he sends me this song, and the world feels like it stops rotate and all i want to do is just scream and hoping my father will say 'yes'
Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/brian-mcknight-marry-your-daughter-lyrics.html ]
She's been here every step
Since the day that we met
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And 'til death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
check this video out!
you know, i know, and everyone knows that how to make a girl especially a girl that you love smile.
if you sing this song with all of your heart to her, i bet she'll smile and she'll be so speachless. and this song will be your song forever.
i know, every girl in the world wishing that someday a prince will come and say that he'll going to marry that girl.
and i know when you sing that song, i'll sing this song :)
sometimes, you just need to share, and sometimes you need to keep it in your memory
Rabu, 27 November 2013
Marry Your Daughter
Dari Ku yang Merindukan Matahari
Hai,
kau benar, kini aku merindukan matahari
bukan, bukan karenamu yang selalu merasakan kehangatannya disaat ia benar benar menyengat kulit, tapi karena aku benar benar merindukannya.
belakangan ini hujan turun hampir setiap saat. pagi, siang, sore dan malam. kau tau, tentu saja aku bingung bagaimana cara mengeringkan pakaian ku yang ada dijemuran itu. jika aku biarkan ia sebentar saja tergantung diluar sambil berharap angin sepoi sepoi membisikan barisan barisan puisi yang akan membuat baju itu kering, hanya hujan badai tetesan air mata dari awan yang jatuh.
setelah hujan terus menerus ini, aku jadi semakin sering memikirkan dirimu. kau pasti akan mengatakan, "mana matahariku?" dengan suara yang penuh dengan gambaran kehilangan. lalu kau menatap ke langit dan saat tetesan hujan membasahi wajahmu, kau akan bertingkah seperti orang yang sedang menangis. setelah membiarkan tetesan hujan itu membasahi dirimu, kau akan menarik tanganku berlari di bawah hujan terlebih dahulu lalu mengajak ku berteduh. lalu sebelum aku sempat bertanya kenapa kita tidak berteduh ditempat yang lebih dekat itu kau akan menjawab, "aku sangat menikmati berlari di bawah hujan sambil menggandeng tanganmu. kau tau? itu satu satunya hal yang paling aku suka dari hujan. karena kau suka hujan, kau pasti suka berdiri di bawahnya dan membiarkan badanmu basah kuyup karena semua tetesannya."
iya, aku memang suka hujan. tapi aku tidak terlalu menikmati berdiri dibawahnya dan membiarkan badanku basah kuyup karena tetesannya. setelah mendengar statement ku itu kau mengatakan, "kalau begitu aku perlu berhati hati dengan semua kata katamu." lagi lagi, sebelum aku sempat bertanya kau akan menjelaskan, "kau menyukai sesuatu bukan berarti kau benar benar menyukainya. kau suka hujan, suka melihat tetesannya. tapi kau menggunakan payung saat berjalan dibawahnya. mungkin seharusnya aku takut saat kau mengatakan kau mencintaiku, karena kau akan menggunakan sesuatu untuk menutupi dirimu dariku."
kalimatmu yang membingungkan itu benar benar aneh. bagaimana bisa kau berfilosofi seperti itu hanya karena aku suka hujan tapi aku tidak suka hujan hujanan? kau aneh.
tidak, aku tidak akan memberitaumu kalau aku merindukan matahari, tidak akan pernah. aku akan membiarkan kau berfikir bahwa aku menikmati setiap tetesan hujan yang jatuh itu. padahal aku benar benar membutuhkan matahari untuk baju baju ku itu. Ah, bagaimana bisa aku merindukan matahari hanya karena butuh sinarnya untuk mengeringkan baju? bodoh sekali.
baik, akan kuberi tau satu hal kepada kalian yang bukan dirinya, ku harap jangan pernah kalian memberi tau dirinya kalau aku merindukan matahari karena aku merindukan dirinya. ah tidak, aku merindukan matahari karena sinarnya untuk mengeringkan baju. ah tidak, aku merindukan matahari karena aku tidak bisa berjemur lagi. tidak tidak, aku tidak merindukan matahari.
sudahlah, cukup.
bagaimana menurut kalian jika aku benar benar merindukan matahari karena dia menyukai matahari? bagaimana menurut kaliain jika dia mengetahui aku merindukan matahari karena dia?
lalu apa yang akan terjadi berikutnya?
aku yang selalu merindukan hujan, menikmati pemandangan tetesannya yang jatuh kini dengan tiba tiba aku merindukan matahari? ini pasti aneh sekali. dia pasti sudah memasukan sesuatu ke dalam makanan ku siang tadi. pasti.
lalu bagaimana ini?
dari ku yang merindukan matahari
untuk matahari.
saat tulisan ku benar benar menjadi tidak terarah seperti ini, mungkin ini benar benar yang namanya rindu. matahari tolong datang selamatkan rinduku!
kau benar, kini aku merindukan matahari
bukan, bukan karenamu yang selalu merasakan kehangatannya disaat ia benar benar menyengat kulit, tapi karena aku benar benar merindukannya.
belakangan ini hujan turun hampir setiap saat. pagi, siang, sore dan malam. kau tau, tentu saja aku bingung bagaimana cara mengeringkan pakaian ku yang ada dijemuran itu. jika aku biarkan ia sebentar saja tergantung diluar sambil berharap angin sepoi sepoi membisikan barisan barisan puisi yang akan membuat baju itu kering, hanya hujan badai tetesan air mata dari awan yang jatuh.
