Rabu, 07 Agustus 2013

Tai Chi Zero - Hero

Liburan ini ditemani dengan banyak film, big thanks buat kakak yang udah ngasih filmnyaa :D film yang akan saya ceritakan disini adalah……. Tai Chi Zero dan Tai Chi Hero.
Mereka beda film, yang pertama tai chi zero yang kedua tai chi hero. Berkisah tentang seorang anak laki laki yang bernama Lu Chan. Dia tinggal di negri Cina dan lahir dengan sebuah tanda ‘tiga mahkota blossoms.’ Tanda itu bahaya kalo dipencet, bisa bikin Lu Chan ngamuk dan menghancurkan orang orang yang ada disekitarnya. Hemmm. Kemampuannya ini dimanfaatkan oleh seorang pemberontak yang duluan melihat kelebihan Lu Chan. Jadilah Lu Chan dibawa oleh orang itu tepat ketika ibunya meninggal.
Selama lebih dari 10 tahun Lu Chan ikut pemberontak itu, lalu pada suatu hari ada yang menasehati Lu Chan untuk stop bertarung yang gapenting itu, dia harus ke desa Chen dan belajar kungfu Chen. Tepat setelah Lu Chan diberi nasehat itu, basecamp kelompoknya dihancurkan oleh pasukan pemerintah, jadilah Lu Chan pergi dan mencari Desa Chen.
Sesampainya di Desa Chen, ternyata perjuangan untuk belajar tidak semudah itu. Semua orang yang tinggal di Desa Chen menolak untuk mengajarkan kungfu itu, karena kungfu Chen hanya untuk orang dalam.
Lu Chan gak putus asa, dengan berbagai cara dia berjuang sambil dibantu sama kakek yang berbaju lusuh. Lu Chan sering dibilang idiot karena tingkahnya, dan kata kakek yang berbaju lusuh itu, semua karena tiga mahkota blossoms di kepalanya.
Di desa itu Lu chan ketemu Yu Niang, anak guru besar desa Chen. Lu Chan minta diajarin kungfu sama Yu Niang, tapi Yu Niang nolak terus. Sampe akhirnya dia duel dengan beberapa orang yang ada di pasar, tapi Lu Chan kalah dan diusir dari Desa Chen karena terus terusan minta diajarin kungfu itu.
Saat Lu Chen diusir, kakek yang berbaju lusuh itu nemuin dia dan bilang “lawan mereka dengan gerakan yang mereka pakai.” Jadi disini Lu Chan punya kelebihan bisa niruin semua gerakan lawannya. Nahh, pas Lu Chan berhasil masuk lagi ke desa, Lu Chan pun ngikutin kata katanya si kakek itu. Dia duel sama orang terus dia menang. Dengan sedikit bantuan dari si kakek. Lu Chan ngerasa kalo dirinya dibantuin dan akhirnya dia bilang “ayo kita tanding ulang itu tadi curang, ada yang bantu saya.” Tapi si lawannya bilang, ‘gak usah, kamu menang.” Lu chan pun ‘akan’ belajar kungfu Chen.
Tapi, pada saat yang bersamaan, mungkin masa revolusi, ada orang yang mau bangun jalur kereta di desa itu. Warga desa nolak abis abisan. Di film itu dikasih liat tentang bagaimana persenjataan modern kalah dengan kungfu!
That’s awesome.
Abis itu, dateng lagi orang yang sama, dia gak mau nyerah, dia tetep mau bangun jalur kereta di Desa itu. Akhirnya dia dateng bareng partnernya dengan membawa sebuah alat yang dipake buat bangun jalur kereta. Warga Chen udah mulai bingung tu. Akhirnya si Lu Chan konsul sama kakek yang berbaju lusuh itu, dan diberikan beberapa solusi. Kakek itu nyuruh Lu Chan buat ngancurin mesinnya. Diikutin sama Lu Chan dan pada saat Lu Chan ngancurin mesinnya, Yu Niang juga ada disitu buat ngancurin. Jadilah mereka kerja sama.
Mesin itu hancur, dan………….selesai.

Gantung? Iya. Makanya langsung nonton Tai Chi Hero.

