selanjutnya. Udah ikhlas pasrah, hanya bisa ngeliat ustadz sekilas dan bersyukur bisa liat beliau. Sambil doain semoga ustadz salim ilmunya berkah dan saya diizinkan memahami ilmu ilmu yang beliau sampaikan melalui lisan dan tulisan. Aamiin.

Gataunya, selepas make sendal, terus nengok kiri, eh ada ustadz salim lagi ngobrol sama yang lain. Dan seketika jeng jeng, saya deg degan. Moment yang jarang banget bisa terjadi. Saya pun emang belom pernah ikut kajian beliau langsung, cuma dari buku,mp3 atau sharing di grup aja.

Kemudian saya bilang ke temen, "ada ustadz salimmm." *excited*
"Iya? Mana?"
"Itu tuu lagi ngobrol sama orang."
Terus kita mau balik ke elf, dan ternyata ustadz salim pun jalan ke arah yang kita lewatin. :"""""

Ustadz dan orang itu foto,akhirnya sekalian aja minta temen saya ngomong ke ustadz salim buat foto bareng. Dan yak, akhirnya saya foto sama ustadz salim :"
Setiap tanya hanya bisa saya jawab senyum sangking deg degannya :""

Rabu, 27 Januari 2016

Ahmad Rifa'i Rifan

Barusan saya liat di bbm, Mas Rifa'i, ngeaccept bbm saya setelah beberapa minggu saya ngerequest dan bolak balik nungguin di accept.
Entah itu beliau sendiri yang ngeaccept atau ada orang lain yang jadi adminnya. Tapi rasanya ini moment banget. Sayang kalo gak dishare. Rasanya bahagia banget kayaaaa di accept bbm nya sama Mas Rifa'i :" Salah satu penulis favorit yang suka bikin jleb kalo udah nulis. In syaa Allah ketauhidan beliau luar biasa. Tergambar dari kisah kisahnya yang dituliskan dan disampaikan dalam berbagai kesempatan mengisi.

Seolah hidup itu mudah, karena memang mudah. Yang terpenting jadikan Allah sebagai tempat bergantung.

Salah satu quote favorit saya dari Mas Rifa'i adalah
"Hidup kita hanya sekali, jangan sampai ada dan tiadanya kita di dunia ini tak ada bedanya. Jadilah penulis, serta jadilah pribadi yang namanya layak ditulis." #AhmadRifaiRifan

Senin, 25 Januari 2016

Menu bersyukur : hujan

Langit jatibening siang ini.
Alhamdulillah, hujan mengguyur hampir seharian, gerimis sedikit, deras sedikit, tapi mendung sepanjang hari.

Alhamdulillah...
Jangan keluhkan hujan karena pakaian tidak kering.
Jangan keluhkan hujan karena jalanan macet.
Jangan keluhkan hujan karena banyak daerah yang banjir.
Jangan. Sekali kali jangan.

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً لَّـكُمْ مِّنْهُ  شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ
Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.
[QS. An-Nahl: Ayat 10]

Allah yang nurunin hujan, maka kita harusnya bersyukur atas segala kondisi bumi. Allah yang lebih tau mana daerah yang butuh hujan, mana yang butuh panas, mana yang butuh matahari.

Kalo nengokin ayat di Qur'an, hujan itu bisa berupa dua hal yaitu berkah atau azab.
Karena waktu hujan adalah salah satu waktu mustajab buat doa, yuk banyak banyakin doa semoga hujan ini bukan azab dari Allah...

allahumma shayyiban nafi'an
Ya Allah jadikan hujan yang turun ini membawa manfaat.

Banyak banyak inget, beberapa bulan yang lalu kita pada sholat istisqo. Yuk syukuri hujan, banyakin doa, semoga berkaaahhhh....