setelah hujan terus menerus ini, aku jadi semakin sering memikirkan dirimu. kau pasti akan mengatakan, "mana matahariku?" dengan suara yang penuh dengan gambaran kehilangan. lalu kau menatap ke langit dan saat tetesan hujan membasahi wajahmu, kau akan bertingkah seperti orang yang sedang menangis. setelah membiarkan tetesan hujan itu membasahi dirimu, kau akan menarik tanganku berlari di bawah hujan terlebih dahulu lalu mengajak ku berteduh. lalu sebelum aku sempat bertanya kenapa kita tidak berteduh ditempat yang lebih dekat itu kau akan menjawab, "aku sangat menikmati berlari di bawah hujan sambil menggandeng tanganmu. kau tau? itu satu satunya hal yang paling aku suka dari hujan. karena kau suka hujan, kau pasti suka berdiri di bawahnya dan membiarkan badanmu basah kuyup karena semua tetesannya."
iya, aku memang suka hujan. tapi aku tidak terlalu menikmati berdiri dibawahnya dan membiarkan badanku basah kuyup karena tetesannya. setelah mendengar statement ku itu kau mengatakan, "kalau begitu aku perlu berhati hati dengan semua kata katamu." lagi lagi, sebelum aku sempat bertanya kau akan menjelaskan, "kau menyukai sesuatu bukan berarti kau benar benar menyukainya. kau suka hujan, suka melihat tetesannya. tapi kau menggunakan payung saat berjalan dibawahnya. mungkin seharusnya aku takut saat kau mengatakan kau mencintaiku, karena kau akan menggunakan sesuatu untuk menutupi dirimu dariku."
kalimatmu yang membingungkan itu benar benar aneh. bagaimana bisa kau berfilosofi seperti itu hanya karena aku suka hujan tapi aku tidak suka hujan hujanan? kau aneh.
tidak, aku tidak akan memberitaumu kalau aku merindukan matahari, tidak akan pernah. aku akan membiarkan kau berfikir bahwa aku menikmati setiap tetesan hujan yang jatuh itu. padahal aku benar benar membutuhkan matahari untuk baju baju ku itu. Ah, bagaimana bisa aku merindukan matahari hanya karena butuh sinarnya untuk mengeringkan baju? bodoh sekali.
baik, akan kuberi tau satu hal kepada kalian yang bukan dirinya, ku harap jangan pernah kalian memberi tau dirinya kalau aku merindukan matahari karena aku merindukan dirinya. ah tidak, aku merindukan matahari karena sinarnya untuk mengeringkan baju. ah tidak, aku merindukan matahari karena aku tidak bisa berjemur lagi. tidak tidak, aku tidak merindukan matahari.
sudahlah, cukup.
bagaimana menurut kalian jika aku benar benar merindukan matahari karena dia menyukai matahari? bagaimana menurut kaliain jika dia mengetahui aku merindukan matahari karena dia?
lalu apa yang akan terjadi berikutnya?
aku yang selalu merindukan hujan, menikmati pemandangan tetesannya yang jatuh kini dengan tiba tiba aku merindukan matahari? ini pasti aneh sekali. dia pasti sudah memasukan sesuatu ke dalam makanan ku siang tadi. pasti.
lalu bagaimana ini?
dari ku yang merindukan matahari
untuk matahari.
saat tulisan ku benar benar menjadi tidak terarah seperti ini, mungkin ini benar benar yang namanya rindu. matahari tolong datang selamatkan rinduku!
#LEMON 'Lets Move On'
There are so
muuuch stories that I want to share and I want to keep it on my mind forever.
But for now, let me share my favorite one. #LEMON.
What is
#LEMON?
LEMON is an
event for all Indonesian Muslimah. Let’s Move On. @hijabalila yang ngadain
acara ini. Bintang tamunya luar biasa keren sekali, ada ustadz @FelixSiaw, mbak
peggy, mbak @benefiko sama ustad asep fakhri. Mbak mbak dan ustad ustad itu
menceritakan bagaimana mereka ‘move on.’
Mulai dari
ustad Felix Siaw yang berjuang mati matian mencari tahu darimana kita berasal.
Ustad Felix yang awalnya non muslim, bertanya tanya sendiri darimana kita
berasal. Bertanya ke orang orang, jawabannya gak ada yang bener, gak ketemu.
dia bertanya ke pastor, orang tua, guru dan berbagai profesi lainnya tapi gak ada
yang bener jawabannya. Sampai akhirnya dia pernah memutuskan untuk atheis. Tapi
karena dia belajar biologi dia jadi yakin kalo Tuhan itu ada. Ustad Felix
mencari jawaban lagi, bertanya kesana kemari tapi gak menemukan jawabannya.
Sampai akhirnya di semester 3 nya di IPB, dia diajak temennya buat ketemu Ustad
yang akan menjelaskan darimana kita berasal. Karena Ustad Felix pernah punya
kenangan buruk dengan orang Islam karena wajahnya yang sipit, dia menolak tanpa
pikir panjang, tapi akhirnya setelah dibujuk sama temennya, Ustad Felix pun
nerima tawaran itu. Disaat Ustad menjelaskan tentang surat Al Baqoroh ayat 2,
“Kitab (Al Quran) ini tidak
ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”
awalnya
Ustad Felix mau memperdebatkan ayat itu, tapi sebelum dia sempet mengeluarkan
argument, Ustad itu melanjutkan dengan ayat 23
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu
dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang
benar.”