Setelah mesin itu hancur, orang orang berterimakasih ke Lu Chan sama Yu Niang. Lu Chan bilang “dia mau diucapin terimakasih dengan boleh belajar kungfu.” Tapi si Lu Chan udah sedikit sedikit bisa gerakan itu, jadi para tetua mau ngehukum Lu Chan gara gara udah nyuri gerakan kungfu Chen.
Ah iyaaa,,, jadi disini kedok si kakek tua pun terbuka. Kakek tua itu adalah Guru Besar Chen yang selama ini bantuin Lu Chan. Rupanya kakek ini juga udah ngeliat bakat terpendam Lu Chan.
Saat rapat para tetua, sidangin si Lu Chan, Guru Besar Chen mati matian belain Lu Chan, begitu juga Yu Niang. Cuma karena para tetua yang kaku banget, jadilah mereka menang perdebatan. Yu Niang gabisa tinggal diam. Dia bilang ke Guru Besar Chen yang juga bapaknya, “ayah harus melakukan sesuatu.” Terus bapaknya bilang, “hanya kau yang bisa menolongnya.”
Si Yu Niang mikir bentar terus akhirnya dia bilang, “aku akan menikah dengan Lu Chan, jadi kalian tidak bisa menghukum Lu Chan.” Jeng jeng, keputusan pun bulat, hari pernikahan ditentukan dan mereka pun menikah.
Selama pernikahan, Lu Chan gaboleh megang megang Yu Niang, dan harus manggil Yu Niang guru. Mereka belajar kungfu Chen bareng, terus ada banyak kejadian yang mau ngusir Lu Chan dari desa Chen, dan orang yang mau bangun kereta tadi masih belom kapok juga, akhirnya dia melakukan berbagai macam penyerangan ke desa itu.
Ceritanya panjang, dan alurnya agak ribet. Kalo diceritain disini nanti gak berasa feelnya pas nonton. Saya skip aja bagian bagian itu, nah lanjut ke saat puncak penyerangan. Desa Chen diserang 1000 pasukan dari gubernur. Guru besar Chen, Yu Niang dan Lu Chan diharuskan menyerahkan diri. Akhirnya mereka bertiga keluar dari desa terus dengan beberapa trik, Yu Niang dan Lu Chan bisa membebaskan diri dengan sayap langit milik kakaknya Yu Niang. Guru besar chen ditahan.
Sehari sebelum penyerangan, si Yu Niang akhirnya membuka hatinya buat Lu Chan dan dia pun menyatukan Yin dan Yang. *kalo mau ngerti nonton aja*
Saat Yu Niang dan Lu Chan pergi, mereka disuruh nyari guru Li. Mereka pun jalan dan sampai di tempat dimana Guru Li tinggal. Setelah melalui 7 tahapan duel dengan orang orang, yang duel Cuma si Lu Chan, mereka menang. Mereka pun ketemu sama Guru Li.
Saat sedang ngobrol panjang lebar dengan guru Li, si pangeran dateng dan nuduh Lu Chan penyusup, tapi karena Lu Chan polos, dia ngomong apa adanya. Lu Chan bilang dia dari desa Chen, akhirnya si pangeran nyuruh Lu Chan duel sama Guru Li buat ngebuktiin kalo Lu Chan bener dari desa Chen.
Mereka berduel dan disitu Lu Chan sama sekali gak nyakitin lawannya. Kungfu Lu Chan menyatukan kungfu dan filsafat, kenyataan dan perkiraan. Di duel itu gak ada yang menang/kalah, tapi Cuma pembuktian kalo Lu Chan bener dari desa Chen.
Pas pangeran nanya apa nama kungfunya, Lu Chan bilang “ini kungfu keluarga kami.” Dan pangeran pun ngasih nama kungfu itu dengan Tai Chi.
Jadi itulah asal nama Tai Chi, kenapa Tai Chi? Saya gatau, tanyakan saja pada pangeran.
Cerita ini bercerita asal nama Tai Chi? Iya, saya juga baru tau kalo tujuan filmnya itu buat ngasih tau asal Tai Chi. Haft banget.

Film ini bagus, lucu lagi. Kalo kata yang ngasih film “ceritanya bagus, lucu juga, Cuma kalo otak lu lemot lu bakal bingung kenapa harus ketawa.”
Dan Alhamdulillah saat saya nonton ini saya paham dan ketawa juga J)

So, nonton ya filmnya :D

Gado Gado dan Sushi

Here we go.. jeng jeng jeng
Buku yang baru saya baca “Gado Gado dan Sushi” you can see from the title, it must be about Indonesia and Japan. Tapi buku ini gak ngebahas tentang makanan.
Buku ini saya dapat setelah mengikuti matrikulasi selama sebulan di kantor tempat saya PKL. Ceritanya bagus dan luar biasa menginspirasi.