Kemudian Ustad Felix gabisa ngomong apa apa lagi, lalu dia memutuskan
untuk masuk ke dalam Islam. Jawabannya ketemu.
Abis Ustad Felix cerita tentang move on nya, Awan Voice ngisi acara,
duhh saya gapernah nonton X Factor jadi gakenal mereka ._. tapi setelah kemaren
denger lagu lagunya yaaa mereka bagus kok J)
Abis itu istirahat dan dilanjutkan dengan cerita move on nya mbak
peggy melati sukma harum sepanjang hari, iya yang itu, yang pusiiiiinnggg.
Mbak Peggy menceritakan tentang kehidupannya yang menurut orang orang
emang sukses. Artis terkenal, aktivis social, aktif diberbagai kegiatan dalam
dan luar negri, hidupnya keren deh. Lalu pada suatu hari dia dapet ujian dari
Allah. Mbak Peggy agak sombong karena dia yakin bisa nyelesain masalah itu
sendiri sesuai dengan caranya, tapi ternyata selama dua tahun lebih masalah itu
dateng terus dan tambah banyak sampai dia hampir kena kanker otak. Akhirnya dia
menemukan titik terlemahnya dan menyerahkan semuanya ke Allah. “ya Allah,
selesaikan dengan cara-Mu” kata Mbak Peggy, semua masalahnya selesai pelan
pelan walaupun caranya menyakitkan, itulah caranya Allah.
Lalu dilanjutkan dengan move on nya mbak @benefiko. Dia yang bikin
visualisasi dibukunya Ustad Felix. Mbak Bene cerita katanya dia dulu suka pake
hot pans, baju pendek, hobinya hang out jalan sama temen temen. Dan saat dia
berkerudung, kerudungnya gambar tengkorak. Lalu dia dapet ilham lagi dari
Allah, akhirnya dia bener bener move on dan meninggalkan dunianya yang kelam
#eh. Kata Mbak Bene, kalo kamu gabisa berubah karena lingkungan itu, berarti
kamu yang harus berubah lingkungan. Yaa kira kira begitulah intinya.
Laluuuu, break Ashar dan kemudian launching produk barunya alila.
Duuhh, gamis gamis itu, khimar, berry, oh my God. Can I have all of that
things?
Laluuu, setelah melihat lihat baju baju itu, Ustad Fakhri pun
melanjutkan dengan cerita move on dan Muhasabahnya. Ustad Fakhri cerita tentang
gimana dia move on dari yang awalnya minta uang terus sama orang tua sampe jadi
berhasil tapi kuliahnya ngaret. Jadi gini, ustad Fakhri memutuskan untuk gak
minta uang sama orang tuanya, lalu dia usaha kerja sana sini tapi uangnya gak
cukup cukup juga, masih aja kurang. Terus dia baca sebuah hadits yang isinya,
“kalau kamu laki laki dan miskin, menikahlah, maka Allah akan
menambah Rizkimu.”
Kira kira begitu hadistnya.
Lalu seperti mendapatkan cahaya terang, ustad Fakhri memutuskan untuk melamar
perempuan, lalu ia….ditolak. ustad Fakhri cerita ke ustadnya lagi, kata ustadnya
itu,
“kalo cinta ditolak…..naiklah ke pohon kelapa, lalu liat masih banyak
yang lain.” #eaaaaa.
Kemudia ustaf Fakhri menemukan
seorang perempuan yang paling cantik dan beruntung menurut dia. Yaitu istrinya
sekarang. Mereka menikah saat ustad Fakhri semester 7. Dan bener banget. Pelan
pelan bisnis ustad Fakhri sukses. Lalu dia lupa dengan kuliahnya sampai ayahnya
bilang kalo beliau pengen liat ustad Fakhri lulus dan wisuda. Tapi ustad Fakhri
bilang, “ijazah itu gak penting pak. Nih buktinya Fakhri udah bisa ngapa
ngapain tanpa ijazah.” Tapi bapaknya bilang kalo ustad Fakhri itu satu satunya
keluarganya yang kuliah. Lalu ustad Fakhri bilang, “kok gak ngomong dari
kemaren maren sih pakk…” kemudian Ustad Fakhri ngerjain skripsinya selama
sebulan lalu tiga bulan kemudia dia wisuda. Semudah itu. Katanya dia, kalo kita
ngelakuin sesuatu itu harus ada dorongannya, harus jelas kenapa dia yang jadi
dorongannya, sebab akibat, dan kalo kita lagi males, kita harus nginget itu
supaya semangat lagi.
Tapi beberapa saat sebelum Ustad Fakhri wisuda, ayahnya meninggal.
That was really something. We never knew what will happen next, never. Lalu
saat Ustad Fakhri wisuda tepat di 40 hari kematian ayahnya :” it was so sad.
Dari situlah muhasabah itu dimulai……
Setelah serangkaian acara selesai, apa yang selanjutnya terjadi? Coba
tebak., hehehehe
Iya bener, belanja.
Diskon produk barunya Alila yang sampe 100ribu itu bener bener
sesuatu banget :3
Rasanya mau
beli semua tapi…….biar udah diskon tetep mahal :’) akhirnya Cuma bisa beli
beberapa produknya aja. Antriannya panjaaaaaaaaaaang banget.
Nah, itulah
yang terjadi di tanggal 23 November kemaren. I’m so happy. I got a hundred
inspiration and I just can’t wait for another event from @hijabalila.
Selasa, 12 November 2013
Story of My Life - One Direction
Verse 1 - Harry
Written in these walls are the stories that I can't explain,
I leave my heart open but it stays right here empty for days.
[Liam]
She told me in the morning she don't feel the same about us in her bones,
It seems to me that when I die these words will be written on my stone.
It seems to me that when I die these words will be written on my stone.
Pre-chorus - Zayn
And I'll be gone gone tonight
The ground beneath my feet is open wide
The way that I been holdin' on too tight
With nothing in between
The ground beneath my feet is open wide
The way that I been holdin' on too tight
With nothing in between
Chorus - Harry
The story of my life I take her home
I drive all night to keep her warm and time…
Is frozen (the story of, the story of)
I drive all night to keep her warm and time…
Is frozen (the story of, the story of)
[All]
The story of my life I give her hope
I spend her love until she's broke inside
The story of my life (the story of, the story of)
I spend her love until she's broke inside
The story of my life (the story of, the story of)
Verse 2 - Niall
Written on these walls are the colours that I can't change
Leave my heart open but it stays right here in its cage
Leave my heart open but it stays right here in its cage
[Liam]
I know that in the morning now, I'll see us in the light upon a hill
Although I am broken my heart is untamed stillx
Although I am broken my heart is untamed stillx
Pre-chorus - Louis
And I'll be gone gone tonight
The fire beneath my feet is burning bright
The way that I been holdin' on so tight
With nothing in between
The fire beneath my feet is burning bright
The way that I been holdin' on so tight
With nothing in between
Chorus - Harry
The story of my life I take her home
I drive all night to keep her warm and time…
Is frozen (the story of, the story of)
I drive all night to keep her warm and time…
Is frozen (the story of, the story of)
[All]
The story of my life I give her hope
I spend her love until she's broke inside
The story of my life (the story of, the story of)
I spend her love until she's broke inside
The story of my life (the story of, the story of)
Bridge - Zayn
And I been waiting for this time to come around
But baby running after you is like chasing the clouds
But baby running after you is like chasing the clouds
Middle 8 - Niall
The story of my life I take her home
I drive all night to keep her warm and time…
Is frozen
I drive all night to keep her warm and time…
Is frozen
Chorus - All
The story of my life I give her hope (give her hope)
I spend her love until she's broke inside (until she's broke inside)
The story of my life (the story of, the story of)
The story of my life
The story of my life (the story of, the story of)
I spend her love until she's broke inside (until she's broke inside)
The story of my life (the story of, the story of)
The story of my life
The story of my life (the story of, the story of)
[Harry]
The story of my life
What? Macet? Euh...!
Maceettt,
waah. Jakarta, kenapa dirimu macet sekali? Sekarang Bekasi juga ikut ikutan
macet, dan beberapa daerah di Indonesia pun ikutan macet. Duh, gimana ya?
Semua orang
di dunia dapet jatah waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu
sebulan. Tapi kalo kaya gini
caranya….banyak waktu yang akan terbuang sia sia di jalan. Sia sia atau
enggaknya tetep tergantung gimana kita menyiasati waktu kita selama ada di
jalan sih.
Jadi gini,
saya biasa ngabisin waktu buat berangkat pagi ke kantor satu setengah jam, kalo
pulang kantor bisa satu setengah sampe dua jam. Jadi itungannya saya
menghabiskan waktu tiga jam perhari di jalan. Aktivitas saya diluar rumah yang
makan waktu sampe tiga jam itu dari hari senin sampe sabtu. Jadi dalam waktu
satu minggu saya menghabiskan 18 jam di jalan dan itu berarti 72 jam sebulan.
Berarti dalam waktu satu bulan atau tiga puluh hari berarti tiga hari saya
habiskan waktu di jalam. Keren!
Sedih
rasanya ngeliat kota kota yang semakin hari semakin macet, waktu yang makin
terbuang sia sia, kerugian kerugian yang diakibatin dari macet. Semua macet,
dan Indonesia pun jadi terkenal dengan jam karetnya. Kadang suka bingung sama
pemikiran orang orang yang berusaha mendapatkan kenyamanan untuk dirinya
sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Well, menurut saya itu gak
salah, siapa sih yang gak pengen nyaman? Apalagi kalo emang dia orang yang
tergolong kelas menengah atas. Tapi sekarang, karena semua orang berusaha
meraih kenyamanan, mereka yang punya duit pada beli mobil dan kemana mana naik
mobil. Seenggaknya walaupun mereka kena macet, mereka tetep nyaman.
Tapi
saya…………..saya gak suka banget ngeliat orang orang yang naik mobil sendirian
atau Cuma berdua sama supir. Rasanya pengen nyiptain suatu alat yang bisa bikin
mobil itu ngilang -_-
Banyak kok
orang orang yang desek desekan di bus, nunggu busway lama, memanfaatkan
kendaraan umum yang emang gak senyaman kendaraan pribadi.
Pengen
banget gitu ngasih ilham ke pemerintah buat naikin harga tol semahal mungkin,
naikin biaya parker semahal mungkin, dan nurunin harga kendaraan umum semurah
mungkin. Bbm kalo bisa jadi mahaal sejadinya. Biarin aja orang orang yang suka
naik kendaraan pribadi itu mikir dan beralih ke kendaraan umum. Lagian saya
juga penasaran gimana rasanya ngeliat orang orang yang bermobil itu demo gara
gara harga tol naik. Buat rakyat rakyat kecil, mahasiswa, dll jangan demo,
biarin aja orang orang kaya itu yang pada demo. Karena saat kalian demo
menyampaikan suara masyarakat, mereka keenakan ongkang ongkang kaki menikmati
hasil dari usaha kalian semua. Toh padahal mereka semua yang bikin Jakarta
macet. Karena mereka gak mau keluar dan naik kendaraan umum!