Buku karangan Yunitha Fairani ini menceritakan tentang kehidupannya di Jepang sambil membesarkan kedua anaknya. Disini banyak diceritakan tentang bagaimana caranya mendidik anak agar anak kita bisa menjadi disiplin dan selalu bekerja keras. Saat saya membaca buku ini, yang ada dipikiran saya adalah Subhanallah, luar biasa! Jika dibandingkan dengan Indonesia, kita benar benar tertinggal jauuuuuhhhh sekali.
Yunitha Fairani tinggal di Jepang karena ikut suaminya yang orang Jepang. Dia bertemu suaminya ketika sedang kuliah di luar negri *I forget where the country is* kisah cinta mereka dimulai ketika kerusuhan 98 terjadi. Saat semua orang orang asing pergi meninggalkan Jakarta, suami Yunitha Fairani malah terbang ke Jakarta dan menemui sang istri. Wanita mana yang gak kagum? Jadilah mereka menikah dan Yunitha pun dibawa ke Jepang.
Kehidupan di Jepang itu jauuhh berbeda dengan di Jakarta. Especially buat perempuan yang punya anak. Di buku ‘Gado Gado dan Sushi’ diceritakan bagaimana Yunitha berjuang menjadi ibu rumah tangga. Padahal kalo dipikir dia kan udah kuliah S2, tapi di Jepang malah jadi ibu rumah tangga. Kasian ya?
Kasian? Enggak. Sama sekali gak kasian. Kenapa? Karena kalian gatau kerjaan ibu rumah tangga itu apa, terutama ibu rumah tangga yang di Jepang. Di Jepang, pendidikan formal dimulai dari TK. Anak anak diajarkan cara nyebrang, cara ngobrol sama temen, cara ngobrol sama orang dewasa, dan yang kerennya mereka diajarin bikin kain lap. Waw! Kain lap! Pernah gak sih mikir buat bikin kain lap? Beli aja di pasar kan bisa ya, murah.
Di buku ini juga diceritakan bagaimana perjuangan Yunitha berjuang belajar budaya Jepang agar bisa diterima sebagaimana orang Jepang menerima orang Jepang lainnya, bukan diterima sebagai orang asing. Dibuku ini dituliskan kalo banyak yang bilang orang Jepang itu kaku sama perbedaan. Jadi kalo kita terlalu berbeda terutama dari segi budaya, bisa bisa kita akan merasa terasingkan secara gak langsung. Bukan mereka yang mengasingkan kita, tapi kita yang bikin diri kita terasing.
Ada sebuah kalimat, “Tersenyum dan menyapa orang lain terlebih dahulu akan membuka pintu kemudahan.” Banyak orang yang lebih milih nunggu disapa, bukan nyapa duluan, itu manusiawi kok. Tapi kalo kita tinggal di negri asing, kita yang harus aktif, karena kita butuh mereka.
What else?
Disini diceritain bagaimana ibu ibu Jepang bener bener mantau perkembangan anaknya di sekolah dan bener bener kenal sama ibu ibu yang lainnya. Ada sebuah system dimana para ibu gentian mengantar jemput anak anak yang sudah dibuatkan kelompok berdasarkan jarak rumah mereka. Metode ini katanya sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga Jepang yang banyak urusan. Terus saat penerimaan siswa baru, ternyata disitu juga ada keharusan para ibu untuk memilih ‘ekskul’ apa yang akan dia jalani selama anaknya sekolah disitu. Keren.
Ada juga cerita dimana sekolah itu mengadakan bazar, para ibu dibagi dalam beberapa kelompok dan membuat parkarya masing masing untuk dijual. Bagi yang mau buat bisa ngebuat, bagi yang mau nyumbangin barangnya buat dijual, bisa juga. Ada seorang ibu yang menjual beberapa set piring, sendok, gelas, garpu, dll dengan alasan ‘saya udah punya di rumah, yang ini dijual aja buat modal ekskul di TK.’ Waahhh, subhanallah banget. Dibuku itu diceritain kalo itu tuh mahaaaalll banget dan baguusss banget.
Coba bandingin sama orang Jakarta. Piring sama gelas aja ditaro di lemari, buat pajangan.
Apa lagi ya?
Ahh iya! Waktu wisudaan anaknya Yunitha yang terakhir, disitu para ibu mempersembahkan sebuah lagu yang luar biasa menginspirasi saya. “Sekai Ni Hitotsu Dake No Hana” artinya “bunga yang hanya ada satu di dunia.”
Liriknya udah pernah saya post, coba cek disini.
Bisa diliatkan kehidupan di Jepang, bagaimana Negara kecil yang memiliki SDA sedikit bisa menjadi Negara yang luar biasa maju. Anak anaknya sudah dididik untuk disiplin dan bekerja keras dari kecil, dari mereka TK.
Di jepang, tradisi kirim surat bener bener masih dipake. Perkembangan computer mereka pake buat ngedesain kartu kartu ucapan dengan bagus dan tetep dikirim lewat pos, waaahhh keren.