Back then,
sabar ya. Realize aja kalo Jakarta emang macet, nikmatin aja jalannya. Bawa
buku atau bawa headset, mudah mudahan waktu dijalannya jadi lebih bermanfaat.
Akan ada saatnya semua teknologi akan hilang dan kita akan kemana mana dengan
berjalan kaki lagi.
Senin, 11 November 2013
@nebengers
Nebengers.
'Apa yang pertama kali muncul dipikiran kalian saat mendengar kata nebengers?' pertanyaan ini paling sering ditanyain oleh admin @nebengers yang lebih sering dipanggil bengbeng. Nebengers itu sebuah komunitas tebeng menebeng yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Disini kita bisa sharing taxi, share tol + bensil, share sarapan, makan siang, susu ultra, es krim, bread talk, atau apapun sesuai kesepakatan si pemberi tebengan dan pencari tebengan.
Nebengers sendiri udah berdiri lumayan lama dan semakin hari orang orang yang ikutan tebeng menebeng pun makin banyak.
Kok berani sih?
Nah ini, pertanyaan yang paling sering muncul di orang orang yang baru kenal nebengers. Beberapa bulan yang lalu, saat saya gak tau dan gak kenal nebengers, tapi disisi lain saya penasaran gimana rasanya nebeng orang yang sama sekali gak dikenal.
Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian, saya pun mention @nebengers, nanya nanya dan waktu itu langsung di reply sama bengbeng dan juga salah satu anggota nebengers dari #TeamBekasi. Orangnya ramah banget, dia cerita ini itu tentang nebengers dan akhirnya dia ngajak saya buat ikutan kopdar (kopi darat)nya mereka. penasaran pun semakin jadi, akhirnya saya bilang, 'ayo kak, saya ikutan ya. Nebeng kakak juga, hehehehe'
Hari sabtu pun tiba, saya janjian sama orang itu di pondok gede dan dia ngajak saya ke tempat kopdarnya #TeamBekasi. Kita ngumpul di sanggar kabasa, kegiatan yang dilakuin sama anggota #TeamBekasi luar biasa keren! Di sanggar kabasa itu yang ahli di bidangnya dipersilakan untuk ngajar, jadi setiap sabtu di kabasa dibuka kelas ngajar. Ada yang ngajar bahasa jerman, bahasa inggris, matematika. Keren!
Setelah ngumpul di sanggar kabasa, biasanya pada nongkrong di angkringan. Ngobrol, ketawa tawa, sharing, ngomongin ini itu. Saya pernah beberapa kali ikutan tapi karena satu dan lain hal saya jadi gapernah ikut kopdar lagi -.-
Apa lagi ya?
Pengalaman tebeng menebeng saya? Wah, keren!
Saya pernah nebeng sama dosen binus :3 setiap pagi janjian di tol jatibening, nebeng dia sampe depan kantor, waktu itu dia bilang share tol aja, jadilan setiap nebeng saya yang bayar tol.
Saya juga pernah nebeng sama orang yang mau berangkat kerja. Waktu itu tujuan saya ke rawamangundan orang itu mau ke pulogadung, akhirnya saya nebeng dia sampe pulogadung dan meneruskan sampe ke rawamangun sendirian. Waktu itu free Cuma dia bilang bawa helm sendiri aja. Saya share cerita sama dia. Sepanjang perjalanan ngobrol gak ada abisnya. Dia cerita tentang anaknya, suaminya, jam kerjanya, dia nanya tentang saya, keluarga saya, kerjaan, sekolah, dan semuanya.
Terus saya juga pernah nebeng sama orang sekaligus ujan ujanan. Kita naik motor sambil ujan ujanan Cuma seru banget, gak ada sekalipun kehabisan bahan omongan. Seru lah!
Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan dari sang pemberi tebengan adalah 'kok berani sih nebeng sama orang yang gak dikenal? Gimana bisa percaya?' saya Cuma bilang, 'percaya aja.'
Percaya itu sederhana, dia muncul dari dalem hati dan semuanya sudah mengalami sinkronisisasi dengan otak (?)
Acara di nebengers.
Sering banget ada acara kopdar seluruh anggota nebengers. Biasanya anggota nebengers ini berkumpul sesuai district tempat tinggal masing masing. karena saya tinggal di bekasi, saya join sama #TeamBekasi. Dan biasanya disetiap district kita punya lurah. Entah bu lurah atau pak lurah.
Waktu itu saya pernah ikutan obsatnya nebengers. Dari sekitas 100 orang yang hadir, 75 persennya nebeng._.
Pas acara itu didatengin sama mentri apa gitu saya lupa, pendiri nebengers, dan orang orang yang udah berkontribusi di nebengers. Keren!
Saya juga pernah ikutan #AmazongRace.
Acara ini pos to pos di taman mini, keliling, mecahin sandi, foto sama orang, minta tolong ini itu, dan lain lainnya. Waahh, sesuatu banget deh.
Gak Cuma sekali dua kali nebengers ngadain acara, sering banget. Sering sering main ke timeline nya @nebengers dan masuk ke www.nebengers.com seru deh. Tapi gak lupa ketujuan awal @nebengers. Kita bisa share biaya ongkos, bensin, tol, dan lain lain sesuai kesepakatan aja.
#BeriTebengan/#CariTebengan | rute jalan | tanggal + jam | berapa seat | share apa |
Jangan lupa transaksi tebeng menebengnya mention ke @nebengers juga supaya aman. Sejauh ini sih belum pernah ada kecelakaan, tapi biar aman dan tetep terpantau. Jangan lupa di mention ya nebengersnya.
Apa lagi ya?
Kayanya itu aja untuk sekarang, sekian dan terima tebengan^^
'Apa yang pertama kali muncul dipikiran kalian saat mendengar kata nebengers?' pertanyaan ini paling sering ditanyain oleh admin @nebengers yang lebih sering dipanggil bengbeng. Nebengers itu sebuah komunitas tebeng menebeng yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Disini kita bisa sharing taxi, share tol + bensil, share sarapan, makan siang, susu ultra, es krim, bread talk, atau apapun sesuai kesepakatan si pemberi tebengan dan pencari tebengan.
Nebengers sendiri udah berdiri lumayan lama dan semakin hari orang orang yang ikutan tebeng menebeng pun makin banyak.
Kok berani sih?
Nah ini, pertanyaan yang paling sering muncul di orang orang yang baru kenal nebengers. Beberapa bulan yang lalu, saat saya gak tau dan gak kenal nebengers, tapi disisi lain saya penasaran gimana rasanya nebeng orang yang sama sekali gak dikenal.
Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian, saya pun mention @nebengers, nanya nanya dan waktu itu langsung di reply sama bengbeng dan juga salah satu anggota nebengers dari #TeamBekasi. Orangnya ramah banget, dia cerita ini itu tentang nebengers dan akhirnya dia ngajak saya buat ikutan kopdar (kopi darat)nya mereka. penasaran pun semakin jadi, akhirnya saya bilang, 'ayo kak, saya ikutan ya. Nebeng kakak juga, hehehehe'
Hari sabtu pun tiba, saya janjian sama orang itu di pondok gede dan dia ngajak saya ke tempat kopdarnya #TeamBekasi. Kita ngumpul di sanggar kabasa, kegiatan yang dilakuin sama anggota #TeamBekasi luar biasa keren! Di sanggar kabasa itu yang ahli di bidangnya dipersilakan untuk ngajar, jadi setiap sabtu di kabasa dibuka kelas ngajar. Ada yang ngajar bahasa jerman, bahasa inggris, matematika. Keren!
Setelah ngumpul di sanggar kabasa, biasanya pada nongkrong di angkringan. Ngobrol, ketawa tawa, sharing, ngomongin ini itu. Saya pernah beberapa kali ikutan tapi karena satu dan lain hal saya jadi gapernah ikut kopdar lagi -.-
Apa lagi ya?
Pengalaman tebeng menebeng saya? Wah, keren!
Saya pernah nebeng sama dosen binus :3 setiap pagi janjian di tol jatibening, nebeng dia sampe depan kantor, waktu itu dia bilang share tol aja, jadilan setiap nebeng saya yang bayar tol.
Saya juga pernah nebeng sama orang yang mau berangkat kerja. Waktu itu tujuan saya ke rawamangundan orang itu mau ke pulogadung, akhirnya saya nebeng dia sampe pulogadung dan meneruskan sampe ke rawamangun sendirian. Waktu itu free Cuma dia bilang bawa helm sendiri aja. Saya share cerita sama dia. Sepanjang perjalanan ngobrol gak ada abisnya. Dia cerita tentang anaknya, suaminya, jam kerjanya, dia nanya tentang saya, keluarga saya, kerjaan, sekolah, dan semuanya.
Terus saya juga pernah nebeng sama orang sekaligus ujan ujanan. Kita naik motor sambil ujan ujanan Cuma seru banget, gak ada sekalipun kehabisan bahan omongan. Seru lah!
Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan dari sang pemberi tebengan adalah 'kok berani sih nebeng sama orang yang gak dikenal? Gimana bisa percaya?' saya Cuma bilang, 'percaya aja.'
Percaya itu sederhana, dia muncul dari dalem hati dan semuanya sudah mengalami sinkronisisasi dengan otak (?)
Acara di nebengers.
Sering banget ada acara kopdar seluruh anggota nebengers. Biasanya anggota nebengers ini berkumpul sesuai district tempat tinggal masing masing. karena saya tinggal di bekasi, saya join sama #TeamBekasi. Dan biasanya disetiap district kita punya lurah. Entah bu lurah atau pak lurah.
Waktu itu saya pernah ikutan obsatnya nebengers. Dari sekitas 100 orang yang hadir, 75 persennya nebeng._.
Pas acara itu didatengin sama mentri apa gitu saya lupa, pendiri nebengers, dan orang orang yang udah berkontribusi di nebengers. Keren!
Saya juga pernah ikutan #AmazongRace.
Acara ini pos to pos di taman mini, keliling, mecahin sandi, foto sama orang, minta tolong ini itu, dan lain lainnya. Waahh, sesuatu banget deh.
Gak Cuma sekali dua kali nebengers ngadain acara, sering banget. Sering sering main ke timeline nya @nebengers dan masuk ke www.nebengers.com seru deh. Tapi gak lupa ketujuan awal @nebengers. Kita bisa share biaya ongkos, bensin, tol, dan lain lain sesuai kesepakatan aja.
#BeriTebengan/#CariTebengan | rute jalan | tanggal + jam | berapa seat | share apa |
Jangan lupa transaksi tebeng menebengnya mention ke @nebengers juga supaya aman. Sejauh ini sih belum pernah ada kecelakaan, tapi biar aman dan tetep terpantau. Jangan lupa di mention ya nebengersnya.