Kalo saya ceritain semua nanti saya disuruh bayar denda lagi >.<

Mending baca bukunya deh, menginspirasi sekali, terutama buat perempuan yang akan menjadi ibu, siapa tau jodohnya orang Jepang XD

Selasa, 06 Agustus 2013

You Belong With Me

Hai, ini bukan kisah ku yang baru saja menonton film the conjuring. Ini bukan kisah persahabatan antara laki laki dan perempuan. Ini juga bukan kisah tentang bagaimana seorang sahabat kecil laki laki dan perempuan terpisahkan. Berdoa saja, semoga kisah ini tidak terinspirasi darimu.
Entah bagaimana, kisah ini bermula pada suatu hari ketika langit sudah gelap. It’s typical Tuesday night, I listen to the kind of music she doesn’t like and she’ll never know your story like I do. Itu petikan lagu You Belong With Me – Taylor Swift. Dan yak, benar. Kisah ini tentang bagaimana seharusnya kau dengan ku, bukan dengan dia.
Langit gelap, bintang berkelip menggoda, bulan sedang ingin tampil purnama, sinarnya sampai ke genting rumah. Bulan itu hanya satu, jadi jika saat ini kau sedang menatapnya, dan aku juga sedang menatapnya, percayalah, bulan itu memantulkan cahaya mu, dan entah bagaimana, aku bisa melihatnya.
Hari ini aku berjalan santai keliling komplek, melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri. Banyak orang yang sedang menyuapi anaknya, olahraga, jalan santai dan juga ada yang sekedar bergosip. Biar ku beri tahu, sebenarnya aku tidak jalan santai, aku memiliki misi rahasia. Stalk. Rasa penasaran ku yang berlebihan ini membuat ku berubah menjadi stalker, tapi tenang saja, aku professional stalker. Setidaknya jika apa yang kulihat tidak terlalu penting, aku tidak akan menuangkannya ke dalam tulisan dan mempublishnya di blog.
Tapi kali ini berbeda.
Rute yang ku ambil sengaja sedikit agak memutar. Dari rumah aku ambil arah kanan, sampai di ujung jalan belok kiri, tepat di plang yang bertuliskan pejalan kaki only. 10 meter dari plang itu lah tempat dimana aku akan menjalankan misi ku sebagai stalker. Jadi aku cukup berdiri di plang ini berpura pura sebagai orang yang sedang menunggu jemputan.
Dan…..sial. jemputan itu benar datang.
Aku mendengar suara klakson dua kali dan melihat kaca mobil terbuka. “heeyy, wanna join with us?” nada suara itu memang mengajak, tapi sekaligus mengejek. Entah, apa yang salah dengan diriku. Tapi sepertinya mereka terlalu merendahkan hobi menulis ku. Mereka tidak tau, diam diam aku membunuh mereka melalui imajinasi ku, hahahaha.
“no, I have so much things to do. Sorry.”
“oh deaarr, wish you could join with us next time.”
Aku berusaha berfikir positif, sepertinya kali ini mereka serius mengajak ku jalan.
“if you still alive of course, ‘cause I want to kill you tomorrow morning. Hahahaha”
Aaahhh, tawa panjang teman temannya mengakhiri perbincangan ku.
Bodoh sekali mengharapkan orang orang famous itu mengajak ku jalan dan menghabiskan malam yang panjang ini.
Sampai mana tadi tugas stalking ku?
Aku memantau apa yang terjadi tepat 10 meter di depan ku. Sebuah mobil berwarna hitam terparkir di depan sebuah rumah dengan cat biru laut. Warnanya bagus tapi terlalu mencolok mata dan ekstrim sekali jika dibandingkan dengan cat cat rumah lainnya.
Ada seorang perempuan keluar dari mobil itu, rambutnya tergerai panjang sebahu, poninya rata, hidungnya mancung, dan sepatunyaa! Oh my god, it’s high heels that I’ve been searching for since i saw it at the detik.com.
Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus bertanya dimana dia beli sepatu itu.
Aku jalan pelan pelan, sambil terus memantau. Dan akhirnya aku liat anak laki laki muda yang seusia ku keluar dari rumah melemparkan sebuah senyuman ke arah perempuan itu. Aku sedang membayangkan arti kata dari ‘melemparkan sebuah senyuman.’ Apakah ini kau tersenyum lalu melemparnya? Atau kau tersenyum lalu melempar muka mu? Atau kau terlempar lalu tersenyum. Ah aku tidak mengerti, yang jelas ia tersenyum ke arah perempuan itu.
“hey, nice shoes. Where did you but it?”
“ooh, thank you. This is the last one, I bought it yesterday when I went to the Black shop last night.”
“are you serious that is the last one?”
“yeah honey, I’m really sorry.”
“oh my god, how can you do that to me? You belong with me!!” yea, I talk to the shoes and at the same time the boy who smiled to that girl come to us.
“do you….lesbian?”
“oh nooo! How can you say that to me? I’m 100% normal. You can’t judge me just by one thing.”
“but you talk to her that she belong with you.”
“I’m not talk to her, I talk to the shoes. It belong with me. I’m the one who should wear it. But…ah nevermind, I’ll looking for another one.”

And that is, you belong with me. It sucks when you see something that you cant have. It belong to you. You should have it. Yes, you should.

Selasa, 23 Juli 2013

Sekai Ni Hitotsu Dake No Hana (A Flower There's Only One Of In The World) SMAP

Romaji
Hanaya no misesaki ni naranda
Ironna hana wo mite ita
Hito sorezore konomi wa aru kedo
Doremo minna kirei da ne
Kono naka de dare ga ichiban da nante
Arasou koto mo shinaide
Baketsy no naka hokorashige ni
Shanto mune wo hatte iru

Sore na no ni bokura ningen wa
Dousjite kou mo kurabetagaru?
Hitori hitori chigau no ni sono naka de
Ichiban ni naritagaru?

Sou sa bokura wa
Sekai ni hitotsu dake no hana
Hitori hitori chigau tane wo motsu
Sono hana wo sakaseru koto dake ni
Isshoukenmei ni nareba ii

Komatta you ni warainagara
Zutto mayotteru hito ga iru
Ganbatte saita hana wa doremo
Kirei dakara shikata nai ne
Yatto mise kara dete kita
Sono hito ga kakaete ita
Irotoridori no hanataba to
Ureshisou na yokogao

Namae mo shiranakatta keredo
Ano hi boku ni egao wo kureta
Daremo ki zukanai you na basho de
Saiteta hana no you ni

Sou sa bokura wa
Sekai ni hitotsu dake no hana
Hitori hitori chigau tane wo motsu
Sono hana wo sakaseru koto dake ni
Isshoukenmei ni nareba ii

Chiisai hana ya ookina hana
Hitotsu toshite onaji mono wa nai kara
Number one ni naranakutemo ii
Motomoto tokubetsu na only one


English
I looked at all kinds of flowers
Lined up in front of the flower shop
Each person prefers a different type
But they’re all beautiful
None of them fight
Over who’s the best
They just stand up tall and proud
In their buckets

So how come we people
Want to compare ourselves like this?
Why do we want to be the best
When everybody’s different?

Yes, each of us is
A flower there’s only one of in the whole world
Each of us has their own seeds
So let’s just do our best
To make them grow into flowers

There are people whose smiles are strained
Because they’re completely lost
But it doesn’t matter
Because every flower that’s worked so hard to grow is beautiful
Eventually someone came
Out of the flower shop
Carrying a bunch of flowers in all different colours
His face looked so happy

I didn’t know his name
But he gave me a smile
Like a flower that had bloomed
In a place nobody had noticed

Yes, each of us is
A flower there’s only one of in the whole world
Each of us has their own seeds
So let’s just do our best
To make them grow into flowers

Little flowers and big flowers
Not one is the same as another
You don’t need to be number one
You’re special, the only one of you, to begin with

Tahu Diri...