Apa lagi ya?
Kayanya itu aja untuk sekarang, sekian dan terima tebengan^^
Jumat, 08 November 2013
Another Twenty
Saat matahari muncul dari ufuk
timur di hari Minggu pagi. Disa kira perasaan itu telah hilang seutuhnya.
Perasaan yang telah lama ia buang jauh jauh, perasaannya untuk Dika. Perasaan
yang semakin dibuang akan terus semakin lekat dihatinya. Ternyata kenyataan
berbicara lain. Hari itu tanggal 20, seharusnya hubungannya dengan Dika
memasuki usia ke tiga tahun, tapi pada kenyataannya hubungan mereka telah lama
kandas, bahkan sebelum memasuki tahun ke dua.
Disa kembali bangun ditengah
malam, tapi kini ia tidak kebingungan karena saat pertama kali ia membuka
matanya yang ada dipikirannya adalah sekarang tanggal 20. Hari dimana ia dan
Dika memutuskan untuk bersama. Apa yang harus ia lakukan? Semenjak Disa
memutuskan untuk melupakan Dika, semua kenangan tentang Dika telah dihapuskan.
Benar benar telah dihapus. Bahkan folder yang berisi semua kenangannya dengan
Dika pun telah dihapuskan. Kertas kertas yang bertuliskan nama Dika juga sudah
dibuang. Semua barang tentang Dika sudah Disa buang, tapi ada beberapa barang
yang akan terus tersimpan di dalam kardus, sampai suatu saat nanti Disa benar
benar yakin akan membuangnya. Entah kapan waktu itu akan datang.
Malam itu jarum detik terdengar lebih keras. Tik…tok…tik….tok… suara
suara yang membuat Disa gelisah karena ia menyadari waktu yang terus berjalan
walaupun dia tidak melakukan apapun. Ada sesuatu yang harus dia lakukan, tapi
apa? Apa Disa harus mengulang kembali rutinitasnya disetiap tanggal 20? Apa
Disa harus kembali mengingat semua tentang Dika dan kembali merasakan ada
sesuatu yang hilang? Apa Disa harus kembali membaca semua pesan dari Dika? Apa
harus selalu Dika yang ada dipikiran Disa jika tanggal 20 datang?
Disa benci sekali perasaannya itu, perasaan dimana ia bingung harus
melakukan apa. Perasaan yang selalu saja membuatnya tak tau harus bagaimana.
Akhirnya Disa memutuskan untuk bangun, ia mencari gelasnya yang belakangan ini
sudah tidak ia isi air, lalu mencaci maki dirinya sendiri karena tidak pernah
mengisi air lagi di gelas itu. Disa memang aneh, kadang dia bisa begitu
membenci dirinya karena hal yang tidak ia lakukan. Bahkan ia lebih sering
membenci dirinya karena hal hal yang tidak dia lakukan dibandingkan dengan hal
hal yang telah ia lakukan.
Dengan malas, Disa berjalan ke dapur. Segelas air dingin akan membantunya
menenangkan pikirannya atau mungkin saja akan membuat Disa jatuh tertidur
seketika dan melupakan semua hal tentang Dika.
Suara jarum detik itu masih terdengar begitu kencang, ruangan yang gelap
membuat Disa harus berhati hati menuruni tangga rumahnya. Tidak lucu sekali
jika ia jatuh dari tangga lalu sebuah drama tentang seorang gadis yang
kecelakaan di hari jadinya dengan sang mantan muncul di headline news. Disa
meraih pintu kulkas dan bersyukur sekali ketika melihat ice cream yang telah ia
siapkan jika ia merasa bingung melakukan apa. Segera diraihnya tempat ice cream
itu dan Disa kembali tidak mengisi gelas yang tadi ia bawa turun.
Ice cream.
Perasaan senang dan tenang datang kembali ke pikiran dan hatinya.
Sedetik…. Dua detik… pikirannya kembali. Ada sesuatu di ice cream ini yang
membuatnya kembali mengingat… Dika. Selalu Dika, bahkan dari sekotak ice cream
saja dia harus kembali mengingat Dika. Entah sehebat apa makhluk yang bernama
Dika itu sehingga membuat semua hal yang Disa lakukan terhubung dengannya. Atau
mungkin Disa yang terlalu menghubung hubungkan semua hal dengan Dika? Ah, tidak
tau. Yang jelas kini Disa kembali membenci dirinya sendiri.
Apa yang harus ia lakukan? Ia kembali duduk termenung. Memandangi ice
cream yang tidak berdosa itu dengan pandangan kasian sekaligus benci. Bagaimana
bisa sekotak ice cream yang tidak bersalah bisa membuatnya menjadi begitu
kesal. Andai saja waktu itu Dika tidak datang dengan ice cream, pasti tidak
akan seperti ini jadinya. Kenapa statement ice cream yang bisa membuat mood
kembali kini berubah menjadi ice cream yang membuat mood hilang. Kenapa?
Sudah jelas, kini hanya air putih yang paling netral. Disa meminta maaf
ke gelas itu yang telah ia abaikan karena sekotak ice cream. Segera ia mengisi
gelas itu dengan air dingin. Ia pandangi aliran air yang tertuang dari dalam
botol. Ia pandangi air yang berada disisi botol yang membuat tangannya basah.