Minggu, 16 Juni 2011

hai...
kamu terlihat baik baik saja setelah sekian lama kita tidak bertemu. bagaimana bisa? kau hebat sekali.
aku juga baik baik saja, setidaknya itu yang kau dan orang orang lihat, tapi selama ini aku tidak baik baik saja. aku sembunyi, lari, dan pergi yang jauh darimu. aku menghindarimu.
apa kamu masih sering memikirkanku? seperti aku yang tetap memikirkanmu, walaupun aku terus melarang otak ku untuk memikirkanmu.

hai...
akhirnya kita bertemu lagi, setelah kurasa sekian juta tahun lamanya kita tidak bertemu, lama sekali rasanya sejak terakhir kali pertemuan kita yang berujung pertengkaran itu.
pertemuan terakhir sekaligus pertengkaran hebat terakhir sebelum akhirnya kita memutuskan untuk berpisah dan aku mulai menghindarimu.

dan...

kenapa kau ada disini?
disaat ada dua acara penting, kenapa kau memilih datang kesini? datang ke tempat yang aku sangat suka walaupun kau tidak suka. padahal acara yang satunya lagi adalah acara yang menyenangkan.
kenapa kau memilih datang kesini?
apa kau ingin bertemu dengan ku?
apa kau mencari ku?
kenapa kau ada disini tepat di depanku sekarang?
kenapa? bisa kau jawab pertanyaan ku? kenapa?

kau datang seenakmu sendiri, dan pergi sesuka hatimu.
walaupun sebenarnya aku menghindarimu, tapi pada kenyataannya aku tetap mencarimu.

aku sengaja memilih acara yang sangat aku suka ini, iya, karena aku menghindarimu.
dan, bagaimana bisa kau memilih acara yang tidak kau sukai ini? aku sungguh tidak beruntung.

kau tau,
melihat wajahmu seperti meruntuhkan sebuah benteng yang sudah kubangaun jutaan tahun lamanya
menatap matamu seperti mendatangkan sebuah badai taifun yang membuat ku ingin lari sejauh jauhnya.
dan kini,
berdiri di depanmu seperti membuat jantung ini berhenti berdetak, otak ini berhenti berfikir, darah ini berhenti mengalir.
dan yang paling parah adalah aku harus memaksakan sebuah senyuman tanpa setetes pun air mata.
perih.
semoga ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu.


***

Senin, 17 Juni 2011

hai..
kenapa kau datang lagi?
kenapa kau bertingkah seperti tidak ada yang pernah terjadi?
kenapa kau bersikap seolah semua baik baik saja?
sudahlah, melihatmu terus begini hanya akan membuat ku menanamkan benih benih kaktus yang durinya siap menusuk jantungku.
bagaimana bisa kau setega itu?

dulu, saat semua masih baik baik saja,
saat semuanya indah, saat matahari bersinar dengan terangnya dan terlihat begitu indah,
melihatmu saja bisa membuat ku terbang melayang. 
kau membuatku seperti satu satunya wanita yang ada di dunia.
kau berikan semua hal yang tidak pernah aku pinta,
kau tunjukkan semua hal yang tidak aku tau sebelumnya,
kau....membuat semangat ku bangkit kembali.
kau memberikan semua hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya,
kau membuat diriku ini terus.......berkhayal.
bahkan, saat matahari tenggelam, bulan tidak tampak, dan bintang enggan berkelip aku masih bisa merasakan indahnya kegelapan karena cahayamu.

sudahlah, pergi saja lagi, tak usah kembali.
sedetik pun tak usah kembali.
menyakitkan melihatmu disini.
perih,
kau bahkan bukan milikku.
kau jelas ada di depan mataku, tapi kau tetap terasa begitu jauh.
pergilah, menghilanglah, atau setidaknya biarkan diriku yang menghilang.

***

Selasa, 18 Juni 2013

hai...
bukankah kemarin aku berharap kau menghilang lagi?
bukankah kemarin aku sudah mengatakan untuk pergi yang jauh?
kenapa kau malah berdiri disini dan mengingatkanku dengan sejuta kenangan yang sudah ku buang jauh jauh?
kenapa kau malah meruntuhkan benteng yang sudah kubangun beratus ratus tahun lamanya?
bagaimana bisa kau begitu tega?

mungkin benar, kau bisa membaca arti tatapan mataku,
mungkin kau benar, walaupun mulutku berbicara pergi yang jauh, tapi mataku mengisyaratkan agar kau tetap disini.
aku tau, berbohong bukanlah hal yang bagus, tapi jika aku bisa melihatmu disini dan kau hanyalah kau, bukan yang spesial, untuk apa?

aku benci sekali memiliki perasaan ini.
aku benci sekali dengan diri ini,
dan aku benci sekali denganmu.
bagaimana mungkin kau baik baik saja sedangkan aku gila dengan semua perasaan ini. bagaimana mungkin?

aku teringat perkataanmu kemarin.
kau bilang perasaanmu masih sama? sama seperti apa? sama seperti saat kau belum mengenalku?
sama seperti saat kau tidak tau aku siapa? sama seperti saat aku tidak ada dibagian cerita kehidupanmu?
perasaan sama seperti kemarin yang seperti apa yang kau miliki?

sudahlah....
telah sejuta kali aku berjanji untuk benar benar melepaskanmu, sudah berkali kali aku berjanji menyerah.
sudah berkali kali.......

pergilah, menghilang sajalah lagi...

Kamis, 04 Juli 2013

men's commitment

kesel adalah saat kalian udah siap siap mau nulis, tapi tiba tiba lupa mau nulis apa, padahal itu ide briliant banget. ya, ide husna emang selalu briliant sih yaa ~

iya, jadi udah duduk depan laptop, duduk cantik, dan tiba tiba ngeliat orang itu....enggak sih, sebenernya biasa aja, cuma suka aja ngeliatnya. sini, dengeri teori baru husna,
"laki laki yang berani membuat keputusan untuk menikah itu, kerennya nambah 1000% karena dia berani untuk berkomitmen, dan itu baru namanya pria!"

iya, jadi semenjak jadi anak magang disini, ada banyak banget pengetahuan yang baru. salah satunya, itu, ngeliat banyak laki laki yang masih muda tapi udah berkomitmen, itu keren :3
beberapa minggu yang lalu baru selesai matrikulasi sama karyawan baru, dan tiba disesi materi develop relationship terus trainernya nanya "disini yang udah nikah siapa" dan...jeng jeng, ada dua orang ngangkat tangan, dan dalem hati gue langsung bilang keren....(kebetulan orangnya emang keren).
dan gue langsung liat jari manisnya, terselip sebuah cincin. ahh,, jadi laki laki yang pake cincin itu udah nikah, catet! dan gue langsung kagum, iya kagum, keren gitu lah.
keren lah.
terus ada lagi, trainer gue, masih muda (menurut gue), materinya itu susaaahhh banget, tapi dia baik banget (menurut gue lagi), seru, cara ngajarnya juga asik, dan saat gue liat jarinya, terselip lagi sebuah cincin.
dan gue langsung bilang, "keren."
keren sih emang, tau gak sih buat nikah itu gak gampang, oke gue googling dulu makna pernikahan secara islam, oke. ._.

Nikah Arti dari Ijab Qobul :
"Aku terima nikah dan kawinnya si dia binti ayah si dia dengan mas kawinnya...."
Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukah makna "perjanjian/ikrar'' tersebut ?

"Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku".

Jika aku GAGAL?
"Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku".
(HR. Muslim)

Duhai para istri,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat olehnya di depan Allah, dengan di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Semoga jadi pengalaman bagi yang sudah menikah ataupun yg belum menikah

http://mutiarahatidancinta.blogspot.com/2012/09/makna-ijab-qabul.html

merinding gak? gue sih merinding banget.
nah, makanya kan, gimana gak keren coba orang orang itu. subhanallah :)
*ini bukan yang sebenernya mau gue tulis, ini gara gara dia lewat aja gue jadi pengen nulis ini--"