Tetesan airnya membuat Disa menjadi semakin haus dan ia menjadi bingung sendiri
karena kini ia merasa waktu yang ia gunakan untuk menuang air ke dalam gelas
menjadi begitu lama. Ini terlalu lama. Baru setengah gelas itu terisi, Disa
memutuskan untuk berhenti menuang dan segera meminum air dingin itu.
Segaarr….
Sedetik…
Dua detik….
Tiga detik…..
Glek…
Air putih itu telah memasuki kerongkongan dan kini sedang bermuara di
lambung. Disa bernafas lega sekali karena tidak ada satu hal pun yang
membuatnya mengingat Dika. Ia kembali meminum air putih itu dan merasakan
kesegaran yang luar biasa.
Teng… jam di rumahnya berbunyi sekali, itu berarti ia baru saja melewati
satu jam pertama ditanggal 20 dengan mengingat beberapa kenangan tentangnya
dengan Dika. Disa menaruh botol yang tadi ia ambil ke dalam kulkas. Lalu
berjalan ke arah tangga, ia berniat untuk kembali ke kamarnya. Pelan…pelan… ia
berjalan seperti ada sesuatu yang tertinggal. Tapi apa?
Disa mengabaikan perasaannya itu lalu berjalan menuju kamarnya.
Sesampainya di depan pintu ia memandangi pintunya itu dengan seksama. Setiap
ujung sisinya ia pandangi, dari atas sampai bawah, semua hal yang ada di pintu
itu ia pandangi. Lalu ia tersenyum. Banyak hal yang berubah setelah Dika pergi,
bahkan pintu kamarnya pun terlihat berbeda. Sudah tidak ada lagi tempelan yang
ada Dikanya.
Disa membuka pintu kamarnya. Masih gelap, ia belum menyalakan lampunya.
Biasanya ia bisa melihat tulisan besar namanya dan Dika di dinding kamarnya
yang menyala dalam gelap, tapi kini tulisan itu sudah tidak ada. Disa kembali
tersenyum. Ia menyalakan lampu kamarnya lalu kembali tersenyum saat melihat
semua foto foto, tulisan, tempelan, poster dan semua hal tentang Dika yang
sudah tidak ada lagi di dinding kamarnya. Ia merasa begitu senang dan lega.
Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Hal itu aneh karena Disa bisa merasa begitu bebas dari perasaan takutnya
jika Dika akan menanyakan apakah Disa masih menyimpan semua kenangan tentang
mereka. Harusnya Disa melakukan hal itu jauh jauh hari sebelumnya. Tapi ada
sesuatu yang membuat kamar Disa terlihat aneh. Bekas bekas tempelan foto,
poster dan semua tentang Dika masih terlihat dengan jelas di dinding kamarnya.
Ada sebuah pelajaran yang Disa terima, seberapa keras pun usahanya untuk
membuang tempelan tempelan tentang Dika, walaupun barang barang itu sudah jelas
terbuang, tapi bekasnya tidak. Bekas itu akan terus menempel, setidaknya sampai
Disa memutuskan untuk mengecat ulang kamarnya.
Segelas air putih pasti akan membantu. Ah iya, gelasnya tertinggal di
dapur, pantas saja Disa merasakan ada sesuatu yang tertinggal. Kini Disa bisa
melangkah dengan riang ke dapurnya, jarum detik juga sudah tidak terdengar lagi
suaranya. Bahkan Disa sudah bisa menunggu dengan sabar saat ia menuang air ke
gelasnya.
Ada banyak yang tidak bisa kita ubah dan ada banyak hal yang harus kita
terima. Kenangan. Bahkan jika kita memohon, berdoa, dan melakukan sejuta hal
lainnya, kenangan tidak akan berubah sedikit pun. Kita hanya akan membuat
kenangan yang baru, kenangan tentang kita yang berusaha merubah kenangan itu.
Ada satu hal yang tidak kita sadari. Saat kita berusaha menerima
kenangan, saat itulah kenangan juga berusaha hanya menjadi kenangan. Karena
saat kita berusaha melupakannya membuangnya, melepasnya, saat itu juga kenangan
berusaha keras untuk tetap tinggal di memori kita, tetap membuat kita kembali
mengingat hal hal yang tidak bisa kita terima.
Disa sadar, apapun yang ia lakukan untuk membuang Dika dari otak dan
hatinya, semua usaha keras itu akan sia sia. Tidak akan ada yang terjadi
kecuali Disa yang kembali mengingat semua kenangan tentang Dika. Hanya ada satu
hal yang harus Disa lakukan, menerima Dika dan semua kenangan tentang Dika.
Mengikhlaskan Dika dan menyadari seberapapun keras usahanya, Dika akan terus
berada di hatinya. Karena akan selalu ada sebuah tempat untuk semua orang yang
tidak akan pernah bisa digantikan oleh orang lain. Walaupun kini kita bersama
orang lain yang lebih kita cintai dari
orang sebelumnya, orang sebelumnya yang berada di hati kita tetap memiliki
posisi itu, ia tidak akan tergantikan. Karena orang yang kini kita cintai, ia
sedang membangun sebuah tempat di hati kita. Begitu juga semua orang. Tidak ada
seorang pun yang bisa menggantikan posisi orang lain yang ada di hati, tidak
akan ada, sekalipun ia berlutut dan memohon.
Dika adalah sesuatu yang harus Disa terima, kemarin, sekarang, besok
ataupun lusa, Dika akan terus menjadi Dika. Dika yang pernah ada dihati Disa. Di
tanggal 20 berikutnya, mungkin Disa akan lebih bisa mengontrol hatinya.
Langganan:
Postingan (Atom)