Senin, 01 Juli 2013

Ini Bukan Kisah Ku

Kisah ini bukan tentang aku, tapi tentang mereka. Kisah yang begitu mengharukan menurutku, tapi sekaligus menyakitkan. Ah, jika aku tau kisah mereka akan seperti ini jadinya, aku enggan sekali menjadi salah satu pemainnya.
Aku, kamu, kita semua, selalu mengharapkan menjadi peran utama dalam setiap bagian cerita, dan setidaknya menjadi pendamping peran utama yang ikut merasakan bahagia.Tapi dikisah ini, entah bagaimana aku bisa menjadi orang ketiga.
Kisah ini dimulai tepat ketika kisah favoritku berakhir. Saat bagianku menjadi peran utama sudah berakhir, aku mulai menjalani hari hari yang kosong. Sampai pada suatu hari, dia datang. Aku pikir dia hanya akan menjadi viguran dihidupku, tapi ternyata salah. Jika ini kisahku, aku akan menjadi peran utama, dan dia akan menjadi pendamping peran utama. Tapi ternyata ini kisah mereka, dia menjadi peran utama, perempuan itu menjadi pendamping peran utama, dan aku menjadi orang ketiga diantara mereka.
Kamu tau, aku tau, dan semua orang tau, menjadi orang ketiga bukanlah hal yang menyenangkan, kau bisa merasa begitu bahagia, tapi juga merasa begitu salah. Kebahagiaan yang kau dapatkan, tapi rasa sakit bagi orang lain yang kau berikan. Yahh, jika bukan tentang perasaan, pasti semua akan baik baik saja.
Aku kira, saat kisah mereka mulai berakhir, aku bisa memulai kisahku dengannya, tapi percaya atau tidak, jika ini sebuah sinetron, aku hanya akan menjadi viguran yang berusaha mengembalikan semangat si pemeran utama. Posisiku sangat menyedihkan.
Hari itu, saat semuanya benar benar berakhir. Kisah mereka yang benar benar sudah berakhir, dan ternyata kisahku sebagai orang ketigajuga berakhir.
Dia sakit, entah bagaimana, aku bisa melihat wajahnya yang pucat, matanya yang berkaca kaca, dan semuakesakitan yang ia rasakan. Ingin rasanya menangis melihat wajahnya yang seperti itu, ingin terus berada di sampingnya, di dekatnya, menyemangati.
Aku hampiri dia, aku ingin sekali menolongnya. Ku bawa dia ketempat duduk terdekat di UKS, “sebentar akan kucarikan obat.”Dia bilang, “tida kusah, ini akan semakin menunjukkan betapa kamu menginginkanku dihidupmu, tapi aku…tidak.”
Aku hanya berharap tidak bisa mendengar sesaat, tapi faktanya aku mendengarnya. “tidak, aku hanya ingin membantumu.”
Aku pergi berlari,  mencari orang yang bisa membantu, entah, tidak ada orang.
Aku memutuskan kembali menemuinya, tapi dia.. hilang. Mencari cari kesekeliling tapi dia tidak ada juga, dan aku pun memutuskan untuk ke UKS, saat ku buka pintu sedikit, aku melihatnya terbaring lemah. Tapi dia tidak sendirian, ada seseorang yang memeluknya, tangannya yang begitu lemas membelai kepala perempuan itu yang terlihat seperti terisak.
Ah, jika aku hanya menjadi penonton, atau pembaca cerita, pasti aku akan mengatakan, “akhirnya, pemeran utama dan pendampingnya kembali lagi.”
Tapi saat ini aku menjadi orang ketiga.
Aku tutup pintu itu, kualihkan pandanganku ketempat lain. Mungkin aku salah liat. Aku putuskan untuk mengintip sekali lagi dari jendela, tapi kini aku yakin,  aku tidak salah. Ini benar mereka, kisah mereka yang kukira sudah berakhir,  ternyata belum.
“maafin aku ya… aku gamau ngeliat kamu kaya gini lagi.”
“iyaa, gapapa, udah jangan nangis lagi.”
Rasanya sesak di dada, melihat dan mendengarnya. Aku alihkan pandanganku, dan rupanya perempuan itu keluar dari UKS. Aku tidak boleh terlihat!
Aku bersembunyi dibalik meja bundar itu, memperhatikan perempuan itu berjalan sambil terus bersembunyi. Hemm, kenapa menyakitkan sekali…

Jika ini kisahku, semua pembaca pasti akan merasa kasihan kepadaku, tapi ini kisah mereka, semua orang akan bahagia dengan bertemunya kembali mereka, dan aku? Semua akan melupakanku –si orang ketiga- begitu saja. Menyakitkan sekali.
Di berbagai cerita, orang ketiga hanya akan berjalan meninggalkan si pemeran utama dan pendampingnya berdua, tapi izinkan aku melihat dia berbaring sekali lagi, izinkan aku.
Aku lihat dia dari jauh, wajahnya masih pucat, tubuhnya lemas, dan yah… sudahlah, dia akan bersama orang yang bisa membuatnya bahagia.
Sakit sekali.
Aku berjalan menyusuri lorong, tidak tau apa yang harus kupikirkan. Berjalan perlahan, tanpa tau arah dan tujuan. Berjalan, terus, terus terus, apakah kaki ku bisa merasakan lelahnya berjalan?
Semua rasa sakit dan rasa lelah, kini berada tepat di hatiku. Sakitnya benar benar tidak bisa digambarkan.  Air mataku pun tidak bisa menetes, aku tidak tau apa yang sedang kupikirkan.
Berjalan,  berjalan, berjalan.

Seandainya ini kisahku, mungkin akan ada akhir cerita yang benar benar membahagiakan atau setidaknya menyakitkan, yang ku tau, kisah ini pasti berakhir. Tapi ini kisah mereka, kisah yang dulu pernah begitu indah, dan begitu menyedihkan, tapi sekarang sudah menemui kebahagiaan lagi. Hemm, entah harus seberapa jauh lagi aku berjalan.